Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Produk inovatif PT Semen Padang, Semen Padang Bata Interblock atau SEPABLOCK, menjadi perhatian utama masyarakat pada Festival Literasi Daerah 2025. Ajang tahunan ini berlangsung di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, 9–11 September 2025, bertepatan dengan Hari Jadi Sumbar sekaligus Hari Kunjung Perpustakaan.

Keikutsertaan PT Semen Padang tidak sekadar menampilkan produk, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi di tengah persaingan industri semen nasional. Melalui stan pameran, pengunjung dapat melihat maket instalasi, tayangan video proses pembangunan rumah dengan SEPABLOCK, serta berdiskusi langsung dengan tim teknis perusahaan. Stan ini menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengapresiasi antusiasme pengunjung terhadap SEPABLOCK. Menurutnya, banyak masyarakat tertarik mengetahui keunggulan, cara pemasangan, hingga contoh rumah yang telah dibangun dengan produk tersebut.

“Alhamdulillah, respons pengunjung sangat positif. Banyak yang penasaran dengan cara pemasangan, bahan baku, hingga keunggulan dibanding bata merah. Ini membuktikan masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi konstruksi,” ujar Win, Selasa (9/9/2025).

Win menambahkan, kehadiran SEPABLOCK pada festival literasi menjadi simbol komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat. “Bagi kami, literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga literasi teknologi dan inovasi. Melalui SEPABLOCK, kami ingin mengajak masyarakat lebih peka terhadap produk konstruksi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Win menegaskan bahwa SEPABLOCK juga sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya agenda pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat yang berkualitas serta berkelanjutan. Inovasi ini diyakini dapat mendukung percepatan penyediaan hunian layak dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Produk ini mendukung agenda pemerintah dalam menyediakan infrastruktur ramah lingkungan dan efisien. SEPABLOCK adalah kontribusi nyata PT Semen Padang untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendukung arah kebijakan nasional,” kata Win.

Ia juga menyampaikan bahwa pemanfaatan SEPABLOCK sejalan dengan program unggulan (progul) Gubernur Sumbar, terutama di sektor perumahan rakyat dan pengembangan kawasan. “Dengan hadirnya SEPABLOCK, kami optimis bisa mendukung visi Sumbar dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya inovasi lokal yang berdaya saing,” tambahnya.

Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menambahkan bahwa, SEPABLOCK berbeda dengan bata merah, SEPABLOCK memiliki bentuk presisi, pemasangan lebih cepat, hasil estetik, dan mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen. “Efisiensi inilah yang membuat SEPABLOCK menjadi pilihan tepat di tengah tuntutan pembangunan yang serba cepat dan hemat biaya,” katanya.

Selain itu, lanjut Yelmi, SEPABLOCK ramah lingkungan karena diproduksi tanpa pembakaran. Sistem interlock yang saling mengunci membuat konstruksi lebih praktis sekaligus kokoh. “Untuk rumah tipe 36, pembangunan bisa selesai dalam tiga minggu dengan kebutuhan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 35 zak semen, dan 60 batang besi ukuran 10 mm,” jelasnya.

Selain hemat waktu dan biaya, SEPABLOCK juga unggul dari sisi estetika. Presisi desain membuat dinding terlihat rapi meski tanpa plester. Rongga bata berfungsi ganda, yakni membantu meredam panas sehingga ruangan terasa lebih sejuk. Produk ini juga lolos uji cyclic atau lateral load test Kementerian PUPR, yang menempatkannya sebagai material ramah gempa.

“Untuk meyakinkan masyarakat, kami juga membangun rumah contoh SEPABLOCK di lingkungan perusahaan. Kami ingin menunjukkan bahwa produk ini bukan sekadar konsep, tetapi nyata, teruji, dan siap digunakan secara massal,” pungkas Yelmi.

Festival Literasi Daerah 2025 turut menghadirkan pengukuhan Duta Baca Sumbar 2025–2028 oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah, sekaligus menghadirkan Duta Baca periode sebelumnya untuk berbagi inspirasi. (*)


*Oleh: Musfi Yendra*
*[Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat]*

Sumatera Barat mencatat sejarah penting dengan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Perda ini termasuk yang pertama di Indonesia yang secara spesifik mengatur penyelenggaraan keterbukaan informasi di tingkat provinsi. Lebih dari sekadar produk hukum, Perda ini merupakan wujud nyata komitmen Sumatera Barat dalam mendorong pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan bertanggung jawab.

Inisiatif lahirnya Perda ini dari anggota DPRD Sumbar periode 2019-2024, dimotori oleh HM. Nurnas. Beliau sejak awal konsisten memperjuangkan keterbukaan informasi sebagai hak dasar warga negara. Ia melibatkan banyak pihak—Komisi Informasi, akademisi, hingga masyarakat sipil—untuk memastikan substansi peraturan ini berpihak pada kepentingan publik. Tanpa payung hukum yang kuat, semangat transparansi hanya akan berhenti di tataran wacana.

Perda ini memuat prinsip-prinsip dasar keterbukaan informasi sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Dalam aturan ini ditegaskan bahwa semua informasi yang dikuasai oleh badan publik bersifat terbuka, kecuali informasi tertentu yang secara sah ditetapkan sebagai informasi yang dikecualikan melalui mekanisme uji konsekuensi.

Kehadiran Perda ini menjadi penting karena memberikan pedoman teknis bagi badan publik di Sumatera Barat dalam menjalankan kewajibannya menyediakan informasi secara cepat, tepat, dan dapat dipercaya. Hal ini sejalan dengan semangat demokrasi, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Secara praktis, Perda ini mengatur hak dan kewajiban pemohon, pengguna informasi, dan badan publik selaku penyedia informasi. Pemohon berhak mendapatkan informasi publik secara sederhana dan terjangkau. Di sisi lain, pengguna informasi wajib memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Adapun badan publik wajib membangun sistem layanan informasi yang terstruktur dan akurat.

Perda ini juga menegaskan peran strategis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), yang dibentuk di setiap badan publik daerah. PPID bertugas menyimpan, mengelola, dan menyediakan informasi kepada masyarakat. Bahkan, jika terjadi sengketa informasi, atasan PPID menjadi pihak pertama yang bertugas menyelesaikannya secara administratif sebelum dilanjutkan ke Komisi Informasi.

Terkait klasifikasi informasi, Perda ini membaginya ke dalam beberapa kategori, antara lain: informasi yang wajib diumumkan secara berkala, informasi yang wajib diumumkan serta-merta terkait situasi darurat atau keselamatan publik, dan informasi yang wajib tersedia setiap saat. Dengan sistem klasifikasi ini, publik dapat mengetahui jenis-jenis informasi yang seharusnya mudah diakses tanpa harus melalui prosedur panjang.

Namun demikian, tidak semua informasi bisa diakses secara bebas. Ada informasi yang dikecualikan, seperti yang berkaitan dengan rahasia negara, keamanan nasional, atau data pribadi. Untuk menetapkannya, badan publik wajib melakukan uji konsekuensi terlebih dahulu. Jika hasilnya menyatakan informasi tersebut layak dikecualikan, maka dapat ditolak. Namun jika putusan Komisi Informasi menyatakan informasi itu terbuka, maka badan publik wajib memberikannya kepada pemohon.

Dalam hal pelayanan informasi, Perda ini juga menetapkan standar pelayanan yang jelas—mulai dari waktu respon, biaya, hingga mekanisme keberatan. Jika permintaan informasi ditolak tanpa alasan yang sah, pemohon bisa mengajukan keberatan hingga menggugat ke Komisi Informasi. Hal ini menjadi jaminan kepastian hukum sekaligus sarana pengawasan publik terhadap badan publik.

Tak hanya itu, Perda ini juga mengatur mekanisme bantuan kedinasan antar badan publik dalam situasi tertentu, seperti kondisi darurat. Dalam kondisi semacam ini, informasi dapat segera diberikan antar instansi tanpa birokrasi berbelit. Tujuannya tak lain adalah memastikan pelayanan publik tetap cepat dan responsif.

Untuk mengukur sejauh mana keterbukaan dilaksanakan, setiap badan publik diwajibkan menyusun laporan tahunan. Laporan ini mencakup jumlah permohonan informasi, permohonan yang dikabulkan atau ditolak, serta inovasi layanan yang dilakukan. Laporan ini harus diumumkan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas. Badan publik yang baik akan mendapat apresiasi, sementara yang lalai bisa dikenai sanksi administratif, termasuk pemotongan anggaran.

