Sikakap, Lintas Media News
Usaha penggemukan sapi milik Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, tetap survive di tengah keterbatasan Mentawai sebagai desa tertinggal di Indonesia. Itu semua tidak terlepas dari bantuan UPZ Baznas Semen Padang merupakan donatur tetap Pondok Pesantren tersebut.
Meski tidak begitu banyak jumlah sapi yang digemukan, tapi keuntungan dari usaha penggemukan sapi itu sangat membantu keuangan Pondok Pesantren Darul Ulum yang mayoritas dihuni oleh santri yang berasal dari dusun pedalaman di tiga kecamatan Mentawai, yaitu Pagai Utara, Pagai Selatan dan Sikakap.
Ketua Yayasan Darul Ulum Iswandi mengatakan, saat ini ada enam sapi yang digemukan. Sapi tersebut dibeli di Padang dan sapi ini digemukan untuk dijual pada Hari Raya Idul Adha tahun depan. "Meski jumlahnya sedikit, sapi yang kami gemukan ini setidaknya dapat memenuhi kebutuhan sapi kurban di Mentawai," kata Iswandi, Kamis (12/11/2020).
Iswandi juga menceritakan bagaimana Pondok Pesantren Darul Ulum bisa memiliki usaha penggemukan sapi. Kata dia, sebelum usaha ini dimulai, Pondok Pesantren Darul Ulum sempat kesulitan biaya operasional.
Pada tahun 2017, UPZ Baznas Semen Padang yang selama ini menjadi donatur tetap Pondok Pesantren Darul Ulum, datang ke Sikakap untuk menawarkan modal usaha penggemukan sapi.
Dengan senang hati, ia bersama pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum lainnya, langsung menerima tawaran tersebut. Kemudian, pihak UPZ Baznas Semen Padang memberikan bantuan modal sebesar Rp60 juta untuk pembuatan kandang sapi dan pembelian tujuh ekor sapi. "Untuk perawatan sapi, kami bekerjasama dengan guru pesantren," katanya.
Sejak 2017, lanjutnya, sudah dua kali pihaknya menjual sapi untuk kebutuhan sapi kurban di Kepulauan Mentawai. Pada penjualan pertama tahun 2018, Pondok Pesantren Darul Ulum untung sekitar Rp19 juta lebih. Kemudian untuk penjualan kedua tahun 2019, sekitar Rp21 juta.
Dari jumlah keuntungan yang didapat, 50 persen diserahkan kepada guru pesantren yang telah merawat dan memberi makan sapi. Sedangkan sisanya, untuk memenuhi kebutuhan pesantren. "Untuk tahun 2020 ini, kami baru saja membeli enam ekor sapi. Dan kami akui, pembelian ini agak terlambat, karena pandemi. Harusnya awal tahun," ujarnya.
UPZ Baznas Semen Padang, lanjutnya, bukan kali ini saja memberikan bantuan untuk Pondok Pesantren Darul Ulum, tapi sudah berulang kali. Bahkan, UPZ Baznas Semen Padang juga rutin memberikan bantuan sebesar Rp1,2 juta setiap bulan untuk biaya lauk pauk bagi santri, dan bantuan honor guru sebesar Rp3 juta.
"UPZ Baznas Semen Padang itu salah satu donatur tetap kami. 50 persen biaya kebutuhan pondok, berasal dari UPZ Baznas Semen Padang. Kemudian guru-guru pesantren kami ini, juga da'i binaan UPZ Baznas Semen Padang. Untuk itu, saya selaku Ketua Yayasan Darul Ulum, sangat berterimakasih kepada UPZ Baznas Semen Padang," bebernya.
Koordinator da'i binaan UPZ Baznas Semen Padang itu juga membeberkan sejarah pendirian Pondok Pesantren Darul Ulum. Kata dia, pendirian pondok ini berawal pada tahun 2012. Saat itu, Ia mengemukkan gagasan kepada teman-teman seperjuangannya di Desa Sikakap untuk mendirikan pondok pesantren.
