August 2021

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukittinggi Dewan Pers Dharmasraya DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai FJPI Sumbar HPN 2022 Jakarta Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Kayu Agung Kepulauan Meranti Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk Linggau Mentawai Meranti Merbau Miranti Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Painan Pariaman Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Selatan Pessel PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang PWI PWI Sumbar Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Sijunjung SMSI Solok Solok Selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel sungai sarik TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok



Padang.Lintas Media News.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar Supardi mengatakan.Rancangan KUA- PPAS tahun 2022 implementasi dalam anggaran visi, misi dan program unggulan Gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat telah ditetapkan dalam RPJMD 2021- 2026.

“Konsep perencanaan pembangunan daerah bertahap, berkelanjutan dan konsisten belum tergambar dalam penyusunan rancangan KUA- PPAS,Jelas Supardi saat membuka rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap KUA- PPAS tahun 2022 dan pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Mars Sumatera Barat, di ruang rapat utama DPRD Sumbar, Selasa, (31/8).

Menurut Supardi, kerangka mikro ekonomi, asumsi penyusunan, proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah diusulkan dalam rancangan KUA- PPAS 2022 belum sejalan dengan RPJMD 2021- 2026.

“Program, kegiatan dan alokasi anggaran disediakan dalam rancangan KUA- PPAS belum mengambarkan pelaksanaan visi, misi dan program unggulan gubernur dan wakil gubernur Sumbar,” ujar Supardi.

Menurut Supardi, penyusunan program dan kegiatan serta alokasi anggaran belum berdasarkan tematik atau prioritas pelaksanaan visi, misi dan program unggulan gubernur dan wakil gubernur Sumbar.

Dikatakan Supardi, belum ada upaya memaksimalkan pengelolaan aset daerah dan peningkatan kinerja BUMD,banyak program dan kegiatan OPD berjalan sendiri – sendiri. Sinkronisasi antar program mencapai visi dan misi Gubernur dan wakil gubernur masih rendah.

Untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan BLUD RSUD pola pengembangannya perlu kita rubah dengan tidak lagi mengandalkan APBD.

Fraksi- fraksi dapat menyetujui rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara tahun 2022 untuk ditetapkan menjadi Peraturan daerah,dan keputusan tersebut diberi nomor 19/SB/2021.Tutup Supardi.(st)

 

Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri (kanan) ketika tampil pada acara  Leader Talk Series, mensosialisasikan nilai-nilai inti (Core Values) AKHLAK yang menjadi budaya perusahaan kepada insan SIG Group secara virtual, Selasa (31/8/2021). (foto:ptsp)

Padang, Lintas Media News

Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri mensosialisasikan nilai-nilai inti (Core Values) AKHLAK yang menjadi budaya perusahaan kepada insan SIG Group secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Tampil rilek sebagai narasumber pada acara Leader Talk Series yang dipandu Andayani Joseph, Yosviandri mengingatkan kepada seluruh insan SIG Group dimana pun bertugas,  agar menerapkan nilai-nilai AKHLAK untuk mencapai visi misi perusahaan dan dalam kehidupan sehari-hari.

AKHLAK merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Masing-masing nilai memiliki penjabarannya sendiri serta dilengkapi dengan panduan perilaku dan kode etik atau kode perilaku yang diterapkan di Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN.

"AKHLAK ini merupakan nilai-nilai yang universal. Dimana pun kita berada, AKHLAK ini menjadi kunci dan sebagai nilai inti yang dapat menjadi panduan perilaku bagi seseorang," kata Yosviandri.

Orang nomor satu di PT Semen Padang itu kemudian menjabarkan nilai-nilai AKHLAK. Amanah, kata Yosviandri, berasal dari bahasa Arab yang artinya jujur atau dapat dipercaya. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah "trust". Amanah atau "trust" kepada seseorang tidak akan datang secara tiba-tiba.  "Kita memberikan amanah kepada seseorang pasti ada sebab. Ini dibangun dalam dua hal, yakni  karakter dan kompeten. Orang memberikan amanah karena seseorang  memiliki integritas," kata profesional yang sebelumnya bertugas di Perusahaan Gas Negara (PGN) itu.

Terkait nilai Kompeten, Yosviandri menjelaskan bahwa  Kompeten memiliki korelasi dengan dengan Knowledge (pengetahuan), Skill (keahlian) dan Experience (pengalaman). "Orang sudah tahu bahwa SIG itu ahli dalam memproduksi semen, karena kita mempunyai reputasi. Contohnya, reputasi yang terbangun dari pengalaman PT Semen Padang yang berdiri sejak 1910," ulasnya.

Bicara menghadapi kompetisi secara global,  Yosviandri mengatakan bahwa kompetisi itu merupakan suatu hal yang normal,  bagian dari kehidupan. Karena secara sadar atau tidak, dunia itu akan terus berkembang, kebutuhan manusia berkembang, dan semua terus berubah. Maka, perubahan itu adalah suatu yang pasti di dunia ini. Apa yang membuat kita bisa memenangkan kompetisi? Kata Yosviandri,  apabila konsumen percaya dengan produk yang diproduksi. Kita juga harus menciptakan produk yang dibutuhkan konsumen butuhkan. "Kita harus dukung semua dibutuhkan di bagian infrastuktur," katanya.

Tentang nilai harmonis, Yosviandri menyatakan bersyukur bahwa nilai AKHLAK ini mampu menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada.

"Kalau tidak ada perbedaan tidak akan jadi suatu produk. Contohnya musik yang enak didengar itu berasal dari gabungan  alat yang berbeda-beda yang dimainkan dalam satu visi," jelasnya seraya menekankan bahwa perbedaan jangan diartikan sebagai penghambat.

Bicara soal nilai Loyal, Yosviandri mengatakan tidak bisa seseorang itu menjadi loyal kalau ia tidak memiliki integritas. Jadi intergritas itu suatu hal yang sifatnya lebih kepada membangun diri dan pemahaman untuk apa kita bekerja. 

Loyal itu sangat penting bagi insan perusahaan.  Agar karyawan loyal adalah dengan bersama-sama saling mengingatkan. Kemudian ada semangat rela berkorban untuk pencapai tujuan bersama. Pengorbanan yang diinginkan adalah bekerja sebaik mungkin untuk perusahaan. 

Terkait nilai Adaptif pada AKHLAK, Yosviandri mengatakan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini yang ada adalah perubahan. Perubahan-perubahan tersebut harus diikuti agar kita tidak tergilas zaman.  "Inovasi-inovasi yang dilakukan di lingkungan SIG selama ini sudah sangat baik dan dihargai orang lain, dengan berbagai macam penghargaan. Inovasi tidak harus mahal tapi manfaatnya  yang harus besar. Kawan-kawan  di Semen Padang sudah banyak melakukannya," katanya.

Soal nilai Kolaboratif, Yosviandri menekankan pentingnya semua jajaran untuk menyamakan visi. "Bangun  kesamaan visi dan team work," tukasnya.

Menjawab pertanyaan bagaimana menilai AKHLAK dalam diri, Yosviandri mengatakan, "Terima kritikan orang lain. Karena itu adalah cerminan diri kita. Kritikan datang karena orang peduli dengan kita. Tatkala kita menolak kritikan, kita tidak akan tahu siapa diri kita." 

Sementara itu, Direktur SDM dan Hukum SIG Tina T Kemala Intan dalam sambutannya ketika membuka acara mengatakan, telah 1 tahun lebih insan SIG menjadikan AKHLAK sebagi Core Values dalam menjalankan perusahaan. Kesempatan yang baik ini  adalah momen yang tepat untuk mengulang atau me-refresh kembali nilai-nilai AKHLAK.

SIG, katanya, akan terus melakukan internalisasi AKHLAK kepada seluruh insan SIG. "Nantinya akan bergiliran para Dirut di lingkungan SIG untuk berbagi kepada kita semua. Mudah-mudahan pengalaman dari para Dirut dapat menjadi inspirasi bagi semua, karena sesuai arahan Pak Menteri BUMN, implementasi AKHLAK diharapkan tidak hanya di dunia kerja tetapi juga dalam kehidupan berkeluarga," kata Tina.

Acara Leader Talk Series itu dihadiri dengan antusias oleh sebanyak 1.200 insan SIG Group, yakni dari insan SIG, PT Semen Padang, PT Semen Gresik, dan PT Semen Tonasa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. (*/b/hms)



Padang.Lintas Media News.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal PoliListyo Sigit Prabowo, M.Si melantik Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, SH. S.Ik sebagai Kapolda Sumbar yang baru.

Pelantikan ini berlangsung melalui upacara serah terima jabatan (Sertijab) di Rupattama Mabes Polri, Selasa (31/8) siang yang dihadiri Pejabat Utama Mabes Polri. 

Dalam sertijab Irjen Pol Teddy Minahasa Putra menggantikan Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH yang mendapat jabatan barunya sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

Selain melantik Kapolda Sumbar, Jenderal Pol Listyo Sigit juga melantik Kapolda Sulteng yang baru, dari Irjen Pol Abdul Rahkman Baso kepada Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Sertijab beberapa Kapolda ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1701/VIII/KEP./2021 tanggal 25 Agustus 2021 yang ditandatangani oleh AS SDM Kapolri Irjen Pol Wahyu Widada atas nama Kapolri.(rel)

,
Payakumbuh, LINTASMEDIANEWS.COM. Hari kedua, pelaksanaan kegiatan Silek Arts Festival (SAF) Tahun 2021 untuk Kota Payakumbuh berlangsung padat dengan kegiatan Workshop Kerambit. Workshop kerambit itu diikuti Pemuda dan Pemudi Perkampungan Adat Balai Kaliki bertempat di Medan Nan Bapaneh Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Utara, Minggu (29/8/2021).

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Doni Saputra, S.Sos yang didaulat sebagai nara sumber memaparkan, saat ini banyak warisan leluhur yang hampir dilupakan. Salah satunya adalah Kerambit. Kerambit atau Karambit merupakan senjata tradisional  Indonesia yang berasal dari Minangkabau yang saat ini banyak diproduksi di Negara Malaysia dan Fhilipina. 

Kerambit adalah sebuah pisau kecil berbentuk melengkung yang digunakan pendekar Minangkabau untuk melawan penjajahan yang dianggap sebuah senjata yang mematikan didunia. Bentuknya kecil dan imut. Walaupun kecil dan imut, tetapi sangat berbahaya sebab bisa menyayat yang paling dalam dan merobek yang paling luas terhadap anggota tubuh lawan, kata Doni dihadapan peserta.

