PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Tim Nabuang Sarok yang merupakan tim inovasi PT Semen Padang yang berasal dari Unit Alternative Fuel & Raw Material (AFR), meraih Juara 1 SIG Group Innovation Award (SIG-GIA) Tahun 2024 untuk kategori Community Development.
Penyerahan penghargaan untuk pemenang SIG-GIA 2024 itu dilakukan oleh Direktur Bisnis & Pemasaran SIG, Subhan, kepada perwakilan Tim Nabuang Sarok, Doche Delson, pada peringatan HUT ke-12 SIG yang digelar secara hybrid di South Quarter, Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Dirut PT Semen Padang Indrieffouny Indra yang turut hadir pada peringatan HUT SIG secara daring di Wisma Indarung PT Semen Padang, mengapresiasi Tim Nabuang Sarok yang kembali meraih penghargaan inovasi.
"Selamat untuk tim Nabuang Sarok. Semoga penghargaan ini semakin menambah motivasi insan perusahaan untuk terus berkarya dan melahirkan ide-ide inovasi yang tentunya dapat memberikan benefit terhadap perusahaan," kata Indrieffouny.
Perwakilan tim Nabuang Sarok, Doche Delson, usai menerima penghargaan dari SIG, mengaku bangga dan bersyukur bisa meraih penghargaan inovasi dari SIG. "Alhamdulillah, ini sebuah kebanggaan buat kami dari Tim Nabuang Sarok. Penghargaan ini semakin menambah motivasi kami untuk terus berkarya dan memberi dampak dan masyarakat" katanya.
Tim Nabuang Sarok terdiri dari Juke Ismara sebagai fasilitator tim, Musytaqim Nasra sebagai ketua, dan Doche Delson sebagai sekertaris. Sedangkan untuk anggota tim, terdiri dari Sarman Durmalay, Fernanda Eka Putra dan Haris Budiman.
Dijelaskannya, Nabuang Sarok merupakan program pengelolaan sampah berbasis aplikasi dimana masyarakat akan mendapatkan edukasi dan sosialisasi terkait pemilahan sampah dari sumbernya serta penerapan sirkular ekonomi pada masyarakat Dan program ini didirikan juga sebagai jawaban atas permasalahan sampah di Kota Padang dan Sumbar pada umumnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional tahun 2024, di Sumbar jumlah timbunan sampah pada tahun 2022 mencapai 2.625 ton/hari. Dari jumlah tersebut, upaya pengurangan timbunan sampah baru mencapai 62,92 persen dari jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
"Melihat kondisi penanggulan sampah ini lah PT Semen Padang meluncurkan program Nabuang Sarok berbasis aplikasi yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam penanggulangan sampah, mengingat beberapa TPA sampah seperti TPA Anak Air milik Pemko Padang, akan mencapai kapasitas penuh di tahun 2026," ujarnya.
Sejak diluncurkan, PT Semen Padang juga bekerjasama dengan sejumlah instasi pemerintahan kabupaten/kota. Bahkan, program ini telah berhasil mengumpulkan 378 ton sampah terpilah dari berbagai wilayah di Sumbar, seperti Kota Padang, Kota Solok dan Kabupaten Agam, termasuk sampah laut melalui kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Bagi PT Semen Padang sendiri, kata Doche, sampah terpilah yang tidak bernilai yang ditampung di program Nabuang Sarok, dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kiln di pabrik PT Semen Padang menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
"Sampah yang diolah menjadi RDF ini telah berhasil menggantikan sebagian bahan bakar batubara di pabrik PT Semen Padang. Hasilnya, program ini mampu mengurangi emisi karbon sebesar 151,2 ton CO₂," bebernya.
Tidak hanya itu, selain pengurangan CO₂ dan efisiensi biaya, program ini juga berdampak positif pada lingkungan seperti mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, seperti TPA Aie Dingin di Kota Padang, termasuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang ikut terlibat dalam menyetorkan sampah ke Nabuang Sarok.
Pasalnya, sampah yang disetor masyarakat ke Nabuang Sarok akan ditukar dengan poin yang ada di aplikasi Nabuang Sarok. "Nah, poin yang terkumpul itu nantinya bisa ditukar kembali ke aplikasi Nabuang Sarok dengan berbagai hadiah menarik seperti emas, peralatan rumah tangga dan lain sebagainya," pungkas Doche.(*)
(Jakarta).Lintasmedianews.com.
