Padang.Lintas Media.

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar akan selalu memantau kesiapan Provinsi Sumatera Barat (Pemprov) untuk melaksanakan Pekan Nasional Tani
Dan Nelayan (Penas Tani) Ke- XVI, tahun 2020 di Kabupaten Padang Pariaman.

Pemantauan tersebut dilakukan Komisi II dengan meninjau dan memastikan lokasi utama pelaksanaan Penas Tani ini di kawasan asrama haji Kabupaten Padang Pariaman kemaren.

Dengan menyediakan lahan lebih kurang 3 hektare.Kabupaten Padang Pariaman telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Kota Padang untuk event yang akan dihadiri puluhan ribu petani dari seluruh Indonesia pada Juni mendatang 2020 ini.Kata Ketua Komisi II DPRD Sumbar Ir.H. Arkadius Datuak Intan Bano.MM.MBA.

Dijelaskan Arkadius.Peninjauan hari ini merupakan lanjutan dari kunjungan sebelumnya untuk melihat perkembangan dari persiapan yang telah dilakukan oleh seluruh pihak terkait.

“Setelah mendapat kepastian mengenai pemindahan sebagian lokasi penyelenggaraan Penas Tani ke Padang Pariaman, Komisi II ingin memastikan kesiapan. Pada kunjungan hari ini, sudah terlihat perkembangan dimana lokasi penyelenggaraan sudah dibersihkan,” kata Arkadius.

Menurut Arkadius, lahan di depan komplek asrama haji seluas lebih kurang tiga hektare sudah dibersihkan. Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk gelar penerapan teknologi pertanian, peternakan dan perikanan. Demikian juga lahan di belakang asrama untuk stand pameran dan dagangan. Masalah teknis yang masih harus diperhatikan adalah pasokan air untuk lahan.

Untuk kesediaan air tersebut, Arkadius Datuak Intan Bano, meminta dinas pengelolaan sumber daya air (PSDA) segera membangun instalasi air yang bersumber dari pengeboran tanah.Karena,untuk saat ini, hanya tersedia satu waduk yang diyakini tidak mampu menampung kebutuhan air pada area gelar teknologi nanti.

Dikatakanya ketersedian air itu hanya mampu bertahan selama 17 hari. Dan itu tidak akan cukup mengaokomodir berbagai kegiatan pada area yang tersedia seluas 33,2 hektare. 

Penastani sendiri, akan dilaksanakan pada bulan Juni seluruh persiapan harus dirampungkan, sehingga para peserta yang hadir termasuk para petinggi negara bisa menikmati perhelatan tahunan itu.

“ Sektor pengairan harus tuntas dalam minggu ini. Jika tidak, akan berdapak buruk terhadap persiapan penanaman,karena  progress persiapan sudah cukup bagus, sudah dilakukan pembersihan lahan. Dalam kunjungan ini kami mengajak seluruh instansi terkait"kata Arkadius.

Arkadius menyebutkan, untuk penyelenggaraan Penas Tani 2020, pembukaan dan kegiatan utama dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman. Sementara, untuk kegiatan rapat – rapat dan seminar nantinya akan digelar di Kota Padang, termasuk juga penutupan.

“Jadi kita tidak lagi mempersoalkan polemik tuan rumah ini, yang pasti bagaimana kegiatan ini sukses,” tambahnya.

Arkadius melihat, kegiatan Penas Tani nantinya akan memberikan keuntungan bagi petani dan nelayan di Sumatera Barat. Selain berbagi informasi dan inovasi dengan petani dari daerah lain, juga akan ada gelaran teknologi menuju era pertanian 4.0.

“Petani kita bisa belajar, berbagi pengalaman dan meningkatkan kemampuan bertransformasi ke era pertanian 4.0 melalui alih teknologi yang akan didemonstrasikan selama Penas Tani berlangsung,” ulasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Arkadius Datuak Intan Bano didampingi beberapa anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat. Antara lain sekretaris komisi, Nurkhalis Dt Bijo Dirajo, Leli Arni, Yunisra Syahiran, Nurfirmanwansyah, Tri Suryadi, Budiman Datuak Malano Garang dan Safarudin Datuak Bandaro. (Sri)









 
Top