Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

Malalak,Lintas Media News
Pembangunan jembatan Armco oleh TNI AD di jorong Salimpaung kecamatan Malalak Utara, bukti negara hadir untuk rakyat. Hal ini disampaikan oleh Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Mahfud, S.E.,M.Si., saat meresmikan jembatan Armco di jorong Salimpauang Malalak Utara. Jumat (15/1/2026).

Lebih lanjut Danrem mengatakan di Wilayah Sumbar jembatan Armco yang di bangun TNI AD ada lima unit, dihari yang sama di wilayah Pasaman juga selesai, dan dalam waktu 3 hari kedepan sudah selesai semuanya.

Danrem juga mengatakan, Saat ini 7 jembatan Bailey dalam proses pengerjaan, akan menyusul lagi 9 jembatan gantung 8 di Sumatera Barat dan 1 di Profinsi Jambi, kemudian menurutnya program kedepan akan dibangun 62 jembatan gantung diseluruh Kabupaten Kota di Sumatera Barat.
"Harapan kita, Negara hadir untuk rakyat Indonesia khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana, semua akses yang terputus akan diselesaikan secepat mungkin termasuk Huntara dan Huntap" ujar Jendral bintang satu ini.

Salah seorang warga Retna Wilis 40 Tahun mewakili ratusan warga mengucapkan terimakasih kepada TNI. "Terimakasih bapak TNI telah meringankan beban kami, mempermudah akses transportasi dan komunikasi, sehingga kami mudah untuk mengirim hasil pertanian ke kota, yang pasti perekonomian masyarakat pulih, sekali lagi terimakasih sedalam-dalamnya dari masyarakat Salimpauang kepada TNI" ucapnya.

Hadir dalam kegiatan ini para pejabat utama Korem 032/Wbr, Dandim 0304 Agam, Wakil Bupati Agam para pejabat kabupaten serta unsur Forkopimda kabupaten Agam. (penrem032)






Padang,Lintas Media News
Rumah Sakit M Djamil Padang menanggapi pemberitaan tentang peserta vaksin servik melalui surat resmi nomor : KM.04.04/D.XVI.4/40/2026, pada Sabtu 17 Januari 2026. Perihal Hak Jawab dan Klarifikasi Resmi terkait Pelaksanaan Uji Klinis Vaksin HPV.


Dalam surat yang ditandatangani  oleh Direktur Utama melalui Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil Padang, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS menyampaikan bahwa : 


Sehubungan dengan pemberitaan di media Saudara pada tanggal 15 dan 16 Januari 2026 tentang keluhan peserta Uji Klinis Vaksin HPV di RSUP Dr. M. Djamil kami atas nama manajemen RSUP Dr. M. Djamil menyampaikan hak jawab dan klarifikasi sebagai berikut agar informasi di masyarakat menjadi berimbang dan akurat.


Manajemen RSUP Dr. M. Djamil Padang memberikan penjelasan resmi terkait pelaksanaan Uji Klinis Tahap 3 Vaksin HPV yang merupakan bagian dari penelitian berskala internasional pada tahun 2023 dan akan memfasilitasi pertemuan pihak sponsor dengan subjek uji klinis vaksin HPV.


Dalam keterangannya, pihak rumah sakit menegaskan bahwa RSUP Dr. M. Djamil hanya bertindak sebagai lokasi penelitian atau site, sedangkan seluruh kebijakan serta dukungan pendanaan sepenuhnya berada di bawah kendali dan tanggung jawab pihak sponsor.


Meskipun demikian, manajemen RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmen untuk mengawal proses penelitian berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Upaya proaktif ini dilakukan untuk memastikan bahwa aspirasi para peserta penelitian mendapatkan perhatian kami. Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, pihak sponsor akan sosialisasi dan klarifikasi ke kader dan perwakilan subjek langsung tentang tindak lanjut penelitian ini yang sudah memasuki tahap akhir penelitian.


Kehadiran Sponsor bertujuan untuk menemui kader serta perwakilan subjek secara tatap muka guna memberikan klarifikasi yang diperlukan.


Manajemen RSUP Dr. M. Djamil berharap kehadiran pihak sponsor ini dapat memberikan kejelasan dan solusi yang memuaskan bagi seluruh pihak yang terlibat.


Pihak rumah sakit akan terus mengawal proses ini sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penelitian internasional ini.


Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).


Demikian hak jawab ini kami sampaikan. Kami mengimbau media Saudara untuk memuat klarifikasi ini secara utuh demi memenuhi hak informasi publik yang objektif. (**)

 



PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang melalui program Semen Padang Peduli terus berperan aktif membantu masyarakat terdampak bencana alam. Kali ini, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut menyalurkan 16.000 liter air bersih kepada warga di sepanjang Jalan Durian Tarung, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Kamis (15/1/2026) malam menggunakan water truck dan menyasar sedikitnya 600 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Krisis air terjadi akibat banjir bandang pada awal Desember 2025 lalu.

Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud empati dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak krisis air bersih pascabencana.

“Air bersih merupakan kebutuhan vital yang harus segera dipenuhi, terutama dalam kondisi darurat pascabencana. Banjir bandang menyebabkan krisis air bersih di rumah-rumah warga, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan beribadah,” ujar Idris, Jumat (16/1/2026).

Ia menegaskan, PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG berkomitmen mendukung upaya pemulihan pascabencana, baik melalui bantuan darurat maupun program sosial berkelanjutan. Menurutnya, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat menjadi energi penting agar perusahaan dapat terus menjalankan peran sosialnya.

“Ketika masyarakat mempercayakan kebutuhannya pada Semen Padang, perusahaan akan terus tumbuh dan berkembang, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Idris.

Ia juga menyebutkan bahwa selama masa tanggap darurat banjir bandang sebelumnya, PT Semen Padang telah menyalurkan sekitar 232 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak di Kota Padang.

Sementara itu, Koordinator Posko Semen Padang Peduli, Ferdy Dinardo, menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dan permintaan langsung dari masyarakat di sepanjang Jalan Durian Tarung. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan wilayah tersebut mengalami krisis air bersih cukup serius akibat dampak banjir bandang.

“Setelah menerima permintaan warga dan melakukan pengecekan, kami langsung menyalurkan bantuan menggunakan water truck berkapasitas 16.000 liter. Ada enam titik lokasi di sepanjang Jalan Durian Tarung yang kami salurkan bantuan air bersih,” kata Ferdy, yang juga Staf Environment Unit Safety Health Environment (SHE) PT Semen Padang.

Kepedulian PT Semen Padang mendapat sambutan positif dari warga. Pengurus Masjid Al Abrar, Vila Tarok, Jalan Durian Tarung, Muharmansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Ada sekitar 600 kepala keluarga di sepanjang Jalan Durian Tarung yang mengalami krisis air bersih sejak banjir bandang. Alhamdulillah, bantuan air bersih dari PT Semen Padang sangat membantu dan dapat memenuhi kebutuhan warga untuk beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, kondisi diperparah karena jebolnya saluran irigasi akibat derasnya aliran banjir bandang. Selama ini, air sumur warga sebagian besar berasal dari rembesan saluran tersebut. Namun, kerusakan yang terjadi menyebabkan banyak sumur ikut mengering.

“Sebagian warga terpaksa mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Meski ada sumur bor, penggunaannya secara bersama-sama membuat debit air terus menurun, bahkan beberapa sudah mulai kering,” katanya.

Dengan adanya bantuan air bersih dari PT Semen Padang, warga berharap kebutuhan air bersih dapat terus terpenuhi hingga kondisi lingkungan kembali pulih. Bantuan tersebut dinilai tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberi harapan bagi masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana. (*)




 
AGAM,Lintas Media News
Jembatan Armco di Kecamatan Malalak diresmikan Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Machfud. Jumat (16/1/2026). Peresmian ini merupakan tonggak penting, diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi dan memperkuat konektivitas wilayah pedesaan di Kabupaten Agam yang lumpuh akibat terjangan bencana banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
 
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil sinergi erat antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Menurut Danrem Machfud, kolaborasi tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam mengembangkan infrastruktur yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
"Keberadaan jembatan ini tidak sekadar sebagai sarana penghubung antar wilayah, melainkan juga sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Malalak," ujarnya.
 
Sebelumnya, akses di lokasi tersebut rusak pasca banjir beberapa bulan yang lalu dan kurang memadai, terutama pada musim hujan. Dengan struktur yang lebih kuat dan aman, jembatan baru kini dapat dilalui berbagai kendaraan dan memudahkan aktivitas masyarakat sehari-hari, sekaligus mendukung laju perkembangan ekonomi lokal.
 
Pemerintah Kabupaten Agam mengapresiasi kontribusi Korem 032/Wirabraja dalam pembangunan infrastruktur daerah. Kehadiran jembatan diharapkan tidak hanya memperlancar aktivitas sosial, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian masyarakat yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
 
Acara peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, yang dihadiri oleh para pejabat Kasrem, unsur Forkopimda Kabupaten Agam, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias menyaksikan momen penting tersebut.(penrem)

 


Tanah Datar. Lintasmedianews.com

Polres Tanah Datar laksanakan  penanaman  1.000  batang  pohon di  3 titik  adalah :  Nagari Pasie Laweh  Kecamatan Sungai  Tarab, Nagari Parambahan  Kecamatan  Lima  Kaum, Nagari  Sungai  Jambu  Kecamatan  Pariangan.  Untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah potensi bencana alam dan tanah longsor. di Balai  Nagari Pasie laweh  Selasa  Kamis, ( 15/ 01 )2026.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dilaksanakan sebagai upaya pencegahan erosi dan tanah longsor di sepanjang aliran sungai, sekaligus mengembalikan fungsi hutan agar tetap lestari dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di wilayah bantaran sungai.

