PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
PT Semen Padang kembali menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116. Kegiatan ini merupakan donor darah pertama pada 2026 yang digelar secara rutin setiap dua bulan.
Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (1/4/2026), dari pagi hingga sore, berhasil mengumpulkan 369 kantong darah. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata PT Semen Padang dalam mendukung aksi kemanusiaan dan menjaga ketersediaan stok darah di Kota Padang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa; Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif; serta Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang.
Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa, yang membuka kegiatan donor darah, menekankan bahwa setetes darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat besar bagi keselamatan jiwa manusia.
Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat solidaritas dan kebersamaan.
“Kegiatan donor darah ini menjadi refleksi nilai-nilai perusahaan dalam membangun kepedulian sosial. Kami berharap semangat berbagi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, mengapresiasi konsistensi PT Semen Padang dalam mendukung kegiatan kemanusiaan, khususnya donor darah. Ia menyebutkan bahwa kontribusi perusahaan sangat membantu dalam menjaga ketersediaan darah di rumah sakit.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT Semen Padang yang secara rutin melaksanakan kegiatan donor darah. Saat ini, kebutuhan darah di Kota Padang mencapai sekitar 6.000 kantong per bulan atau 200 kantong setiap hari. Kegiatan seperti ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan darah yang masih kurang,” ungkapnya.
Zulhardi Z. Latif juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-116 kepada PT Semen Padang. “Kami berharap di usia 116 tahun ini PT Semen Padang terus bertumbuh dan maju. Jarang sekali perusahaan yang bisa bertahan hingga usia ini,” katanya.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang yang juga Ketua Panitia Donor Darah, Idris, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten setiap dua bulan atau enam kali dalam setahun, bekerja sama dengan PMI Kota Padang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kontribusi PT Semen Padang tidak hanya terfokus pada sektor industri, tetapi juga pada pembangunan nilai kemanusiaan. Alhamdulillah, hari ini kami berhasil mengumpulkan sebanyak 369 kantong darah yang berasal dari karyawan, mitra kerja, serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Pelaksanaan donor darah kali ini juga mempertimbangkan tingginya kebutuhan stok darah di berbagai fasilitas kesehatan. Selain itu, guna meningkatkan partisipasi, panitia turut menyediakan berbagai doorprize menarik bagi para pendonor.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi karyawan dan masyarakat. Salah seorang pendonor, Fadli Fani dari Unit Pemeliharaan Mesin II PT Semen Padang, mengaku telah 38 kali mendonorkan darahnya.
“Ini bagian dari rasa kemanusiaan untuk membantu sesama. Selain itu, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan,” tuturnya.
Pengalaman serupa juga disampaikan oleh pendonor lainnya, Suherdian Septa Sarianja, yang untuk pertama kalinya mengikuti donor darah di lingkungan PT Semen Padang.
“Saya menyadari bahwa langkah kecil ini bisa memberikan harapan besar bagi orang lain. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi keputusan yang lahir dari kesadaran untuk peduli,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang tidak hanya memperingati perjalanan panjang perusahaan selama lebih dari satu abad, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai entitas bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai-nilai kemanusiaan. (*)
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Komitmen PT Semen Padang dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu menerima piagam penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai mitra BUMN dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan predikat bronze.
Penghargaan yang ditandatangani Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada 10 Desember 2025 tersebut diserahkan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, dan diterima Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Nurwan. Penyerahan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (31/3/2026).
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha.
“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama, termasuk perusahaan seperti PT Semen Padang. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung program prioritas nasional sekaligus wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.
Win menegaskan perusahaan berkomitmen menjalankan program secara berkelanjutan dan tidak bersifat seremonial semata. Menurutnya, peran keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah stunting sejak dini.
“Komitmen kami adalah memastikan upaya pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan. Peran keluarga sangat penting, mulai dari menjaga asupan gizi, kesehatan lingkungan, hingga memastikan anak rutin ke posyandu,” tambahnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga sinergi berbagai pihak, mulai dari puskesmas di masing-masing kecamatan, Semen Padang Hospital (SPH), kader kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat penerima manfaat dalam menerapkan pola hidup sehat.
Sepanjang 2025, PT Semen Padang bersama Pemerintah Kota Padang dan Semen Padang Hospital memfokuskan pelaksanaan Program GENTING di tiga kecamatan, yakni Lubuk Kilangan, Pauh, dan Lubuk Begalung. Program tersebut menyasar sembilan penerima manfaat, khususnya ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK).
Melalui intervensi yang dilakukan, para penerima manfaat mendapatkan dukungan nutrisi secara berkelanjutan hingga masa persalinan. Selain itu, dua di antaranya juga memperoleh bantuan pembangunan fasilitas jamban sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan penanganan stunting tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh faktor lingkungan yang menjadi salah satu penyebab utama stunting.
Sebelumnya, kontribusi PT Semen Padang dalam program serupa juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Solok atas peran perusahaan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut. Penghargaan itu diserahkan di Aula Islamic Center, Koto Baru, Solok, Selasa (5/8/2025).