“Pada kegiatan SAF Tahun 2021 dari 6 kota / kabupaten yang digelar secara serentak di Sumatera Barat berlangsung dari 21 s/d 31 Agustus 2021 yaitu Kota Padang, Kota Solok, Kota Payakumbuh Kabupaten Sinjujung, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat. Untuk Kota Payakumbuh sengaja menampilkan agenda tersendiri dari 6 Kota / Kabupaten itu. “Kita, menampilkan Pameran Kurambit dan langsung pembuatan Kurambit di arena acara, dari menempa besi, membuat hulu/tangkai dan sarung Kurambit”, pungkas Doni.

Salah seorang peserta Muhammad Arif Pemuda Kampuang Adat Balai Kaliki, ketika dihubungi media merasa senang dengan kegiatan workshop ini. Sebagai anak muda, kita lupa dengan senjata tradisonal Minangkabau diantara Kurambit ini. Senjata yang sangat mematikan ini sangat ditakuti Penjajah Belanda saat itu, mestinya anak muda sebagai pewaris adat, perlu tau dilestarikan kembali.

“Kita takuti, senjata warisan leluhur yang dipakai Pendekar Minangkabau itu saat ini banyak diproduksi negara lain seperti yang disampaikan nara sumber di Negara Malaysia dan Fhilipina. Karena kita tidak mengenalnya, kita membeli produk yang dibuat dari luar. Padahal, seharusnya kita sendiri yang mengolahnya”, kata Arif. (H/Muchlis)


Padang.Lintas Media News.
Pada hari ini Selasa (31/8), Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Jasman menerima perwakilan Komisi Nasional (Komnas) LP-KPK (Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan) bersama Komisioner KPID Sumbar. 

Pada kesempatan ini Komnas LP-KPK yang diwakili oleh Zul Hakim, menyampaikan perihal maraknya TV kabel ilegal yang beroperasi di Sumatera Barat. 

"Kami selaku perwakilan dari Komnas LP-KPK melihat maraknya TV kabel ilegal ini sudah semakin meresahkan. Jika ditotal mungkin sudah lebih dari seratusan TV kabel ilegal yang beroperasi di Sumbar. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan karena tidak sesuai dengan aturan yang ada dan sangat merugikan pendatapan negara karena mereka tidak membayar pajak," ucapnya di hadapan Kadis Kominfotik Sumbar dan Komisioner KPID Sumbar. 

Kadis Kominfotik Sumbar sendiri menyambut baik perihal laporan dari Komnas LP-KPK ini dan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar TV Kabel ilegal ini bisa ditertibkan. 

"Kita berterima kasih atas laporan dari LP-KPK ini. Tentunya hal ini menjadi masukan yang berharga bagi kami di Diskominfotik dan KPID Sumbar. Ke depannya kami akan coba tertibkan bersama pihak-pihak terkait lainnya dan kami akan segera berkoordinasi dengan Polda Sumbar dan juga tentunya KPID Sumbar," jelas Jasman. 

Sementara itu Ketua KPID Sumbar, Afriendi, mengutarakan bahwa hingga saat ini, TV Kabel yang terdaftar dan memiliki izin di Sumatera Barat adalah sebanyak 7 TV kabel. Di luar itu bisa dikatakan ilegal. 

"Kami mendorong para pengusaha TV kabel ini untuk melengkapi perizinannya. Sehingga tidak dikategorikan sebagai TV kabel ilegal lagi. Kami dari KPID pun siap memfasilitasi TV kabel yang ingin mengurus perizinannya," tutupnya. (Rel)

JAKARTA.Lintas Media News.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara bakti sosial yang diselenggarakan alumni angkatan kepolisian (Akpol) 1993, Selasa (31/8/2021) di Polsek Tambora. Kegiatan yang dalam rangka merayakan hari jadi Akpol 1993 itu, dilakukan di wilayah Jawa dan Bali kepada masyarakat yang terdampak COVID-19.

Dalam sambutannya, Sigit mengapresiasi apa yang dilakukan para alumni Akpol 93. Ia pun mengajak seluruh rekan-rekan dari Polri untuk terus berkarya dan berkontribusi melakukan kegiatan yang dapat membantu masyarakat.

"Saya selaku pimpinan Polri dalam kesempatan ini mengajak dan gelorakan kepada seluruh rekan-rekan di kepolisian untum terus berkarya dan berkontribusi melakukan kegiatan yang betul-betul dirasakan oleh masyarakat yang terdampak COVID-19," kata Sigit.

Selain itu, Sigit juga meminta kepada seluruh personel Polri untuk terus bekerjasama dan bahu-membahu dengan seluruh elemen masyarakat untuk menjauhkan virus corona dari Bangsa Indonesia. Upaya itu bisa dilakukan sesuai dengan Tagline Pemerintah 'Ayo Pakai Masker dan Ayo Segera Vaksin'. 

"Mari kita bersama-sama saling bahu-membahu melawan Covid-19, selamatkan keluarga kita, selamatkan masyarakat kita, selamatkan saudara-saudara kita. 'Ayo Pakai Masker dan Ayo Segera Vaksin'," ujar Sigit. 

Mantan Kapolda Banten ini juga menambahkan, pemerintah baru saja memperpanjang PPKM dengan berbagai level hingga 6 September mendatang. PPKM ini kata Sigit adalah upaya menanggulangi laju pertumbuhan COVID-19, namun di satu sisi juga memberikan ruang agar sektor perekonomian tumbuh.

Eks Kabareskrim Polri ini menegaskan, kelonggaran-kelonggaran yang diberikan dalam perpanjangan PPKM ini tentunya harus diimbangi dengan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Karena apabila tidak, Sigit menyebut ada potensi laju COVID-19 kembali meningkat.

"Karena memang terkait kelonggaran yang ada apabila masyarakat tidak melaksanakan prokes secara benar maka potensi laju pertumbuhan COVID akan muncul kembali. Oleh karena itu saya imbau kepada seluruh masyarakat dan tempat-tempat yang diberikan kelonggaran untuk betul-betul melaksanakan prokes," ucap Sigit.

Ia pun memaparkan Indonesia sempat dalam fase angka positif harian COVID-19 mencapai 56 ribuan. Sementara saat ini angka COVID-19 harian sebanyak 5 ribuan. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan prokes di tengah pelonggaran-pelonggaran yang diberikan agar ekonomi kembali bangkit.

"Laju COVID bisa dikendalikan dan ekonomi bisa dijaga," ujar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menyosialisasikan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini dimaksudkan agar dapat mendeteksi masyarakat yang tengah beraktivitas sehingga semuanya bisa terjaga dan selalu dalam keadaan sehat.

Langkah lainnya, lanjut Sigit, adalah peningkatan tracing dan traking kepada masyarakat yang terpapar COVID-19 sehingga bisa dilakukan treatment yang benar apakah melakukan isolasi terpusat (isoter) atau dirujuk ke rumah sakit untuk dirawat.

Percepatan vaksinasi juga menjadi kunci untuk menekan angka COVID-19. Ia menuturkan, target Presiden Jokowi dimana dalam satu hari sebanyak 2 juta vaksinasi harus dicapai dengan berkolaborasi dari semua elemen baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, ormas, OKP, relawan dan masyarakat.

"Jangan bereuforia karena kita saat ini masih menekan angka COVID. Maka dari itu seluruh strategi baik 3M, 3T dan vaksinasi harus berjalan dengan baik," tutup Sigit.(rel)

,
Payakumbuh,LINTAS MEDIANEWS.COM.  Bertempat dihalaman Kantor Camat Lamposi Tigo Nagori (Latina), Walikota Payakumbuh Riza Falepi kukuhkan Pengurus Kerapatan Adat Nagori (KAN) dan Bundo Kanduang di 3 (tiga) Nagari di Kecamatan Latina, yakni Nagori Parambahan, Sungai Durian dan Nagori Koto Panjang, Senin (30/8).

Dari ketiga Nagori yang dikukuhkan Walikota Riza Falepi, pengurus KAN dan Bundo Kanduang nagari Sungai Durian akan bekerja untuk Nagori di periode 2021-2026, serta nagori Parambahan dan Nagori Koto Panjang periode 2020-2025.

Adapun untuk total seluruh pengurus KAN dan Bundo Kanduang di ketiga Nagori yang dikukuhkan berjumlah sebanyak 121 orang. Serta untuk pengurus KAN nagori Parambahan periode 2020-2025 yang dikukuhkan yakni W. Dt. Tamarajo sebagai Ketua, JL. Dt. Asa Batuah sebagai Wakil Ketua, Dedi Kurniawan Ongku Lisma dan Z. Dt. Mulia Saiyosebagai Sekretaris serta M. Dt. Ogah sebagai Bendahara. Dan Bundo Kanduang yang dikukuhkan yakni Syafni, S. Pd. I sebagai Ketua, Cornelia, SE sebagai Wakil Ketua 1, Indrawati sebagai Wakil Ketua 2, Mulyawati sebagai Wakil Ketua 3, Herlini, A. Md sebagai Sekretaris, Khalijah sebagai Wakil Sekretaris dan Ratiherawati, S. Pd sebagai Bendahara.

Sedangkan Pengurus KAN Nagori Koto Panjang periode 2020-2025 yang dikukuhkan yakni H. E. N. Dt. Majo Lobiah Nan Putiah sebagai Ketua, N. Dt. Tunadie sebagai Wakil Ketua 1, Drs. M. Dt. Patiah Nan Kuniang sebagai Wakil Jetua 2, U. Dt. Paduko Malano sebagai Wakil Ketua 3, K. Dt. Mangkuto Sati sebagai Wakil Ketua 4, Drs. H. A. S. Dt. Majo Lobiah Nan Kuniang sebagai Sekretaris, I. M. Dt. Naro sebagai Wakil Sekretaris, H. Z. Dt. Rajo Bosa, S. Pd sebagai Bendahara dan Drs. M. Dt. Parpatiah sebagai Wakil Bendahara. Dan Bundo Kanduang yang dikukuhkan periode 2020-2025 yakni Nur’aini sebagai Ketua, Agustina sebagai Wakil Ketua 1, Despita Reni sebagai wmWakil Ketua 2, Ismarti sebagai Wakil Jetua 3, Ritawati sebagai Sekretaris, Santi Alminda sebagai Wakil Sekretaris dan Yuliza sebagai Bendahara.