Gagasan itu digulirkannya, karena memang banyak masalah pendidikan yang terjadi di Mentawai, khususnya di Kecamatan Sikakap, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Beberapa masalah yang sangat mendasar adalah kondisi pendidikan di tempat tinggal kaum muslim di pedalaman Mentawai yang ada di tiga kecamatan tersebut.
"Di daerah pedalaman tidak ada sekolah setingkat SMP, apalagi SMA. Yang ada hanya SD. Untuk SMP dan SMA, adanya di pusat-pusat kecamatan. Daerah pedalaman sangat jauh dari pusat kecamatan, sehingga mengakibatkan anak-anak muslim yang ingin melanjutkan sekolah harus mencari tempat tinggal sendiri di pusat kecamatan," bebernya.
Namun, karena keadaan ekonomi orangtua yang di bawah rata-rata, lanjutnya, mengakibatkan anak-anak muslim di pedalaman atau di desa-desa yang jauh dari pusat kecamatan, tidak sanggup untuk menyewa rumah kos, sehingga mereka tinggal di rumah-rumah kosong tidak layak huni yang ada di pusat kecamatan, terutama di Sikakap.
"Keadaan yang sangat memilukan inilah, saya bersama teman-teman pada tahun 2013, kemudian menyewa rumah berukuran 6×7 meter di pinggiran Desa Sikakap. Di rumah itulah kami mengumpulkan mereka dalam sebuah Pondok Pesantren yang kami beri nama Pondok Pesantren Darul Ulum, yang artinya, rumah ilmu atau pusat ilmu," tuturnya.
Dengan pemberian nama tersebut, Ia pun berharap Pondok Pesantren Darul Ulum kelak mejadi pusat ilmu pengetahuan di seluruh Sikakap, khususnya dan Mentawai umumnya. "Untuk memulai aktivitas di tahun pertama pondok didirikan, saya bersama rekan-rekan juga membentuk sebuah yayasan resmi untuk wadah bagi pesantren, yaitu Yayasan Darul Ulum," ujarnya.
Setelah yayasan didirikan, Ia pun mengunjungi kampung-kampung muslim di pedalaman Sikakap untuk meminta izin kepada orangtua yang anaknya bersekolah di Pusat Kecamatan Sikakap, agar orangtuanya bersedia menempatkan anaknya tinggal di Pesantren. Mayoritas semua orangtua mereka, setuju anaknya tinggal di pesantren.
Pada akhir 2013, Pesantren Darul Ulum mendapatkan perhatian dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia melalui seorang da’i nya yang bertugas di kampung muslim Tubeket. Melihat keadaan Pesantren yang memprihatinkan itu, Dewan Da’wah berusaha mencarikan donator untuk Pesantren Darul Ulum, sehingga pada tahun 2014 ada seorang donatur yang bersedia untuk mewaqafkan hartanya untuk perkembangan Pesantren.
Kemudian, dibelilah tanah seluas 450 meter persegi. Tanah yang masih semak belukar itu dibersihkan secara bergotong-royong oleh warga dan seluruh wali santri yang dari pedalaman Sikakap. Setelah bersih dari semakbelukar, gotong-royong dilanjutkan dengan meratakan tanah yang masih miring.
Setelah diratakan, dibangunlah sebuah gedung berukuran 7x18 meter untuk asrama. Akhir tahun 2014, bangunan asrama tersebut sudah selesai dan siap untuk ditempati. Kemudian, Dewan Da’wah kembali mencarikan donatur untuk operasional dan konsumsi harian pesantren, serta mengirimkan da’i nya ke Sikakap untuk membantu pembinaan santri.
Berdirinya Pondok Pesantren Darul Ulum berpengaruh besar terhadap perkembangan keagamaan masyarakat Desa Sikakap dan sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya hubungan erat antara Pondok Pesantren dengan masyarakat, Pemerintah daerah, Departemen Sosial, Departemen Agama.