Kegiatan dihadiri oleh Iptu Arfinus S.Sos.MH . kapolsek Sungai Tarab. Mulkhairi.S.Pd Camat Sungai Tarab, Wali Nagari se Kecamatan Sungai Tarab. Danramil,Koordinator BPP,Ketua LKAAM, Ketua KAN,BPRN,Satgas,FKPM,Kasi Humas AKP Jondriadi,KBO Sat Lantas,Paur Ops Bag Ops Polres Tanah Datar,Personil Polresdan Polsek,Ketua Bhayangkari Ranting dan Anggota,serta Daka Bhayangkara Polsek Sungai Tarab beserta Tamu Undangan. 

Kapolres Tanah Datar DR. AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K, melalui Kapolsek Sungai Tarab AKP Arfinus.S.sos menyampaikan, " bahwa Polri mendukung penuh kegiatan pelestarian lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lintas sektor.

" Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian alam dan keselamatan masyarakat. Dengan hutan yang terjaga dari risiko bencana seperti, banjir bandang, tanah  longsor dapat diminimalisir ,sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman,  beberapa waktu lalu kami bersama BPBD Tanah Datar telah melakukan peninjauan batang bangkahan dan Alhamdulillah Nagari Pasie Laweh sampai saat ini masih aman ". Ungkap Arfinus.

Arfinus Juga  mengatakan, kegiatan penanaman 1.000 pohon ini telah direncanakan oleh bapak Kapolres, untuk tiga kecamatan. Nagari Pasie  Laweh ditanam 300 pohon, Nagari Sungai Jambu 400 pohon, adapun jenis pohon yang ditanam berupa, pohon pokat, jengkol, mahoni dan beberapa macam tanaman lainnya". Tambahnya

Sebelumnya, Ketua BPRN Nagati Pasie  Laweh  Amrizal .S.pd dalam sambutannya mengatakan, " terimakasih kepada Polres Tanah Datar atas pedulinya ke Nagari Pasie  Laweh dengan program penanaman 1000 pohon, untuk Nagari yang rawan  bencana alam banjir bandang, Tanah longsor,  semoga kegiatan ini menjadi ladang pahala,  dan masyarakat merasakan manfaatnya " . Ujarnya 

" Kegiatan ini adalah untuk  mengantisipasi banjir bandang  dan tanah  longsor,  ini merupakan  bentuk fisik. Mudah-mudahan  dalam kegiatan ini bisa  untuk  mengantisipasi bencana. Memang  bencana  datangnya  dari allah, namun tugas  kita  bisa  mengantisipasi  bencana  dengan  menanam pohon". Tutup  Amrizal 

Disamping  itu sambutan Camat Sungai Tarab Mulkhairi. S.Pd  menyampaikan, " beberapa waktu lalu Bupati  telah melakukan  peninjauan batang bangkahan di pasie laweh. Dan Bupati langsung  memerintahkan  kapada  Dinas terkait untuk menormalisakan dan membersihkan batang  bangkahan. Selama ini  masih banyak  masyarakat  yang  membuang sampah ke batang  Bangkalan, kedepannya kita  berusaha untuk pengadaan satu nagari  satu bak sampah. Dan ia menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke batang bongkahan". Tutupnya.   (. ERM )

 


Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Sekitar 1000 orang pelajar di kota Bukittinggi menerima kacamata gratis Balairung rumah dinas wako, Rabu (14/01). Kegiatan ini merupakan  kerjasama Pemerintah Kota Bukittinggi dengan Gabungan Pengusaha Optic Indonesia (Gapopin). 

Ketua Gapopin Sumbar, Indra Yunaidi, menjelaskan, penyerahan 1000 kacamata ini, merupakan bagian dari program bakti sosial World Sight Day 2025 lalu. Hasil pemeriksaan mata pelajar di Bukittinggi, dibawa ke labor Jakarta, untuk produksi kacamata gratis, yang menjadi program serentak seluruh Indonesia. 


Ia mengucapkan terima kasih pada Pemko Bukittinggi, yang telah memfasilitasi program bakti sosial tersebut. Menurut Indra, sebelumnya telah dilakukan proses pemeriksaan mata pelajar Bukittinggi pada Oktober 2025 lalu. Karena proses produksi kacamatanya sudah selesai maka kaca mata gratis sudah dapat diserahkan pada pelajar. Ia menyebutkan, setelah diperiksa, lensa yang disiapkan benar benar standar optic dan juga ada yang dipesan khusus, sesuai ukuran pelajar. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan terima kasih kepada Gapopin Sumbar, yang telah melaksanakan kegiatan ini untuk Kota Bukittinggi. Ia berharap dengan bantuan kacamata tersebut, para pelajar dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.