Kemudian Pengurus KAN Nagori Sungai Durian periode 2021-2026 yang dikukuhkan yakni H. Irman, Dt. Pangulu Sati sebagai Ketua, B. Dt. Paduko Sindo sebagai Wakil Ketua 1, Y. Dt. Bandaro Bunsu sebagai Wakil Ketua 2, S. Dt. Ajo Dirajo sebagai wakil ketua 3, M. Dt. Gindo Simarajo sebagai Wakil Ketua 4, Yanuar Imam sebagai Sekretaris, Y. Dt. Majo Adia sebagai Wakil Sekretaris, dan A. Dt. Parpatiah sebagai bendahara. Dan untuk Bundo Kandung nagari Sungai Durian periode 2021-2026 yang dikukuhkan yakni Lendriati sebagai Ketua, Rismalia, S. Pd sebagai Wakil Ketua 1, Mairastiti sebagai wakil ketua 2, Lismawati sebagai wakil Ketua 3, Rini Setiawati sebagai Sekretaris, Disna Harifa sebagai wakil Sekretaris, Hj. Yendra Siswati sebagai bendahara dan Linda. P sebagai wakil bendahara.

Setelah dikukuhkan, Walikota mengucapkan selamat kepada Pengurus KAN dan Bundo Kanduang yang baru dan terima kasih kepada pengurus lama atas pengabdian selama ini.

“Terimakasih kepada pengurus yang lama dan juga warga di Wilayah Latina atas bantuan dan partisipasi dalam pembangunan kota selama ini,” ujar Riza Falepi.

Disampaikan Riza, wilayah Latina merupakan Kecamatan baru di Kota Payakumbuh, dan setelah dilakukan pemekaran ditahun 2009 silam, sudah dua kali pengukuhan berlangsung terhadap pengurus KAN dan Bundo Kanduang yang mengabdi untuk nagori di Kecamatan Latina.

Menurut walikota dua periode itu, Latina merupakan wilayah yang sangat strategis untuk kota Payakumbuh, karena Latina merupakan wilayah baru dan masih sangat bagus dalam perencanaan untuk pengembangan dan pembangunan yang hal ini untuk kemajuan kota Payakumbuh kedepannya.

“Dengan telah dilantiknya pengurus KAN dan Bundo Kanduang yang baru ini, semoga kedepan sinergitas antara masyarakat adat dan pemerintah akan semakin erat lagi sehingga membawa perubahan yang semakin lebih baik untuk Latina dan terutama untuk kota Payakumbuh”, harap Riza Falepi.

Dalam kesempatan pengukuhan tersebut, turut hadir Ketua LKAAM Provinsi Sumatra Barat yang diwakili H. D. Dt. Rajo Paduko Nan Bagonjong menyampaikan terhadap pengurus KAN dan Bundo Kanduang yang telah dilantik, diharapkan kepada seluruh elements masyarakat Nagori di Latina untuk dapat selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk kemajuan kedepannya.

”Kiranya masyarakat adat kita dapat menjaga kekompakan antara kultur dan struktur yang ada. Dengan kerjasama yang baik antara masyarakat adat bersama pemerintah daerah tentu untuk mewujudkan Payakumbuh yang lebih maju kedepannya,” tukas Dt. Rajo Paduko Nan Bagonjong.

Acara pengukuhan KAN dan Bundo Kanduang di kecamatan Latina turut dihadiri unsur Forkopimda Payakumbuh, sejumlah Kepala OPD, Ketua KAN se-Kota Payakumbuh, LKAAM Provinsi Sumatra Barat, LKAAM Kota Payakumbuh serta Niniak Mamak dan Bundo Kanduang di Nagori-Nagori Kecamatan Latina. (H/Muchlis)

Padang Panjang.LintasMedia.News.com.

Rolling jabatan eselon yang  dilakukan Wali Kota Padang Panjang selama ini, telah sesuai dengan mekanisme dan aturan kepegawaian.

Namun, DPRD menyarankan agar penempatan pegawai untuk menduduki jabatan eselon II benar-benar pegawai yang mempunyai keahlian atau kompetensi sesuai dengan jabatan yang didudukinya. Hal ini dikatakan, Wakil Ketua Komisi I DPRD Padang Panjang, Nasrulah Nukman, saat disambangi, lintasMedia.News.com dikediamanya, Senin, 31 Agustus 2021 pagi. 

Nasrulah Nukman menyarankan, agar penempatan pegawai untuk mengisi jabatan eselon II perlu menggunakan sistem merit. Nasrulah menjelaskan, sistem merit yang dimaksud adalah sebagai proses rekrutmen, promosi, penghargaan yang dilakukan secara teratur berdasarkan kualifikasi dan kinerja.

"Sudah seharusnya pemerintah Kota Padang Panjang melakukan langkah maju dengan menggunakan sistem merit dalam seleksian pejabat. Tujuan penerapan sistem merit ini, untuk memastikan jabatan yang diduduki nanti adalah orang-orang yang profesional, dalam artian kompeten sesuai dengan jabatan yang didudukinya nantinya. 

Nasrulah menegaskan, untuk menjaga profesionalisme kerja, seleksi juga harus dilakukan secara profesional. Ini guna menghindari adanya intervensi politik dalam penentuan pejabat, akibat dari tersanderanya Wali Kota dalam politik balas budi saat pilkada,tukuk pentolan PKS ini mengatakan

Disisa waktu yang tertinggal, walikota harus cepat menggenjot kinerja para
pembantunya itu. Jika tidak, dengan sisa waktu yang tertinggal akan terbuang dengan percuma. Jika,  walikota tidak pas dalam menempatkan pejabat pada bidang dan keahilanya. 

Sama sama kita ketahui, sekarang dimana semua daerah mengalami hal yang sama dalam sisi anggaran. Namun, setidaknya, pejabat yang diberi amanah oleh walikota harus punya ide dan ivovasi tanpa harus menunggu perintah dari 0walikota selaku atasanya.

Nasrulah, berhatap rotasi menjadi suatu kebaikan bagi Pemerintah Kota Padang Panjang. Kemudian, DPRD pun agar bisa dilibatkan karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun semua itu hak prerogatif ada di tangan walikota.
“Misalnya, ASN A pindah ke sini dan lainnya, kami pun bisa memberikan masukan ke Pemko Padang Panjang,” ujarnya.

Jangan sampai, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan. Harus proporsional sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Serambi Mekah,” pungkasnya.

Sebagai Wakil Ketua Komisi 1, membidangi pemerintahan, saya melihat belum ada gerakan yang luar biasa dilakukan para pembantu Waliakota,  Dari kaca mata saya semua masih monoton. Artinya, apa yang sudah dilakukan selama ini baru sebatas rutinitas, belum menjawab apa yang dimau Walikota, pungkasnya.

Lebih jauh Nasrulah mengatakan, untuk di DPRD sendiri, walikota harus cepat melakukan penyegaran atau merotasi beberapa pegawai yang ada dilembagan itu sendiri. Terutama,  untuk Sekretaris Dewan(Sekwan) Untuk jabatan sekwan, walikota harus punya orang dapat menyembati kepentingan antara pemerintah daerah dengan DPRD. Selama ini, terkesan tanggung jawab tersebut tidak dapat diakomodir dengan baik. 

Istilahnya, Banyak mati ditangan bola selamo Ko. Ini,  menjadi pemicu kurang jalan kordinasi antara Eksrkutif dengan Legislatif. Bisa jadi, sudah lama menjabat jadi Sekwan. Rasa capek atau lelah itu muncul dan mengganggu pada kinerja. Untuk, Walikota harus cepat mencari penggantinya. Stok pejabat yang mampu itu menduduki jabatan itu masih banyak. Tinggal Walikota Fadly Amran untuk mengeksekusinya, tegas Ketua  MPD PKS Padang Panjang itu mengatakan.(maisonpisano)

Payakumbuh , LINTASMEDIANEWS.COM.-   Pencegahan Covid-19 tidak boleh dianggap enteng, peningkatan kasus dan meninggal dunia di Kota Payakumbuh bahkan pada minggu kedua agustus kemaren mengalami peningkatan yang sangat signifikan. 

Angka terkonfirmasi positif mencapai 362 orang dan hingga sekarang yang meninggal dunia sudah 51 orang.

Wali Kota Riza Falepi kepada media, Minggu (29/8), menyebut saat ini di Kota Payakumbuh masih terdapat satu daerah yang berstatus zona merah Covid-19, yakni Kelurahan Limbukan.

"Kelurahan Limbukan termasuk Perumnas Kubang Gajah adalah contoh baik dalam penanganan Covid-19 di Kota Payakumbuh. Bahkan menjadi perwakilan Kampung Tangguh ke tingkat Provinsi. Namun kondisinya saat ini menjadi terbalik, Limbukan yang di dalamnya termasuk Perumnas Kubang Gajah bahkan satu-satunya zona merah PPKM Covid-19 di Payakumbuh saat ini," ujar Riza. 

"Kita tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi demikianlah hakekatnya pandemi, siapa saja bisa kena dan kita harus tetap waspada dengan memakai aturan 5M. Pandemi sangat berpeluang bagi setiap orang kena minimal agak sekali dan untuk itu sangat perlu Vaksinasi agar ketika kena tidak terlalu parah. Jangan sampai kena badai sitokin seperti pak NA, sehingga bisa berakibat kematian." 

Riza meminta masyarakatnya untuk tetap patuh dengan protokol kesehatan ( Prokes ) dirinya berharap agar kondisi di Limbukan termasuk perumnas Kubang Gajah dijadikan sebagai pelajaran, bahwa disaat kita abai atau orang lain abai terhadap kita dengan tidak ikut prokes maka yang sudah baikpun tidak akan bertahan dari paparan Covid-19.

Lebih lanjut Riza juga menyadari bahwa tidak mungkin 100 persen kita negatif covid di saat Pandemi ini, namun Vaksinasi jauh lebih memperkuat daya tahan tubuh kita. Untuk itu Riza berharap marilah kita semua mau divaksin agar Payakumbuh cepat mencapai herd imunity. Setiap hari ada jadwal Vaksinasi yang dikeluarkan puskesmas, Silahkan bertanya ke puskesmas. 

Pak walikota tentu juga berharap dan berdoa semoga pandemi covid cepat berlalu dan kita kembali beraktivitas normal. (H/Muchlis)

Padang, Lintas Media News

Yayasan Semen Padang (YSP) melalui Semen Padang Hospital (SPH) menyerahkan donasi berupa suplemen untuk atlet angkat berat kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Jumat, 27 Agustus 2021.

Hadir dalam penyerahan donasi Direktur Utama Semen Padang Hospital, dr Selfi Farisha, Kabag SDM & Umum YSP, Defni Riza, Kabag Sosial & Monitoring YSP, Yosrida Risman, Ketua Umum KONI Sumbar, Agus Suardi, dan perwakilan atlet angkat berat, Risa Oktaviani.

