Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 


pasamanbarat.Lintasmedianews.com

 Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar press release dengan agenda pemusnahan barang bukti Narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Tatag Trawang Tungga Mapolres setempat, Kamis (12/2/2026).

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik yang memimpin press release dengan sejumlah awak media ini mengatakan, pemusnahan barang bukti sebanyak 562,16 gram dari total berat kotor 636,87 gram Narkotika jenis sabu-sabu, merupakan hasil pengungkapan kasus pada Operasi Antik Singgalang 2026.

"Sebanyak 562,16 gram barang bukti Narkotika jenis sabu-sabu dimusnahkan dengan cara diblender dan dicampun cairan sabun, kemudian dibuang ke selokan, sedangkan sisanya dijadikan alat bukti di persidangan," ujarnya.

Dijelaskan Kapolres, barang bukti tersebut berhasil disita tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pasaman Barat dalam Operasi Antik Singgalang 2026, dari seorang pelaku berinisial RP (37), yang diduga sebagai pengedar Narkotika jenis sabu-sabu.

Pelaku diringkus petugas, berawal adanya informasi dari masyarakat terkait maraknya peredaran serta transaksi Narkotika di wilayah Pasar Pokan Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas.

"Pelaku dan barang bukti diamankan petugas di Jorong Pasar Pokan, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 21.15 WIB," ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Kasat Resnarkoba Iptu Andhika beserta tim berhasil menyita barang bukti dari pelaku berupa satu paket besar, lima paket kecil dan 55 paket sedang Narkotika jenis sabu-sabu, satu unit handphone merk Redmi Note 60 warna hitam, dan satu buah kotak warna silver merk Exclay Mation.

"Selain itu, petugas juga menyita barang bukti lainnya berupa satu pack plastik warna bening, satu tas sandang warna coklat, satu helai baju warna kuning dan uang tunai sejumlah Rp. 267.000," terangnya.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap pelaku, barang haram tersebut dibeli seharga Rp. 192 juta dari seseorang berinisial B, selanjutnya akan diedarkan di Kecamatan Sungai Beremas dan Ranah Batahan.

"Keuntungan yang diraih oleh pelaku diperkirakan mencapai Rp. 20 juta lebih. Kalau kita dikalkulasikan, sabu-sabu milik pelaku ini telah menyelamatkan sekitar 880 jiwa dari ancaman bahaya Narkoba," tuturnya.

Kapolres menambahkan, selama Operasi Antik Singgalang 2026, Satresnarkoba Polres Pasaman Barat berhasil mengungkap sebanyak enam kasus dan mengamankan tujuh pelaku, yang saat ini sedang menjalani proses penyidikan.

"Pihaknya akan terus melakukan pengembangan hingga memutus mata rantai peredaran gelap Narkotika di wilayah Pasaman Barat, dengan merangkul seluruh unsur masyarakat dan stakeholder terkait," pungkasnya.

Pemusnahan barang bukti dihadiri dan disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Pengadilan Negeri, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat, pelaku RP serta Penasehat Hukum pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dengan ancaman pidana seumur hidup atau pidana penjara selama 20 tahun dan denda paling banyak Rp13 miliar. (HumasResPasbar)


AGAM,Lintas Media News
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) gencarkan sosialisasi pemungutan Pajak Air Permukaan (PAP) ke kabupaten dan kota di Sumbar.

Setelah sebelumnya digelar di Pasaman Barat (Pasbar) dan Pesisir Selatan (Pessel), pada Rabu  (11/2/2026), sosialisasi tersebut berlanjut dilaksanakan di Kabupaten Agam. Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar, Al Amin.

Dalam sambutannya Evi Yandri mengatakan, saat ini kondisi fiskal daerah sedang tidak baik-baik saja, ditambah dengan adanya musibah bencana yang melanda Sumatera Barat pada akhir November lalu. 
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah pusat dalam melaksanakan program pembangunan maupun tanggap darurat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana.

Menyikapi hal itu, kata dia, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, berbagai potensi pendapatan terus dikaji DPRD bersama Pemprov untuk upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
Evi Yandri menjelaskan, dari kajian yang telah dilakukan DPRD bersama Pemprov disepakati salah satu potensi yang difokuskan untuk dioptimalkan adalah dari PAP. Sesuai regulasi setiap pihak yang memanfaatkan air permukaan baik secara langsung maupun tidak langsung, dikenakan PAP.