Tak tanggung-tanggung, selain mengunjungi Kementerian Perhubungan, Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu, bersama Kepala Dinas Pariwisata, Armen A.P, dan sejumlah Kepala OPD juga mendatangi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta, Selasa (07/01/2025).
Selain Kepala Dinas Pariwisata, Wabup Solok Jon Firman Pandu juga didampingi oleh Kadishub Muhammad Djoni, Kasatpol PP DAMKAR, Elafky, Kadis DLH, Asnur, Kadis PU PR, Efia Vivi Fortuna, Kepala Barenlitbang, Desmalia Rahmadhanur, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Syoufitri, dan sejumlah pejabat eselon III lainnya.
Di Kemenparekraf, Wabup Jon Firman Pandu disambut oleh Direktur Manajemen Investasi, Zulkifli Harahap, dan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Titik Lestari.
Wabup Jon Firman Pandu menyampaikan terima kasihnya atas sambutan dari pihak Kemenparekraf.
“Ini kesempatan terbaik, dimana diawal tahun 2025 kita ingin persiapan-persiapan di bidang pariwisata ini dimatangkan. Kabupaten Solok memiliki potensi wisata yang cukup besar dan tentunya ini betul-betul dikelola secara maksimal,” kata Jon Firman Pandu.
Selanjutnya dikatakan Jon Firman Pandu bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, sangat butuh kolaborasi dan kerjasama dengan Kemenparekraf. Diakui Jon Firman Pandu, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Solok telah melakukan banyak hal dalam pengembangan dan memajukan pariwisata di Kabupaten Solok.
“Seperti pembinaan terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan potensi-potensi lainnya. Tentunya kita butuh petunjuk pihak Kemenparekraf bagaimana persiapan Kabupaten Solok kedepannya,” paparnya.
Lebih lanjut menurut Jon Firman Pandu pariwisata Kabupaten Solok harus terkoneksi dengan sapta pesona, karena pariwisata tidak hanya tentang banyaknya wisatawan (pengunjung) saja, namun juga lingkungan, tentunya juga menjadi prioritas agar kenyamanan berwisata bisa terjaga di Kabupaten Solok.
“Pengelolaan sampah dan infrastruktur sebagai penunjang kemajuan pariwisata, tentunya juga menjadi perhatian yang harus didiskusikan dengan Kemenparekraf. Sehingga semua unsur terkoneksi dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Solok,” ujarnya.
Menurutnya, banyak hal-hal besar yang harus dibicarakan bersama Kemenparekraf untuk kedepannya. Pemerintah Kabupaten Solok siap membuka ruang seluas-luasnya terkait investasi, serta pengelolaan pariwisata agar lebih maksimal lagi.
“Mudah-mudahan pada pertemuan bersama Kemenparekraf ini, Pemerintah Kabupaten Solok mendapat petunjuk agar pariwisata Kabupaten Solok masuk dalam rencana induk, dan bidang pariwisata ini dapat meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya.
Menanggapi paparan Wakil Bupati Solok, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Titik Lestari mengatakan bahwa wisata bersih juga menjadi target dari Pemkab Solok dan itu tentunya sejalan dengan program berkelanjutan dari Kemenparekraf.
“Program tersebut terkait dengan peningkatan daya saing destinasi, dimana tentunya jika kita punya pemikiran daya saing maka kita harus memikirkan kualiti,” ujar Titik Lestari.
Dikatakan Titik Lestari lagi, untuk program ini Kemenparekraf telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Wisata Bersih. Hal itu juga untuk diimplementasikan, tempat wisata bersih, toilet bersih dan sebagainya.
“Program tersebut bisa diselaraskan dengan program wisata Kabupaten Solok dan itu saat ini menjadi fokus kami,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur Manajemen Investasi Kemenparekraf, Zulkifli Harahap menyebutkan, kemajuan pariwisata Kabupaten Solok tak lepas dari komitmen Kepala Daerah.
“Ini tentunya harus diapresiasi, jika Kabupaten Solok ingin memiliki peluang dan potensi wisata yang besar tentunya harus didukung oleh seluruh pihak,” kata Zulkifli Harahap.
Ditegaskannya, Kemenparekraf selalu mendukung dan mendorong destinasi skala prioritas.
