Padang,Lintas Media News
Mensosialisasikan empat pilar kebangsaan di Basko Hotel Padang Sumatera Barat (Sumbar),Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni ajak kaum perempuan Sumbar untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa diera teknologi digital saat ini.
Lisda menekankan,keempat pilar kebangsaan ini harus ada dalam kehidupan sehari-hari,baik itu dalam bekerja maupun dalam rumahtangga.Sebagai mahasiswa dan pelajar,empat pilar kebangsaan ini harus betul-betul dipahami bukan hanya dihafal dan dibaca saja,dan empat pilar kebangsaan ini bukan juga hanya ada dalam dunia politik.
Dijelaskan Lisda,empat pilar kebangsaan tersebut adalah,Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang mana,keempat pilar tersebut berperan sebagai filter kebangsaan sebagai pegangan nilai yang kokoh agar tidak kehilangan arah di ruang digital.
Menurut Lisda, Empat Pilar Kebangsaan tersebut bukan hanya sekadar slogan masa lalu, sebaliknya, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi krusial bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi gempuran perubahan zaman.
Untuk itu,Lisda berharap,generasi muda, sebagai pengguna media sosial terbesar, untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi saja tapi,harus dipahami.
Generasi muda harus mampu menjadi produsen konten positif, dan pelopor literasi digital yang berbasis pada nilai-nilai kebangsaan.
Pada kesempatan itu,Lisda memberikan catatan khusus tentang peran keluarga.Dimana, ibu merupakan garda terdepan dalam membimbing aktivitas digital anak.
"Pendidikan karakter melalui keteladanan jauh lebih kuat daripada sekadar ceramah. Nilai kejujuran dan toleransi harus dimulai dari rumah. Keluarga adalah sekolah kebangsaan pertama kita," jelasnya.
Tak hanya keluarga, Lisda juga mengajak tokoh masyarakat dan organisasi sosial untuk tetap menjaga sinergi dan memberikan teladan yang mengedepankan persatuan di atas kepentingan politik sesaat.
Menurut Lisda,empat Pilar ini adalah jawaban mutlak untuk masa depan Indonesia yang lebih tangguh dan juga merupakan jawaban untuk menghadapi masa depan. Prinsip “berbeda tetapi bersatu, kritis tetapi beretika, serta bebas tetapi bertanggung jawab” harus menjadi napas dalam menyampaikan pendapat, khususnya di ruang digital.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai organisasi profesi dan sosial, termasuk Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumbar, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumbar, Media Online Indonesia (MOI) Sumbar, serta para aktivis perempuan dan insan pers Sumbar yang berada di Kota Padang.(St)