Secara kelembagaan, Pondok Pesantren Darul Ulum berada di bawah yayasan Darul Ulum. Untuk menunjang kelangsungan pesantren, Iswandi Juga mendaftarkan yayasan Darul Ulum sebagai panti asuhan yang dikelola bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten dan Propinsi.
Dengan adanya Panti Asuhan ini, pondok pesantren mendapatkan bantuan subsidi, biaya bulanan, bantuan uang saku, buku dan sebagainya. Sedangkan untuk sarana dan prasarana pesantren, juga ikut berkembang seiring tahun berganti.
"Saat ini, Pondok Pesantren Darul Ulum memiliki dua level pendidikan, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SMP dan Madrasah Aliyah (setingkat SMA). Di samping itu, juga ada Tahfidzul-Qur’an yang mendidik santri agar mempunyai keunggulan dalam aspek Al-Qur’an," kata Iswandi.
Terkait dengan bantuan modal usaha penggemukan sapi untuk Pondok Pesantren Darul Ulum Mentawai, Kepala Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan tersebut, karena program Pondok Pesantren Darul Ulum sejalan dengan program dakwah-advokasi UPZ Baznas Semen Padang.
"Kami di Mentawai juga menyebar sebanyak 51 da'i binaan kami. Dan para da'i tersebut juga berkalaborasi dengan Pondok Pesantren Darul Ulum untuk menysiarkan Islam di 'Tanah Sikerei' itu. Mudah-mudahan, Pondok Pesantren Darul Ulum Mentawai tetal survive di tengah keterbatasan finansial," kata Arif. (*/b/hms)
Pdg. Panjang, Lintas Media News
Jika tidak ada, aral melintang,Walikota Padang Panjang Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano, pada hari Jum’at, (13/11), akan menerima anugerah penghargaan dari Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto, tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan tahun 2020.
![]() |
| Wako Padang Panjang H. Fadly Amran |
“Sedianya, penghargaan tersebut, akan diserahkan Menteri Kesehatan, Terawan kepada Walikota Fadly, secara virtual di ruang VIP Balaikota Silaing Bawah Kota Padang Panjang. Hal tersebut, dikatalan Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang Nuryanuwar, menjawab LintasMedia diruang kerjanja, Kamis, (12/11).
Lebih jauh, Nuryanuwar mengatakan, dari serangkaian penilaian yang dilakukan Kementerian Kesehatan, Kota Padang Panjang diberi penghargaan antara lain :
Satu, penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan sebagai Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).
Dua, penghargaan Sanitarian/petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Terbaik Kabupaten/Kota SBS/ODF kepada Susilawati, SKM dari Puskesmas Gunung Padang Panjang, dalam upaya merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM tahun 2020.
Tiga, penghargaan Lurah terbaik, kepada Emrianis, SE, dari Kelurahan Ekor Lubuk, dalam upaya merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM tahun 2020.
Empat, Penghargaan Natural Leader terbaik kepada Eliza, S.pd dari Kelurahan Koto Panjang, dalam upaya merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM 2020
“Hal ini bertujuan menumbuhkan rasa kesadaran dan memobilisasi masyarakat, untuk terlibat dalam penyediaan layanan sanitasi berkelanjutan berbasis masyarakat. Sehingga lingkungan pemukiman, bebas dari pencemaran tinja manusia,” jelas Nuryanuwar. (maison pisano)
Padang, Lintas Media News
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Semen Padang Hospital (SPH) dr. Primadella Fegita, Sp. OG mengungkapkan bahwa ibu hamil (Bumil) lebih rentan untuk terkena COVID-19.
"Seorang wanita ketika tengah hamil, mereka akan lebih rentan terkena COVID-19. Mereka rentan terkena virus karna imunitasnya yang menurun selama hamil. Inilah yang mengakibatkan imunitas menjadi lemah," ujar Dokter yang akrab disapa Della ini.