"Selain itu, kita juga ingin yang diluar skala prioritas menjadi primadona dan menjadi dorongan ekonomi untuk Indonesia.
Silahkan teman-teman dari Kabupaten Solok untuk hadir ke Kemenparekraf, agar Kabupaten Solok ini menjadi destinasi investasi baik itu dari ‘Foreign investment’ ataupun Domestik investment,” paparnya.
Dikatakannya, kunjungan ke Sumbar cukup tinggi dan bidang pariwisata ini tentunya perlu kita dorong yang disesuaikan dengan karakteristik Kabupaten Solok.
“Terkait investasi wisata kita bukan hanya bicara tentang investasi hotel, restoran sedangkan di Kabupaten Solok didominasi oleh agri kultur, sehingga investor bisa kita tarik untuk agro wisata,” pungkasnya. (Karta)
Padang, Lintasmedianews.com
Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang bermusyawarah dengan Niniak Mamak Kerapatan Adat Nagari Lubuk Begalung Nan 20 untuk pembentukan "Kapalo Mudo" disetiap kelurahan dan Nagari di Lubuk Begalung.
Musyawarah dengan para niniak mamak pemangku adat di Lubuak Begalung dalam rangka mengembalikan fungsi dan peran tokoh adat seperti "Kapalo Mudo" di Ranah Minang. Sekaligus sebagai tokoh yang berperan ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, ucap Camat Andi Amir SH MH Camat Lubuk Begalung Kota Padang,Senin (7/1/2025).
Camat Andi Amir, katakan "Kapalo Mudo" berperan penting menciptakan hubungan kekerabatan ditengah kehidupan masyarakat. "Kapalo Mudo" dihidupkan kembali bukan tandingan Ketua LPM, RW dan Rt, melainkan untuk bersinergi dalam menata kehidupan di nagari.
Musyawarah di kantor KAN Lubuak Begalung juga hadir Ketua LKAAM Lubeg, Ketua KAN, para Lurah, dan LPM di kantor KAN Lubeg nan 20, Senin (7/1/2025).
Para "Kapalo Mudo" sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan para niniak mamak dalam membina anak kemenakan di lingkungan nagari. Mereka para "Kapalo Mudo" juga berperan membantu menjalankan roda pemerintahan ditengah-tengah masyarakat, seperti menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam nagari, membimbing anak kemenakan supaya mematuhi norma adat minangkabau.Dengan demikian anak kemenakan terhindar dari kenakalan seperti tauran, Narkoba, pergaulan bebas dan lain sebagainya.
"Alhamdulillah, musyawarah menghasilkan kata sepakat, menyetujui pembentukan Kapalo Mudo disetiap kelurahan dan Nagari di lingkungan Lubuk Begalung, Kota Padang," ungkap Camat Andi Amir.(Irwan Rais).
(Jakarta). Lintasmedianews.com.
Guna memajukan pariwisata dan daerah Kabupaten Solok, serta memajukan transportasi Kereta Api (KA), serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Solok, Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu bersama Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Djoni dan beberapa Kepala OPD terkait mendatangi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, di Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 8 Jakarta Pusat, Selasa (07/01/2025).
Kedatangan Wabup Solok Jon Firman Pandu bersama rombongan disambut oleh Dirjen Kereta Api Kementerian Perhubungan, Risal Wasal beserta jajaran.
Pada kesempatan itu, Wabup Jon Firman Pandu menyampaikan proposal usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perairan, untuk revitalisasi dermaga dan pengadaan kapal angkutan orang dan barang kepada Dirjen Kereta Api, Risal Wasal.
Wabup Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa Kabupaten Solok sangat membutuhkan dukungan dari Kementerian Perhubungan.
“Tentunya Kabupaten Solok butuh dukungan dari Kemenhub, sekaitan pembangunan perhubungan di Kabupaten Solok. Terima kasih sudah menyambut kami dengan baik di Kemenhub,” kata Jon Firman Pandu.
Ia juga berharap koordinasi dengan pusat terus terjalin dengan baik.
“Kami akan menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh Kemenhub, sehingga Kabupaten Solok itu maju dan berkembang seperti daerah lainnya. Kabupaten Solok harus bangkit, tentunya kita butuh langkah-langkah strategis,” ujar Jon Firman Pandu menambahkan.