Kacamata gratis ini, diberikan pada 236 pelajar SD, 217 pelajar SMP, 166 pelajar SMA dan 213 pelajar SMK. Selain itu, kacamata gratis ini juga diberikan pada 16 pelajar SLB dan 127 guru honorer.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Gapopin Sumbar. Sehingga para pelajar dapat mengikuti pelajaran degan baik, tanpa terkendala masalah penglihatan. Kami juga apresiasi Gapopin yang juga telah ikut berkontribusi membantu saudara kita, yang terkena bencana hidrometeorologi beberapa minggu lalu. Terima kasih pada Gapopin Sumbar, semoga kacamata ini bermanfaat,” Ungkapnya. (Sandra)


Padang,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi,berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan masjid,aklak dan moralitas generasi muda.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerahkan bantuan Rp50 juta untuk pembangunan Masjid Al Muhajirin Perumahan Nuansa Indah III, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (15/1/2026) malam. 

Bantuan tersebut langsung diterima Ketua Pengurus Masjid Al-Muhajirin, Feriza Putra. 

Ketua DPRD Sumbar Muhidi dalam kesempatan itu memberikan tausiah dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. 

Ia mendorong para orang tua, mengajak anak-anaknya datang ke masjid, tidak hanya melaksanakan ibadah seperti sholat dan kegiatan keagamaan lain, juga belajar mengaji. 

Kepada pengurus masjid dan TPA untuk tetap semangat mendidik murid TPA, sehingga tumbuh generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia di masa depan. 

Muhidi dalam kesempatan itu juga menguji kemampuan murid TPA dalam menghafal ayat-ayat pendek sekaligus Rukun Iman dan Rukun IsIam. 

"Kita sangat bangga lahir generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia," kata Muhidi. 

Ketua Pengurus Masjid Al Muhajirin, Feriza Putra menyampaikan ucapan terimakasih Jama'ah Masjid kepada Ketua DPRD Sumbar yang bersedia memenuhi undangan untuk memberikan tausyiah dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. 

Terkait bantuan Masjid, kata Feriza Putra, telah dianggarkan tahun 2025. Bantuan tersebut akan diperuntukkan untuk pembangunan masjid yang saat ini masih membutuhkan dana untuk melanjutkan pembangunan masjid.(*/st)

Oleh: Muhayatul, S.E., M.Si(Mahasiswa Doktoral Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang)

Bencana ekologis di Sumatera Barat tidak dapat dipahami sebagai peristiwa sesaat yang berdiri sendiri. Bencana ini merupakan bagian dari relasi panjang antara manusia, alam, dan kebudayaan yang terbentuk selama berabad-abad. Galodo (banjir bandang), longsor bukan hanya fenomena geofisik, melainkan peristiwa sosial yang menguji daya lenting masyarakat, kohesi sosial, dan kapasitas kebijakan publik. 

Dalam konteks ini, kearifan lokal Minangkabau menjadi titik masuk penting untuk memahami bagaimana masyarakat bertahan, beradaptasi, dan membangun kembali kehidupan pasca-bencana. Pengurangan risiko bencana di wilayah rawan tidak cukup hanya ditempuh melalui pendekatan teknokratis. 

Mitigasi dan adaptasi bencana harus dibangun di atas pemahaman spasial, sosial, dan ekologis yang kontekstual, bukan semata transfer teknologi (Hermon, 2019).

Tata kelola risiko berbasis wilayah dan keterlibatan aktor lokal dalam membangun kesiapsiagaan, integrasi dimensi lingkungan dan sosial dalam perencanaan adaptasi, terutama di wilayah dengan kerentanan struktural tinggi menjadi penting (Oktorie et al., 2019; Putra et al., n.d.). Kerangka pemikiran ini menyediakan fondasi konseptual yang kuat untuk membaca peran kearifan lokal sebagai modal adaptif dalam merespon bencana.

Penelitian (May Nessa Yolanda & Fahmi, 2025) menunjukkan bahwa penurunan risiko korban jiwa lintas generasi tidak terjadi secara kebetulan, melainkan melalui internalisasi pengetahuan lokal dalam tindakan sosial. 

Pada level struktural, masyarakat mengembangkan pola permukiman yang menjauhi alur sungai, memanfaatkan rumah gadang berbahan kayu lentur yang adaptif terhadap guncangan, serta membangun jembatan tanpa penyangga tengah untuk mengurangi risiko sumbatan material saat galodo.

Kemudian pada level non-struktural, masyarakat mengenali tando-tando alam seperti hujan di rimbo, perubahan aliran bangkahan sampik, dan bunyi gamuruah sebagai sistem peringatan dini berbasis observasi ekologis. 

Praktik mancari rumah dunsanak serta penyebaran informasi melalui tambo (lapau, masjid, komunikasi lisan) menjadi mekanisme evakuasi dan koordinasi sosial yang efektif. Efektivitas sistem ini tercermin dalam penurunan korban jiwa dari peristiwa galodo 1979 ke 2009 hingga 2024.