“Dari kajian dan pendalaman yang kita lakukan dapat disimpulkan potensi PAP ini tidak hanya terkait dengan pajak dari PDAM, PLTA, restoran, dan hotel, tetapi juga dapat digali dari perkebunan-perkebunan yang beroperasi di Sumbar, karena mereka juga menggunakan air permukaan. Selama ini potensi itu yang luput kita optimalkan,” katanya.

Dikatakannya, untuk memastikan pemungutan PAP berjalan optimal, Pemprov bersama DPRD juga telah melakukan studi ke sejumlah provinsi di Indonesia guna mendalami penerapan pungutan PAP sesuai UU Nomor 1 Tahun 2022. 

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang telah dimiliki Sumatera Barat, mengoptimalkan pungutan PAP mulai dilaksanakan awal tahun sekarang. Mendukung pelaksanaannya, sosialisasi terus digencarkan. Dengan adanya sosialisasi diharapkan semua pihak terkait dapat memahami tujuan kebijakan tersebut dan siap bersama-sama mendukung penerapannya.

“Kepada perusahaan yang hadir dalam sosialisasi hari ini kami imbau agar dapat mendalami regulasi terkait PAP, soal wajib pajak, dasar penghitungannya, dan lain-lain silakan didalami,” katanya.
Evi Yandri juga menegaskan, pajak bukanlah untuk dipertentangkan, melainkan adalah kewajiban sebagaimana diatur oleh undang-undang. Pemerintah juga telah menghitung nilai pajak secara wajar dengan tetap mempertimbangkan kepentingan investor.

“Berangkat dari semua itu, mari kita laksanakan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya, agar kita juga tetap bisa eksis di bidang masing-masing. Pemerintah menjalankan fungsinya, perusahaan menjalankan fungsinya. Bersama-sama kita berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tukas politisi Gerindra tersebut. 

Sosialisasi pemungutan PAP yang dilaksanakan di Agam, juga dihadiri oleh anggota DPRD Sumbar, Nofrizon, Kepala SDA BK Provinsi Sumbar, Asisten III Pemkab Agam Syatria, OPD di lingkup pemerintahan Agam, Forkopimda dan perusahaan-perusahan yang ada di Kabupaten Agam. (*/st)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Setiap bangunan kokoh, jalan raya, hingga jembatan megah berdiri di atas satu material kunci: semen. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik satu sak semen tersimpan proses panjang dan presisi tinggi yang dimulai dari alam, lalu diolah dengan teknologi modern hingga siap menopang pembangunan. Perjalanan itu dimulai dari bahan baku utama yang dikelola secara terencana dan terintegrasi.

1. Batu Kapur: Fondasi Utama Kekuatan Semen

Sekitar 80 persen komposisi semen berasal dari batu kapur (limestone). Material alami yang kaya akan kalsium oksida (CaO) ini ditambang secara mandiri dan menjadi tulang punggung dalam pembentukan klinker—jantung produksi semen. Tanpa batu kapur berkualitas, mustahil menghasilkan semen dengan kekuatan dan daya tahan optimal.

2. Silika: Penguat Struktur Kimia Semen

Tak kalah penting, batu silika (silica stone) menyumbang sekitar 10 persen dari total bahan baku. Kandungan silikon dioksida (SiO₂) di dalamnya berfungsi memperkuat struktur kimia semen sehingga mampu memberikan daya rekat tinggi saat diaplikasikan pada konstruksi. Material ini diperoleh dari kawasan perbukitan dengan kandungan silika alami yang terjaga mutunya.

3. Clay: Penentu Stabilitas pada Suhu Ekstrem

Komposisi semen dilengkapi dengan clay yang mengandung aluminium oksida (Al₂O₃). Dengan porsi sekitar 8 persen, clay berperan penting dalam proses pembakaran bersuhu tinggi. Material ini membantu menciptakan karakter semen yang stabil, konsisten, dan mudah dikontrol selama proses produksi.