Selain itu, sistem imun dan kardiovaskular ibu hamil berpotensi memperberat bila terserang virus. Sehingga, kekuatan imunitas tubuh harus benar-benar diperhatikan oleh wanita yang tengah mengandung. Lemahnya sistem imun pada tubuh pada bumil tersebut, lanjutnya, disebabkan oleh beberapa hal seperti perubahan pada sistem tubuh, pertumbuhan embrio dalam rahim hingga kekuatan tubuh yang harus menghidupi satu nyawa dalam tubuh ibu, yakni bayi.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar ibu hamil untuk memperhatikan asupan makanannya agar tidak rentan terkena penyakit. Namun Della menjelaskan bahwa Ibu hamil tak perlu terlalu takut dengan COVID-19 asal memperhatikan beberapa hal agar tidak terkena penularan virus tersebut.
"Ibu hamil tidak boleh memiliki kecemasan yang berlebihan. Untuk menjaga diri agar tidak terkena COVID-19 yaitu dapat keluar rumah sesuai kebutuhan saja, seperti kontrol kehamilan. Yaitu minimal kunjungan sebanyak 4 kali selama kehamilan, 1 kali pada Trimester (TM) pertama, 1 kali TM kedua dan 2 kali pada TM ketiga," katanya.
Di sisi lain, ia menjelaskan COVID-19 tidak mempengaruhi peluang kehamilan dari seorang perempuan. Hal itu menurutnya, karena COVID-19 tidak menyerang uterus ataupun ovarium seseorang, sehingga perempuan yang telah sembuh dari COVID-19 tidak perlu merasa cemas dengan untuk memiliki momongan.
Selama masa pandemi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ibu hamil dalam menjaga kehamilan seperti
Melakukan kontrol minimal 4 kali, tetapi boleh lebih bila ada masalah di kandungannya. Tiap TM, bumil sedapat mungkin dapat melakukan pemeriksaan USG untuk melihat perkembangan kehamilannya, sementara khusus TM terakhir diusahakan lebih dari 1 kali untuk dilakukan pemeriksaan.
Namun ia mengingatkan saat keluar rumah untuk kontrol, bumil tetap harus jaga jarak dengan orang lain, menggunakan masker dan cuci tangan setiap memegang sesuatu. Selain itu, disarankan untuk mandi setelah pulang dari berpergian agar tidak terkena penularan COVID-19 dari luar rumah.
Primadella memberikan beberapa tips untuk bumil yang tengah mengandung anaknya. Ia berpesan agar bumil jangan lupa selalu berdoa dan beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Selain itu, ia mengingatkan agar bumil tidak panik dan stres berlebihan, terutama karena pandemi ini.
"Kemudian, bumil diharapakan tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Selanjutnya Makan makanan yang bergizi, tinggi protein dan konsumsi makanan kaya serat dan vitamin.
Dan jangan lupa jaga jarak dan pakai masker, usahakan keluar rumah bila ada urusan sangat penting atau untuk kontrol kehamilan saja," ujar dokter Della.
Untuk bumil yang ingin melakukan kontrol atau diskusi terkait masalah kehamilan pada dr. Primadella Fegita, Sp. OG, silahkan datang ke SPH untuk membuat jadwal.. Jadwal prakter dokter Della yakni pada Hari Senin dan Kamis dengan jam kerja yakni pukul 09.00 - 11.00 WIB. Atau lakukan pendaftaran online pada website SPH. (*/b/hms)
Pdg. Panjang, Lintas Media News
Satu bulan, jelang pemilihan kepala daerah Sumatera Barat, calon Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi yang berpasangan dengan pengusaha muda Audy Joinaldi, semakin rajin turun kelapangan menyambangi masyarakat. Siang hingga malam, buya Mahyeldi mengunjungi beberapa tokoh berpengaruh dibumi Serambi Mekah ini.
