Dharmasraya, Lintas Media News

Pemerintah secara resmi mengizinkan masyarakat untuk mudik lebaran 2022. Ini akan menjadi tahun pertama dibolehkannya mudik di saat pandemi virus corona masih terjadi. 

Dimana pada lebaran 2020 dan 2021 pemerintah melarang mudik dalam rangka antisipasi penyebaran COVID-19, diperkirakan sebanyak 79 juta orang bakal pulang kampung halaman pada tahun ini ke berbagai sejumlah daerah. 

Disaat arus mudik tren sampah biasanya cenderung meningkat. Dengan begitu, Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan berharap gerakan "mudik minim sampah" yang digagas Pemkab Dharmasraya dapat dijadikan sebagai momen kampanye dan edukasi menjaga lingkungan. 

Sutan Riska yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu mengajak pemudik untuk mengurangi sampah terutama sampah plastik.

"Untuk semua yang mudik, mari kita mudik tanpa sampah, dan mari menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan. Mari sama-sama ajak sanak family di kampung halaman untuk peduli lingkungan," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Silaturahmi, di ruang kerjanya Selasa (26/4/2022).

Melalui gerakan 'mudik minim sampah' Pemkab Dharmasraya mengimbau para pemudik agar membawa kantong belanja, kantong mimun, dan wadah makan masing-masing untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai. 

Kemudian dilanjutkannya, pemudik diminta mengambil makanan secukupnya dan selalu membiasakan menghabiskan makanan tanpa sisa, dan buang sampah ditempat yang disediakan serta dipisahkan sesuai jenisnya.

"Kampanye mudik minim sampah ini juga kita sosialisasikan melalui pamasangan baliho dititik strategis, misalnya di posko mudik, begitu juga kampanye melalui media sosial, radio, media juga kita lakukan," bebernya. 

Di samping itu, Pemkab Dharmasraya juga mengimbau kepada pemilik rest area serta fasilitas umum agar menyediakan tempat sampah sesuai jenisnya, dimana tempat-tempat tersebut yang akan menjadi lokasi persinggahan bagi pemudik untuk beristirahat. 

"Mengingat Dharmasraya adalah gerbang masuk bagi parantau yang akan melakukan mudik ke beberapa daerah di Sumbar, sebagai tuan rumah tentu kita harus menyambut dengan baik serta mengkampanyekan gerakan 'mudik minim sampah' ini kepada masyarakat luas pada umumnya," tukasnya. (elda)
 
Top