Namun, implementasi Perda ini belum sepenuhnya ideal. Salah satu tantangan utamanya adalah belum terbit Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan pelaksana teknis dari Perda tersebut. Tanpa Pergub, banyak ketentuan dalam Perda tidak bisa dijalankan secara rinci, seperti standar operasional prosedur (SOP), tugas PPID, hingga format pelayanan informasi. Akibatnya, pelaksanaan Perda ini bisa berbeda-beda antar instansi, dan berpotensi melemahkan semangat keseragaman yang menjadi ruh keterbukaan informasi.

Oleh karena itu, percepatan penyusunan dan pengesahan Pergub menjadi keharusan. Pergub harus hadir sebagai penjabaran teknis yang memudahkan pelaksanaan Perda di lapangan. Hanya dengan begitu, Sumatera Barat dapat benar-benar menjadi pelopor tidak hanya dalam aturan, tetapi juga dalam implementasi keterbukaan informasi publik yang bermartabat.

Perda Keterbukaan Informasi Publik ini adalah titik pijak penting dalam membangun ekosistem pemerintahan yang bersih, terbuka, dan melibatkan masyarakat. Tugas kita bersama—baik pemerintah, badan publik, maupun masyarakat—adalah menjaga semangat ini tetap menyala demi terwujudnya pemerintahan yang transparan dan demokratis. []

 

PARIAMAN, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang menyalurkan bantuan 100 sak semen untuk pembangunan Masjid Al Ikhlas di Desa Kampung Kandang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Selasa (9/9/2025). Bantuan ini diberikan dalam rangkaian acara Ketahanan Pangan Nasional dan Bakti Kesehatan 2025 di wilayah kerja Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang.

Acara tersebut juga diisi dengan penanaman kedelai, panen raya ikan, serta penyerahan bibit ikan untuk masyarakat. Turut hadir Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Mulyadi, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Ilham Akbar menyampaikan, bantuan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial, pendidikan, keagamaan, dan lingkungan di Sumatra Barat.

“Sebagai bagian dari SIG, bantuan 100 sak semen ini adalah bentuk nyata kepedulian kami, apalagi kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program ketahanan pangan Kodaeral II Padang. Harapannya, masyarakat dapat merasakan manfaat ganda, yakni tersedianya rumah ibadah yang lebih layak dan meningkatnya kesejahteraan melalui program pangan,” ujar Ilham.

Ilham menambahkan, kontribusi tersebut juga merupakan bagian dari peran BUMN dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. “Kami ingin menegaskan bahwa keberadaan PT Semen Padang tidak hanya untuk bisnis, tetapi juga untuk masyarakat Sumbar dan Indonesia. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan bermanfaat bagi jamaah Masjid Al Ikhlas,” katanya.

Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, mengapresiasi kontribusi PT Semen Padang. Menurutnya, masjid bukan sekadar bangunan, melainkan pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan generasi muda.

“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran bantuan ini akan mempercepat pembangunan Masjid Al Ikhlas dan memberikan fasilitas ibadah yang lebih baik bagi masyarakat. Sinergi antara institusi negara, BUMN, dan masyarakat seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad juga menyampaikan rasa bangga atas kepedulian PT Semen Padang. “Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Kampung Kandang. Masjid adalah jantung spiritual umat. Dengan dukungan ini, pembangunan dapat lebih cepat selesai dan masyarakat bisa beribadah dengan nyaman. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut untuk mendukung pembangunan Kota Pariaman,” katanya.

Kegiatan ketahanan pangan yang digelar Kodaeral II Padang ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 TNI AL dan HUT Lantamal II Padang yang terakhir, sebelum resmi beralih status menjadi Kodaeral II Padang pada 10 Agustus 2025 lalu.

Sejalan dengan itu, dukungan PT Semen Padang dalam kegiatan ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah yang mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat melalui penguatan ekonomi, pembangunan manusia, dan pemerataan pembangunan. Selain itu, program ketahanan pangan yang diusung bersama Kodaeral II Padang turut mendukung program unggulan Pemprov Sumbar, khususnya di bidang ketahanan pangan, penguatan rumah ibadah, dan pemberdayaan masyarakat.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan PT Semen Padang. Mantan Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, berhasil meraih penghargaan Lifetime Achievement dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia pada ajang UPZ Awards 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah panjang Oktoweri dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ BAZNAS Semen Padang. Karena, selama memimpin UPZ Semen Padang, Oktoweri dinilai sukses membawa organisasi zakat tersebut menjadi salah satu UPZ BUMN yang progresif dan berkontribusi besar dalam pemberdayaan masyarakat melalui zakat.

Tidak hanya itu, BAZNAS RI juga menilai kontribusi Oktoweri tidak hanya sebatas menjalankan fungsi administratif. Ia terlibat langsung dalam merancang kebijakan, mengawal implementasi, hingga memastikan optimalisasi pengelolaan zakat agar lebih transparan dan tepat sasaran. 

Kemudian, kepemimpinan visioner yang ditunjukkannya membuat UPZ BAZNAS Semen Padang tidak hanya fokus pada penghimpunan dana zakat, tetapi juga mampu memperluas peran zakat dalam bentuk program-program produktif. Hal ini menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan juga instrumen sosial-ekonomi yang mendorong kemandirian masyarakat.

“Penghargaan ini kami berikan karena sosok Pak Oktoweri dinilai konsisten memperjuangkan keberlanjutan pengelolaan dan pemberdayaan zakat. Beliau menjadi teladan bagaimana zakat dapat dikelola dengan baik untuk kepentingan umat,” demikian apresiasi yang disampaikan jajaran pengurus BAZNAS RI dalam seremoni penghargaan tersebut.

Sementara itu, Oktoweri tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya usai menerima penghargaan tersebut. “Alhamdulillah, selaku orang yang pernah menjadi pengurus UPZ BAZNAS Semen Padang, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan penghargaan ini," katanya. 

"Bagi saya, ini bukan hanya penghargaan pribadi, melainkan juga pengakuan atas kerja keras seluruh pengurus UPZ BAZNAS Semen Padang. Apalagi, ini merupakan penghargaan pertama yang diraih oleh pengurus UPZ BAZNAS Semen Padang,” sambung Oktoweri.

Ia menambahkan, penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi generasi penerus pengurus UPZ BAZNAS Semen Padang agar terus menjaga semangat kolaborasi dan inovasi dalam mengelola zakat. Menurutnya, zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat bila dikelola dengan baik. 

"Semoga penghargaan yang saya raih ini bisa menjadi motivasi bagi generasi penerus pengurus UPZ BAZNAS Semen Padang," ujarnya.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino mengatakan, Bagi PT Semen Padang, pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama perusahaan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan di lingkungan BUMN bisa menjadi role model di tingkat nasional. Ia juga berharap penghargaan ini dapat menginspirasi semua orang, khususnya para pengurus UPZ BAZNAS Semen Padanng saat ini.

“Selamat kepada Pak Oktoweri atas penghargaan bergengsi ini. Beliau telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memperjuangkan pengelolaan zakat yang modern, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Win.

Dengan adanya penghargaan Lifetime Achievement yang diterima Oktoweri, Win berharap semangat dan komitmen dalam penyaluran dan pemgelolaan zakat di UPZ BAZNAS Semen Padang semakin kuat. "Semoga semangat beliau terus menginspirasi pengurus UPZ BAZNAS Semen Padang saat ini untuk menjaga integritas dan memperkuat inovasi dalam menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern," ujarnya.

Penghargaan Lifetime Achievement dari BAZNAS RI kepada Oktoweri bukan hanya pengakuan pribadi, tetapi juga bentuk implementasi nyata dari Asta Cita ke-6 yakni Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. kiprah Oktoweri lewat UPZ BAZNAS Semen Padang secara nyata menyasar masyarakat akar rumput (desa, komunitas, fakir miskin) melalui dana zakat yang diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi produktif, bukan sekadar santunan. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior TDP Semen Padang Tennis Tournament 2025 resmi ditutup di Lapangan Tenis Outdoor PT Semen Padang, Senin (8/9/2025). Ajang yang digelar sejak 5 September ini diikuti 130 atlet muda dari Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Turnamen ini diselenggarakan Semen Padang Tenis Club dengan dukungan penuh PT Semen Padang dan Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG). Sepanjang pertandingan, para atlet menampilkan semangat juang tinggi dan kemampuan terbaik meski menghadapi lawan tangguh. Kehadiran orang tua yang setia mendampingi juga menambah energi positif di arena pertandingan.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan apresiasi kepada para atlet. “Sportivitas, kerja keras, dan dukungan orang tua serta pelatih adalah modal penting untuk terus berkembang. Selamat kepada para juara, dan bagi yang belum berhasil, jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk lebih baik ke depan. Pada intinya, jangan menyerah dan teruslah asah kemampuan,” ujarnya.

