Kadis PMPPKB Tanah Datar Novendri, meletakan batu pertama, pertanda dimulainya program Koto Ku di Jorong Koto Tuo Panyalaian,  Kecamatan X Koto, Sabtu (15/8/2020) pagi. (foto:hms)


Tanah Datar, Lintas Media News
Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Tanah Datar, Drs. Nofendri, melaunching sekaligus meletakan batu pertama, pertanda dimulainya Program Kota Tanpa Kumuh( Kota Ku) tahun 2020, di jorong Koto Tuo Panyalaian,Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (15/8/2020) pagi. 

Program Kota Tanpa Kumuh (Kota Ku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di daerah. Hal tersebut, dikatakan Nofendri dalam sambutan singkatnya, saat meresmikan ditandainya, program Kotaku, Jorong Koto Tuo. Arah kebijakan, pembangunan Kotaku adalah membangun sistem serta memfasilitasi pemerintahan nagari, dan memfasilitasi komunitas (berbasis komunitas). 
Program Kotaku akan menangani kawasan kumuh dengan membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat. Program Kotaku dilaksanakan, sebagai implementasi percepatan penanganan wilayah kumuh, Program Kotaku akan melakukan peningkatan kualitas, pengelolaan serta pencegahan timbulnya permukiman kumuh baru, dengan kegiatan-kegiatan pada entitas desa, serta kawasan dan kabupaten. 

Kegiatan penanganan, daerah kumuh ini meliputi pembangunan infrastruktur serta pendampingan sosial dan ekonomi untuk keberlanjutan penghidupan masyarakat yang lebih baik di lokasi permukiman kumuh,ujarnya Sementara, Walinagari Rony Dt. Panduko Sirajo mengatakan, tahapan pelaksanaan Program Kotaku adalah pendataan. Lembaga masyarakat di nagari yang bernama Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM/LKM) sudah melakukan pendataan kondisi awal (baseline) 7 Indikator Kumuh di jorong jorong yang ada di Nagari Panyalaian. Data tersebut, diintergrasikan antara dokumen perencanaan masyarakat dan dokumen perencanaan kabupaten untuk menentukan kegiatan prioritas untuk mengurangi permukiman kumuh dan mencegah timbulnya permukiman kumuh baru. Yang nantinya akan dilaksanakan, baik oleh masyarakat atau oleh pihak lain, yang memiliki keahlian dalam pembangunan infrastruktur pada entitas kawasan ujar Dt. Rony. 

Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala guna memastikan ketepatan kualitas dan sasaran kegiatan, sehingga dapat membantu percepatan penanganan permukiman kumuh. Kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas untuk pemerintah daerah dan masyarakat akan dilakukan bersama tahapan kegiatan. Termasuk mendorong perubahan perilaku dalam pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana dasar permukiman,terangnya. ketua LKM, Elfi, Dt. Sidi, kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman, berpotensi menimbulkan dampak pada lingkungan dan dampak sosial yang merugikan. 

Oleh karena itu, dalam Program Kotaku setiap usulan kegiatan pembangunan yang memiliki dampak lingkungan harus dilengkapi dengan rencana pengelolaan lingkungan sebagai langkah mitigasi. Sumber pembiayaan Program Kotaku berasal dari pinjaman pusat. Selain itu, kontribusi pemerintah daerah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun swadaya masyarakat, yang akan menjadi satu kesatuan pembiayaan demi mencapai target peningkatan kualitas penanganan kawasan kumuh. Tujuan umum program ini adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh untuk mendukung perwujudan permukiman yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan. 

Dalam tujuan umum tersebut, terkandung dua maksud. Pertama, memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur dan fasilitas pelayanan di kawasan kumuh, kedua meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh, berbasis masyarakat, dan partisipasi pemerintah daerah. 0 Penjabaran atas tujuan Program Kotaku adalah memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur permukiman sesuai dengan 7 + 1 indikator kumuh, penguatan kapasitas pemerintah daerah untuk mengembangkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan. Besar Anggaran yang dialokasikan untuk dua kehiatan tersebut,sebesat 1 Miliar untuk didua kegiatan. Sedangkan, jenis pekerjaan yang kita kerjakan," yatu Paving Slabs sepanjang 553 M, pembuatan Drainase sepanjang 365 M, pembuatan Dam tali bandar sepanjang 216 M. Kedua kegitan tersebut, dilaksanakan oleh dua KSM Merapi dan KSM Singgalang. 

Masing-masing kegiatan, besaran anggaranya, nyaris sama antara KSM Merapi dan KSM Singgalang. Waktu, pengerjaanya 90 hari kalender. Pada tanggal 11 Agustus kemaren, pengerjaan kedua kegiatan tersebut sudah dimulai dengan memperkerjakan 20 orang tenaga kerja termasuk tukang sebagai pelaksana kegiatan dilapangan, pungkas, Elfi, Dt. Sidi. Hadir pada peletakan batu pertama Program Kotaku jorong Koto Tuo, Kadis PMPPKB, Tanah Datar, Novendri dan rombongan, Walinagari, Rony Dt. Panduko Dirajo, Ketua BPRN, R. St. Rajo Nando, Ferry Adrion, Dt. Mangkudum, Ketua Bumnag, Elfi, Dt. Sidi dan anggota, tokoh masyarakat niniak mamak bundo kanduang dan undangam lainya.,(maison pisano)
 
Top