Selain itu, Jon Firman Pandu menyampaikan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Solok, berupa 5 danau, yang juga sangat butuh dermaga yang memadai, serta kapal untuk berkeliling sehingga bisa memanjakan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Solok.
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Kereta Api Kementerian Perhubungan, Risal Wasal meminta Wabup Solok agar menyiapkan tata ruang terkait transportasi.
Risal Wasal juga mengingatkan agar konsep-konsep kreatif finansial harus dipikirkan oleh Kabupaten Solok.
“Kalau memang Kabupaten Solok itu memiliki potensi wisata, tentunya harus dimanfaatkan untuk kemajuan daerah,” sebut Risal Wasal.
Dia juga mengatakan bahwa Kemenhub tentunya juga akan menyiapkan transportasi sesuai kebutuhan, apakah itu darat, laut, danau atau sungai untuk penyeberangan.
"Insyaallah, Kemenhub siap untuk membantu kemajuan daerah Kabupaten Solok. Tentunya ini butuh komitmen Kepala Daerah beserta jajaran terhadap keinginan kemajuan daerah itu sendiri." Pungkas Risal Wasal.
Adapun Kepala OPD terkait yang juga ikut mendampingi Wakil Bupati Solok pada kesempatan tersebut adalah Kepala Dinas Pariwisata Armen, AP, Kadis PUPR Evia Vivi Fortuna, Kepala Bapelitbang Desmalia Ramadhanur, Kasatpol PP DAMKAR, Elafky, Kadis DLH Asnur, Kepala DPP Syoufitri, dan beberapa Kabid OPD terkait. ( Karta)
Jakarta Timur . Lintasmedianews.com
Wali Kota Solok, H. Zul Elfian Umar beraudiensi dengan Direktur Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Dr. Liferdi Lukman di Kantor Dirjen Hortikultura, Pasar Minggu Jakarta Timur, Selasa (07/01/25)
Turut mendampingi, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Zulkifli, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok, Nurzal Gustim.
Kunjungan Wako dalam rangka keinginan Pemerintah Kota Solok untuk membuat Bumi Perkemahan Pramuka di lahan Balitro KP Laing.
"Disamping bertujuan lahan itu dapat terkelola dengan baik dan juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat terutama generasi muda, bersama Kwarcab kami berencana akan memanfaatkan untuk Bumi perkemahan," ucap wako.
Banyak hal yang bisa dilakukan dengan lahan yang cukup luas ini tanpa meninggalkan yang selama ini telah ada, bahkan yang ada sekarang malah menjadi sebuah potensi untuk dikembangkan.
Direktur yang merupakan putra Solok ini cukup memahami terkait aset karena pernah menjadi pejabat pemegang kuasa aset Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan bahwa sekarang ini Kementan hanya sebagai pemakai aset dan semua aset menjadi milik negara yang tercatat di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dibawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI.
"Pak Wali dapat bersurat ke Menteri Pertanian dan tembuskan ke KPKNL, kalau Balitro Laing berarti Kantor yang di Padang. Nanti menjadi kewenangan Sekjend untuk menindaklanjuti bagaimana kedepannya. Pada dasarnya dapat saja sesama penyelenggara negara memanfaatkan aset negara," terang Liferdi.
Lebih lanjut Liferdi mengatakan, saat ini restrukturisasi kembali dilakukan di Kementan RI, Balitro selama ini berada dibawah Balitbangtan, yang telah berubah menjadi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) namun sekarang juga kembali mengalami perubahan.(T/K)
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
KP Agenda reses II tahun 2025 DPRD Kota Padang ini dilaksanakan terhitung tanggal 5 hingga 9 Januari 2025, di ikuti seluruh unsur pimpinan maupun anggota dewan untuk turun jemput aspirasi di dapil masing -masing.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Mastilizal Aye, SH dengan daerah pemilihan (Dapil) VI Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Utara dan Kecamatan Nanggalo, turun langsung jemput aspirasi masyarakat konstituennya pada agenda reses masa sidang II tahun 2025.
Mastilizal Aye menyampaikan reses merupakan komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses.
Reses bertujuan menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihan (Dapil) di dengan daerah pemilihan (Dapil) VI Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Utara dan Kecamatan Nanggalo sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.
