Kota Padang merayakan tonggak sejarah penting pada 30 Desember 2025. Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang resmi menginjak usia 51 tahun sebuah angka yang melambangkan kematangan institusi dalam menjalankan misi vitalnya. Mengangkat tema besar "Mengalirkan Harapan, Membangun Masa Depan", peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan refleksi atas ketangguhan perusahaan dalam menghadapi ujian alam dan tuntutan modernisasi.
Perayaan HUT ke-51 digelar secara khidmat namun penuh makna melalui rangkaian aksi sosial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari aksi donor darah, pemberian bantuan modal bagi pelaku UMKM, hingga apresiasi khusus kepada pelanggan setia. Kehadiran Walikota Padang, Fadly Amran, sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM), mempertegas bahwa eksistensi Perumda AM Padang adalah pilar strategis bagi kesejahteraan warga.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menekankan bahwa akses terhadap air bersih adalah hak dasar yang setara dengan kebutuhan pangan. Ia memberikan instruksi tegas agar Perumda AM tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan air kota, terutama saat menghadapi dinamika pembangunan yang kian pesat.
Salah satu poin krusial yang mewarnai perjalanan ke-51 tahun ini adalah kemampuan perusahaan bangkit dari bencana banjir bandang yang sempat melumpuhkan sebagian infrastruktur air beberapa waktu lalu. Kerusakan pada jalur distribusi dan instalasi pengolahan air menjadi tantangan berat bagi manajemen.
Namun, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hendra Pebrizal, Perumda AM Padang menunjukkan performa yang luar biasa. Walikota memuji respons cepat tim di lapangan yang berhasil mengembalikan 98% layanan air bersih dalam waktu singkat. Soliditas kepemimpinan Hendra Pebrizal dianggap menjadi kunci utama dalam menavigasi krisis tersebut sehingga keresahan masyarakat akibat ketiadaan air dapat segera teratasi.
Hendra Pebrizal menjelaskan bahwa tantangan teknis seperti tingkat kekeruhan air yang tinggi serta perbaikan intake darurat terus dikerjakan secara maraton. Ia optimis bahwa pemulihan total 100% akan tercapai dalam satu bulan ke depan.
Menyongsong masa depan, Perumda AM Padang tidak ingin sekadar "jalan di tempat". Rencana besar transformasi kelembagaan dari Perumda menjadi Perseroda kini tengah dimatangkan. Langkah strategis ini diambil agar perusahaan memiliki fleksibilitas lebih dalam menggaet investasi, meningkatkan profesionalisme, dan memperluas kepemilikan modal demi pengembangan layanan yang lebih modern.
Visi besar ini didukung penuh oleh pemerintah pusat yang telah mengalokasikan dana bantuan sekitar Rp500 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang dijadwalkan mulai tender pada Januari 2026. Dukungan ini diharapkan mampu membuat Perumda AM Padang menjadi role model bagi PDAM lain di tingkat nasional dalam hal manajemen risiko bencana dan efisiensi pelayanan.
Keberlanjutan pelayanan juga diperkuat oleh kemitraan dengan sektor perbankan. Dukungan nyata terlihat dari Bank Mega yang memberikan hadiah umrah bagi pelanggan, serta Bank Nagari yang mendonasikan 10 unit menara dan tangki air untuk wilayah terdampak bencana. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem pelayanan air di Padang melibatkan banyak pihak yang saling menguatkan.
Memasuki dekade keenamnya, Perumda AM Kota Padang kini berdiri lebih tegak. Dengan kepemimpinan yang teruji, dukungan teknologi, dan komitmen pelayanan yang tulus, perusahaan ini siap terus mengalirkan harapan bagi setiap warga Kota Padang, hari ini dan di masa depan. **
#pdamkotapadang,#perumdaairminumkotapadang