Usai, bersilaturahmi dengan Ketua DPD PKS Nasrulah Nukman, para kader, simpatisan dilanjutkan makan siang bersama di Kantor DPD PKS Silang Bawah Padang Panjang. Ditemani, Buya Nasrulah, calon Gubernur Dumatera Barat, yang juga Walikota Padang Non aktif, menghadiri pesta perkawinan salah seorang kerabatnya di Hotel Aulia.
Usai menghadiri pesta pernikahan, Buya Mahyeldi bersama rombongan menyambangi kediaman Owner Sate Mak Syukur. Road Show, Buya Mahyeldi di Kota Padang Panjang, malamnya Mahyeldi bersama rombongan melakukan Shalad Magrib berjamaah di Masjid Asazi Kelurahan Sigando, Padang Panjang Timur.
Ketua DPD PPP PKS, Nasrulah Nukman pada LintasmediaNews, mengatakan kegiatan Buya Mahyeldi di Padang Panjang berlangsung selama sehari penuh kota Padang Panjang. Waktu yang tersisa, kita mamfaatkan semaksimal mungkin dalam mensosialisasikan sosok buya ketengah tengah masyarakat. Artinya, sebagai kader kita tidak mau terlena, didetik detik terakhir ini para kader bekerja lebih giat lagi, ujar Nasrulah.
Sebagai Ketua DPD PKS Kota Padang Panjang, ini adalah sebuah kepercayaan yang luar biasa diberi kepercayaan menjadi ketua tim pemenangan kandidat. Saya, berharap kepada seluruh kader dan relawan pemenangan Mahyeldi-Audy hendaknya bekerja keras secara bersama-sama, saling bahu-membahu, saling melengkapi untuk kemenangan.
Lebih jauh Nasrulah Nukman mengatakan, memilih dan mendukung pasangan Mahyeldi-Audy bukan hanya sebatas suka saja. Namun tentu masyarakat khususnya tim relawan pemenangan mempunyai alasan tertentu dimana masing-masing tokoh yakni Buya Mahyeldi dan sosok muda Audy Joynaldi mempunya kelebihan.
“Umum masyarakat tau bagaimana sosok seorang Buya Mahyeldi, selain sederhana, Buya Mahyeldi juga seorang Umara atau birokrat sudah malang melintang sebagai wakil ketua DPRD Sumbar, 2 kali menjadi Walikota Padang. Sementara sosok Audy adalah seorang enterpreneur sejati sebagai pengusaha yang selama ini berkiprah di Indonesia timur.
Sejatinya, jika kedua tokoh ini bergabung dengan niat yang sama untuk membangun Sumatera Barat yang madani maka kita sangat meyakini sektor pertanian dan sub sektor perikanan dan peternakan yang mana sebagian besar masyarakat bergantung pada bidang atau sektor tersebut dapat berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ujar Nasrulah.
Paul Hendri, seorang tokoh muda Kota Padang Panjang, sekaligus Seorang jurnalis, tentu mempunyai pertimbangan dan alasan kenapa beliau memilih untuk mendukung pasangan Mahyeldi-Audy. Sudah tentu sebagai seorang tokoh tidak mungkin sembarangan untuk mendukung calon pemimpin ke depan.
“Pertama, kita lihat dulu apa visi dan misi Mahyeldi-Audy, yang kedua pengalaman beliau berdua dan yang ketiga kita sinergikan dengan kepentingan masyarakat Padang Panjang khususnya masyarakat Sumatera Barat pada umumnya. Kolaborasi background kedua tokoh adalah pertanian dan peternakan, maka dari itu saya yakin beliau berdua dapat memimpin Sumatera Barat yang Madani di periode mendatang,” pungkas Paul Hendri
Sementara, Buya Mahyeldi mengatakan, melihat antusias masyarakat setiap turun kelapangan kita yakin, usaha dan kerja keras para kader dan simpatisan, kita yakin perjuangan ini akan membuahkan hasil yang kita harapkan. Memang, makin keujung perjuangan ini makin terasa berat. Namun, kerja keras para kader yang tidak menggenal lelah, membuat keyakinan untuk meraih sebuah keberhasilan makin melecut semangat ini," pungkas Buya. (maison pisano)
Pdg. Panjang, Lintas Media News
Dalam rangka sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Tahun 2020, KPU Kota Padang Panjang sambangi sekolah lanjutan atas, dengan mengadakan sosialisasi yang bertajuk “KPU Goes to School”. Selasa (10/11/2020) pagi.