4. Pasir Besi: Kecil Porsi, Besar Peran

Meski hanya sekitar 2 persen, pasir besi (iron sand) memiliki fungsi strategis. Kandungan besi oksida (Fe₂O₃) membantu efisiensi pembakaran sekaligus memengaruhi warna dan kualitas klinker.

Selain empat material utama di atas, terdapat pula material tambahan berupa gypsum, pozzolan, dan batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone).

5. Gypsum: Pengatur Waktu Pengerasan

Setelah bahan baku utama diolah, gypsum ditambahkan untuk mengontrol laju pengerasan semen. Material ini memastikan pekerja konstruksi memiliki waktu yang cukup dalam proses pengecoran tanpa mengorbankan mutu akhir bangunan. Takaran gypsum disesuaikan secara ketat dengan standar kualitas yang berlaku.

6. Pozzolan: Solusi Kuat sekaligus Ramah Lingkungan

Pozzolan menjadi material tambahan strategis yang berfungsi sebagai sumber silika reaktif dan substitusi klinker. Selain meningkatkan daya tahan semen, pozzolan juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Penggunaannya menjadi bagian dari komitmen industri semen terhadap praktik produksi berkelanjutan.

7. Limestone (High Grade): Penjaga Konsistensi Produk

Material tambahan lainnya adalah batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone). Digunakan sebagai filler dan substitusi klinker, material ini memastikan kualitas semen tetap konsisten sesuai spesifikasi produk yang dihasilkan.

Dari Tanur 1.450°C hingga Siap Digunakan

Seluruh material kemudian diproses melalui tahapan terintegrasi: penggilingan presisi, pencampuran komposisi, pembakaran dalam tanur bersuhu hingga 1.450 derajat Celsius, pendinginan, hingga penggilingan akhir.

Dari proses panjang inilah lahir semen yang siap digunakan sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Visual bahan baku yang ditampilkan menjadi cerminan komitmen industri semen dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dari batuan alami hingga produk bernilai tambah, setiap tahap dijalankan dengan pengendalian mutu ketat demi menghadirkan semen yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (*)

PADANG,Lintas Media News
Setiap bangunan kokoh, jalan raya, hingga jembatan megah berdiri di atas satu material kunci: semen. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik satu sak semen tersimpan proses panjang dan presisi tinggi yang dimulai dari alam, lalu diolah dengan teknologi modern hingga siap menopang pembangunan. Perjalanan itu dimulai dari bahan baku utama yang dikelola secara terencana dan terintegrasi.

1. Batu Kapur: Fondasi Utama Kekuatan Semen

Sekitar 80 persen komposisi semen berasal dari batu kapur (limestone). Material alami yang kaya akan kalsium oksida (CaO) ini ditambang secara mandiri dan menjadi tulang punggung dalam pembentukan klinker—jantung produksi semen. Tanpa batu kapur berkualitas, mustahil menghasilkan semen dengan kekuatan dan daya tahan optimal.

2. Silika: Penguat Struktur Kimia Semen

Tak kalah penting, batu silika (silica stone) menyumbang sekitar 10 persen dari total bahan baku. Kandungan silikon dioksida (SiO₂) di dalamnya berfungsi memperkuat struktur kimia semen sehingga mampu memberikan daya rekat tinggi saat diaplikasikan pada konstruksi. Material ini diperoleh dari kawasan perbukitan dengan kandungan silika alami yang terjaga mutunya.

3. Clay: Penentu Stabilitas pada Suhu Ekstrem
Komposisi semen dilengkapi dengan clay yang mengandung aluminium oksida (Al₂O₃). Dengan porsi sekitar 8 persen, clay berperan penting dalam proses pembakaran bersuhu tinggi. Material ini membantu menciptakan karakter semen yang stabil, konsisten, dan mudah dikontrol selama proses produksi.

4. Pasir Besi: Kecil Porsi, Besar Peran

Meski hanya sekitar 2 persen, pasir besi (iron sand) memiliki fungsi strategis. Kandungan besi oksida (Fe₂O₃) membantu efisiensi pembakaran sekaligus memengaruhi warna dan kualitas klinker.

Selain empat material utama di atas, terdapat pula material tambahan berupa gypsum, pozzolan, dan batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone).