Mastilizal Aye mengatakan, untuk aspirasi masyarakat di Kelurahan Lolong Belanti Kecamatan Padang Utara ini menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai permasalahan di lingkungan sekitar. Warga meminta perbaikan jalan, pos pemuda, bank sampah, lapangan sepakbola dan pengelolaan drainase yang lebih baik untuk mengatasi genangan air saat hujan,"kata Aye pada media ini pada reses II yang dilaksanakan di Kelurahan Lolong Belanti Kecamatan Padang Utara,pada Selasa (7/1/2025).
Mastilizal Aye akan menindaklanjuti aspirasi ini dengan mengajukannya dalam rapat DPRD. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap aktif dalam menyampaikan kebutuhan dan berperan dalam pembangunan Kota Padang.
Mastilizal Aye juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk mendorong pembangunan yang lebih merata.
Sementara itu, Lurah Lolong Belanti, Eripon juga mengatakan mengapresiasi kegiatan reses tersebut yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk kemajuan Lolong Belanti ini.
Saatnya bapak dan ibu menyampaikan apa yang dirasa, aspirasi untuk pembangunan di Lolong Belanti kepada bapak kita Mastilizal Aye, pasti besar curah perhatiannya untuk daerah ini.
Kegiatan reses ini diharapkan tidak hanya menjadi formalitas, melainkan langkah nyata dalam memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya, pungkasnya.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan dengan banyaknya perhatian dari Pak Aye pada Kelurahan Lolong Belanti kami sangat berterima kasih banyak.
Kedepannya dengan adanya kegiatan reses ini semoga jadi amal ibadah bagi pak Aye demi kemajuan di Kelurahan Lolong Belanti ini.
"Pada warga silahkan sampaikan apa - apa yang jadi aspirasi kepada Wakil ketua DPRD Kota Padang pak Aye dalam Reses ini," pungkasnya.
Diketahui dalam reses II yang dilaksanakan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilzal Aye bahwa untuk Pokir di tahun 2025 ini khususnya di Kelurahan Lolong Belanti ini dikucurkan anggaran sebesar Rp 800 juta. Semoga apa yang diperjuangkan dimudahkan realisasinya menjadi manfaat bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Lolong Belanti.
Dalam sesi diskusi tersebut, Mastilizal Aye juga mengajak warga Lolong Belanti untuk aktif berpartisipasi dalam program-program pemerintah, terutama yang berhubungan dengan pemberdayaan UMKM dan infrastruktur, Keagamaan dan Bank Sampah melalui dana pokir ini akan cair di tahun 2026.
Dalam kegiatan reses ini hadir juga Camat Padang Utara diwakili Kasubag Keuangan Camat Padang Utara, Ketua LPM Lolong Belanti Jasman, Ketua RW/RT dan masyarakat setempat.(bim)
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Sebagai anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif menggelar reses di Kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Pauh, Ahad, 5 Januari 2024.
Warga antusias mengikuti reses tersebut, apalagi dihadiri oleh stakeholder setempat seperti Lurah Cupak Tangah Saidul Bahri, Ninik Mamak, Tokoh Masyarakat dan Bundo Kanduang.
Pada kesempatan itu, Yusri Latif menegaskan, reses tersebut bertujuan untuk menjemput aspirasi masyarakat.
"Kalau kemaren saat kampanye pemilu 2024 saya mendatangi bapak/ibu untuk memilih saya, maka kini saatnya bapak/ibu menyampaikan aspirasi kepada saya," katanya.
Dikatakan Yusri Latif, aspirasi yang disampaikan nantinya akan dicatat dan diperjuangan di lembaga DPRD Kota Padang untuk direalisasikan.
"Sampaikanlah aspirasi yang sesuai dengan kebutuhan bapak/ibu di sini, dan saya sebagai wakil bapak/ibu di DPRD Kota Padang siap memperjuangkannya," tegas Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dan Umat (PKB-Umat) DPRD Kota Padang ini.
Sementara itu, Lurah Cupak Tangah Saidul Bahri mengapresiasi kegiatan reses tersebut yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk kemajuan kampung halaman.
"Saatnya bapak/ibu menyampaikan apa yang dirasa, aspirasi untuk pembangunan kampung halaman kepada bapak anggota dewan kita. Putra daerah pula, pasti besar curah perhatiannya untuk kampung halamannya," ujarnya.