Win menambahkan, komitmen PT Semen Padang dalam mendukung pembinaan olahraga juga sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam pembangunan manusia Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing. “Turnamen ini tidak hanya melahirkan atlet muda berprestasi, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Inilah kontribusi nyata perusahaan di luar aspek ekonomi, yakni melalui olahraga sebagai sarana pembinaan dan pembangunan SDM,” katanya.

Ketua Panitia Kejurnas, Anka Stefano, menegaskan bahwa kemenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses pembinaan. “Kami berharap kejurnas ini menjadi wadah penyaringan bakat sekaligus pembelajaran bagi atlet muda. Insya Allah tahun depan turnamen serupa kembali digelar dengan lebih meriah, minimal sekali setahun,” katanya.

Kejurnas ini merupakan bagian dari rangkaian Semen Padang Tennis Series 2025. Selain kejurnas, Semen Padang Tenis Club juga akan menggelar Fun Tenis pada 12–15 September 2025, yang bersifat rekreatif dan terbuka bagi pemula tanpa batasan usia.

Apresiasi juga datang dari Sekretaris Umum Pengprov PELTI Sumbar, Romi Sandra. Ia memuji konsistensi PT Semen Padang dalam mendukung olahraga, khususnya tenis. “Turnamen ini adalah wadah penting bagi pembinaan atlet. Namun sebesar apa pun prestasi, sportivitas, akhlak, dan kerendahan hati tetap yang utama,” pesannya.

Kejurnas tahun ini mempertandingkan kelompok umur 8, 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun dengan kategori tunggal dan ganda.

Berikut daftar para juara:

📌 KATEGORI TUNGGAL PUTRA

Red Ball 8 Tahun

1. Fatih Chico Baraq (Pesisir Selatan)

2. Athaya Almeer (Sawah Lunto)

3. Razan Abdillah Febrian (Pariaman)

4. Muhammad Ziyad Alfaruq (Pariaman)

Red Ball 10 Tahun

1. Fatih Ghifari Haspi (Sawah Lunto)

2. Aslam Mirzan Tsany (Pesisir Selatan)

3. Fatih Chico Barraq (Pesisir Selatan)

4. Azam Bunainal Ifkar (TTC BUMI BOS)

Red Ball 12 Tahun

1. M. Alfatih Al Fatih (ATN)

2. Rizky Alfath (ATN)

3. Razel Ezar Equilino (SPTC)

4. Sadat Arjuna Ardi (ATN)

Red Ball 14 Tahun

1. Prince Axel Rinandra (Sawah Lunto)

2. Oemar Syareeq Hibrizi (PELTI Siak)

3. Barra Khaleev Abbasy (PELTI Siak)

4. Kenziano Tsaqib (ATN)

Red Ball 16 Tahun

1. Zaki Dhabith Latif (TTC BUMI BOS)

2. Fardhan Chandra Muamar (ATN)

3. M. Dyllan Rinandra (Sawah Lunto)

4. M. Zaky Alhajj (TTC BUMI BOS)

Red Ball 18 Tahun

1. Althafi Haqquzzikra (TTC Bumi Bos)

2. Genta Buana Ferera (Payakumbuh)

3. Sulthan Rafif Hazza (TTC Bumi Bos)

4. Muhammad Fairuz Ashar (HITEC)

📌 KATEGORI TUNGGAL PUTRI

Red Ball 8 Tahun

1. Faira Annizha Calista (BISA Tenis)

2. Adara Queensha Vilico (Padang)

3. Felicia Ivoni Azzahra (HITEC)

4. Ghania Alfathunisa Hamdani (SPTC)

Red Ball 10 Tahun

1. Glory Gibery (PATENS)

2. Adiba Khairina Latif (TTC BUMI BOS)

3. Haniifah Magno Jujefvic (Farota Tennis Club)

4. Kharunia Zahra Yunata (PATENS)

Red Ball 12 Tahun

1. Rajwa Alesha (ATN)

2. Latysha Audry Safhira (SPTC)

3. Qalesya Shanum Raiya (SPTC)

4. Nathania Michaela Ramadhani (SPTC)

Red Ball 14 Tahun

1. Kenza Dafilia (ATN)

2. Anisa Sahara Noviana (ATN)

3. Hafiza Khaira Lubna (TTC BUMI BOS)

4. Hanna Kemala Hafif (Farota Tennis Club)

Red Ball 16 Tahun

1. Bunaina Malika Ilma (TTC BUMI BOS)

2. Assyifa Reztu Khamza (TTC BUMI BOS)

3. Anindita Rifqah (TTC BUMI BOS)

4. Filzah Nazifa Ramadhani (Politenis Camp)

Red Ball 18 Tahun

1. Qirana MJ Irawan (HITEC)

2. Andifa Rahma Julia (Sawah Lunto)

3. Nadhifa Khairunissa (SPTC)

4. Nabila Bilqiis (Politenis Camp)

📌 KATEGORI GANDA PUTRA

Gand Putra 10 Tahun

1. Bendjamin Juan Permana (50 Kota) / Muhammad Gibran Athalla Harvi (Pariaman)

2. Kenzie Ahmad Rizal (Payakumbuh) / Fatih Ghifari Haspi (Sawahlunto)

3. Azam Bunainal Ifkar (TTC BUMI BOS) / Muhammad Merziden (Pelti Pessel)

4. Aslam Mirzan Tsany (Pesisir Selatan) / Fatih Chico Barraq (Pesisir Selatan)

Ganda Putra 12 Tahun

1. M. Alfatih (Pekanbaru) / Sadat Arjuna Ardi (Pekanbaru)

2. Razel Ezar Equilino (SPTC) / Qaishar Shawqi (SPTC)

3.Muhammad Fatih Qosim (Payakumbuh) / Qori Febrian (Payakumbuh)