Direktur Utama Semen Padang Hospital, dr Selfi Farisha mengatakan, hari ini Semen Padang Hospital di bawah Yayasan Semen Padang menyerahkan vitamin dan suplemen untuk atlet Sumbar yang akan bertanding di PON XX Papua.

"Dibutuhkan suplemen untuk menjaga otot dan stamina atlet sehingga bisa bertanding dengan persiapan yang matang," katanya usai penyerahan donasi di kantor KONI Sumatera Barat.

Ia mengatakan, dengan adanya donasi ini, pihaknya dari Semen Padang Hospital bisa mendukung olahraga Sumatera Barat. 

dr Selfi Farisha menjelaskan penyerahan donasi ini juga masuk dalam program CSR Yayasan Semen Padang.

"Program CSR yakni mendukung kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, olahraga, dll. Sehingga untuk atlet kita bisa mendukung dengan donasi ini dari Yayasan Semen Padang," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dr Farisha juga memberikan tips ringan untuk atlet yang akan bertanding di PON XX Papua. 

"Olahraga yang teratur juga harus diimbangi dengan asupan nutrisi, baik asupan sehari-hari atau suplementasi dan vitamin seperti yang didonasikan hari ini oleh SPH. Jadi tetap berlatih, konsumsi asupan gizi yang seimbang yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing atlet," jelasnya. 

Ia berharap atlet yang mengikuti PON XX Papua menang. "Tentunya dengan persiapan yang matang mereka bisa membawa medali pulang ke Sumatera Barat," harapnya.

Ketua Umum KONI Sumbar, Agus Suardi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Semen Padang atas donasi suplemen dan vitamin untuk atlet.

"Kita ucapkan terima kasih kepada SPH. Ini suatu kehormatan bagi KONI Sumbar untuk PON Papua nanti," jelasnya.

Agus menuturkan, untuk PON XX Papua ini, kontingen Sumbar menargetkan 16 emas.

"Sedangkan untuk atlet yang akan ikut sebanyak 188 atlet dengan 58 pelatih. Sedangkan cabang olahraga yang akan kita ikuti sebanyak 29," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang atlet angkat berat, Risa Oktaviani (25) mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Semen Padang atas bantuan suplemen.

"Terima kasih kepada Yayasan Semen Padang atas donasi ini, semoga ini bermanfaat bagi kami," katanya.

Risa sendiri merupakan salah satu atlet angkat berat putri Sumbar yang turun di kelas 52 Kg. Gadis asal Baringin Indarung ini telah mantap mengikuti ajang PON XX. Hal ini dengan latihan yang dilakukannya selama setahun terakhir untuk persiapan PON. 

Untuk cabang olahraga Angkat Berat sendiri, nantinya ada lima atlet yang turun, yakni empat putra dan satu putri. (*/bhms)


BANTEN, Lintas Media News.
Menyikapi perkembangan jaman terutama dalam bidang teknologi, ekonomi dan tingkat kehidupan yang semakin tinggi masyarakat Minang Sumatera Barat di perantauan harus mempererat persatuan dan kesatuan yang berbasiskan Pancasila.

Hal tersebut disampaikan oleh Syafinal Chaniago selaku ketua umum FSP3L (Forum Silaturahmi Putra/Putri Piaman Laweh) saat berkunjung ke kantor DPP FKMB (Forum Keluarga Minangkabau Bersatu) di Jalan Teuku Umar Karawaci Tangerang Provinsi Banten, Sabtu (28/8).

Kedatangan Syafinal Chaniago bersama Bundo Kanduang FSP3L disambut oleh Ketua Umum FKMB Indra Jaya, ST, berserta staf di kantornya. 

Dalam perbincangannya, Ketua Umum FKMB sependapat dengan Syafinal Chaniago, yakni saling peduli, merasa senasib sepenanggungan yang merupakan ciri khas masyarakat Minang yang telah dicetuskan oleh pendahulu-pendahulu sebelumnya, termasuk pergerakan ekonomi dalam bentuk koperasi yang digagas oleh Bung Hatta.

"Kami ingin mewadahi persatuan masyarakat Minang di perantauan dengan berbagai kegiatan sosial kami, dan kami merasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi saat ini, terutama masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19," ujar Indra Jaya.

"Apalagi perantau Minang banyak berprofesi sebagai pelaku usaha, seperti berdagang, jasa, seniman dan di bidang lainnya pasti merasakan dampak tersebut" timpal Indra jaya.

Dalam forum tersebut, FKMB ingin bergandeng tangan bersama FSP3L dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang bergerak dalam bidang sosial, seni dan budaya. "Setiap minggunya kami menggelar Jumat Barokah untuk berbagi dengan sesama," kata Indra Jaya.

Penasehat FSP3L M Rizal yang ikut hadir menyambut baik hubungan silaturahmi yang terjalin antara FSP3L dengan FKMB. M Rizal mengatakan, FSP3L siap bersinergi dengan siapa pun.

"Mayoritas anggota FSP3L adalah TNI-Polri aktif, kami terikat dalam aturan kedinasan. Selagi FKMB menjalankan program-program  berbasiskan sosial kemasyarakatan dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kami siap mendukung," tegas M Rizal.

Di akhir pertemuan, Ketua Umum FSP3L Syafinal Chaniago menyerahkan plakat FSP3L sebagai bentuk rasa kekeluargaan kepada Ketua Umum FKMB Indra Jaya, dan ketua FKMB menyerahkan baju kemeja bertuliskan organisasi yang di pimpinnya sebagai wujud penghormatan.

(Rel/fsp3l)



Payakumbuh, Lintas Media News

Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz membuka secara resmi Silek Arts Festival (SAF) 2021 yang digelar di Kampung Adat Balai Kaliki Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Sabtu (28/08).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, Kadis Kebudayaan Sumbar, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumbar, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar, Direktur SAF, tmTim Kurator, Tim produksi SAF, Camat Utara, Lurah Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, ketua KAN Koto Nan Gadang dan Bundo Kanduang.

Wawako Erwin Yunaz mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya menunjuk Kota Payakumbuh sebagai salah satu dari enam Kab/Kota sebagai tuan rumah penyelenggaraan SAF tahun 2021 ini.

Dan melalui SAF ini diharapkan sebagai salah satu cara untuk melestarikan adat dan budaya minangkabau dimana Bangsa yang beradat adalah masyarakat yang melestarikan nilai budayanya. "Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan budaya minangkabau, karena generasi muda kita adalah pewaris untuk masa yang akan datang," kata Wawako Erwin Yunaz kepada Media.

"Kegiatan SAF ini merupakan salah satu upaya kita dalam menjaga budaya yang telah melekat ke ranah minang. Mari kita berjuang bersama-sama melestarikan budaya minangkabau," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Gemala Ranti menjelaskan, kegiatan ini merupakan program tahunan Indonesiana Flatform Kebudayaan Kementerian Dikbut dan Ristek Republik Indonesia.

Dan telah berlangsung sejak tanggal 21 Agustus lalu dan berakhir tanggal 31 Agustus 2021 yang digelar di enam kota/kabupaten, yakni Padang, Solok, Sijunjung, Agam, Payakumbuh dan Pasaman.  "Untuk Kota Payakumbuh diadakan selama dua hari yakni tanggal 28-29 Agustus, kemudian penutupan akan dilangsungkan di Pasaman tanggal 30-31 Agustus," ujarnya.

Gemala menambahkan, kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu. Dan telah menjadi kegiatan tahunan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Sumbar, kegiatan ini sempat terhenti pada tahun 2020 akibat Pandemi COVID-19.

Menurut Gemala, kegiatan SAF diadakan sebagai ajang melestarikan warisan budaya Minangkabau supaya generasi muda semakin mencintai keindahan dan keaneka ragaman budaya yang ada di Sumatera Barat serta mampu menjaga dan melestarikan warisan tersebut. "Ajang ini bukan kompetisi, tapi sebagai wadah dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya, sekaligus menjalin silaturahmi antar perguruan silat," imbuhnya.

Lebih lanjut Kadisparpora Kota Payakumbuh Desmon Corina mengatakan untuk SAF 2021 yang dilaksanakan di Kota Payakumbuh menggunakan sistem tanpa pengunjung. Namun masyarakat masih bisa menyaksikan secara virtual melalui Media Sosial youtube dan Instagram.

"Untuk peserta SAF 2021 kali ini khusus warga Balai Kaliki yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan generasi muda Karang Taruna Kembang Delima Balai Kaliki," ujarnya. "Sedangkan, kegiatannya berupa pameran Kurambik, workshop Kurambik, FGD kelurahan pemajuan kebudayaan, atraksi lempar pisau dan atraksi tebas golok," pungkasnya (H/Muchlis)


Padang, Lintas Media News

Sumatera Barat berduka, mantan Wakil Gubernur Sumbar periode 2016-2021 Nasrul Abit tutup usia di RSUP M. Djamil, Kota Padang, Sabtu 28 Agustus 2021 sekitar pukul 01.39 WIB dalam usia 66 tahun.

Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah atas nama pemprov dan masyarakat Sumbar menyampaikan ucapan belasungkawa dan duka yang dalam atas  tutup usia mantan Wagub Sumbar periode 2016-2021.

"Pak Nasrul Abit merupakan salah seorang putra terbaik Sumbar dari Pesisir Selatan. Kita berduka, semoga Pak Nasrul Abit ditempatkan terbaik disisi Allah SWT dan yang ditinggalkan dapat tabah dan sabar, Aamiin  Ya Robbal Allamiin," seru doa Mahyeldi yang berkesempatan jadi Imam dan menyaksikan pemakaman penyelenggaraan jenazah, Air Haji Pessel, Sabtu (28/8/2021).


Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Sumbar Hansastri juga menyampaikan, segala aktifitas dan pemikiran Nasrul Abit dalam memajukan pembangunan sewaktu menjabat Wagub Sumbar telah memberikan banyak arti dan makna bagaimana melaksanakan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Semua pemikiran semangat kerja pak Nasrul Abit yang diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemprov Sumbar menjadi inspirasi yang berharga dalam kegiatan dan program. Dan hal-hal baik ini akan kami lanjutkan kedepannya," ujarnya.

Hansastri juga mengatakan sosok Nasrul Abit yang mudah bergaul dengan semua golongan dan masyarakat. Kita berduka atas kepergiaan Nasrul Abit sosok yang dapat jadi panutan.