Beragam aspirasi disampaikan warga terkait dengan kegiatan reses anggota DPRD Kota Padang dapil Kecamatan Pauh dan Lubuk Kilangan tersebut.
Diantaranya terkait kondisi fisik jalan yang banyak berlobang agar segera diperbaiki, saluran irigasi pertanian, mengatasi kelangkaan pupuk, bantuan sosial bagi warga kurang mampu, bantuan untuk MDA, bantuan untuk majelis taklim, dan lain sebagainya. (*)
Solok.Lintasmedianews.com.
Pemkab Solok melaksanakan Apel Gabungan awal Tahun 2025, Senin (06/1/2025), bertempat di Lapangan Kantor Bupati Solok
Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu, SH, Sekretaris Daerah Kab. Solok, Medison, Sos, M,Si, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Bupati, Kepala OPD, Camat se-Kab. Solok, ASN dan THL Lingkup Pemerintah Kab. Solok.
Dalam arahan nya, Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu, SH mengajak, di apel gabungan awal Tahun 2025 ini mari kita kumpulkan niat serta tekat bahwa pemerintah daerah itu harus hadir di tengah-tengah masyarakat.
Ia berharap, mudah-mudahan dengan apel gabungan ini, menjadi awal semangat bagi kita semua untuk mewujudkan Kabupaten Solok yang terbaik.
“Kami selaku Wakil Bupati Solok berharap kepada seluruh jajaran OPD agar bisa bekerja dengan baik dan maksimal untuk melayani masyarakat kita di Kabupaten Solok,” harapnya.
Ia juga mengajak, mari kita bersama memberikan yang terbaik untuk daerah kita dengan melakukan kolaborasi dan kerja sama yang baik.
“Laksanakanlah tugas dengan sebaik-baiknya, karena tugas kita ke depan berat mari kita bersama-sama untuk mewujudkan Kabupaten Solok menjadi yang terbaik, yang harus kita tanamkan adalah Kabupaten Solok harus menjadi lebih baik di tangan kita bersama,” tutup Jon Firman Pandu.(Karta)
JAKARTA, LINTASMEDIANEWS.COM
Upaya pemerintah untuk mewujudkan pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, diperlukan berbagai langkah startegis oleh pemangku kebijakan dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto.
Menyangkut hal tersebut, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman selaku Penasehat Khusus Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional mengatakan, sangat perlu untuk menerapkan Sentralistik Demokratik (Sendem) untuk mencapai kearah pertumbuhan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Dudung yang didampingi Kolonel Czi Asep Sugiharto Asisten I Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional dan Khalid Zabidi anggota tim ahli, saat menerima kunjungan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, di ruang kerjanya, Senin 6 januari 2025.
“Dengan sistem pemerintah yang menggabungkan unsur-unsur sentralisasi dan demokrasi sehingga pengambilan keputusan dan pengawasan terpusat pada pemerintah pusat, sehingga tercipta stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang stabil,” paparnya.
Lebih lanjut Dudung menerangkan, dengan sentralistik demokratik juga akan terwujud pembangunan yang merata di seluruh wilayah, karena meskipun kekuasaan terpusat pada pemerintah pusat namun dalam pengambilan keputusan sesui dengan azaz demokrasi akan melibatkan perwakilan rakyat.
“Pada prinsipnya sistem sentralistik demokratik bertujuan mencapai keseimbangan antara efisiensi pemerintahan dan partisipasi rakyat,” ungkapnya.
Dudung mengungkapkan, efisiensi pemerintahan yang artinya proses pengambilan keputusan yang efektif dan efesien, penggunaan sumberdaya secara efektif, pelayanan yang cepat transparan dan berkualitas serta pengurangan prosedur yang tidak perlu sehingga memperlambat proses.
Sementara itu Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus menyebut di bidang politik, sentralistik demokratik akan membawa stabilitas poitik, koordinasi yang efektif antara intansi pemerintah dan akan lebih terintegrasi sehingga lebih efesien dalam mengambil keputusan.
“Secara administratif dengan pengawasan dan kontrol dari pusat akan lebih efektif, sehingga akan timbul efisiensi birokrasi yang bisa memangkas prosedur yang tidak diperlukan, hal tersebut juga berpengaruh pada pengoptimalan sumberdaya sehingga terjadi efesiensi anggaran dan SDM,” pungkas Firdaus. (Iwan)
Solok.Lintasmedianews.com.
