Guguak, LINTAS MEDIA NEWS.COM.
Meski sudah satu dasawarsa tentu kita merasa bangga dan bersyukur bahwa masyarakat  VII Koto Talago  ada yang mewakili suara rakyat dari partai Nasdem sehingga  mendulang  suara 1465 siapa itu gerangan? Nah  beliau adalah Profesor Herman Mawardi , ia  berasal dari Jorong Padang Jopang Kenagarian VII Koto Talago Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota.
Demikian  disampaikan H.Damiris yang juga mantan anggota DPRD Limapuluh Kota dua periode ketika diera orba ,juga rang  sumando di Jorong Talago Senin (  04/04-24) di sebuah rumah penduduk yang biasa digunakan rutin untuk pengajian setiap Senin.malam. 
Dikesempatan tersebut Prof.Herman Mawardi malam itu sengaja datang bersilaturahmi ke rumah tempat pengajian tersebut ,dalam sambutannya ia menyatakan dihadapan puluhan jamaah pengajian  yang hadir  , Herman menyatakan ucapan  terimakasih atas dukungan suara nya dari masyarakat khususnya Jorong Talago sehingga ia mendapatkan raih suara unggul dari tiga Kecamatan di wilayah Dapil Kabupaten limapuluh Kota, pungkasnya.
Selanjutnya Prof Herman ia datang juga dalam rangka merajut silaturahmi serta maaf lahir bathin karena kita akan memasuki bulan suci Ramadhan .Selain itu dengan diberi nya amanah oleh.masyarakat sehingga saya jadi Bapak Rakyat ataupun wakil rakyat ,maka justeru itu beban saya sudah barang tentu   tujuannya adalah mencari ridho Allah dan juga menampung  aspirasi masyarakat ataupun keluhan yang datang. Selanjutnya  jika  sudah dilantik resmi Insyallah jadi anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota ,maka utamanya program yang kita upaya kan sebagai prioritas adalah  menunjang kesejahteraan masyarakat yang fokus kepada kelompok tani serta merta UMKM nya

Selain itu juga menurut Herman yang juga.mantan anggota DPRD Provinsi Sumbar ,katanya  kita juga akan upayakan untuk  pembenahan infrastruktur yakni sarana jalan sepertihalnya pembatasan wilayah dua Kecamatan antara Guguak dengan Kecamatan Bukit Barisan Karena juga saya dengar selama ini tidak tentu dimana letak.batas antara dua kecamatan tersebut.Oleh karena itu nantinya harus tau dimana titik damarkasinya ungkap alumni ITB Bandung.(*)
 
Top