Dihari Pahlawan ini, sekolah yang beruntung, yakni SMA Muhammadiyah Padang Panjang yang berlokasi dii Komplek Kauman Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang
Sosialisasi, diikuti oleh 20 orang tenaga pendidik SMA Muhammadiyah Padang Panjang yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Tata Usaha dan Majelis Guru dan puluhan siswa pemula.
Bertindak sebagai narasumber, mantan Komisioner KPU Kota Padang Panjang, Nila Indriyani, Ketua KPU Kota Padang Panjang, Okta Novisyah. Goes to School KPU, kali ini dengan didampingi oleh wakil kepala sekolah SMA Muhammadiyah sekaligus bertindak sebagai moderator.
Sosialisasi, diawali dengan pemaparan materi oleh Nila Indriyani yang menyatakan Pemilu dan Pilkada merupakan indikator negara demokrasi. Jadi, setiap negara yang menganut asas demokrasi wajib untuk memilih pemimpin melalui Pemilu dan Pilkada. Melalui pemilihan tersebut kita memiliki kesempatan untuk memilih sendiri pemimpin terbaik tanpa adanya paksaan dari pihak manapun ujarnya.
Sementara, Ketua KPU Okta Novisyah menambahkan, Pilkada tahun ini berbeda dengan Pilkada sebelum-sebelumnya mengingat pelaksanaan Pilkada ditengah Pandemi Covid-19. Guna menghilangkan kekhawatiran masyarakat untuk datang ke TPS, maka KPU memberikan jaminan bahwa pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember mendatang berlandaskan kepada TPS sehat.
Dalam hal ini, Okta Novisyah menuturkan bahwa TPS sehat berarti TPS yang mematuhi standar protokol kesehatan dengan ketat, baik bagi pemilih maupun bagi penyelenggara,sehingga masyarakat pemil8h terhindar dari pandemi. Tidak hanya pemilih, penyelenggara pilkada juga harus dilindungi dari virus mematikan itu, pungkasnya.
Lebih jauh, Ketua KPU menambahkan, bagi para siswa/i asrama yang bukan merupakan warga Padang Panjang, tapi masih merupakan warga Sumatera Barat dan ingin ikut memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Tahun 2020 di Kota Padang Panjang dapat melapor ke PPS terdekat agar dapat pindah memilih di Kota Padang Panjang. Dengan ini maka dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih pemula di Kota Padang Panjang.
Di penghujung sosialisasi, Okta Novisyah mengajak tenaga pendidik SMA Muhammadiyah untuk dapat ikut menyosialisasikan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar tahun 2020 kepada siswa/i Muhammadiyah agar para siswa/i tersebut yang merupakan pemilih pemula dibekali dengan pemahaman Pilkada yang mumpuni. (maison pisano)
![]() |
| Area perusahaan yang ramah lingkungan. PT Semen Padang dalam.operasionalnya senantiasa berkomitmen untuk beroperasi ramah lingkungan |
Padang, Lintas Media News
Sebagai industri semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, PT Semen Padang konsisten untuk menjadikan konsep triple bottom line (Profit, Planet, People) sebagai landasan dalam mengoperasionalkan perusahan agar ramah lingkungan.
“Operasional pabrik yang ramah lingkungan senantiasa menjadi komitmen kami di PT Semen Padang,” Kepala Unit Health Safety Environment (HSE) PT Semen Padang Mustaqim Nasyra di Padang, Selasa (10/11/2020).