Sebanyak 428 Mahasiswa KKN UNAND Periode I Tahun 2025 Mengabdi Di Kabupaten Solok. Kedatangan rombongan dipimpin Ketua Tim KKN Universitas Andalas (UNAND) Kota Padang Periode I Tahun 2025, Prof. Dr, Lucky Zam Zami, M.Soc.Sc, disambut langsung oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eva Nasri di Gedung Solok Nan Indah, Arosuka, Senin (06/01/25).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala OPD terkait, Camat, Wali Nagari beserta mahasiswa KKN UNAND Periode I Tahun 2025.
Ketua Tim KKN UNAND Periode I Tahun 2025, Prof.Lucky Zam Zami melaporkan, dalam pelaksanaan KKN Tahun ini di Sumatera Barat, UNAND mengerahkan sebanyak 2.428 mahasiswa yang tersebar di Provinsi Sumatera Barat dengan 10 tema yang tersebar pada 6 daerah di masing-masing Kabupaten dan Kota.
” Di Kabupaten Solok kami melaksanakan KKN di 6 Kecamatan yang tersebar di 17 nagari dan ini kita tetapkan sebagai lokasi yang benar-benar dibutuhkan oleh Wali Nagari dengan jumlah mahasiswa sebanyak 428 orang,” ucapnya
Terkait dengan tema KKN dalam rentang waktu 1 bulan 3 hari ini, tema-tema tergantung dan disesuaikan dengan kebutuhan dari nagari. Adapun tema KKN diantaranya adalah sistem informasi, penggolongan industri ternak, program kesehatan, pengembangan industri ternak, pemberdayaan UMKM dan BUMNAG, Pariwisata, pembinaan organisasi pemuda, dan juga industri pangan.
” Kami harapkan kepada mahasiswa dapat menjaga marwah dari Universitas Andalas dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada, serta kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi dan dampak positif bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eva Nasri mengucapkan terimakasih kepada Universitas Andalas karena telah memilih Kabupaten Solok sebagai salah satu lokasi KKN pada Periode I Tahun 2025. Diharapkan setiap tahunnya Universitas Andalas dapat mengirimkan mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata di Kabupaten Solok.
Sesuai dengan tema KKN untuk Kabupaten Solok ini memang sangat tepat, karena Kabupaten Solok memang memiliki potensi di bidang pariwisata, dan tadi ada salah satu tema KKN terkait dengan Pariwisata.
” Banyak tempat-tempat wisata kita yang potensial, telah berkembang dan juga untuk dikembangkan, tentu kami berharap kepada mahasiswa KKN bagaimana nanti bisa membantu dan berkolaborasi dalam rangka mempromosikan pariwisata kita di Kabupaten Solok,” ujar Eva Nasri.
Beberapa waktu lalu kami juga mengadakan Festival Lima Danau dan antusias dari masyarakat juga sangat tinggi dalam kepariwisataan di Kabupaten Solok. Kami berharap output dari pada mahasiswa KKN dapat memberikan imbas terhadap promosi, perkembangan dan kemajuan pariwisata kita di Kabupaten Solok.
Kemudian, Kabupaten Solok juga berpotensi untuk pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), tentu kami berharap dengan pendampingan dinas terkait bagaimana nantinya kita dapat melakukan pengembangan untuk UMKM Kabupaten Solok, dan juga termasuk ke dalam beberapa tema KKN ini.
Eva Nasri berharap kepada dinas-dinas, kecamatan, dan Wali Nagari di bawah koordinator DPMN dapat berkontribusi dengan membantu anak-anak kita yang melakukan KKN, bagaimana untuk melakukan pengembangan sesuai dengan tugas pokok kita masing-masing.
” Semoga apa yang dibawa oleh anak-anak kita yang melakukan KKN dapat memberikan manfaat dan hasil yang baik, disamping untuk tugas kuliahnya juga untuk masyarakat kita tentunya,” jelasnya.
Terakhir Ia menghimbau kepada para mahasiswa yang akan melakukan KKN untuk menjaga kondusifitas, menjaga ketentraman, keterlibatan di daerah kita masing-masing nanti.
” Kami berharap tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi nanti sewaktu pelaksanaan kegiatan KKN,” tutup Eva Nasri.(Karta)