"Beliau amat terbuka dan bersahaja, selalu mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang ada. Selalu ada pemikiran dan jalan keluar yang tidak mengabaikan aturan yang berlaku," ungkapnya 

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Heffi,SH.MSi juga mengatakan, alm. H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai (24  Desember 1954 - 28 Agustus 2021) yang telah mengabdikan diri sebagai Wakil Bupati Pesisir Selatan periode 2000-2005, Bupati Pesisir Selatan dua periode selama 2005-2015 dan terakhir sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2016 - 2021 yang berpasangan dengan bapak Irwan Prayitno sebagai wakil gubernur.

 "Jenazah alm Nasrul Abit, pagi tadi  sekitar jam 5 WIB telah dilepas secara resmi oleh Sekda prov Hansastri di RS Jamil Padang rencananya almarhum Nasrul Abit, ba'da Zuhur akan dimakamkan di pemakaman keluarga, di Labuhan Tanjak Air Haji Kecamatan Sari Linggo Baganti Kabupaten Pesisir Selatan," ujarnya.

Hampir semua masyarakat keluar rumah melambaikan tangan pada saat iringan jenazah Nasrul Abit melewati jalan Padang - Air Haji Pessel. Selamat Jalan pak Nasrul Abit, semoga segala bakti pengabdian mu menjadi inspirasi dan amalan disisi Allah SWT. Aamiin. (*/b/hms)





Padang, Lintas Media News

Menikmati Pameran Ethnofotografi Lanskap Budaya Minangkabau karya Edi Utama yang dipamerkan di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat 28 Agustus-7 September 2021 seolah membaca dan belajar tentang falsafah Alam Takambang Jadi Guru dengan cara tidak biasa.

"Banyak yang bisa diingat dan dipelajari dari 75 karya foto yang merekam pergeseran dan perubahan Lanskap Minangkabau dari 1997-2021 ini. Bagaimana perkembangan zaman ternyata juga membawa pengaruh terhadap bentang alam yang telah diteroka dan dikelola oleh nenek moyang orang Minangkabau," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat membuka pameran di taman Budaya Sumatera Barat, Sabtu (28/8/2021).

Ia menilai foto adalah salah satu upaya untuk merekam segala hal yang tidak bisa terekam selamanya oleh otak. Melihat foto dapat membangunkan memori yang pernah dilihat, direkam otak namun terlupa.

Foto yang merekam isu yang khusus menurutnya juga bisa menjadi sebuah bahan kajian, bahan pemikiran bagi generasi selanjutnya agar bisa memetik hikmah.

Karena itu pemeran foto yang digelar harus diviralkan melalui media sosial karena saat ini penyebaran informasi memang paling cepat melalui media itu.

"Kita tidak bisa memungkiri bahwa zaman telah membawa pada kenyataan bahwa penyebaran informasi yang paling cepat adalah melalui media sosial. Karena itu Dinas Kebudayaan harus bisa menyebarkan informasi pameran itu seluas-luasnya agar banyak masyarakat terutama generasi muda yang bisa datang, menikmati dan belajar," katanya.

Sementara itu, Edi Utama mengatakan proses kreatifnya untuk photografi sudah dimulai sejak tahun 1980-an. Namun banyak hasil fotonya yang sudah hilang dan rusak.

Foto yang dipamerkan saat ini adalah hasil karya dari 1997-2021, yang merekam perubahan bentang alam yang telah diteroka oleh nenek moyang dengan kearifan lokal bahwa alam yang telah dikelola itu akan diwariskan pada generasi-generasi selanjutnya.

Edi menyimpulkan falsafah Alam Takambang Jadi Guru yang dianut orang Minang hingga saat ini benar-benar diimplementasikan oleh nenek moyang saat meneroka dan mengelola alam.

Pemukiman, sawah, ladang dan hutan bisa bergabung dalam satu kesatuan yang asri dan saling menunjang sehingga tidak merusak bahkan benar-benar bisa diwariskan pada generasi selanjutnya.

Ia menemukan banyak perubahan yang terjadi pada lanskap Minangkabau itu dari waktu ke waktu. Sebagian ada yang kurang menggembirakan bahkan ada yang membuat perasaan sedih dan terenyuh. "Banyak yang berubah dan banyak yang hilang. Semua terekam dalam karya ini," katanya.

Namun, ia mengatakan pameran yang digelar hanya bagian awal, pembuka dari serial diplomasi Kebudayaan Minangkabau yang penuh dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Ia mengajak semua pihak untuk meneruskan upaya menggali nilai-nilai itu untuk doperkenalkan kepada generasi muda Minang dan dunia. (b/hms)



Padang, Lintas Media News

Awan duka menyelimuti langit Pesisir Selatan. Sendu menyebar dari utara ke selatan dari debur ombak di pesisir hingga desir-desir dedaun di perbukitan.

Kabar duka itu datang bak halilintar di tengah senyap malam. Nasrul Abit, putra terbaik Pesisir Selatan. Putra terbaik Sumatera Barat dipanggil Sang Pencipta Sabtu (28/8) di RSUP. M. Djamil Padang.

"Hingga sekarang kami masih belum percaya bahwa beliau telah kembali kepada Sang Pencipta," kata Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar dengan suara terbata. Ada isak yang tertahan di dadanya. Ada sendu yang menitik di air matanya.

Nasrul Abit adalah sosok yang tak tergantikan di Pesisir Selatan. Selama mengabdi 15 tahun di kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Bengkulu itu telah banyak jasa yang ia tinggalkan salah satunya adalah mengentaskan daerah dari ketertinggalan.

Tangan dingin itulah yang kemudian menarik Irwan Prayitno untuk menjadikannya sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur 2015-2021.

Tangan dingin itu pun terbukti di tingkat provinsi. Berturut-turut Kabupaten tertinggal di Sumbar berhasil dientaskan dari ketertinggalan. Hanya tinggal Kabupaten Mentawai yang masih belum keluar dari status itu.

Tetapi Nasrul Abit telah menunaikan tugasnya dengan meletakkan pondasi pembangunan tidak hanya dengan menggunakan APBD provinsi tetapi juga menggaet dana dari pusat. Mentawai tinggal menunggu waktu untuk keluar dari status ketertinggalan itu.

Begitu banyak keistimewaan Nasrul Abit yang masih akan terus diingat oleh sejawat sejawat anak kemenakan, warga Pesisir Selatan dan rakyat Sumbar.

Sosoknya yang terkenal kebapakan namun tetap tegas tidak pernah menghindari permasalahan yang datang. Berulang kali yang maju untuk menenangkan masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi ke kantor gubernur Sumbar hingga menghasilkan solusi yang bisa diterima semua pihak.

Pernah suatu kali mahasiswa asal Mentawai menggelar demonstrasi ke kantor gubernur Sumbar dengan tuntutan yang diutarakan dengan semangat membara. Nasrul Abit menerima semua dengan tangan terbuka, dengan jiwa yang mengayomi. 

Aksi demonstrasi itu berakhir dengan diskusi dan foto bersama dengan wajah-wajah yang tak lagi menunjukkan ketidakpuasan.

Di kalangan wartawan Nasrul Abit juga terkenal sangat dekat. Dalam waktu senggang nya ia meminta ajudannya untuk mengundang wartawan ke ruangannya sekadar untuk berdiskusi tentang perkembangan daerah.

Sesekali diskusi itu berakhir di pinggir pantai di kedai makan sederhana yang menawarkan menu ikan pukek. Ya, Nasrul Abit adalah pecandu "kuliner laut,". Mungkin karena ia dibesarkan di pesisir pantai sehingga laut telah menjadi satu dengan jiwanya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengenang sosok Nasrul Abit sebagai seorang kakak yang tidak pelit untuk berbagi ilmu dalam diskusi. 

Perannya untuk Sumatera Barat tidak akan terlupakan sepanjang hayat masih dikandung badan.

"Insya Allah kebaikan kebaikan beliau akan diganjar dengan surga Allah," katanya saat melepas jenazah di Air Haji, Pesisir Selatan, Sabtu.

Gubernur mendoakan yang terbaik untuk almarhum juga keluarga yang ditinggalkan agar bisa sabar untuk menerima keputusan dari Yang Kuasa.

Adik almarhum Mukhlis Yusuf Abit memintakan maaf kepada seluruh masyarakat jika saudaranya pernah berbuat salah sengaja maupun tidak disengaja. Ia meminta doa agar almarhum dilapangkan kuburnya dan dimuliakan tempat di sisi-Nya.

Kini Nasrul Abit pergi. Iring-iringan jenazah disambut tangis dan doa di sepanjang jalan di Pesisir Selatan. Masyarakat tanpa dikomando berjejer di pinggir jalan, melepasnya ke tempat peristirahatan terakhir. 

Selamat jalan Nasrul Abit, jasamu, kenangan denganmu takkan terlupakan bagi keluarga bagi masyarakat Pesisir Selatan dan bagi masyarakat Sumatera Barat.(rel)



Padang, Lintas Media News.

Dalam upaya melawan pandemi Covid-19, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumbar dapat bantuan 5 tabung oksigen dari Kadin Sumbar melalui program "Oksigen untuk Negeri" membagikan tabung oksigen kapasitas 6 kubik kepada rumah sakit di Sumbar, organisasi dan Kadin kabupaten/kota.

Lima tabung oksigen lengkap dengan regulatornya diserahkan langsung oleh Ketua Umum Kadin Sumbar H. Ramal Saleh kepada Ketua PWI Sumbar H. Heranof Firdaus, S.Sos di Jalan Bagindo Aziz Chan No.8 Padang.Jumat (27/8).

"Kami serahkan lima tabung oksigen ini kepada PWI Sumbar untuk dimanfaatkan dalam penanganan Covid-19 di lingkungan anggota PWI. Kalau ada yang mendadak memerlukan pertolongan oksigen, bantuan ini sudah dapat dimanfaatkan," kata H. Ramal Saleh.

Menurut Ketum Ramal Saleh, secara keseluruhan bantuan oksigen untuk Sumbar ini berjumlah 380 buah tabung yang berasal dari Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. Secara simbolis bantuan oksigen untuk Sumbar ini diserahkan kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi di Gubernuran, Sabtu (22/8) lalu.

Distribusinya,
200 buah tabung diserahkan kepada RSAM Bukittinggi (100 tabung), RSUD Solok (50 tabung), RSU Pariaman (50 tabung), 180 tabung didistribusikan kepada Kadin kabupaten/kota dan sejumlah organisasi termasuk PWI Sumbar.

Ketua PWI Sumbar H. Heranof Firdaus, S.Sos menyampaikan terima kasih atas bantuan oksigen tabung dari Kadin Sumbar ini. Sebab ketersediaan oksigen sangat dibutuhkan bagi mereka yang terpapar Covid-19, terutama yang mengalami gejala klinis berat seperti sesak nafas.