Ia mengatakan, sebagai wujud dari konsep triple bottom line, khususnya pada pilar planet atau lingkungan, PT Semen Padang pun telah memasang peralatan pengukur polusi udara untuk mengantisipasi pencemaran udara dari aktivitas pabrik.
Untuk Pabrik Indarung VI, alat yang dipasang adalah bag house filter. Sedangkan untuk di Pabrik Indarung II, III, IV dan V, dipasang electrostatic precipitator (ESP).
"Bag house filter dan ESP itu merupakan alat untuk mengendalikan pencemaran udara yang keluar dari pabrik. Jadi, melalui alat itu lah kami dapat mengendalikan polusi udara dari aktivitas pabrik di PT Semen Padang," kata Mustaqim.
Selain melalui alat bag house filter dan ESP, lanjutnya, PT Semen Padang dalam mengendalikan polusi udara juga mengandeng Sucofindo untuk mengukur kualitas udara secara berkala satu kali sebulan, dan juga dengan Unilab untuk mengukur kualitas lingkungan di areal perusahaan.
Selain melibatkan Sucofindo dan Unilab untuk pengukuran kualitas udara dan lingkungan, PT Semen Padang juga bekerjasama dengan Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) untuk pengukuran kualitas air yang berasal dari operasional pabrik atau dari areal perusahaan PT Semen Padang.
Dikatakan Mustaqim, banyak hal yang telah dilakukan PT Semen Padang dalam mewujudkan pabrik yang ramah lingkungan. Selain pemasangan alat penangkap debu dan mengandeng Sucofindo dan Unilab, PT Semen Padang juga konsisten melakukan program penghijauan. Tak hanya di kawasan perusahaan, tapi juga di luar perusahaan.
Seperti di area Green Belt misalnya. Hingga Agustus 2020, PT Semen Padang telah melakukan penanaman 600 batang bambu yang bertujuan untuk mengantisipasi sebaran debu dan bunyi ke pemukiman masyarakat di di dekat perusahaan, seperti Perumnas HO Indarung.
Kemudian masih di tahun 2019, PT Semen Padang juga mereklamasi areal bekas tambang batu kapur seluas 45 hektare dengan menanam 77.000 bibit batang pohon berbagai jenis dengan bekerja sama dengan Korem 032/Wirabraja dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.
"Penanaman puluhan ribu bibit pohon produktif itu menggunakan pupuk Bios 44 buatan Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo yang ketika itu menjabat sebagai Danrem 032/Wirabraja," pungkas Mustaqim. (*/b/hms)
Pdg. Panjang, Lintas Media News
Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol PP Damkar) menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Padang Panjang pada Senin, (09/11). Sidang tentang pelanggaran Perda No.9 Pasal 10 Tahun 2010 tentang Minuman Keras (Miras) ini, dijatuhkan kepada salah satu warga yang terjaring razia gabungan beberapa waktu lalu.
Sesuai Perda No.9 Pasal 10 Ayat 1 yang berbunyi "setiap orang atau badan dilarang membawa, mendistribusikan, menyimpan, menjual, mengkonsumsi miras" tersebut, petugas menemukan 2 jerigen dan 1 ember cat miras berjenis tuak di kediaman pelaku dan langsung diamankan.
Kasat Pol-PP Damkar melalui Kasi Penegakan Perda Idris, SH yang juga sebagai penggugat dalam sidang ini menjelaskan bahwa, pelaksanaan sidang Tipiring ini merupakan upaya untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar perda.
Sidang yang dipimpin Hakim Gustia Wulandari, SH dan Panitera Witridayanti ini menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp.500.000 bagi pelaku.
Sedangkan, Kabid Penegakan Perda dan Trantibum, Herick Eka Putra,S.STP saat ditemui diruang LintasMediaNewsp kerjanya, Selasa, 10/11/2020. menambahkan, sidang Tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan seseorang.
"Melainkan untuk penegakan Perda dan mensosialisasikan Perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya", ujarnya. (maison pisano)