4. Arsyad Ar Rasyid (Pessel) / Sulthan Arsyad Al Karim (Pesisir Selatan)

Ganda Putra 14 Tahun

1. Oemar Syareeq Hibrizi (PELTI Siak) / Barra Khaleev Abbasy (PELTI Siak)

2. Kenziano Tsaqib (Pekanbaru) / Prince Axel Rinandra (Sawah Lunto)

3. Surya Tama (Pekanbaru) / Dzaki Putra Apriansyah (Sawah Lunto)

4. Rafael Ezar Equilino (SPTC) / Faiz Akbar (SPTC)


Ganda Putra 16 Tahun

1. Muhammad Zaky Alhajj (TTC BUMI BOS) / Zaki Dhabit Latif (TTC BUMI BOS)

2. Fardhan Chandra Muamar (Riau) / Muhammad Dyllan Rinandra (Sawahlunto)

3. M. Hafizh Ramadhan (Pelti Pessel) / Raditya Syakib Alrafky (Pelti Pessel)

4. Bintang Ramdhani Mumtaz (Padang) / Wildan Delpotro Irawan (Padang)

Ganda Putra 18 Tahun

1. Sultan Rafif Hazza (Padang) / Genta Buana Ferera (Payakumbuh)

2. Althafi Haqquzzikra (Solok) / Faiz Bunainal Qisti (Solok)

3. Rezki Palevi (Kuansing) / M. Fairuz Ashar (Padang)

📌 KATEGORI GANDA PUTRI

Ganda Putri 10 Tahun

1. Glory Gibery (PATENS) / Adiba Khairina Latif (TTC BUMI BOS)

2. Kharunia Zahra Yunata (PYK) / Haniifah Magno Jujefvic (PYK)

3. Qianzy Humaira (SPTC) / Faira Annizha Calista (BISA Tenis)

4. Selloadibah Kizzeka Arufi (Payakumbuh) / Adifa Afhseen Wafiyya (Payakumbuh)

Ganda Putri 12 Tahun

1. Nafilah Akasyah Sabina (Payakumbuh) / Rajwa Alesha (ATN)

2. Azalea Adelheid Litfi (SPTC) / Nathania Michaela (SPTC)

3. Latysha Audry Safhira (SPTC) / Qalesya Shanum Raiya (SPTC)

4. Kianinara Tamimatu Litfi (SPTC) / Aisyah Hanifa (Kuansing)

Ganda Putri 14 Tahun

1. Kenza Dafilia (ATN) / Annisa Sahara Noviana (ATN)

2. Hanna Kemala Hafif (Payakumbuh) / Aisyah Ramadhani (Padang)

3. Michi Velika Aurora (50 Kota) / Qiana Shahia Asheeqa (Padang)

4. Eiliya Sheza Almahyra (Padang) / Annisa Fatimah Azzahra (Padang)

Ganda Putri 16 Tahun

1. Bunaina Malika Ilma (SLK) / Anindita Rifqah (SLK)

2. Assyifa Reztu Khamza (SLK) / Hafiza Khaira Lubna (SLK)

3. Syifa Huwaida Sani (50 Kota) / Filzah Nazifa Ramadhani (50 Kota)

4. Siti Syarifah (Padang) / Anindya Awaliyah (Bengkulu)

Ganda Putri 18 Tahun

1. Qirana Mifthahul Jannah Irawan (Padang) / Andifa Rahma Julya (Sawahlunto)

2. Nadhifa Khairunnisa (SPTC) / Nabila Bilqis (Politenis Camp)





Oleh: Ridwan Tulus

Ketika sedang minum kopi santai dilounge sebuah hotel diPadang tiba - tiba banyak wartawan datang dan bertanya kepada saya tentang perkawinan yang sangat viral dimedia dan internet antara seorang anak nelayan Sungai Pinang dengan seorang wanita yang super cantik dari Inggris. 

Tahun 2015 lalu, kisah cinta Bayu Kumbara dengan bule cantik asal Inggris begitu menyedot perhatian publik.
Bahkan perjalanan cinta pria asal desa nelayan di Sungai Pinang - Mandeh ini langsung viral di media sosial.
Bukan tanpa alasan, pernikahannya sempat viral karena banyak yang menyebut Bayu Kumbara pria yang beruntung menikahi wanita secantik Jennifer.

Tak hanya itu, perjuangan mereka dalam mewujudkan pernikahan mendapat pujian banyak orang.

Dan saya karena merasa tidak tahu menjawab " Lo apa hubungan dengan saya?"

Salah satu wartawan menyangkal " Bagaimana abang tidak tahu bukankan destinasi wisata diSungai Pinang tersebut abang yang memulai disana dan mendidik anak - anak disana. Bahkan dia bilang bahwa dia salah satu anak didik abang bersama Ricky Putra Sinaro?"

Mendengar kata Ricky Putra Sinaro saya mulai ingat bagaimana kami dulu membuka kawasan tersebut sebagai percontohan wisata Green Tourism Destination.

Awal Pertemuan dengan Ricky

Kebiasaan saya dari dulu lebih senang bekerja diluar kantor seperti lounge, bar atau cafe. Walaupun kantor saya dihotel dipinggir pantai kota Padang saya lebih memilih bekerja dilounge barnya. Santai dan sambil mencari inspirasi. Karena saya mengembangkan konsep "Alam Takambang Jadi Kantua" terinspirasi dari falsafah adat Minangkabau "Alam Takambang Jadi Guru"

Ketika sedang kerja santai di "kantor saya" sendiri tiba - tiba seorang anak muda berambut panjang dan sedikit kumal menghampiri saya dan mengenalkan dirinya Ricky anak nelayan dari Sungai Pinang.

Melihat dirinya seperti agak capek dan grogi akhirnya saya menyuruh dia duduk dan menemani saya makan.

Akhirnya setelah makan dan ngopi santai baru saya bertanya lebih dalam tentang dia dan maksud kedatangannya.

" Saya tadi dari Sungai Pinang naik perahu ke Muara Padang hanya untuk menemui bapak. Dan kebetulan sekali tadi ada rombongan dari kampung mau kePadang maka sekalian saya menumpang. Karena saya mau menemui bapak untuk belajar tentang pariwisata!" pintanya sedikit agak santai. Lalu saya tanya darimana dia tahu tentang saya. Dan dia bilang dia sudah lama mempelajari tentang saya dan aksi - aksi sosial pariwisata dengan mendidik pemuda - pemuda kampung yang akhirnya menjadi peneroka didaerahnya baik dimedia maupun dari orang lain. Makanya dia betul - betul memohon kepada saya untuk diberi kesempatan untuk belajar dari saya karena dia ingin juga berbuat sesuatu untuk kampung dan pemuda disana.

Mendengar kebulatan tekadnya saya menjadi terharu. Dan lebih terharu lagi ketika dia mengatakan dia tidak melanjutkan sekolah ke SMA demi adik - adiknya bisa melanjutkan sekolah karena alasan dana. Dia cuma anak seorang nelayan kecil yang juga menjabat sebagai wali nagari dikampungnya.

Akhirnya singkat cerita dia saya terima untuk belajar dan bekerja. Bahkan seminggu kemudian dia saya suruh terjun langsung untuk menemani guide senior saya untuk trip " Sumatra a Journey of Discovery ( discover the cultures, discover the natures and discover the adventures). Ini adalah salah satu program wisata kami yang popular untuk sekolah dan komunitas khususnya untuk pasar Inggris, Amerika dan Jepang yang dirancang khusus dengan konsep Life Experince Tourism. Program ini dirancang dari 7 hari sampai 14 hari dengan destinasi Sumut dan Sumbar. Bahkan beberapa sekolah terbaik di Inggris seperti Erias High School dan Canterburry College telah menjadikan program tersebut menjadi program tahunan sekolah mereka (yearly program).

Dan saya sengaja menyuruh Ricky untuk terjun langsung mendampingi guide senior supaya dia bisa belajar langsung bagaimana menggarap sebuah perjalanan wisata.

You Can Buy School but not Experience!

Salah satu keunikan saya dalam menerima team atau staf yang bekerja atau terlibat dalam program baik di sumatraandbeyond.co atau greentourisminstitute.org saya lebih menyukai orang - orang seperti Sabarata Bangun dan Ricky Putra Sinaro ini. Berani! 

Dan biasanya saya tidak terlalu memikirkan education background mereka. Karena saya juga tidak. Tapi alhamdulillah dengan pengalaman yang saya punya saya justru diberi kehormatan untuk memberi kuliah umum pertama di program master Pengkajian Asia Afrika Universitas Kyoto tahun 2002. Waktu itu saya bicara tentang "Life Experience Tourism" yang mana beberapa peserta masih bingung. "Nan desu ka?" dan akhirnya karena penasaran ingin mencoba salah satu programnya dan datang ke Sumatra!

Dan setelah itu barulah beberapa universitas di Indonesia mulai mengundang saya. Dimulai dari Unand atas undangan Prof. Musliar Kasim yang waktu itu menjadi rektornya.

 November 2019 lalu atas undangan Prof. Tati Suryati Syamsuddin saya diminta juga memberi kuliah umum diprogram magister Sekolah Tinggi Ilmu Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH - ITB) setelah dia mendengar langsung paparan saya " Avian Tourism"  disalah satu konferensi dan seminar Burung internasional karena pada saat itu saya menjadi salah satu pembicara bersama ahli burung internasional.

Dikampus ternama tersebut saya bicara " Green Tourism Solusi Pariwisata Dunia " serta " Green and Blue Healing " bagaimana membuat program wisata yang menyehatkan dengan back up konsep Forest Healing dan Oceanic Healing. Dan pada saat itu semua peserta seperti terpana setelah saya mengatakan bahwa ahli biologi memegang peranan yang sangat penting dalam dunia kepariwisataan karena mereka yang ahli tentang flora dan fauna. Akhirnya para dekan yang lain dikampus tersebut meminta saya juga untuk bicara difakultasnya masing - masing. Bahkan bersama Fakultas biologi Unand dan biologi ITB kami akan bekerjasama how to create a green tourism destination diIndonesia.

Karena dalam bisnis pariwisata yang saya geluti " walaupun tanpa ijazah dan modalpun bisa! " asal kreatif dan berani dalam menggarap programnya.