"Bagi PWI bantuan oksigen ini adalah upaya kesiapsiagaan melawan pandemi Covid-19. Tabung oksigen ini kita siagakan selalu di PWI dan dapat digunakan sewaktu-waktu oleh pengurus dan anggota yang membutuhkan. Mudah mudahan tidak terpakai, artinya anggota PWI dapat terhindar dari Covid-19," kata Heranof Firdaus, yang didampingi Anggota Dewan Kehormatan PWI Gusfen Khairul.

Dalam upaya siaga Covid-19, kata Heranof Firdaus, PWI Sumbar terus menghimbau seluruh anggota untuk menegakkan protokol kesehatan dalam operasional liputan di lapangan. Jangan abai terhadap protokol kesehatan, karena bisa berakibat terpapar Covid-19.

"Selain protokol kesehatan, anggota PWI diharapkan menjaga imun tubuh. Kemudian bagi yang memenuhi syarat kesehatan agar mengikuti vaksinasi Covid-19," kata Heranof Firdaus. (*)


PADANG.Lintas Media News.
Setelah Pengurus DPP Partai Ummat Agung Mozin mengundurkan diri, dengan alasan telah terjadi sekat informasi dan komunikasi yang tidak mengedepankan akhlakul karimah.

Kini, disusul Pengurus DPW Partai Ummat H.M. Tauhid, karena kesibukan sebagai pengusaha dan ikut pada orang yang mebawanya ke partai tersebut, Agung Mozin.

Agung Mozin mengatakan pada Wartawan Kamis (26/8/2021), memperhatikan dengan seksama dinamika internal partai, adanya sekat sekat informasi dan komunikasi elitis yang tidak mengedepankan akhlakul karimah, maka ia mengundurkan diri.

Agung Mozin juga mendasari keputusannya itu berdasarkan pertimbangan dari para sahabat.

Pernyataan Agung Mozin, yang juga deklarator Partai Ummat, seiring dengan ungkapan  H.M.Tauhid, dimana ia tetap bertahan sampai keluarnya surat KUM-HAM, agar tidak menggangu dan menjadi gaduh.

"Atas masukan teman-teman, dan keluarga, serta melihat perkembangan gerakan politik partai ini, maka saya juga mengundurkan diri, agar tidak menjadi dilema dikemudian hari," ulas Tauhid.

Selain itu, ia juga akan focus mejaga cucu serta menjalankan usaha, sehingga bisa melakukan kaderisasi usaha pada anak-anak, untuk masa depan mereka.

"Pengunduran diri sudah saya sampaikan pada ketua DPW Sumbar, sehingga dengan pengunduran diri tersebut sudah tidak ada lagi kaitan partai dengan diri saya," tegas Tauhid lagi, disebuah tempat minum, Jumat (27/8/2021).

Ketika ditanya, apakah akan bergabung dengan partai lain, H.M.Tauhid mengatakan, akan melihat kondisi yang ada, dan menimbang masukan dari teman-teman serta keluarga.

"Saya masih akan terus meminta masukan teman-teman serta keluarga dalam bergabung dengan partai politik lainnya, pada awal bergabung di partai Ummat saya juga sempat dilarang beberapa teman, tapi melihat pak Agung bergabung dan mengajak saya, maka saya terima tawaran bergabung, selanjutnya pernyataan pak Agung juga menjadi salah satu alasan saya mundur," ulas Tauhid lagi.

Ditambahkannya, meskipun secara kepartaian mundur, namun secara pribadi H.M. Tauhid tetap akan menjaga silaturahmi pada pengurus dan kader partai Ummat, serta teman-teman partai lainnya dan non partisan, karena silaturahmi diwajibkan dalam agama Islam.

"Secara organisasi saya tidak lagi bersama, namun secara pribadi tetap akan menjaga silaturahmi sampai kapanpun, karena ini kewajiban," ujar Tauhid mengakhiri(rel)

Padang,Lintas Media News.
Tak terasa sudah 13 Tahun Jejak Media Group (JMG) yang menaungi Koran Jejak News dan media online jejak77.com berkiprah didunia jurnalistik. Berbagai rintangan dan tantangan dilalui JMG dalam kurun waktu 13 tahun tersebut.

Baru baru ini, salah seorang pimpinan di JMG harus mengalami proses hukum karena didzalimi penguasa dan pengusaha yang merasa terusik dengan pemberitaan JMG. Tapi tak membuat JMG patah arang dan tetap melakukan perlawanan secara hukum.

Walau diterpa ujian dan cobaan, JMG tetap seperti JMG dulu yang berkomitmen untuk  tetap memberitakan yang terbaik untuk masyarakat. Pemberitaan kontrol sosial terkait dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) masih terus disajikan JMG.

JMG juga tetap eksis didunia jurnalistik, bahkan saat ini telah mengembangkan sayapnya sampai ke pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Dalam rangka memperingati HUT ke-13, JMG merasa terpanggil untuk peduli terhadap Anak Yatim Piatu, Jurnalis dan masyarakat sumbar yang terdampak Covid-19.

Beberapa kegiatan amal telah mulai dilakukan JMG. Diantaranya adalah lembagian paket sembako terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Tak hanya itu, nantinya JMG juga akan melakukan anjangsana ke panti asuhan serta pembagian paket sembako terhadap jurnalis yang ada di Sumatera Barat.

Kamis (26/8/2021), paket sembako telah mulai dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang berada disekitar kantor JMG. Puluhan paket disalurkan langsung kepada penerimanya. 

Para penerima bantuan mengucapkan terimakasih kepada JMG yang peduli terhadap masyarakat Sumbar. Dani salah seorang penerima bantuan mengungkapkan bahwa dirinya dan puluhan masyarakat merasa bersyukur dan berterima kasih atas apa yang dilakukan JMG. Dia berharap dan mendoakan agar perusahaan-perusahaan media lainnya bisa melakukan seperti apa yang dilakukan JMG. 

"Kami merasa bersyukur sekali karena masih ada yang peduli pada kami disaat pandemi Covid-19 ini. Saya berharap, langkah JMG bisa diikuti oleh perusahaan media lainnya", ujar Dani berharap.

Pemimpin Umum JMG, Mayor (Purn) Syamsir Burhan atas nama kru JMG, mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah mengizinkan JMG untuk berbagi dimasa pandemi Covid-19 ini. Dia juga meminta doa dari masyarakat agar apa yang dilakukan JMG ini dapat terlaksana setiap tahunnya. 

"Semua yang dilakukan JMG ini berkat bantuan dan partisipasi semua pihak. Semoga menjadi ladang amal nantinya bagi kita", ujarnya.

Ditambahkan Syamsir, terlaksananya kegiatan amal ini juga tak lepas dari kekompakan kru JMG yang tak kenal lelah. Juga berkat dukungan dari Ismail Novendra selaku Pemimpin Perusahaan dan penanggungjawab acara peduli amal tersebut.

Setelah kegiatan pembagian sembako  dikantor JMG, nantinya juga akan disebar ratusan paket sembako di beberapa daerah di Sumatera Barat. JMG akan mendatangi langsung rumah masyarakat yang terdampak Covid-19.

Tidak hanya peduli masyarakat terdampak Covid-19, JMG juga akan melakukan pembagian sembako kepada para jurnalis di Sumbar. Rencananya Jumat (27/8/2021) JMG juga akan mendatangi para jurnalis di Kota Padang untuk berbagi. Setelah itu akan diikuti dengan pembagian sembako untuk para jurnalis di beberapa daerah di Sumbar. 

Terakhir, kegiatan amal ini rencananya akan dilakukan dipanti asuhan yang ada di Kabupaten Agam dan Solsel. Ada dua panti asuhan yang akan dikunjungi pada September 2021 nantinya, terang Syamsir.  (Rel/Meza)



Payakumbuh, Lintas Media News

Setelah sebelumnya diusulkan kelurahan Tigo Koto Diate dan Kapalo Koto Dibalai, Kecamatan Payakumbuh Utara untuk menjadi Kelurahan Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) lakukan pembinaan dan pendampingan bersama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) kota Payakumbuh terhadap Kelurahan statistik yang telah ditunjuk.

Pembinaan dan pendampingan yang dilaksanakan BPS bersama Diskominfo berlangsung di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai, yang dihadiri kepala BPS Kota Payakumbuh Desi Febriyanti, Kabid Kehumasan Diskominfo Aulia Fajrin, kasi Statistik Bismikal dan lurah bersama pegawai kelurahan Kapalo Koto Dibalai.

Diawal penyampaiannya dalam pendampingan dan pembinaan tersebut, Kepala BPS Desi Febriyanti sampaikan bahwa tujuan kegiatan turun lapangan langsung untuk mengimplementasikan penyediaan data statistik dari Kelurahan sehingga data yang disajikan terukur dan gampang di akses.

Desi juga menyampaikan jika kelurahan Kapalo Koto Dibalai merupakan kelurahan pertama yang dilakukan pembinaan, disamping sebelumnya kelurahan Tigo Koto Diate juga diusulkan sebagai pilot project untuk kelurahan statistik pada tahun 2020 silam.

Dan jika program kelurahan statistik berjalan lancar, menurut Desi, kota Payakumbuh bisa memiliki literasi yang jauh lebih bagus dibandingkan daerah lain, karena data tersebut dapat digunakan untuk acuan bagi pembangunan di kota Payakumbuh”, terang Desi, Rabu (25/8).

Sementara itu, Kabid Kehumasan Aulia Fajrin mengatakan jika sebagai wali data Diskominfo melalui seksi Statistik di bidang kehumasan akan selalu turut serta dalam mensukseskan tercapainya satu data Indonesia.

Menurut Kabid Kehumasan tersebut, selain pendamping Diskominfo  juga turut memfasilitasi penyediaan infrastruktur dan jaringan dalam mendukung program ini, seperti dengan diperkuatnya akses untuk jaringan internet, bimtek dan kegiatan lainnya.” ungkap Fajrin sapaan akrab mantan Lurah Tiakar tersebut.

Kemudian, Fajrin juga tidak lupa menyampaikan bahwa tujuan akhir dari program ini agar kota Payakumbuh memiliki basic data dari setiap kelurahan, sehingga data yang dimiliki ini merupakan data yang akurat, berkualitas dan mudah di implementasikan serta dapat diperoleh dan diakses oleh seluruh masyarakat”, tukasnya.

