PADANG.Lintas Media News.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk dalam jajaran tiga besar tokoh yang memiliki elektabilitas tertinggi calon presiden berdasarkan survei Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA). AHY menempati posisi kedua setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kader Partai Demokrat H. Darizal Basir mengungkapkan, berdasarkan siaran pers hasil survei CISA yang baru saja dirilis, sebanyak 15,51 persen responden menjatuhkan pilihan kepada AHY dalam jajak pendapat tersebut.

"CISA baru saja merilis hasil survei yang dilaksanakan sejak tanggal 27 Mei sampai tanggal 1 Juni 2021. Dalam jajak pendapat perihal proyeksi kepemimpinan nasional, AHY berada di posisi kedua dengan mendapatkan 15,51 persen, di bawah Anies Baswedan yang mendapatkan 19,20 persen," kata Darizal Basir, Jumat (4/6/2021).

Melihat hasil survei tersebut, anggota Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI daerah pemilihan Sumatera Barat 1 tersebut menilai AHY semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Hal itu tentunya tidak terlepas dari pola kepemimpinan AHY dalam menakhodai Partai Demokrat.

Sementara itu, dari sisi elektabilitas partai politik, Darizal Basir juga optimistis Partai Demokrat masih menjadi pilihan rakyat. Karena berdasarkan hasil survei CISA tersebut, partai besutan Presiden RI ketujuh Soesilo Bambang Yudhoyono itu menempati posisi kedua setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Tentunya hasil survei tersebut menjadi suatu kebanggaan bagi Partai Demokrat, sekaligus untuk mendorong kami untuk terus berjuang untuk kepentingan rakyat," kata Darizal.

Bupati Pesisir Selatan dua periode (1995-2005) itu menegaskan, Partai Demokrat akan terus ada untuk kepentingan rakyat. Di bawah kepemimpinan AHY, Partai Demokrat akan terus membangun soliditas dan konsisten dalam memperjuangkan masyarakat.

Siaran pers laporan hasil survei CISA tentang Potret Kondisi Sosial dan Konfigurasi Politik Tahun 2024 yang disampaikan Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa terungkap bahwa publik puas dengan kepemimpinan Jokowi. Elektabilitas PDIP tetap unggul namun AHY dan Partai Demokrat semakin "moncer".

Lembaga analis dan konsultan politik Indonesia itu telah meluncurkan kembali hasil survei yang menyasar 1.600 responden di 34 Provinsi secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling. Didapatkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merasakan puas terhadap kinerja Pemerintah Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Kinerja Jokowi dan Ma’aruf Amin cukup diapresiasi oleh masyarakat sehingga kepuasan publik mencapai 61,32 persen meskipun ada 25,77 persen masyarakat yang menganggap kinerja Pemerintah belum memuaskan,” ucap Herry Mendrofa dalam siaran pers, Kamis (3/06/2021).

Selain menyasar pada persoalan kinerja Pemerintah, ternyata ketika dilakukan jajak pendapat perihal proyeksi kepemimpinan nasional di tahun 2024, masyarakat cukup antusias memberikan pilihan kepada beberapa tokoh yang berpotensi maju sebagai kandidat Presiden jika Pemilihan Presiden (PILPRES) dilakukan hari ini.

“Seperti sebelumnya temuan Survei CISA, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi teratas dengan 19,20 persen, disusul Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mendapatkan 15,51 persen serta ditempel ketat oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dengan 15,33 persen.  Sedangkan Prabowo Subianto hanya mendapatkan 10,26 persen,” tutur Herry.

Survei CISA yang Margin of Errornya mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen memunculkan nama Menteri BUMN, Erick Tohir dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Andika Perkasa di bursa kepemimpinan nasional di 2024 mendatang.

"Cukup menarik, secara on the spot Erick Tohir mampu mendulang 9,76 persen mengungguli Ridwan Kamil yang mendapatkan 7,55 persen serta Jenderal (TNI) Andika Perkasa sebesar 7,15 persen,” kata Herry.

Di posisi terbawah hasil Survei CISA menempatkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, kemudian Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Airlangga Hartarto mendapatkan 3,47 persen, Gibran Rakabuming Raka 2,43 persen Khofifah Indar Parawansa 1,35 persen. 

"Sedangkan 7,99 persen masyarakat belum menentukan sikapnya,” jelas Herry.

Herry juga menambahkan bahwa survei elektabilitas tokoh tersebut selain melakukan uji validitas melalui kegiatan recheck dan reconfirm terhadap 20 persen keseluruhan data pada 1.600 responden, juga melakukan uji kembali secara khusus terhadap elektabilitas 5 tokoh yang berada di posisi lima besar tertinggi elektabiitasnya pada 5 Provinsi yang persebaran komposisi sampel respondennya terbesar.

"Anies, AHY, Ganjar, Prabowo dan Erick adalah figur yang menempati lima besar elektabilitas tertinggi. Kemudian dicek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar juga," terangnya.

Hasilnya, beber Herry, di Jawa Timur Ganjar, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya. Apalagi dominasi Ganjar yang masih sulit untuk ditumbangkan di Jawa Tengah. Sedangkan Anies, Prabowo dan AHY memimpin di Jawa Barat. Praktis Ganjar tumbang di DKI Jakarta karena kecenderungan responden memilih Anies, AHY dan Erick Tohir. 

"Namun di Sumatera Utara, peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional serta sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir,” tambahnya. 

Sementara itu untuk elektabilitas Partai Politik (Parpol) jika Pemilihan Legislatif (PILEG) dilakukan hari ini maka PDI-Perjuangan berhasil mengungguli parpol lainnya. Kemudian disusul oleh Partai Demokrat yang menunjukkan peningkatan elektabilitas serta Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa.

"PDI-Perjuangan cukup unggul elektabilitasnya karena berhasil meraih 18,91 persen kemudian di posisi kedua ada Partai Demokat yang menunjukkan eskalasi keterpilihan di angka 13,22 persen. Disusul oleh Partai Golkar sebesar 11,65 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 11,20 persen,” jelas Herry.

Sedangkan Herry menyampaikan bahwa Survei yang melakukan wawancara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan antara surveyor dan responden menempatkan Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar serta adanya penguatan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera yang membuat PAN dan PPP harus berada di posisi terakhir.

“Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar. Gerindra mendapatkan 10,36 persen sedangkan PKS kembali menguat di 9,33 persen serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 6,43 persen. Di posisi terakhir ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,35 persen dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,88 persen.  Namun masih terdapat 12,67 persen masyarakat yang belum menentukan sikap. Hal ini bisa digarap oleh semua parpol termasuk non DPR-RI,” tutup Herry dalam siaran pers tersebut. (rel)
 
Top