Kapasitas adaptasi lokal sering kali lebih responsif karena tertanam dalam pengalaman sehari-hari dan kepercayaan sosial. Dalam perspektif sosiologi lingkungan, kearifan lokal berfungsi sebagai early warning system sosial–ekologis yang tidak bergantung pada infrastruktur mahal, tetapi pada kelekatan pengetahuan dengan praktik hidup.

Namun, keberhasilan ini juga mengungkap paradoks kebijakan. Kearifan lokal terbukti bekerja, tetapi sering kali berada di luar sistem formal. Dalam banyak intervensi pasca-bencana, kebijakan cenderung mengedepankan relokasi massal, rumah standar, dan sistem peringatan berbasis teknologi yang tidak selalu terhubung dengan kanal komunikasi lokal. 

Akibatnya, modal sosial yang justru menjadi sumber ketahanan dapat melemah.Tata kelola risiko yang mengabaikan aktor dan institusi lokal berisiko menciptakan maladaptation—upaya adaptasi yang justru menambah kerentanan sosial (Oktorie et al., 2019). kebijakan yang memprioritaskan pemetaan partisipatif, peningkatan kesadaran publik, dan koordinasi kelembagaan berada di urutan teratas. 

Yang penting, revitalisasi kearifan lokal muncul sebagai elemen strategis, baik dalam mitigasi maupun adaptasi.Pada sisi adaptasi, perubahan konstruksi rumah agar lebih tahan bencana, pelibatan pemuda sebagai penggerak, serta penerapan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari menjadi prioritas (Asman et al., 2020). 

Artinya adaptasi merupakan proses sosial–ekologis, bukan sekadar teknis. Lebih lanjut pengetahuan lokal/kearifan lokal dalam pengurangan risiko bencana akan meningkatkan legitimasi kebijakan dan efektivitas respons (Gaillard & Mercer, 2013).Adaptasi berbasis komunitas yang menghormati pengetahuan lokal lebih berkelanjutan dibanding pendekatan top-down(Kelman, 2017).

Kemudian studi (Lavigne et al., 2008) tentang perilaku masyarakat di sekitar gunung api di Indonesia memperlihatkan bahwa kepekaan terhadap tanda alam dan jaringan sosial lokal berperan penting dalam mengurangi korban. 

Artinya adaptasi efektif memerlukan context-specific solutions yang memadukan pengetahuan lokal dan sains modern.Dari beberapa kajian literature empiris tampak jelas bahwa problem utama pasca-bencana ekologis di Sumatera Barat bukan kekurangan pengetahuan, melainkan ketimpangan relasi antara pengetahuan lokal dan kebijakan publik. 

Kearifan lokal kerap diromantisasi sebagai identitas budaya, tetapi belum dilembagakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Akibatnya, kebijakan pasca-bencana cenderung seragam, ahistoris, dan kurang sensitif terhadap struktur sosial.Strategi pasca-bencana ekologis di Sumatera Barat perlu diarahkan pada penguatan nagari sebagai unit sosial–ekologis. 

Kearifan lokal perlu diinstitusionalisasikan dalam sistem kebencanaan formal. Tando-tando alamyang telah teruji harus diakui sebagai indikator lokal dalam sistem peringatan dini, lalu diintegrasikan dengan teknologi seperti laporan terhubung ke BPBD. Masjid, lapau, dan perangkat nagari perlu diposisikan sebagai kanal resmi komunikasi darurat (May Nessa Yolanda & Fahmi, 2025).

Kedua, rekonstruksi pasca-bencana harus dipahami sebagai proses sosial–budaya. Rumah dan permukiman adalah ruang sosial yang menopang solidaritas dan akses penghidupan. Relokasi hanya boleh dilakukan dengan mempertimbangkan jaringan kekerabatan dan mata pencaharian, agar tidak merusak modal sosial. 

Ketiga, regenerasi pengetahuan menjadi kunci, pemuda nagari perlu dilibatkan sebagai penjaga pengetahuan lokal sekaligus penghubung dengan sains dan teknologi.Dalam perspektif Ilmu Lingkungan, refleksi ini menegaskan bahwa ketahanan ekologis tidak dapat dipisahkan dari ketahanan sosial dan budaya. 

Lingkungan bukan sekadar entitas fisik, tetapi ruang hidup yang dimaknai dan dikelola melalui nilai kolektif. Ketika kearifan lokal dipadukan dengan pendekatan ilmiah, hasilnya bukan hanya penurunan risiko bencana, tetapi juga pemulihan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, pasca-bencana ekologis seharusnya dipandang sebagai momentum pembelajaran sosial. Bukan hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi menata ulang relasi manusia – alam – kebijakan. 

Sumatera Barat memiliki modal sosial dan kultural yang kuat untuk itu. Agenda ke depan adalah merumuskan model kebijakan kebencanaan yang berakar pada kearifan lokal, diuji secara ilmiah, dan diimplementasikan secara institusionalagar kearifan lokal tidak sekedar narasi budaya, tapi fondasi ketahanan sosial–ekologis.

