Pessel,Lintas Media News
Bencana Banjir yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera Barat pada 8 Maret 2024 lalu meninggalkan luka yang mendalam. Kerugian harta benda diperkirakan ratusan milyar. Bahkan nyawa pun banyak yang melayang.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan tepatnya di Kenagarian Barung Barung Belantai dan Duku. Puluhan nyawa pengendara dan penumpang mobil serta masyarakat setempat melayang akibat bencana tersebut. 

Saat kejadian, arus lalu lintas Padang Painan terputus total sebab beberapa lokasi jalan tertimbun longsor dan tergenang air. Bahkan untuk berjalan kaki pun sulit.

Akibatnya bantuan sulit masuk kelokasi dan terlambat sampai kelokasi bencana. Kendati demikian beberapa instansi pemerintah dan swasta terus berupaya menyalurkan bantuan ke lokasi bencana.

Jejak Media Group (JMG), LPRI Sumbar dan LP-KPK Sumbar juga ikut ambil bagian dalam menyalurkan bantuan ke lokasi bencana. Minggu sore (10/3) tim gabungan dari JMG, LPRI dan LP-KPK Sumbar bergerak menuju lokasi bencana tepatnya di Kampung Tanjung Nagari Duku Pessel. 

Menggunakan tiga armada kendaraan, tim tersebut mengangkut berbagai macam kebutuhan pokok. Disepanjang jalan, tim juga membagikan bantuan kepada masyarakat yang ditemui.

Perjalanan ke kampung Tanjung tersebut ditempuh selama 4 jam karena masih banyaknya material longsor dijalan. Serta banyaknya kendaraan yg terjebak macet.

Saat sampai di Kampung Tanjung, kondisi hujan dan penerangan yang kurang memadai membuat tim sedikit kewalahan menuju lokasi bencana. Berkat bantuan masyarakat, akhirnya tim sampai juga ke kampung Tanjung. Puluhan masyarakat menyambut kedatangan tim JMG, LPRI dan LP-KPK Sumbar.

Momon salah seorang perwakilan masyarakat Kampung Tanjung mengucapkan terima kasih kepada JMG, LPRI dan LP-KPK Sumbar yang telah membantu warga Kampung Tanjung. Dia mengakui bahwa bantuan yg diterima tersebut merupakan yang pertama sampai di kampungnya. 

" Terima kasih kami ucapkan pada JMG, LPRI dan LP-KPK Sumbar yang telah mengantarkan langsung bantuan kepada warga Kampung Tanjung. Kami baru pertama kali mendapatkan bantuan. Mungkin karena lokasi kami yang jauh makanya kami luput dari bantuan", ujarnya.

Sementara itu, Ismail Novendra, SH selaku ketua tim yang datang ke lokasi bencana mengungkapkan kesedihannya. Sepanjang jalan dari Barung Barung Belantai hingga ke Kampung Tanjung banyak ditemui rumah masyarakat yang hancur. Selain itu, juga terlihat puing-puing kendaraan yang masih berada didalam dan dipinggir sungai. Terlihat juga, masyarakat yang masih banyak belum tersentuh bantuan.

Dia berharap pemerintah dan pihak swasta untuk segera terjun kelokasi bencana menyerahkan bantuan. Sebab masyarakat sangat membutuhkannya. 

Terakhir, Ismail juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan tersebut. Semoga apa yg diberikan mendapat pahala dan berkah dari Allah SWT. (Rel)
 
Top