PADANG - Dalam upaya meningkatkan keandalan distribusi air bersih, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang melaksanakan proyek koneksi pipa transmisi di kawasan Jalan Gajah Mada (Depan MAN 2 Gunung Pangilun) pada Sabtu (10/1/2026).
Langkah teknis ini melibatkan penyambungan pipa besar berdiameter DN 600 GI ke DN 200 HDPE. Tujuannya jelas: memastikan suplai air ke pelanggan menjadi lebih stabil, merata, dan memiliki tekanan yang lebih kuat di masa depan, terang Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein.
Tim teknis telah memulai tahap penggalian sejak Jumat malam untuk mempercepat proses. Koneksi utama dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dengan estimasi pengerjaan selama 6 jam. Setelah penyambungan selesai, petugas akan melakukan proses flushing dan normalisasi tekanan sebelum air kembali mengalir sepenuhnya ke rumah pelanggan.
Selama pengerjaan berlangsung, sejumlah wilayah di pusat Kota Padang akan mengalami gangguan suplai air sementara, meliputi:
Manajemen Perumda AM Padang memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Masyarakat di wilayah terdampak sangat disarankan untuk:
"Pekerjaan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus membenahi infrastruktur demi pelayanan jangka panjang yang lebih andal," pungkas Adhie Zein, Kasubag Humas Perumda AM Padang.
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG bersama PT Semen Padang dan 11 distributor di Sumatera Barat menyerahkan bantuan 10.000 zak semen untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan, didampingi Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, serta perwakilan 11 distributor kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumbar, Kamis (8/1/2026).
Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan bahwa bantuan 10.000 zak semen tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SIG, PT Semen Padang, dan 11 distributor Semen Padang di Sumatera Barat.
“Bantuan ini merupakan wujud komitmen SIG bersama PT Semen Padang dalam mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana akibat badai hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025, serta banjir bandang susulan yang terjadi setelahnya,” ujar Dicky Saelan.
Ia menegaskan, kehadiran SIG, PT Semen Padang, dan para distributor bukan sekadar sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Sumatera Barat yang turut merasakan duka atas musibah yang terjadi.
“Mewakili manajemen, SIG dan PT Semen Padang hadir dalam duka warga Sumbar. Kami berharap melalui bantuan ini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, sehingga Sumatera Barat segera bangkit, baik dari sisi pemulihan ekonomi maupun kehidupan sosial masyarakat,” ungkapnya.
Dicky juga menekankan bahwa bantuan ini sekaligus membuktikan peran PT Semen Padang sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Menurutnya, sejak awal terjadinya bencana, SIG dan PT Semen Padang telah terlibat aktif dalam berbagai upaya penanganan dan pemulihan di Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan nyata yang diberikan oleh SIG dan PT Semen Padang. Ia menilai kehadiran perusahaan semen tertua di Asia Tenggara itu memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Sumbar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran SIG dan PT Semen Padang dalam membantu Sumatera Barat bangkit pascabencana. PT Semen Padang ini begitu melekat dalam setiap seluk-beluk kehidupan masyarakat Sumbar,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, peran industri yang ditunjukkan PT Semen Padang merupakan contoh kolaborasi yang sangat baik. Kehadiran perusahaan tersebut, lanjut Mahyeldi, tidak hanya dirasakan saat terjadi bencana, tetapi juga dalam berbagai aspek pembangunan daerah.
“Peran, kontribusi, dan dukungan PT Semen Padang sangat berarti. Kehadirannya hari ini membangun optimisme bahwa Sumatera Barat mampu bangkit dan pulih lebih cepat,” ujarnya.
Mahyeldi juga menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan PT Semen Padang, khususnya dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Sumbar sangat besar.
“Sesuai yang disampaikan Direktur Sales & Marketing SIG, PT Semen Padang adalah tuan rumah di Sumatera Barat. Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur mencapai tidak kurang dari 80 persen dari total Rp22 triliun yang kami usulkan. Kami berharap PT Semen Padang dapat memberikan peran maksimal, apalagi produknya berupa green cement yang sejalan dengan konsep Green Province yang sedang kami dorong,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari para distributor Semen Padang di Sumatera Barat. Salah seorang perwakilan distributor dari PT Puskud Jaya Bersama, Usman Ujang, mengatakan bahwa bantuan dari 11 distributor itu merupakan wujud empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Kami para distributor merasakan apa yang dirasakan masyarakat Sumbar yang ditimpa bencana. Karena itu, kami tergugah untuk ikut membantu untuk pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memperbaiki rumah dan fasilitas umum yang rusak sehingga kehidupan dapat kembali berjalan normal. “Harapan kami sederhana, semoga saudara-saudara kita yang ditimpa kesusahan akibat bencana dapat kembali seperti semula,” tutup Usman.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, industri, dan para distributor, bantuan ini diharapkan menjadi pemantik semangat kebangkitan Sumatera Barat menuju pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (*)
NUSANTARANEWS.NET
PADANG – Perumda Air Minum (AM) Kota Padang saat ini tengah fokus menuntaskan pemulihan distribusi air bagi 2,3 persen pelanggan di wilayah Utara yang masih terdampak pasca-banjir bandang. Meski persentasenya kecil, manajemen menegaskan bahwa setiap rumah yang belum teraliri air tetap menjadi prioritas utama.
