Jakarta, Lintas Media News

 Dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Padang Pariaman kepada generasi muda dan meningkatkan silaturahmi antara ranah dan rantau, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar Sumarak Alek Perantau Minang dan Festival Pakaian Tradisional Minangkabau Baju Kuruang Basiba, pada Sabtu (20/11) di Anjungan Sumatera Barat Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

Turut hadir dalam acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur ini, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmang, Ketua DPRD Arwinsyah bersama anggota DPRD Syahrul Dt. Lung, Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, Kepala Kantor Penghubung Provinsi Sumatera Barat Andre Setiawan, Ketua DPP. PKDP H. Refrizal, Ketua IK-LIMKOS Ismet Jaya Piliang, Ketua ASITA Sumbar Darmawi, Ketua TP-PKK Ny. Yusrita Suhatri Bur, Ketua GOW Ny. Yusneli Rahmang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Yanti Rudy Repenaldi Rilis, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, juga beberapa tokoh perantau Padang Pariaman berada di Jabodetabek.

Dalam sambutannya, Bupati Padang Pariaman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan adat budaya minangkabau dan menjalin silaturahmi antara ranah dan rantau. Kegiatan ini digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman untuk mewujudkan Padang Pariaman "Berjaya", yakni Unggul Berkelanjutan, Religius, Sejahtera dan Berbudaya".

"Pelestarian adat dan budaya ini perlu diberikan pehaman kepada generasi penerus bangsa agar budaya ini akan terus terjaga dan tidak tergerus oleh zaman serta para generasi muda dapat memahami adat isitiadat dan budaya yang ada di Minangkabau pada umumnya terkhusus Budaya di Kabupaten Padang Pariaman," terangnya.

Ia juga mengatakan, rangkaian kegiatan ini awalnya sudah dilaksanakan di Daerah. Yakni, dengan mengadakan beberapa kegiatan festival dan perlombaan. Diantaranya lomba randai dan pasamabahan adat dan dilanjutkan dengan Sumarak Alek Perantau Minang dalam Festival Pakaian Minang Tradisional Minangkabau baju kurung Basiba.

"Baju kurung basiba merupakan pakaian khas dari Minangkabau, dimana memiliki ciri khas tersendiri pada jaitan baju tersebut. Dengan diadakannya festival ini, direncanakan baju kurung Basiba dan Taluak balango akan menjadi seragam aparatur di pemerintah kabupaten Padang Pariaman pada hari jumat. Dan ini juga diharapkan berlaku untuk siswa di sekolah, sehingga ini juga sebagai upaya dalam pelestarian budaya di Kabupaten Padang Pariaman,"tutupnya.

Sebelumnya, perantau minang yang juga Ketua Ikatan Keluarga Limo Koto Sekitarnya Ismet Jaya dalam sambutannya mengatakan. Perantau mendukung penuh setiap kegiatan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, yang bertujuan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami atas nama perantau, menjunjung tinggi dan memberikan apresiasi kepada Bupati Padang Pariaman beserta jajaran. Yang telah melaksanakan acara ini sebagai ajang silaturahmi antara perantau dengan ranah, demi mensukseskan pembangunan di Kabupaten Padanga Pariaman," ungkapnya.

Kepala Kantor Penghubung Provinsi Sumatera Barat Andre Setiawan dalam sambutannya mengatakan, bahwa ini merupakan kegiatan pembuka. Karena sejak tahun 2020, baru pertama kali masyarakat minang yang mengadakan acara di anjungan Sumatera Barat Taman Mini Indonesia Indah ini. Oleh karenanya, ia mengucapkan terima kasih telah memilih anjungan Sumbar sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini.

"Anjungan ini, kedepan bisa terus berbenah untuk menjadi lebih baik. Karena selama masa pandemi, belum banyak yang bisa dilakukan. Namun kami tengah merencanakan suatu media promosi produk unggulan daerah, sehingga diminta pada pelaku UMKM Padang Pariaman untuk menampilkan produknya di media promosi tersebut. Kami juga akan merencanakan perombakan dan menambah isi rumah gadang ini," tutupnya.

Acara Sumarak Alek Perantau Minang ini juga dimeriahkan dengan penampilan silek dan ulu ambek serta tari-tarian oleh rang Mudo duta budaya diiringi dengan gandang katumbak dari Sunue Padang Pariaman. Para pengunjung juga disuguhi penampilan Kesenian Irama Minang (KIM) berhadiah bersama Nona Anasben.

Rangkaian Sumarak Alek Perantau diakhiri dengan pengumuman pemenang Lomba baju kuruang Basiba dan penyerahan hadiah. Kepada pemenang 1 Lavinda berhak menerima hadiah trophy, piagam dan Tabanas senilai Rp. 2.000.000,-, pemenang 2 Vela menerima trophy, piagam dan Tabanas senilai Rp. 1.000.000,- dan pemenang 3 menerima trophy, piagam dan Tabanas senilai Rp. 750.000,- beserta tiga orang pemenang harapan menerima bingkisan. (*/b)
 
Top