 Bahkan dalam konsep pariwisata yang saya kuasai apapun bisa dijual. Bahkan kendala bisa menjadi nilai yang sangat ekonomis asal kita jeli dalam penggarapan dan target marketnya.

Sengaja diawal bisnis saya dipariwisata saya memulai dengan konsep Life Experience Tourism dengan menjual keunikan sebuah destinasi dan apa adanya.

Dan orang baru di team saya selalu saya suruh untuk terjun langsung dalam sebuah program supaya mereka betul - betul dapat pengalaman langsung dalam penggarapan sebuah program. Dan setelah trip baru orang - orang baru tersebut saya ajak diskusi lebih serius dan minta tanggapan mereka tentang program tersebut. Dan biasanya saya selalu menantang mereka untuk membuat program yang sama dikampungnya masing - masing sesuai dengan situasi dan kearifan lokal masing - masing. Saya memberi banyak pengalaman kepada mereka dan sedikit teorinya.

Sebelum program atau kegiatan dimulai kami selalu briefing terakhir dan berdoa. Dan sebagai penutup saya selalu memberi yel - yel dengan mengucapkan "Sumatra And Beyond!" Dan semua team membalas dengan semangat " Ichi Ban no Hito. Ganbate! (Jadilah orang nomor 1) dan semua saling berpelukan. Karena selalu memotivasi mereka untuk menjadi orang nomor 1 dibidang mereka masing - masing. Dan saya tidak melatih mereka untuk menjadi pekerja bahkan menjadi kompetitor saya!

Semboyan tersebut dalam bahasa Jepang. Karena saya beberapa kali diundang kesana oleh organisasi kepemudaan disana Nippon Senin Kyokai.Disana saya banyak diberi kesempatan belajar dan terinspirasi dari pola kehidupan disana.

 Bahkan saya pernah diberi kehormatan yang luar biasa oleh Japan Walking Association pada tahun 2002 untuk membuka iven jalan kaki terbesar didunia " Tokyo International ThreeDay Marc" karena sebelumnya telah membuat heboh Jepang dengan aksi jalan kaki perdamaian (PeaceWalk) 400 km mengelilingi Pulau Kyusu setelah tragedi Bom Bali yang meluluhlantakan pariwisata Bali dan Indonesia. Aksi jalan kaki saya tersebut menjadi berita dimedia - media disana. Bahkan Ayumi Hamasaki artis Jepang ternama ingin berjalan kaki bersama saya sambil membawa bendera Merah Putih. Dan lebih hebat lagi perjalanan tersebut ditulis dalam sebuah buku dalam bahasa Jepang " Kyusu Romance Walking " 

Itulah...kadang negara lain lebih menghargai kita dibanding dinegara sendiri. Tapi tidak jadi masalah yang penting bagaimana kita tetap berbuat untuk agama dan bangsa!

Ricky Putra Sinaro Pelopor Green Tourism di Sungai Pinang - Mandeh

Akhirnya Ricky dengan pengalamannya yang saya rasa sudah cukup saya tantang dia untuk membuat Green Tourism Destination ( protect the cultures, protect the natures, empower and bring benefit for local people and support conservation ) dikampungnya. Karena dia begitu ulet. Disamping bahasa Inggris dia juga sudah menguasai bahasa Perancis.

Biasanya diawal pembuatan program disuatu destinasi saya selalu turun langsung dahulu untuk melihat potensi apa yang akan diangkat nantinya.

Dan ketika pertama keSungai Pinang saya masih menggunakan perahu karena belum ada jalan kesana. Dan saya langsung takjub dengan keindahan alam dan kehidupan desa nelayannya. Dan saya langsung optimis untuk memulai program disana.

Dan saya mengutarakan hal tersebut kepada ayah Ricky yang kebetulan wali nagari disana. Dan dia sangat senang sekali dan mengabulkan permintaan saya untuk mengundang para tetua adat disana untuk mendiskusikan hal tersebut. Alhamdulillah setelah berkumpul mereka semua senang untuk mendukung ide kami.

Menjadi Nelayan di Sungai Pinang

Hal pertama yang saya lakukan bersama Ricky dengan keahlian saya dalam mendesign program wisata Life Experience Tourism kami memulai program disana "Bagaimana Menjadi Nelayan" karena saya berpikir untuk orang - orang tertentu pasti merasa senang mendapat pengalaman baru tinggal didaerah terpencil dan minim fasilitas.

Karena akomodasi belum ada disana saya menggunakan rumah penduduk untuk penginapannya dan memperbaiki beberapa rumahnya khususnya fasilitas MCK.

Saya sengaja menjual program yang keahlian orang kampung disana. Menjadi Nelayan! Jadi saya tidak perlu lagi melatih mereka karena itu sudah keahlian mereka. Dan bahkan mereka jauh ahli dari pada saya. Tapi yang saya ajar kepada mereka masalah etika dalam melayani tamu apalagi bule. Masalah safety karena itu adalah yang utama apalagi dilaut. Juga standar pariwisata lainnya seperti sapta pesona.

Dan ibu - ibupun kami latih cara melayani tamu dirumahnya dengan kamar tidur yang rapi dan bersih dan table manner. Dan kami ajar juga mereka cooking class dengan membawa chef dari hotel diPadang dan juga tata cara dan tata boga dengan menyiapkan makanan yang bisa diterima juga oleh lidah bule.

Disamping itu dalam program yang kami design mulai dari 5 sampai 7 hari para pemuda juga kami latih untuk melakukan green action seperti penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, aksi bersih kampung dan pantai. Karena setiap tamu yang datang kami ajak untuk melakukan Green Action tersebut.

Dan para pemuda yang mempunyai keahlian khusus seperti seni dan budaya kami ajak untuk terlibat dalam acara tersebut.

Akhirnya program tersebut menjadi popular dan banyak wisatawan yang datang kesana khususnya dari Inggris dan Perancis.

Tapi setelah itu saya tidak tahu lagi perkembangannya. Karena semenjak 2009 saya sakit dan banyak lupa masalalu begitu juga dengan Sungai Pinang saya betul - betul tidak ingat sama sekali.

Untunglah wartawan tadi mengingatkan saya! Sehingga mulai mengingat Ricky dan aksi yang dilakukan di Sungai Pinang yang luar biasa. Dan membuat saya iri dengan apa yang telah dilakukannya.

Ricky yang cuma pemuda tamatan SMP telah menyulap kampungnya dari kampung nelayan menjadi destinasi wisata dunia! Malah sebelum pandemik 100% tamunya mancanegara. Bahkan 75% tamunya pertama ke Asia!

Ricky Putra Sinaro seorang pemuda di sebuah kampung nelayan yang cuma tamatan SMP dengan program wisata yang dibuat jarang tercatat dimedia lokal tetapi media internasional meliputnya!

Ricky Putra Sinaro yang cuma tamat SMP bisa memotivasi dan mensupport pemuda lokal menjadi sarjana. Pemuda yang diasuhnya akhirnya fasih bahasa Inggris dan Perancis dan akhirnya ikut terjun kedunia pariwisata dan menjadi perwakilan untuk tour operator dunia!

Ricky Putra Sinaro yang cuma tamat SMP dan beristrikan wanita Perancis sekarang sudah mempunyai green tour operator sendiri dan memiliki green resort dengan nama Ricky Beach House.

Dan yang membuat saya terharu 2 bulan yang lalu dia sengaja menjemput saya dan mengatakan bahwa dia baru saja selesai membuatkan kamar khusus buat saya di Green Resortnya diSungai Pinang. Bahkan didepan para keluarga dan adik - adik asuhnya dia mengatakan sambil memeluk saya bahwa resort tersebut juga ada andil saya sebagai ucapan terima kasihnya kepada saya yang telah membinanya selama ini.

Terima Kasih Ricky...kau membuatku bangga. Ayo mari kita mengejar Jariyah bersama.


Padang,Lintas Media News
Bakal calon Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, terus membangun komunikasi dengan berbagai tokoh penting olahraga di Ranah Minang. Selasa sore (9/9/2025), Hamdanus bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan Prof Ganefri, Senior Eksekutif Universitas Negeri Padang (UNP), di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, keduanya membicarakan banyak hal terkait perkembangan olahraga Sumatera Barat, mulai dari potensi atlet, tantangan pembinaan, hingga arah pembangunan olahraga ke depan. Diskusi ini juga tak lepas dari momentum menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sumbar, yang akan segera digelar untuk memilih kepemimpinan baru periode 2025–2029.