Referensi 

Asman, A., Barlian, E., Hermon, D., Dewata, I., & Umar, I. (2020). Mitigation and Adaptation of Community using AHP in Earthquake Disaster-Prone Areas in Pagar Alam City - Indonesia. International Journal of Management and Humanities (IJMH), 4(9), 34–38. https://doi.org/10.35940/ijmh.I0851.054920

Gaillard, J. C., & Mercer, J. (2013). From knowledge to action: Bridging gaps in disaster risk reduction. Progress in Human Geography, 37(1), 93–114. https://doi.org 10.1177/0309132512446717

Hermon, D. (2019). Mitigation and Adaptation: Disaster of Climate Change. Sara Book Publication. India.

Kelman, I. (2017). Linking disaster risk reduction, climate change, and the sustainable development goals. Disaster Prevention and Management, 26(3), 254–258. https://doi.org/10.1108/DPM02-2017-0043

Lavigne, F., De Coster, B., Juvin, N., Flohic, F., Gaillard, J.-C., Texier, P., Morin, J., & Sartohadi, J. (2008). People’s behaviour in the face of volcanic hazards: Perspectives from Javanese communities, Indonesia. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 172(3), 273–287. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jvolgeores.2007.12.013

May Nessa Yolanda, & Fahmi, K. (2025). Mitigasi Bencana Galodo Berbasis Kearifan Lokal di Nagari Pasia Laweh Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Perspektif, 8(3), 370–382. https://doi.org/10.24036/perspektif.v8i3.1275

Oktorie, O., Barlian, E., Putra, A., & Ramadhan, R. (2019). DISASTER MITIGATION BASED ON ENVIRONMENTAL OF COASTAL AREA COMMUNITIES IN PARIAMAN CITY INDONESIA. In Geography and Geography Education (Vol. 3, Issue 2). Online. http://sjdgge.ppj.unp.ac.id/index.php/

Putra, A., Dewata, I., Gusman, M., & Program, D. (n.d.). LITERATURE REVIEWS: HYDROMETEOROLOGICAL DISASTERS AND CLIMATE CHANGE ADAPTATION EFFORTS. http://sjdgge.ppj.unp.ac.id/index.php/Sjdgge

Limapuluh Kota,Lintas Media News
Jas merah atau jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Akronim yang disampaikan Presiden Sukarno tersebut, mesti terus ditanamkan pada seluruh unsur masyarakat. Dengan mengingat sejarah, nilai dari peristiwa tersebut bisa terus dimaknai dan menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk daerah, bangsa dan negara. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman saat menghadiri upacara peringatan peristiwa Situjuah ke-77, Kamis (15/1/2026) di Lapangan Khatib Sulaiman Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota. 

"Salah satunya peristiwa Situjuah. Ini merupakan momen bersejarah di daerah kita yang mengandung banyak pelajaran dan bermanfaat untuk terus kita maknai," ujarnya. 

Peristiwa Sitijuah, kata Evi mengandung banyak pelajaran. Bahwa untuk mencapai sesuatu mesti dilakukan dengan perjuangan. Perjuangan tersebut mesti dilakukan dengan kebersamaan dan persatuan. 
"Peristiwa Situjuah juga mengajarkan tentang betapa pengkhianat bisa berdampak amat besar. Dengan begitu demi daerah dan bangsa penting sekali untuk menjaga kebersamaan dalam perjuangan," katanya. 

Ia mengatakan, pengkhianatan dalam peristiwa Situjuah, telah mengakibatkan tercorengnya semangat perjuangan. Akibatnya sejumlah pejuang wafat dalam peristiwa tersebut. Hal ini menurutnya menjadi momen bersejarah yang mesti selalu diingat untuk menjadi pelajaran. 

Evi Yandri mengatakan, dengan mengingat sejarah berdampak pula pada tumbuhnya rasa nasionalisme serta semangat kebersamaan. Untuk itu secara pribadi maupun kelembagaan DPRD, ia mengajak seluruh unsur untuk tetap menghargai semua momen bersejarah yang telah terjadi di provinsi ini maupun nasional. 

Mengingat sejarah tersebut, kata dia, adalah pula mengambil pelajaran dan makna dari peristiwa tersebut. 
Evi Yandri menjelaskan peristiwa Situjuah merupakan kontribusi sangat besar Sumbar dalam menyelamatkan negara republik Indonesia dengan berdirinya PDRI. 

Peringatan peristiwa Situjuah, kata Evi,  merupakan pula peringatan  bagian dari peringatan bela negara.

"Pada peristiwa Situjuah telah banyak korban nyawa. Ini mesti kita ingat dan hargai.  Kita tidak boleh melupakan peristiwa ini. Kita mesti mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi negara," ujarnya lagi. 

Ia menghimbau masyarakat  menjadikan perisitiwa Situjuah sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi dari rangkaian terjadinya peristiwa terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dimulai pada 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, tepat ditengah masa Agresi Militer Belanda Ke-II saat itu.

“Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pernah dibentuk PDRI, termasuk di dalamnya Peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949. Oleh karena itu banyak pelajaran yang musti kita gali, diantaranya adalah semangat persatuan dan kesatuan," katanya. (*/st)

 

Pasbar Lintas Media News Com.

Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan Kelapa Sawit PT.Agrowiratama yang berada di Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat terus berkontribusi untuk melakukan langkah - langkah atau program yang dinilai mampu memberikan manfaat baik bagi lingkungan Perusahaan maupun lingkungan Sosial masyarakat sekitar perusahaan dan Pasaman Barat umumnya.

PT.Agrowiratama dengan program andalan rutin setiap tahun ,yaitu Reward Masyarakat Bebas Api (MBA) kepada Nagari Salingka Muaro yang dianggap telah berkontribusi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah kenagariannya yang berloksi di Kecamatan Sungai Aur.

Manager Humas Lelo Ritonga didampingi Asisten Humas Raja Rachmad menuturkan perusahaan PT. Agrowiratama Pasbar berdasarkan intruksi management perusahaan Bapak Sijon melakukan sejumlah program .

Untuk membantu pencapaian program pemerintah,itu "Kami dari perusahaan terus ambil bagian, bagaimana program peduli lingkungan dengan menjaga kondusifitas ,agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan sekaligus sebagai komitmen PT Agrowiratama untuk  menjaga iklim usaha berkelanjutan sesuai dengan Prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Sertifikasi RSPO dan ISPO yang dimiliki perusahaaan".

"Disamping Bantuan Sarana dan Prasrana Ke Nagari Salingka Muaro bantuan  CSR lainnya , seperti Bantuan Alat Mobiler Sarana dan Prasrana untuk menunjang kegiatan di kejorongan Sungai Aur telah diberikan oleh PT.Agrowiratama dalam rangka kepedulian perusahaan terhadap masyarakat  sekitar lingkungan perusahaan, sekaligus sebagai wujud nyata hadirnya perusahaan terhadap lingkungan sekitar" tambah Lelo Ritonga.

Setidaknya bantuan yang diberikan berjumlah 35.000.000 dengan rincian  25.juta untuk Kenagarian Salingka Muaro berupa Tenda , Laptop, Loudspeker Portable,Genset, Mesin Potong Rumput, Mesin Sinso , 2 Buah kipas angin, 4 buah Tempat sampah serta alat-alat kegiatan lapangan yang diperlukan bilamana terjadi bencana. begitu juga bantuan CSR sejumlah 10 juta kepada Jorong Sungai Aur berupa: Loudspeker, Kipas Angin, Mesin Sinso, 3 buah Meja kantor, dan 20 Buah Kursi untuk menunjang kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di kejorongan Sunngai Aur.

Bantuan CSR  Sarana Prasarana dan Mobiler ini 

diharapkan berjalan dengan baik sebagaimana mestinya dan insya allah akan terus berlanjut, bantuan ini hendaknya menjadi hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan.

Di tempat yang sama, P.J Wali Nagari Salingka Muaro Fahmi,S.Pd yang didampingi Hasrul Lubis dan M.Arkan Jorong Sungai Aur mengaku sangat bangga,memberikan apresiasi dan terima kasihnya kepada pihak perusahaan yang  mengalokasikan program - program pro rakyat ini tidak hanya peduli pada lingkungan ,namun bisa berbagi program CSR lainnya , PT.Agrowiratama perusahaan yang mencoba memberikan contoh yang baik kepada warga Pasbar , tidak hanya mencari keuntungan ,tapi  mampu berbagi kepada masyarakat lokal khususnya kenagarian Salingka Muaro dan kejorongan Sungai Aur umumnya dan Pasaman Barat kepada Media ini,Kamis 15/1 2026.


Jakarta, Lintasmedianews.com

Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah kembali menguat menjelang Pilkada 2026. Menyikapi dinamika tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II No. 7C, Gambir, Jakarta Pusat.

Simposium nasional yang dipandu Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar, S.H., M.H., menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebijakan untuk mendiskusikan kemungkinan pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai alternatif, di tengah meningkatnya biaya politik dan praktik transaksional dalam Pilkada langsung.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E, menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai prosedur pemungutan suara langsung. Menurutnya, dalam Demokrasi Pancasila, substansi kepemimpinan, stabilitas pemerintahan, dan efektivitas pembangunan daerah juga menjadi ukuran penting.

Prof. Yuddy menilai, pada masa sebelum reformasi—termasuk era pemerintahan Presiden Soeharto—mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD memiliki keunggulan dalam hal stabilitas dan kesinambungan kebijakan, meski tetap perlu dikritisi agar tidak mengulang praktik sentralisasi kekuasaan. “Model tersebut dapat menjadi referensi historis untuk dirumuskan ulang secara lebih demokratis dan transparan,” ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si. Ia menilai bahwa persoalan utama Pilkada hari ini bukan sekadar langsung atau tidak langsung, melainkan lemahnya sistem kaderisasi dan rekrutmen elite politik.