Menurut Win, dukungan perusahaan terhadap Program GENTING sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan pembangunan dari tingkat keluarga. Menurutnya, investasi pada generasi sejak dini merupakan langkah strategis untuk menciptakan bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, termasuk PT Semen Padang, yang telah berkontribusi aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Selamat kepada para penerima penghargaan. Terima kasih atas dukungan nyata yang telah diberikan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan generasi masa depan Sumatera Barat tumbuh sehat dan berkualitas,” ujar Mahyeldi.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, turut menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang atas konsistensinya mendukung program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Ia menilai keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan program, khususnya percepatan penurunan stunting di daerah.
“Selamat dan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung penuh program-program BKKBN selama ini. Dukungan dunia usaha sangat berarti dalam upaya membangun keluarga berkualitas. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam Rakorda Bangga Kencana, ia memaparkan capaian 2025 sekaligus merumuskan langkah ke depan di Sumatera Barat, dengan sejumlah indikator menunjukkan hasil yang menggembirakan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras 361 penyuluh KB dan lebih dari 10 ribu Tim Pendamping Keluarga yang aktif di lapangan. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk mitra dunia usaha, optimisme untuk mencapai target yang lebih baik pada 2026 semakin menguat.
Mardalena menyebutkan bahwa ke depan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN akan terus mendorong implementasi lima program prioritas, yakni GENTING, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta layanan konsultasi keluarga berbasis kecerdasan buatan.
Ia berharap, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, berbagai program tersebut dapat mempercepat terwujudnya keluarga berkualitas sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. (*)
PADANG PARIAMAN - Lintas Media News, com
Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat hingga ke tingkat nagari/desa melalui pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum).
Pernyataan tersebut disampaikan usai peresmian 1.265 Posbankum di Padang pada Senin (30/3), yang dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah dinas Bupati Padang Pariaman di Kota Pariaman, Selasa (31/3). Dalam kunjungan itu, Supratman didampingi Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenkum Sumbar, Alpius Sarumaha, dan disambut langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, beserta jajaran OPD.
Supratman menekankan bahwa kehadiran Posbankum merupakan langkah strategis untuk mengatasi kendala akses keadilan, khususnya bagi masyarakat lapisan bawah.
Selama ini akses keadilan bagi masyarakat masih menjadi tantangan. Dengan Posbankum, masyarakat bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum, mediasi, hingga rujukan bantuan hukum secara gratis,” ujar Supratman.
Ia mengungkapkan, capaian pembentukan Posbankum di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen di seluruh nagari, desa dan kelurahan, termasuk di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah.
“Tanpa dukungan Pak Bupati, tidak mungkin Posbankum bisa terbentuk secara menyeluruh di Padang Pariaman,” tambahnya.
Mediasi dan Restorative Justice Jadi Fokus
Dalam implementasinya, Posbankum akan menangani berbagai persoalan hukum masyarakat. Untuk perkara pidana ringan, pendekatan restorative justice akan diutamakan dengan melibatkan aparat desa seperti Babinkamtibmas dan Babinsa.
Sementara untuk perkara perdata, Posbankum akan memfasilitasi mediasi sengketa, mulai dari konflik batas lahan, perselisihan antarwarga, hingga sengketa warisan.
Kita ingin Posbankum menjadi solusi efektif agar persoalan hukum bisa diselesaikan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan di masyarakat,” jelas Supratman.
Peran Kepala Desa dan Wali Nagari Diperkuat
Supratman juga menyoroti pentingnya peran kepala desa atau wali nagari sebagai ujung tombak penyelesaian masalah hukum di tingkat lokal. Menurutnya, selama ini peran tersebut sudah berjalan, namun belum terlembagakan dengan baik.
“Sekarang kita angkat, kita lembagakan, dan kita dokumentasikan. Ke depan, semua proses penyelesaian kasus akan tercatat secara sistematis,” katanya.
Kementerian Hukum, lanjutnya, tengah menyiapkan sistem super apps untuk memantau kinerja Posbankum, termasuk jumlah kasus yang ditangani, proses mediasi, hingga hasil penyelesaian.
Bantuan Hukum Gratis Disiapkan
Jika mediasi tidak berhasil, masyarakat tetap dapat memperoleh bantuan hukum gratis melalui 16 organisasi bantuan hukum yang didanai APBN di wilayah Sumatera Barat.
“Negara hadir memastikan masyarakat tetap mendapatkan pendampingan hukum tanpa biaya,” tegas Supratman.
Ia optimistis implementasi Posbankum di Padang Pariaman akan berjalan efektif, mengingat latar belakang hukum yang dimiliki Bupati John Kenedy Azis.
“Beliau Sarjana Hukum dan pernah menjadi praktisi. Ini tentu menjadi kekuatan besar dalam mendorong optimalisasi Posbankum,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap literasi hukum masyarakat meningkat dan penyelesaian konflik dapat dilakukan secara damai, cepat, dan berkeadilan hingga ke tingkat desa.(Kmfo/len)