Prof Ganefri, yang dikenal sebagai figur sentral olahraga Sumbar sekaligus Ketua Pengprov Kodrat, menilai Hamdanus memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk memimpin KONI Sumbar. Ia menyebut, organisasi olahraga terbesar di daerah ini membutuhkan sosok yang mampu merangkul semua pihak dan punya visi jelas membangun prestasi.

“Saya melihat Hamdanus punya kemampuan itu. Dia bukan hanya paham manajemen, tetapi juga punya jejaring kuat di tingkat daerah maupun pusat. Itu modal penting untuk menggerakkan KONI Sumbar lebih maju,” ujar Ganefri.

Hamdanus sendiri menyambut baik dukungan dan masukan yang diberikan Ganefri. Ia menegaskan bahwa dirinya siap mengabdi untuk olahraga Sumbar dengan menekankan kolaborasi bersama semua pemangku kepentingan.

“Kita butuh kebersamaan. Tidak ada satu orang pun yang bisa membesarkan olahraga sendirian. Saya datang bersilaturahmi ke Prof Ganefri karena beliau salah satu tokoh penting yang banyak berjasa bagi olahraga Sumbar. Dukungan dan wejangan beliau jadi energi bagi saya,” kata Hamdanus.

Dalam pertemuan itu, Hamdanus turut didampingi oleh Doni Zulkifli, yang baru saja resmi dilantik sebagai Ketua KONI Kabupaten Solok periode 2025–2029. Kehadiran Doni sekaligus menunjukkan komitmen KONI daerah untuk bersinergi mendukung pembangunan olahraga Sumbar secara menyeluruh.

Seperti diketahui, figur Prof Ganefri selalu dianggap sebagai “panglima” dalam setiap momentum Musorprov KONI Sumbar. Sejarah mencatat, tokoh besar olahraga dan akademisi UNP itu sering menjadi faktor penentu arah dukungan bagi kandidat Ketua KONI Sumbar. Karena itu, dukungan terbuka Ganefri kepada Hamdanus menjadi sinyal kuat bagi peta suksesi organisasi olahraga terbesar di Ranah Minang kali ini.(*)

 


Arosuka, Lintasmedianews.com 

Jika Anda menjelajah kawasan dataran tinggi Alahan Panjang hingga ke Sungai Nanam, maka Anda akan tercengang melihat hamparan ladang bawang yang luas, Sepenat-penat mata memandang, hanya ladan bawang yang terlihat menghijau.

“Alhamdulillah, saat ini harganya bagus Rp40 ribu sekilo, itu sudah sangat membantu pendapatan petani,” ujar Sudirman, salah seorang petani bawang di Alahan Panjang kepada tim Journalist Journey #2 (Jojo #2( akhir pekan (6/9).

Journalist Journey #2 adalah program perjalanan jurnalistik yang ditaja oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumbar untuk membawa sejumlah wartawan melakukan liputan bersama dengan tema-tema tertentu. “Jojo#2 kali ini mengunjungi Kabupaten Solok mengeksplor wisata dan pertanian,” kata Eko Yanche Edrie, wartawan senior  penggagas Journalist Journey. 

Bawang dari Alahan Panjang memang terkenal dengan aroma khasnya. Para petani dapat bertanam sepanjang tahun. “Bahkan bisa empat kali setahun, masing-masing tiga bulan sekali panen,” kata Nur Ainun, seorang perempuan petani bawang di jorong Air Tawar, Kecamatan Lembah Gumanti. 

Setiap satu slot ladang bawang merah dengan 100 Kg bibit, modalnya hanya Rp15 juta. Hasilnya kurang lebih 1 ton atau 1.000 Kg. Jika dengan harga jual sekarang Rp40 ribu, berarti bruto pendapatan petani adalah Rp40 juta, dikurangi modal investasi Rp15 juta maka petani sudah boleh saving Rp25 juta dalam rentang waktu 3 bulan.

Pekan silam kata para petani bawang, harganya malah mencapai Rp62 ribu sekilo. Bisa dibayangkan hasil yang diperoleh oleh petani.

“Itu rahmat Allah bagi Kabupaten Solok yang dianugerahi tanah subur. Setelah enam standar pelayanan minimal atau SPM, Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, serta Sosial maka Pertanian dan Pariwisata adlah fokus kami di Kabupaten Solok bersama pak Bupati Jon Firman Pandu,” ujar Wakil Bupati Solok, H.Candra ketika menerima tim Journalist Journey #2 di rumah dinas Wabup di Arosuka, Sabtu 6 September lalu.

Menurut Candra, sentra bawang Kabupaten Solok merupakan yang terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes, Jawa Tengah. Aromanya yang khas membuat bawang Alahan Panjang lebih terasa menggigit sebagai salah satu bumbu masakan.

“Tapi harap dicatat juga bahwa tidak satu-satunya Alahan Panjang dan Sungai Nanam sebagai sentra bawang di Kabupaten Solok. Ada sentra bawang di dataran rendah yakni di Saningbaka dan Paninggahan. Bawang di sana juga terkenal,” kata Candra.

Ia menceritakan bahwa ada satu kawasan sentra bawang di Saniangbaka yang kini ditinggalkan warga karena akses jalannya ke sana tidak memadai. “Dulu banyak warga berdiam di sana, tetapi sekarang sebagian besar sudah pindah, turun ke bawah. Ia terletak di perbukitan –bagian dari jajaran Bukit Barisan—di sebelah barat danau Singkarak,” tutur Wabup Candra yang menceritakan pengalamannya melakukan perjalanan sampai lereng perbukitan di Saniang Baka itu.

Karena bawang menjadi salah satu ikon hortikultura Kabupaten Solok, kata Wabup, Pemkab sedang memikirkan bagaimana membangun hilirisasi dari bawang ini. “Misalnya menjadi industri bawang goreng, industri minyak bawang dan sebagainya,” kata dia.

Sekum SMSI Sumbar Gusfen Khairul yang dalam Jojo#2 ini ditunjuk sebagai Amir Safar (pemimpin perjalanan) mengatakan bahwa program journalist journey ini adalah murni untuk menyegarkan kembali kebiasaan liputan terencana bagi para wartawan. “Ini kita biayai sendiri, tidak ada sponsor sponsoran, semata untuk mengajak kawan-kawan kembali ke dunia liputan yang selama ini habis waktu untuk menyiarkan relis-relis belaka. Nanti kita akan lanjutkan dengan Jojo#3 dengan tema liputan berbeda,” kata Gusfen. Ia menambahkan bahwa semua peserta bebas menulis menurut pandangan dan persepsi masing-masing serta sesuai dengan arah editorial media masing-masing peserta.

Oleh: Hamdanus, Mantan Plt Ketua KONI Sumbar 2021-2022

Hari Olahraga Nasional yang setiap tahun kita peringati bukanlah sekadar seremoni belaka. Ia adalah momentum untuk kembali merenungkan hakikat olahraga sebagai perekat bangsa, penumbuh daya juang, dan jalan menuju masa depan yang lebih sehat serta berkarakter. Tema tahun ini, “Olahraga Satukan Kita”, seolah menjadi penegasan bahwa olahraga memiliki kekuatan besar untuk mempersatukan dan menggerakkan bangsa.

Di arena olahraga, kita selalu belajar tentang kebersamaan. Di sana ada penghormatan terhadap lawan, ada kemenangan yang dirayakan tanpa merendahkan, ada pula kekalahan yang diterima dengan lapang dada. Nilai-nilai itu tidak hanya milik atlet di gelanggang, tetapi juga milik masyarakat luas. Di tengah dinamika sosial politik bangsa, olahraga selalu hadir sebagai ruang di mana perbedaan melebur dalam satu identitas: Indonesia.

Hari ini, olahraga nasional berada di persimpangan. Kita pernah melahirkan atlet kelas dunia, namun masih harus berjuang dengan persoalan manajemen yang belum sepenuhnya profesional, infrastruktur yang belum merata, dan regenerasi atlet yang perlu lebih terencana. Haornas tahun ini harus menjadi pengingat untuk memperbaiki semua itu, apalagi bangsa ini tengah menargetkan pencapaian lebih besar di panggung Olimpiade mendatang. Tantangan itu hanya bisa diwujudkan bila seluruh elemen bersatu dan bergerak bersama.