Menurut Prof. Albertus, pada masa pemilihan melalui DPRD, seleksi kepala daerah lebih menekankan aspek kapasitas administratif dan loyalitas terhadap sistem pemerintahan. “Memang ada keterbatasan demokratis di masa lalu, tetapi ada pelajaran penting tentang kontrol politik dan efisiensi biaya. Jika dirancang ulang dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan, pemilihan lewat DPRD bisa menjadi alternatif rasional,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H., M.Si, menyampaikan pandangan penyeimbang. Ia mengingatkan bahwa Pilkada langsung tetap memberikan legitimasi kuat kepada kepala daerah karena bersumber langsung dari rakyat.

Namun demikian, Prof. Taufiqurokhman mengakui bahwa diskursus pemilihan melalui DPRD patut dibahas secara objektif, terutama jika diarahkan untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan daerah dan menekan politik uang. “Yang terpenting adalah memastikan kedaulatan rakyat tetap terjaga, apa pun model yang dipilih,” ujarnya.

Simposium Nasional SMSI ini menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi salah satu alternatif kebijakan, dengan syarat dirancang secara demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Diskusi ini menjadi kontribusi strategis SMSI dalam merespo

 

Jakarta, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, didampingi Sekda, Staff Ahli, Kepala Bappelitbang dan sejumlah kepala SKPD, temui Gubernur DKI Jakarta di ruang tamu Gubernur Balaikota DKI Jakarta, Selasa (13/01)

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, pertemuan ini dilakukan untuk meminta dukungan Gubernur DKI Jakarta terhadap usulan Kota Bukittinggi sebagai Daerah Khusus di Indonesia. Hal ini mengingat peran penting kota ini dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk menjadi pusat PDRI dan kota kelahiran Proklamator Mohammad Hatta.

"Kota Bukittinggi memiliki catatan sejarah penting bagi NKRI, mulai dari kelahiran Proklamator Mohammad Hatta hingga menjadi pusat PDRI pada masa Agresi Militer Belanda II," ujar Ramlan.

Ramlan mengatakan, dari catatan sejarah tersebut, Kota Bukittinggi, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta, sama-sama memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia. Bukittinggi dirasa layak mendapat pengakuan sebagai Daerah Khusus di Indonesia. Menurutnya, Untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat atas peran Kota Bukittinggi dalam mempertahankan NKRI itu, maka Pemerintah Kota Bukitinggi akan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat, agar Bukittinggi dapat menjadi Daerah Khusus di Indonesia.

"Untuk itu kami meminta Bapak Gubernur DKI Jakarta, dapat memberikan dukungan terhadap usulan Bukittinggi sebagai Daerah Khusus. Kami juga meminta dukungan dan bantuan Bapak Gubernur DKI Jakarta, agar bisa dipertemukan dengan Ibuk Megawati Soekarno Putri, untuk membahas dukungan daerah khusus ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, juga telah menemui Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dimana, dukungan penuh juga datang dari Gubernur DI Yogyakarta, untuk menjadikan Kota Bukittinggi sebagai Daerah Khusus di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Ramlan juga meminta dukungan hibah sarana dan prasarana pelayanan publik. Dengan kepadatan penduduk tinggi dan menjadi pusat layanan bagi daerah penyangga, Bukittinggi menjalankan fungsi respons darurat lintas wilayah, termasuk pemadam kebakaran, penyelamatan, hingga bencana.

"Untuk meningkatkan pelayanan publik dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada urusan pemadam kebakaran, lingkungan hidup dan perhubungan, Pemko mengusulkan hibah berupa kendaraan damkar, rescue, truk sampah, mobil derek, armada pengendalian lalu lintas, bus sekolah dan motor operasional. Semoga permohonan hibah ini, dapat diterima oleh Pemprov DKI Jakarta," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut hangat kuniungan Wali Kota Bukittinggi dan rombongan, sekaligus bercerita tentang sejarahnya sering ke Bukittinggi. Pramono juga mendukung penuh rencana Pemerintah Kota Bukittinggi, untuk menjadi Daerah Khusus, seperti DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Sejarah ketiga daerah ini, kental dan sarat dengan kota perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Dukungan untuk bertemu dengan mantan Presiden RI, Megawati, juga dipenuhi oleh Gubernur DKI, Pramono Anung.

Gubernur DKI Jakarta, juga bersedia memberikan dukungan hibah sarana prasarana untuk menyelenggarakan urusan ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, urusan lingkungan hidup dan urusan perhubungan kepada Pemko Bukittinggi. Upaya Wako Ramlan disambut positif, sehingga Bukittinggi akan menjadi salah satu daerah prioritas, untuk menerima hibah di tahun 2026 ini. *


Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.