Padang,Lintas Media News
Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan pandangannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan Tahun 2024,pada rapat paripurna dewan,Kamis (1/8/2024) di ruangan sidang utama DPRD Sumbar.
Sehubungan dengan hal itu,Sekretaris sekaligus juru bicara fraksi Demokrat Aida mengapresiasi rencana kenaikan Pendapatan Asli Daerah ( PAD),Untuk itu,pemerintahan harus berupaya menggali sumber pendapatan secara luas tanpa membebani perekonomian masyarakat.
Menurut fraksi Demokrat, Pemerintahan Provinsi harus dapat membuka, membangun, memfasilitasi, dan mengembangkan usaha Masyarakat secara maksimal, apabila pendapatan Masyarakat meningkat, maka pendapatan daerah juga akan meningkat melalui pajak dan retribusi daerah.
Perubahan yang terjadi pada PAD yang disebabkan oleh penyesuaian dangan perkembangan perekonomian dan ketentuan perundang- undangan serta perubahan pada pendapatan transfer. Fraksi Demokrat berharap Lembaga yang terkait teruslah menggali sumber-sumber pendapatan baru yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara fraksi Gerindra melalui jurubicaranya Mario Sahjohan minta penjelasan Gubernur terhadap defisit sebesar Rp 160,447 Miliar.Yang Secara umum, proyeksi Pendapatan Daerah dalam APBD Perubahan tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 4,42 persen dari APBD awal sebesar RP 6,586 Triliun menjadi Rp 6,877 Triliun.
Bagi Fraksi Gerindra, angka ini MASIH KALAH JAUH dan belum sesuai target yang telah dituangkan dalam RPJMD, dimana angkanya pada tahun 2024 dituliskan diatas Rp 7 Triliun rupiah. "Kami melihat banyak hal yang belum sesuai dengan terget-target penerimaan daerah. Mohon penjelasan Saudara Gubernur.Kata Mario.
Pada umumnya fraksi-fraksi DPRD Sumbar menyorot belum sesuinya target-target penerimaan daerah.
Rapat paripurna tersebut di pimpin oleh wakil ketua DPRD Sumbar Irsyad Safar didampingi wakil ketua Suwirpen Suib di hadiri wakil Gubernur Sumbar Audy Joenaldy.
Irsyad Safar menyampaikan.Dari Ranperda Perubahan APBD Tahun 2024 yang disampaikan tersebut, secara umum telah sesuai dengan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2024 yang disepakati oleh DPRD dan Gubernur Sumatera Barat, dimana proyeksi pendapatan sebesar Rp. 6.877.451.649.287,- dan belanja daerah sebesar Rp. 7.037.899.193.712,-..
"Namun, perlu kita cermati bersama, bahwa proyeksi pendapatan dan alokasi belanja yang diusulkan dalam Ranperda Perubahan APBD Tahun 2024 masih bersifat tentatif dan perlu di dalami kembali dalam pembahasan nanti",ujar Irsyad.
Dijelaskan Irsyad,sesuai dengan tahapan pembahasan Ranperda dan APBD, terhadap Ranperda Perubahan APBD Tahun 2024 yang disampaikan oleh Gubenur, maka Fraksi-Fraksi akan memberikan Pandangan Umum Fraksinya yang berisikan pandangan, tanggapan, masukan dan saran terhadap Perubahan APBD Tahun 2024 tersebut.
"Kami berharap, jawaban atau tanggapan Gubernur terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi tersebut, dapat menjelaskan dan menjawab secara utuh",harap Irsyad.(St)