Bagi saya, sebagai putra Minangkabau, Sumatera Barat menyimpan potensi luar biasa di bidang olahraga. Semangat juang anak nagari, tradisi yang menumbuhkan budaya kompetitif, serta dukungan masyarakat yang begitu kuat adalah modal besar. Namun, kita juga harus jujur: pembinaan usia dini sering kali berjalan tanpa arah yang jelas, fasilitas belum merata, dan sinergi antara pemerintah, KONI, cabang olahraga, serta dunia usaha masih perlu diperkuat.

Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya semangat, tetapi juga manajemen modern yang bersih dan transparan. Olahraga Sumbar harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari gerak besar olahraga nasional, bukan sekadar pelengkap, melainkan penyumbang prestasi yang membanggakan Indonesia.

Saya percaya olahraga bukan hanya milik para atlet yang berlaga di arena. Ia adalah hak setiap warga, dari anak-anak hingga orang tua. Karena itu, olahraga harus menjadi gaya hidup bersama. Prestasi memang penting, karena dari situlah lahir atlet-atlet unggul yang membawa nama harum bangsa. Namun, olahraga juga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, agar kita terbiasa hidup aktif, sehat, dan bugar. Dari situlah olahraga benar-benar menjadi perekat, menyatukan kita dalam sorak kemenangan maupun dalam rutinitas hidup sehat.

Haornas tahun ini memberi pesan bahwa kemenangan sejati bukan hanya saat piala diangkat tinggi-tinggi, melainkan ketika bangsa ini semakin kokoh dalam persatuan. Dari kampung di lereng Marapi hingga stadion megah di ibu kota, olahraga adalah bahasa universal yang dimengerti semua orang.

Sumbar siap mengambil peran lebih besar dalam gerakan nasional ini. Dengan kerja keras, kolaborasi, serta manajemen olahraga yang modern, apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi pijakan kokoh untuk prestasi esok. Karena benar adanya: Olahraga Satukan Kita.(*)


O L E H : Ridwan Tulus

Ketika tanggal 8 Januari kemarin saya meminta untuk dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan guru besar yang saya kagumi ini, Alhamdulillah beliau langsung merespon dengan sangat positif dan menyanggupi untuk "Ngopi TOP" di Djournal Coffee Kuningan City siangnya. Karena paginya beliau harus rapat dikementrian pariwisata untuk merancang strategi pariwisata Indonesia kedepan dengan para expert lainnya. Ndeh. Saya begitu tersanjung karena ditengah kesibukan beliau yang sangat padat masih menyiapkan waktu buat saya.

Profesor Pariwisata Pertama diIndonesia.

Saya mendapat informasi tentang beliau dari seorang expert pariwisata Sumbar Dr. Sari Lenggogeni  yang juga seorang akademisi dari Unand yang juga saya kagumi. Yang humble dan kami sering diskusi dan berbagi inspirasi. Dan beliau dulunya yang akan memperkenalkan saya dengan Prof. Azril Azahari, Profesor pertama pariwisata diIndonesia yang berasal dari Sumatera Barat. Karena menurut Sari saya sangat cocok untuk berdiskusi dengan beliau. Dan menurut Sari  disamping Prof tersebut sangat humble dan senang berdiskusi dan berbagi gagasan dengan siapa saja. 

Subhanallah walhamdulillah disaat pandemik, tiba - tiba saya mendapat telpon langsung dari seseorang yang belum tersimpan dimemori hp saya. Lucunya biasanya saya tidak menerima telpon asing tapi entah kenapa tiba-tiba saya menerimanya begitu saja.

Ternyata beliau Prof. Azril Azahari seseorang yang saya tunggu untuk dapat berdiskusi dan mendapat bimbingan darinya. Suatu penghormatan yang luar biasa !

Satu jam lebih tidak terasa kami bicara via hp. Dan yang lebih luar biasa lagi tiba-tiba beliau meminta kesediaan saya untuk menjadi Guest Speaker dalam acara World Tourism Day yang diadakan oleh Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) dan PATA. Ndeh..highly thanks Prof..suatu penghormatan yang luar biasa buat saya.

Indonesia is a Green Tourism Destination !

Experience Learning in Minangkabau (ELM) ; adalah Life Experience Tourism  sebuah ide dan gagasan pariwisata yang saya sampaikan pertama kali pada tahun 2000 di program Master Pengkajian Asia - Africa Kyoto University atas undangan Nippon Senin Kyokai - Jepang.

Dan baru pada tahun 2005 mantan mentri pariwisata Indonesia  almarhum Bapak I Gede Ardike yang tertarik dengan ide dan gagasan saya tersebut langsung mengundang saya ke Jakarta untuk mendengar ide dan gagasan saya secara langsung. Dan beliau sangat antusias dengan ide dan gagasan saya tersebut. Akhirnya kami bertekat untuk menjadikan Indonesia sebagai Green Tourism Destination (protect the cultures, protect the natures, empower and bring benefit for local people and support conservation). Tapi karena beliau tidak lagi jadi mentri, program ini belum bisa diwujudkan.

Barulah pada tahun 2017, saat bapak Arief Yahya jadi mentri pariwisata beliau mulai fokus tentang Green Tourism dan Geopark.  Beliau sering mengundang saya untuk bicara tentang Green Tourism untuk para praktisi pariwisata seluruh Indonesia. 

Tapi itulah kelemahan dinegeri ini ketika berganti mentri programpun berubah. Tidak suistanable !

Dan Alhamdulillah baru pada tahun 2020 ide dan gagasan tersebut direspon positif oleh Professor Pariwisata pertama di Indonesia ; Prof. Azril Azahari. Beliau juga ketua dari Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia.

Akhirnya beliau bersama presiden Pacific Asia Travel Association (PATA) mengundang saya khusus sebagai pembicara utama dalam acara World Tourism Day 2020. Materi yang saya berikan pada saat itu adalah " Green Tourism ; Prior - Current  - Future "

Quality Tourism Solusi Pariwisata Indonesia !

Alhamdulillah tepat pukul 10.00 sesuai waktu yang  kami sepakati sayapun bertemu dengan Guru Besar yang sangat humble ini di Djournal Coffee Kuningan City. Dan luar biasanya beliau menerima ketika saya mereserve tempat smoking area supaya diskusi lebih santai dan inspirasi mengalir.

Sebelumnya beliau sudah mengirim pesan tentang pemikiran beliau bahwa ;

1. Telah terjadinya pergeseran paradigma pariwisata (termasuk perilaku pengunjung)
- *Mass Tourism* (<1980)
- *Alternative Tourism* (1980-2000)
- *Quality Tourism* (2000-2020)
- *Crisis Pandemi Covid19* (2020-2022)
- *Customized Tourism* (>2023)

2. Saat ini sudah *Customized Tourism* yg berfokus pd Minat Khusus (Special Interest), Ketenangan Diri (Serenity), Inovasi (Science Technology in Tourism) 
- Artinya pariwisata yg dibutuhkan adalah Minat Khusus berupa Green Tourism (green & blue healing), Health Tourism (khususnya Wellnes Tourism, Gastronomy Tourism)

02 Jam tidak terasa berjalan begitu saja. Banyak yang kami diskusikan khususnya mencari solusi Indonesia kedepan.

Dan insyaa Allah beliau akan merangkum dan membuat sebuah tulisan tentang pertemuan kami dan semoga dari diskusi kami bisa memberi solusi.

Dan semoga dengan menteri pariwisata yang baru kita bisa mewujudkan Indonesia sebagai Green Tourism Destination dan Menjadi Solusi Pariwisata Dunia ! Amiin yaa rabbal alamin.

Terima kasih Prof. Azril Azahari atas kehormatan yang diberi dan waktu 2 jam yang menginspirasi

Thanks for being a Green Friend of Indonesia !

www.sumatraandbeyond.co
International Green Tour Operator
Support for Green Tourism Institute.

#greentourismclass #greentourismdestination #lifeexperiencetourism #OceanicHealing #kampoenginspirasi #noplantrip #spacoffee #LocalChampion #tourdesigner #greentourism #slowtourism #slowliving #studytour #schooltrip #educationtrip #experientiallearningprogram #experientiallearning

 


Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Sebanyak 47 orang rombongan Koperasi Konsumen Syariah Pegawai Negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KKSPN) Kota Bukittinggi melakukan Study Komparatif ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Guna Prima Dana di Pulau Bali. Kunjungan berlangsung selama 6 hari yakni 02 s/d 07 September 2025. 