Dan dengan pembinaan serta pendampingan dari BPS dan Diskominfo kota Payakumbuh untuk mewujudkan kelurahan statistik, Plh. Lurah Kapalo Koto Dibalai Randika Petra sangat mengapresiasi serta ucapkan terima kasih, serta dengan pembinaan dan pendampingan ini, kelurahan Kapalo Koto Dibalai dapat menjadi pilot Project lanjutan dalam mewujudkan kelurahan statistik di kota Payakumbuh”, tandas Randi. (H/Muchlis)


Jakarta, Lintas Media News

DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 menyebutkan Tiga tantangan besar tengah menghambat pergerakan Serikat Buruh saat ini di Indonesia.

Pertama, masih maraknya “Union Busting” atau Pemberangusan Serikat Buruh. Kedua belum adanya Kepastian Hukum atas persoalan yang dialami Buruh dan Ketiga Lemahnya Pengawasan Pemerintah atas pelanggaran-pelanggaran di bidang Ketenagakerjaan.


“Saat ini tantangan besar yang dihadapi Serikat Buruh adalah soal kesejahteraan yang mengerucut pada ketiga tantangan besar tersebut. Sesuai dengan tema yang diangkat Kongres, yakni ‘Kesejahteraan Buruh Adalah Kekuatan Bangsa Dan Negara, dengan Sub Tema “Buruh Menyongsong Masa Depan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh,” kata Ketua DPP SBSI 1992 Abednego Panjaitan kepada Wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, Ketiga tantangan besar ini menjadi topik utama yang harus disampaikan SBSI 1992 kepada pemerintah sehingga dapat dijadikan pembahasan nasional dalam membina iklim perburuhan yang baik di tingkat unit kerja dan pada akhirnya akan menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara Buruh dan Pengusaha.

SBSI 1992, sambung Abed, merupakan salah satu organisasi Serikat Buruh sebagai alat perjuangan dalam menyampaikan kritik dan solusi kepada pemerintah. 

SBSI 1992 didirikan oleh Tokoh-tokoh besar bangsa seperti mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid disapa Gus Dur, Prof Dr Muchtar Pakpahan, Rachmawati Soekarno Putri dan Sabam Sirait beserta puluhan tokoh Buruh lainnya. 

Akan tetapi dalam perjalanannya, SBSI 1992 mengalami berbagai masalah besar terkait Union Busting seperti yang terjadi di Kota Gunungsitoli, Propinsi Sumatera Utara, dimana Pengusaha nekat mengkriminalisasi pengurus Serikat Buruh tanpa adanya perhatian Pemerintah. 

“SBSI 1992 akan terus menyuarakan kebebasan berserikat dan berkumpul sebagai pondasi perjuangan hak dan kepentingan kaum buruh Indonesia,” timpalnya.

Tantangan kedua, menurut Sekretaris Jenderal Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) Satu Kali ini, negara belum mampu memberikan perlindungan hukum kepada setiap buruh di seluruh Indonesia.

“Artinya siapapun yang membayar upah di bawah UMP adalah pelanggaran. Undang-undang menuliskan itu dengan tinta Emas dalam kemasan produknya, tapi disi lain jutaan kasus pembayaran upah di bawah UMP terjadi di seluruh Indonesia. Ironisnya, tak satupun Pengusaha yang dipenjara karena membayar upah dibawah ketentuan. Disini kami meminta pemerintah memberikan suatu kepastian hukum,” imbuhnya. 

Selain itu, jelas Abed, keputusan hukum atas perkara di tingkat Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), yang apabila kasusnya sudah putus, namun jaminan atas keputusan tersebut masih pula harus diperjuangkan. 

“Saat ini PT SCS Serpong sebagai Perusahaan yang tergabung di dalam Sritex Group mem-PHK 297 Karyawannya. Putusan di tingkat PHI Serang menghukum Pengusaha membayar sekitar Rp30 Milyar kepada anggota SBSI 1992, memang belum Inkrach, tapi pemerintah harus memberikan kepastian hukum atas kasus seperti ini. Banyak pengalaman yang kita alami, setelah kasus putus di Pengadilan, namun hak-hak Buruh masih harus diperjuangkan bahkan hangus begitu saja. Ini bukti, tidak adanya perlindungan kepada serikat atau buruh sebagai akibat kurangnya perhatian dari pemerintah,” tegasnya.

Abed berharap, pemerintah dapat memberikan kepastian hukum kepada Buruh. Jangan asal membuat produk Undang-Undang tapi tidak ada perlindungannya.

“Bagaimana seorang buruh yang lemah dan miskin melakukan perlawanan, disuruh berperkara, disuruh berlawanan dengan pengusaha yang berduit? Ini menjadi tantangan besar di era sekarang dan ke depannya,” bebernya.

Persoalan ketiga, menurut Abed, lemahnya pengawasan ketenagakerjaan di Indonesia. UU sebelumnya maupun UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan yang baru-baru ini dibuat oleh pemerintah terkesan berpihak kepada kaum Buruh, padahal faktanya di lapangan Buruh sangat jarang mendapatkan perlindungan atas persoalan yang dialaminya tersebut.

“Ini terjadi karena lemahnya fungsi pengawas ketenagakerjaan. Padahal, jikalau Pengawasan benar-benar berjalan sesuai aturan, maka itu sangat bagus untuk dijalankan. Tapi pengawas ini justru menjadi mitranya pengusaha. Ketiga hal ini menjadi catatan besar dan menghambat demokrasi dalam pergerakan buruh untuk memperjuangkan hak-haknya,” paparnya.

Ketua Panitia Acara, yang juga Ketua SC SBSI 1992, Iradat Ismail mengatakan, saat ini SBSI 1992 akan menggelar even besar sebagai Program kerja 5 tahunan yang dirangkai juga sebagai alat konsolidasi dalam kegiatan Kongres ke-5 SBSI 1992.

“Tujuannya untuk menelurkan calon pemimpin SBSI 1992. Juga untuk merapatkan tingkat pimpinan cabang SBSI 1992 se-Indonesia,” ujar Iradat didampingi Ketua Panitia Penyelenggara, yang juga Ketua Panitia OC SBSI 1992, Marjuddin Nazwar.

Marzudin menambahkan, kongres yang akan berlangsung pada beberapa pekan mendatang untuk menyiapkan konsolidasi program kerja 5 tahun kedepan dan sebagai proses kaderisasi kepemimpinan nasional.

Namun demikian, mengenai siapa saja yang akan mencalonkan sebagai ketua umum SBSI 1992, hingga kini belum muncul namanya. Tapi nantinya akan muncul dengan sendirinya.

“Tujuannya bagaimana melahirkan pemimpin SBSI 1992 selanjutnya. Kongres ini untuk merapatkan konsolidasi kelembagaan di tingkat pengurus komisariat, pengurus cabang dan pengurus propinsi di seluruh Indonesia. Dan saat ini, SBSI 1992 sudah ada di seluruh propinsi dengan total 35 ribu anggota dan basis terbesarnya ada di propinsi Sumatera Utara,” tutup dia (Rel/Ism)


PADANG,Lintas Media News.
Sebanyak 30 orang calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang berhasil lolos seleksi administrasi hari ini resmi dipublia Tim Seleksi KPID Sumbar di media cetak lokal.

“Hasil pemeriksaan berkas pendaftaran calon, dari 57 yang mendaftar, 30 calon diputuskan lolos seleksi administrasi untuk mengikuti ujian tulis pada Kamis (2 September 2021) depan,” ujar Ketua Tim Seleksi KPID Sumbar Ilham Aldelano Azre, Kamis 26/8-2021 di Padang.

Azre juga berkeyakinan, kalau nanti calon yang lolos orang-orang memiliki kualitas bagus, sehingga KPID memang menjadi lembaga penyiaran berkualitas pula.

Berikut nama-nama Calon KPID Lolos Seleksi Administrasi.

(rel/St)

Payakumbuh, Lintas Media News

Menindaklanjuti rapat percepatan penanganan Covid 19 kota Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh melakukan langkah cepat dalam menekan penyebaran covid 19 dengan melakukan peninjauan langsung ke eks Kantor Balai Kota Bukik Sibaluik yang akan dijadikan tempat Isolasi bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif namun tanpa gelaja (otg) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Selasa (24/8)

Saat melakukan peninjauan Gedung, rida menjelaskan ini adalah salah satu langkah cepat yang dilakukan Pemko Payakumbuh menjadikan eks .Kantor Balai Kota, di Bukik Sibaluik berguna untuk isolasi bagi masyarakat payakumbuh yang terkonfirmasi positif Covid 19 namun tanpa gejala. 

"Jadi, hari ini kita melihat kondisi Kantor ini setelah dimana sebelumnya OPD yang berKantor di Bukik Sibaluik pindah ke Padang Kaduduak, dan kita melihat Kantor ini dapat dimaksimalkan untuk menjadi tempat isolasi bagi masyarakat. maka dari itu kami bersama kepala OPD terkait meninjau sejauh mana Gedung ini bisa dipersiapkan untuk tempat isolasi dan mencukupi sarana dan prasarana untuk kelancaran Isolasi dan kenyamanan masyarakat," terang Rida

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan A.Arifianto mengatakan persiapan untuk isolasi bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif namun tanpa gejala diarahkan untuk menempati eks Kantor Balai Kota Bukik Sibaluik. dengan ini dilakukan monitoring dan anggaran biaya untuk operasional tempat Karantina sehingga apa yang dibutuhkan untuk Karantina bisa tercukupi sesuai dengan standar yang ada. 

"Diharapkan nanti pasien ,Covid yang tidak bergejala bisa ditempatkan di karantina kita ini. kita menyediakan tempat isolasi ini senyaman mungkin untuk masyarakat dengan daya tampung diperkirakan bisa 75 sampai 100 orang. sebelumnya Gedung ini akan di rehab dan dilaksanakan pembinaan Gedung, sekitar bulan Oktober kita sudah bisa operasionalkan Gedung ini untuk isolasi. untuk sementara Karantina masih kita lakukan di SKB"pungkasnya. (H/Muchlis)



Jakarta, Lintas Media News

Masyarakat Sumatera Barat berduka, kehilang tokoh seniman besar membesarkan nama daerah di pentas nasional dan internasional. 

Sosok almh. Elly Kasin merupakan seniman besar yang dikenal baik oleh masyarakat baik dalam negeri dan luar negeri. Beliau telah mendedikasikan diri berkarya mengembangkan kesenian tradisional baik dengan lantunan suara bersyair lagu minang maupun dengan seni tari minang. 

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dihadapan para pelayan yang di rumah duka jln. Beton no.68 RT.08/RW 5 kayu putih kecamatan Pulogadung -Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021). 

