Oleh:   HM. NURNAS.ST

On 22 Apr 2020
Kalo Memang kebersihan bisa mencegah Corona..mungkin Italia tidak kehilangan 135.000 org, karena Italia termasuk Negara terbersih di Eropa. 
Kalo Memang panas bisa membunuh corona..mungkin Iran tidak akan 67.000 org, karena Iran negara gurun yang panas.
Kalo memang kehati-hatian bisa mencegah Corona..mungkin Pangeran Charles & beberapa keluarga kerajaan tida akan terpapar Covid-19, karena hidupnya paling hati-hati & terjaga.
Dan . . . .
kalo memang org yang cuek & sembrono pola hidupnya pasti kena Corona..mungkin para pengamen jalanan, kuli-kuli kasar & para pedagang pasar tradisional sudah pada tersungkur semua,
Kenapa demikian..?
Mungkin jawabanya karena hidup ini tidak harus selalu sejalan dengan teori, teknologi & akal manusia….
Sudah banyak tenaga medis yang terpapar dengan virus Covid-19..
Apakah mereka tidak menggunakan APD dengan Benar?
Atau apakah mereka tidak hati-hati dalam menjalankan profesinya?
Belum tentu juga demikian.
Terus… apakah orang yang kelihatan sudah sedemikian dekat dgn Allah dijamin tidak akan terkena Corona?
Tidak juga demikian… karena sudah ada beberapa para Hamba Allah & jemaahnya yang terjangkit virus ini bahkan meninggal.
Diperhadapkan pada situasi seperti ini…
Allah Ta’ala seakan-akan hendak berbicara kepada kesombongan kita Manusia… bahwa kita tanpa Allah memang hanyalah tumpukan daging yang bernafas..
Oleh karena itu jika Allah Ta’ala berkehendak.. Logika & Teknologimu tak akan mampu melawannya..
22 Apr 2020
Siapa yang sakit? Bumi ini atau manusianya?
Tiba-tiba..
Disney kehabisan magicnya..
Paris kehilangan romantisnya..
New York kota hingar bingar akhirnya sunyi sepi…
Tembok Cina tak lagi menjadi benteng yang kokoh, dan
Makkah berdesak-desakan mendadak kosong…
Pelukan & ciuman tiba-tiba menjadi senjata,
Tidak mengunjungi orang tua & teman menjadi tindakan cinta…..
Tiba-tiba kamu menyadari bahwa kekuatan, kecantikan & uang tidak berharga ketika kamu tidak bisa mendapatkan ventilator yang kamu butuhkan…
Bumi tetap melanjutkan hidupnya & langit masih biru.. sedangkan kita manusia ada didalam sangkar.
Saya pikir Allah Ta’ala mengirimkan pesan buat kita :
“Hai orang sombong ! Kalian tidak diperlukan.. Udara, tanah, air & langit tanpa kalian baik-baik saja. Ketika kalian keluar dari sangkar nanti ingatlah bahwa kalian adalah tamuku *Bukan tuanku.*…..
Walaupun hanya sebuah kutipan tapi aku merasa cukup indah untuk ditampilkan.
Mari lah kita bersama sama intropeksi diri… jahuilah ke angkuhan dan kesombongan  karena kita di dunia ini hanya sebagai tamu. Allah Maha Kuasa Maha Besar .. pemilik alam sejagat.
“Besok Jum’at kita sudah berpuasa, izinkan kami HM.Nurnas, ST dan keluarga mengucapkan permohonan maaf lahir bathin atas segala sikap dan prilaku yang salah selama ini”.
Terima Kasih

 
Top