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan KKSPN dalam rangka meningkatkan kualitas dan pelayanan kepada anggota dan masyarakat.  Kunjungan kali ini  terdiri dari pengurus, pengawas dan anggota KKSPN yang tergabung dalam Koperasi yang berlokasi di Birugo Bukittinggi tersebut.  

Salah satu harapan dari kunjungan menjelang akhir tahun 2025 itu adalah selain untuk bersilaturahmi juga diharapkan dapat menjalin kerjasama yang baik antara KKSPN Dinas Pendidikan  kota Bukittinggi dengan KSP Guna Prima Dana, Sekaligus untuk bertukar informasi, menimba ilmu dan memperkenalkan KKSPN kota Bukittinggi kedaerah tujuan. 

Meski memakan waktu cukup lama diperjalanan yakni sekitar 2 hari, rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua KKSPN kota Bukittinggi M. Aswir M.Pd dan Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Herriman, SH, M.hum yang bertolak dari Bukittinggi pada selasa pagi, akhirnya sampai di Bali pada Rabu siang. Kedatangan rombongan KKSPN Bukittinggi di Room Meeting KSP Guna Prima Dana pada Kamis (04/09) disambut hangat dan ramah oleh Pengurus KSP Guna Prima Dana I Ketut Maik APK beserta jajaranya. 

Ketua KKSPN Bukitinggi M. Aswir dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kota Bukittinggi Herriman. SH, M. hum mengucapkan terima kasih atas sambutan baik pihak KSP Guna Prima Dana.  Melalui kunjungan tersebut,  rombongan Bukittinggi berharap mendapat hal-hal baru yang dapat diimplementasikan dan diadaptasikan nantinya di Bukittinggi. Pertemuan singkat selama lebih kurang 2  jam membahas antara lain tentang realisasi pelayanan koperasi terhadap anggota dan sejumlah program yang ada di kedua daerah.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kota Bukittinggi, Herriman SH, M.hum menjelaskan, Kedatangan rombongan dari KKSPN tidak lain adalah untuk memperoleh informasi tentang operasional KSP Guna Prima Dana hingga mencapai kesuksesan luar biasa saat ini.  Dimana koperasi yang terletak di Kabupaten Badung Bali tersebut saat ini menjadi salah satu koperasi dari 4 koperasi terbesar di Indonesia yang memperoleh penghargaan dari Global TV atas prestasinya dibidang pelayanan dan kepemimpinan. Diketahui, skala ekonomi dan skala bisnis KSP Guna Prima Dana sangat luar biasa, dengan aset hampir mencapai 1 Triliun rupiah. Koperasi ini hidup, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan murni memberi pinjaman hanya kepada anggotanya yang berasal dari masyarakat umum.

Hal ini tentu berbeda dengan KKSPN yang anggotanya terbatas dari kalangan PNS guru. Sungguhpun demikian Herriman menyebutkan, KKSPN kota Bukittinggi merupakan koperasi terbesar saat ini di daerahnya. Herriman berharap kunjungan tersebut dapat menambah wawasan bagi anggota dan pengurus KKSPN, sehingga lebih berkembang kedepannya. "Bagaimana koperasi guru di Bukittinggi nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan anggotanya dimasa yang akan datang" ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KKSPN, M. Aswir M.Pd dalam sambutannya menyebutkan, KKSPN Bukitinggi yang berdiri sejak tahun 1976, hingga tahun 2025 baru memiliki 832 anggota dengan aset sebesar 80 M. Koperasi ini beranggotakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) khusus guru yan terdiri dari guru TK, SD dan SLTP se kota Bukittinggi. Menurut M. Aswir, Study Tiru yang dilaksanakan saat ini merupakan agenda tahunan KKSPN kota Bukittinggi. KKSPN ditahun tahun sebelumnya telah melaksanakan kunjungan ke berbagai koperasi seperti ke Malaisya dan Ke bengkulu. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasi, pihaknya  sebelum itu juga telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi  para anggota. Kunjungan yang dilaksanakan, kata Aswir, sebagai silaturahmi dan kesempatan untuk belajar bagi pengurus dan anggota KKSPN. 

Sementara itu, Pengurus KSP Guna Prima Dana Iketut Maik APK memaparkan, KSP yang dipimpinnya didirikan dengan latar belakang krisis ekonomi pada tahun 1998 sehingga muncul gagasan membentuk koperasi guna mengatasi kesulitan ekonomi  masyarakat. Pada tahun 2002 KSP Guna Prima Dana resmi berdiri. Seiring berjalannya waktu, kini koperasi yang beranggotakan masyarakat umum tersebut telah memiliki 5 cabang di pulau Bali. Keanggotaan koperasi inipun berkembang pesat yakni mencapai 60 persen pertahun. Dimana pada tahun 2024 keanggotaannya yang  berjumlah 4369, pada juli 2025 menjadi 5408 anggota. Sementara itu jumlah pinjaman kepada anggota berkisar antara 20 juta sampai 18 Milyar. Ia menambahkan,  pelayanan yang diberikan kepada anggotanya adalah menyediakan modal bagi usaha-usaha anggota, menjadi partner UMKN dan menyediakan scan-scan produk yang bagus bagi anggotanya. Menutup diskusi, Iketut Maik menyatakan Pihaknya sangat terbuka menerima masukan dan saran ataupun pertanyaan pertanyaan dari anggota dan pengurus KKSPN kota Bukittinggi kapan saja. 

Temu ramah ditutup dengan penyerahan Cendramata dari KKSPN  kota Bukittinggi kepada KSP Guna Prima Dana dan sebaliknya, penyerahan plakat dari KSP Guna Prima Dana kepada KKSPN kota Bukittinggi. ( Sandra)

PADANG,Lintas Media News
Gelombang dukungan terhadap Hamdanus sebagai calon Ketua Umum KONI Sumbar periode 2025–2029 semakin deras. Setelah restu dari Gubernur Sumbar dan sejumlah Pengprov cabang olahraga, kini giliran Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumbar menyatakan sikap resmi mendukung pasangan Hamdanus–Anandya Dipo Pratama.

Dukungan itu dibuktikan dengan penyerahan surat resmi kepada Hamdanus–Dipo pada Jumat (5/9/2025), bersamaan dengan deklarasi pasangan tersebut di salah satu rumah makan di Kota Padang.

Ketua PASI Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra, menegaskan bahwa pilihan mendukung Hamdanus–Dipo bukan tanpa alasan. Menurutnya, KONI adalah rumah besar olahraga Sumbar yang berada di bawah kendali Gubernur. Dukungan Gubernur kepada Hamdanus menjadi salah satu pertimbangan, namun lebih dari itu, rekam jejak dan pengalaman Hamdanus sudah terbukti.

“Hamdanus adalah sosok yang sudah lama berkiprah di KONI Sumbar. Beliau pernah menjadi Wakil Ketua Umum KONI Sumbar, bahkan sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua KONI pada 2022. Dengan pengalaman itu, kami yakin Hamdanus mampu membawa organisasi ini lebih maju,” ujar Iqra.

Iqra juga menambahkan, kebetulan Hamdanus adalah bagian dari keluarga besar PASI Sumbar. “Itu semakin menguatkan ikatan emosional kami untuk mendukung beliau. Namun dukungan ini bukan semata karena hubungan di atletik, melainkan karena kami melihat beliau memiliki kapasitas nyata memimpin induk organisasi olahraga di Sumbar,” tegasnya.

Selain menjabat Ketua PASI Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra juga merupakan Wakil Ketua DPRD Sumbar. Dengan posisinya itu, ia dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong sinergi antara olahraga dan kebijakan daerah.

Selain itu, kehadiran Anandya Dipo Pratama sebagai pasangan Hamdanus dinilai semakin melengkapi. “Hamdanus–Dipo adalah kombinasi ideal, pengalaman dan energi muda berpadu. PASI Sumbar melihat pasangan ini punya komitmen kuat membangun olahraga di Sumbar,” tambah Iqra.

Dukungan PASI Sumbar menambah panjang daftar cabang olahraga yang telah menyatakan sikap untuk Hamdanus–Dipo. Seiring dengan deklarasi resmi ini, peluang pasangan tersebut untuk meraih tampuk kepemimpinan KONI Sumbar semakin terbuka lebar.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.