Gubernur juga menyampaikan, sejarah mencatat perjalanan hidup Almh Elly Kasim selalu bertahan mengembangkan dan menjaga kesenian tradisional Minang tetap lestari. "Kita berharap generasi muda minang juga dapat meneruskan karrya-karya dan keinginan besar Almh dapat membanggakan ranah minang - Sumbar  agar selalu dikenang dan teruskan kepada generasi muda, ahli waris  dan, masyarakat Minang," himbau Mahyeldi

Mahyeldi juga sampaikan,  perjalanan hidupnya sebagai artis dan juga tokoh kesenian almarhumah di kenal sosok pekeria keras yang gigih mempromosikan gerakan sadar wisata bagi kaum generasi penerus. 

"Kedekatan Almarhumah dengan tokoh masyarakat dan para kaum elit politik juga digunakan untuk melapangkan perjalanan pengembangan kesenian adat Minang dimanapun berada. Hal ini menunjukan eksistensi seorang Ely Kasim akan cintanya terhadap kesenian yang cukup populer di setiap daerah yang yang beragam budaya," ujarnya

Gubernur juga menyampaikan kepada keluarga dan masyarakat yang hadir untuk selalu mengingat pesan-pesan dan melanjutkan pemikiran dan karya-karya almarhumah disaat beliau masih hidup.

Pelayan sangat ramainya mengunjungi rumah di jln. Beton no.68 RT.08/RW 5 kayu putih kecamatan Pulogadung Jakarta Timur tampak haru karena kehilangan seorang tokoh seniman yang sangat dikenal kalangan baik oleh semua kalangan.

Terdengar banyaknya senandung doa yang dipanjatkan oleh pelayat membuat suasana semakin haru dan sangat jelas terasa kehilangan seorang tokoh yang di dambakan.

Penyanyi legendaris pop minang Elly Kasim meninggal dunia di usia 76 tahun pada Rabu (25/8/2021). Elly Kasim mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta.  Beberapa tahun sebelum suami tercinta Elly Kasim mendahului menghadap sang Khalid. (*/b/hms)






PADANG.Lintas Media News.
Pengamat politik yang juga dosen Fisipol Unand Ilham Adelano Azre tegaskan.Aksi pergerakan mileneal menang di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Rabu (25/8/2021) itu sangat aneh, menutut agar ketua mengundurkan diri karena melakukan renovasi rumah dinas,padahal pembangunan tersebut sudah dianggarkan melalui APBD dan tidak masuk dalam anggaran pribadi dewan, melainkan dalam anggaran eksekutif, atau pemerintah.

Kalau koreksi agar dilakukan pembatalan rehab rumah dinas masih dianggap wajar, meskipun pembatalan tersebut tidak ada dasar hukumnya, namun meminta pimpinan DPRD Sumbar untuk mundur sangat aneh, karena tidak pada tempatnya.

"Anggaran rehab berada di pos anggaran eksekutif, maka jika gubernur mau membatalkan rehab yang sedang berjalan tersebut, dalam kerangka rekovusing itu sah-sah saja, namun tidak ada kewenangan ketua DPRD Sumbar untuk membatalkannya, karena ketua DPRD bukan Kuasa Pemegang anggaran atau KPA, juga bukan PPTK, yang KPA dan PPTK itu eksekutif," ulas Ilham Adelano Azre.

Dia juga mengatakan, aksi tersebut sebenarnya sah-sah saja, hanya permintaan agar ketua DPRD Sumbar harus mundur karena itu, merupakan keanehan, karena sebagai pimpinan dewan yang bersangkutan merupakan rekomendasi partainya.

"Ketua DPRD Sumbar itu merupakan rekomendasi dari partai, dan gak ada urusannya dengan proyek apa-pun, jika gubernur mau batalkan semua proyek saya yakin ketua DPRD tidak akan menghalangi, karena anggaran ada pada eksekutif, bukan pada legislatif," tegas Azre lagi.

Sekaitan dengan aksi demo, ketua DPRD Sumbar Supardi  mengatakan, rehab rumah dinas tidak ada, yang ada hanya rehab selter, ruang kerja dan ruang olahraga, berada di belakang rumah dinas.

Selain itu, saat bukan hanya pembangunan di belakang rumah dinas ketua, termasuk juga saat ini sedang rehab rumah dinas gubernur dan wakil gubernur.

Berkaitan dengan baju dinas, ketua DPRD Sumbar Supardi juga menerangkan, saat ini sekitar 9000-an ASN dilingkungan pemprov Sumbar juga mendapatkan baju dinas.

Rehab dan pembuatan baju dinas bukan tidak memiliki efek pada masyarakat, khususnya pekerja bangunan dan buruh jahit, karena mereka mendapatkan pekerjaan untuk kebutuhan keluarganya, dimasa pandemi ini.

"Bukan rumah dinas yang direhab, tetapi gedung belakang, sementara ini gubernuran juga direhab, menyangkut baju dinas, ASN menerima baju dinas dari anggaran yang sudah disediakan, efek positif dari semua ini adalah, bisa bekerjanya buruh bangunan dan buruh jahit, sehingga bisa menghidupi keluarganya dimasa pandemi, memang tidak bisa mengakomodir semuanya, namun bisa menyelamatkan sebagian," ulas Supardi dihadapan para pengunjuk rasa.

Namun apa yang disampaikan Supardi tidak diterima pengunjun rasa, bahkan saat ketua DPRD Sumbar memberikan keterangan, pengunjuk rasa bersorak-sorak, seperti hilang rasa hormat pada yang lebih tua.

Supardi tetap menerangkan, meskipun para pengunjuk rasa tidak mendengarkan, karena menurutnya sebuah kewajiban dalam memberikan penjelasan, untuk sebuah kebenaran.

Setelah Supardi memberikan penjelasan, lalu pamit dan meninggalkan sekitar 15 orang pengunjuk rasa, masuk kembali ke gedung DPRD Sumbar.

Tadinya pengunjuk rasa melayangkan surat akan melakukan aksi pada pukul 13.00 Wib, namun mereka baru datang sekitar pukul 14.35 Wib, namun ketua DPRD Sumbar tetap sabar menunggu, walau akhirnya tanpa rasa santun pengunjuk rasa menerima-nya dil lapangan.

Setelah sekitar 15 menit memberi keterangan, ketua DPRD meninggalkan para pengunjuk rasa tepat pukul 15. 50 Wib, untuk melanjutkan rapat dengan anggota DPRD Sumbar lainnya.

"Kewajiban saya sebagai pimpinan dewan memberi keterangan, mereka mau terima atau tidak, itu hak mereka, karena anggaran pembangunan dan baju dinas bukan hanya untuk DPRD tapi juga untuk gubernur serta wakil gubernur dan ASN, dan aset berupa fisik bukan milik DPRD tapi milik pemerintah dengan penanggung jawabnya gubernur," tegas Supardi mengakhiri.(fwp/st)

Penyerahan bantuan beasiswa masuk sekolah dari UPZ Baznas Semen Padang. Hingga Juli 2021, UPZ Baznas Semen Padang telah menyalurkan zakat kepada delapan asnaf sebesar Rp4 miliar lebih. (foto:hms.ptsp)



Padang, Lintas Media News

Hingga Juli 2021, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang, telah menyalurkan zakat karyawan PT Semen Padang melalui berbagai program sebesar Rp4 miliar lebih.  

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri  mengucapkan terimakasih kepada UPZ Baznas Semen Padang yang telah mempermudah kewajiban karyawan PT Semen Padang dalam menyalurkan zakat hartanya. 

"Penyaluran zakat ini telah berlangsung sejak 1995, atau sejak zakat karyawan dikelola seksi sosial Korpri PT Semen Padang. Dan penyalurannya sebesar 2,5 persen dari gaji yang diterima karyawan setiap bulannya," ujar Oktoweri. 

Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengungkapkan, selama bulan Juli 2021 pihaknya telah menyalurkan zakat karyawan PT Semen Padang sebesar Rp617 juta.

"Zakat tersebut disalurkan kepada delapan asnaf, atau orang yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, pemerdekaan, berhutang, fisabilillah dan ibnu sabil," kata Oktoweri, Rabu (25/8/2021). 

Selain disalurkan kepada delapan asnaf,  sebesar 30 persen dana zakat yang dihimpun dari PT Semen Padang juga disalurkan melalui Baznas Pusat. 

"Semoga Allah SWT memberi pahala atas keikhlasan para muzakki (orang yang berzakat) atau karyawan PT Semen Padang dari harta yang dizakatkan,  menjadikan berkah, serta mensucikan atas harta yang lainnya," kata Muhammad Arif. 

Dari total Rp617 juta dana zakat yang disalurkan selama Juli 2021,  untuk asnaf faqir,  telah disalurkan sebesar Rp58 juta.
Dana  tersebut disalurkan kepada 346 orang penerima manfaat biaya hidup rutin, dan kepada 4 orang biaya hidup nonrutin yang terdiri dari faqir, jompo, janda dan cacat dengan sebaran penerima manfaat di sekitar ring 1 PT Semen Padang dan Kota Padang umumnya.
Kemudian untuk asnaf miskin sebesar Rp123 juta, disalurkan dalam bentuk beberapa program, di antaranya, untuk program peduli ekonomi berupa modal usaha yang disalurkan kepada 14 orang penerima manfaat. 

Untuk program kemanusiaan, disalurkan kepada 7 lembaga sosial kemanusiaan berupa insentif dan untuk 1 kepala keluarga (kk) penerima manfaat peduli hunian berupa perbaikan rumah dan pembelian bahan bangunan.

Selanjutnya program peduli kesehatan, diberikan kepada 7 orang penerima manfaat, yaitu untuk bayar hutang berobat di rumah sakit dengan dibayarkan langsung ke rumah sakit, bantuan bayar tunggakan BPJS Kesehatan.

"Untuk program peduli kesehatan ini, kami juga memberikan bantuan untuk biaya pembelian tiket pesawat rujukan RS Harapan Kita, dan juga pembelian alat bantu dengar untuk penerima manfaat," katanya. 

Untuk ashnaf muallaf, lanjut Muhammad Arif, disalurkan sebesar Rp45 juta untuk honor da’i binaan UPZ Baznas Semen Padang yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan untuk program dakwah lainnya.

Kemudian untuk asnaf fisabilillah, pada Juli 2021 disalurkan sebesar Rp99 juta lebih untuk untuk 112 orang penerima beasiswa rutin, 26 orang beasiswa insidentil, 93 orang penerima bantuan honor rutin guru TPQ/TQA.

"Kemudian, juga disalurkan kepada 33 lembaga yang meliputi program pendidikan, serta dakwah rutin dan non rutin," pungkas Muhammad Arif. (*/b/hms)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.