Penyebab Gangguan dan Solusi Jangka Panjang Akar masalah utama terletak pada kerusakan berat jembatan pipa di Gunung Nago yang merupakan jalur vital distribusi. Sebagai langkah strategis, Perumda AM berkolaborasi dengan Hutama Karya untuk mempercepat pemasangan pipa transmisi jalur dua di Intake Palukahan. Langkah ini diambil guna memperkuat sistem suplai ke wilayah Lubuk Buaya agar lebih tangguh di masa depan.
Layanan Darurat dan Kendala Lapangan Sembari menunggu perbaikan infrastruktur permanen, pelayanan dilakukan secara maraton melalui:
Pengerahan Mobil Tangki: Sebanyak 15 unit mobil tangki beroperasi hingga pukul 02.00 WIB setiap harinya untuk menyuplai air langsung ke warga.
Menjaga Kualitas: Di pusat kota (Intake Kampung Koto), distribusi sempat melambat akibat tingkat kekeruhan air yang ekstrem. Hal ini dilakukan sengaja demi menjamin standar kesehatan air yang sampai ke pelanggan.
Komitmen Pelayanan Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menyatakan bahwa bencana ini adalah ujian integritas pelayanan. Beliau berkomitmen bahwa meski infrastruktur rusak oleh alam, semangat melayani masyarakat tidak boleh pudar.
Pihak Perumda juga mengimbau masyarakat untuk tetap menghemat air dan menyediakan bak penampungan cadangan selama masa transisi ini, sembari berharap cuaca di hulu tetap bersahabat agar perbaikan teknis bisa selesai tepat waktu.**
Pasbar,Lintas Media News Com.
Usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Pasaman Barat, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah bersama Bupati Pasaman Barat Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan meninjau rencana relokasi Jalan Simpang Empat–Talamau, Rabu (7/1).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam memastikan keselamatan serta kelancaran akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.
Rombongan bertolak dari Gedung DPRD Padang Tujuh menuju lokasi jalan amblas di Rimbo Kejahatan yang merupakan jalur penghubung Talu–Simpang Empat. Selanjutnya, rombongan meninjau jalan tembus ke Bangkok yang selama ini difungsikan sebagai jalur alternatif, serta melihat kondisi Sungai Rantau Pauh di Jorong Perhimpunan.
Peninjauan berlanjut ke Jalan Pasanggiangan, di mana badan jalan mengalami terban dan retakan aspal hingga mendekati permukiman warga. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung kondisi jalan yang rawan amblas karena berada di bibir sungai dan jurang yang curam. Kondisi serupa juga ditemukan di Jalan Polongan 6 yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah menyampaikan bahwa wilayah Talu, Kecamatan Talamau, memiliki banyak titik rawan bencana, seperti banjir dan longsor, sehingga diperlukan solusi jangka panjang.
Setidaknya ada beberapa titik yang mereka tinjau memiliki kontur yang terjal dan berada di kawasan rawan, bukan hanya longsor tetapi juga jalan terban. Di satu sisi terdapat sungai yang curam, sementara di sisi lainnya bukit yang tinggi. Oleh karena itu, solusi terbaik adalah pengalihan jalur ke lokasi yang lebih stabil dan aman, terang Mahyeldi.
Ia menambahkan bahwa jalur alternatif saat ini sudah tersedia dan perlu ditingkatkan agar dapat menjadi akses utama yang lebih layak bagi masyarakat.
Di akhir kegiatan, Gubernur Mahyeldi menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk segera menyiapkan dokumen pendukung yang dibutuhkan, sehingga proses relokasi jalur dan pengerjaan fisik dapat segera dilaksanakan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan infrastruktur jalan serta menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Talamau dan sekitarnya.