5. Gypsum: Pengatur Waktu Pengerasan

Setelah bahan baku utama diolah, gypsum ditambahkan untuk mengontrol laju pengerasan semen. Material ini memastikan pekerja konstruksi memiliki waktu yang cukup dalam proses pengecoran tanpa mengorbankan mutu akhir bangunan. Takaran gypsum disesuaikan secara ketat dengan standar kualitas yang berlaku.

6. Pozzolan: Solusi Kuat sekaligus Ramah Lingkungan

Pozzolan menjadi material tambahan strategis yang berfungsi sebagai sumber silika reaktif dan substitusi klinker. Selain meningkatkan daya tahan semen, pozzolan juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Penggunaannya menjadi bagian dari komitmen industri semen terhadap praktik produksi berkelanjutan.

7. Limestone (High Grade): Penjaga Konsistensi Produk

Material tambahan lainnya adalah batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone). Digunakan sebagai filler dan substitusi klinker, material ini memastikan kualitas semen tetap konsisten sesuai spesifikasi produk yang dihasilkan.

Dari Tanur 1.450°C hingga Siap Digunakan

Seluruh material kemudian diproses melalui tahapan terintegrasi: penggilingan presisi, pencampuran komposisi, pembakaran dalam tanur bersuhu hingga 1.450 derajat Celsius, pendinginan, hingga penggilingan akhir.

Dari proses panjang inilah lahir semen yang siap digunakan sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Visual bahan baku yang ditampilkan menjadi cerminan komitmen industri semen dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dari batuan alami hingga produk bernilai tambah, setiap tahap dijalankan dengan pengendalian mutu ketat demi menghadirkan semen yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (*)


PADANG,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat ( Sumbar) Muhidi mengatakan.DPRD  berkomitmen perkuat fungsi pengawasan pengelolaan dan penggunaan anggaran daerah.

 Hal itu disampaikan Muhidi saat menerima tiga dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumbar, Selasa (10/2/2026).

Tiga LHP tersebut mencakup pemeriksaan atas kepatuhan belanja daerah, pengelolaan operasional Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jamkrida Sumbar (Perseroda), serta kinerja pemerintah provinsi dalam mendukung sektor ketahanan pangan.

“Sektor belanja modal, pengelolaan operasional, dan ketahanan pangan merupakan area yang rawan terhadap potensi penyimpangan. Karena itu, audit BPK menjadi instrumen pencegahan yang sangat penting dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Muhidi.

Adapun ruang lingkup pemeriksaan yang tertuang dalam LHP meliputi kepatuhan pelaksanaan belanja barang, jasa, dan belanja modal Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada tahun anggaran 2025. Selain itu, BPK juga melakukan pemeriksaan atas kepatuhan pengelolaan operasional PT Jamkrida Sumbar untuk periode 2023 hingga Semester I 2025.

Sektor ketahanan pangan turut menjadi perhatian melalui evaluasi kinerja pemerintah provinsi dalam mendukung program dan kebijakan ketahanan pangan selama periode 2023–2025.

Muhidi menegaskan, DPRD Sumbar mempelajari seluruh rekomendasi dan catatan yang tertuang dalam LHP tersebut secara mendalam sebagai dasar pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pihak terkait menindaklanjuti temuan BPK sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. 

“Rekomendasi BPK harus ditindaklanjuti secara serius agar permasalahan serupa tidak terulang di kemudian hari,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Muhidi menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, beserta jajaran auditor atas pelaksanaan pemeriksaan yang dinilai profesional, independen, dan objektif.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimi menyatakan, LHP yang diserahkan BPK RI menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. 

Menurutnya, LHP tidak hanya untuk menilai tingkat kepatuhan pengelolaan keuangan, tetapi juga menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program, khususnya di sektor ketahanan pangan yang berkaitan langsung dengan kebijakan nasional.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK secara sungguh-sungguh, tepat waktu, dan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pengendalian internal, serta memperbaiki kualitas administrasi dalam pelaksanaan setiap program dan kegiatan.

Penyerahan dokumen LHP tersebut turut dihadiri, jajaran direksi PT Jamkrida Sumbar, serta pimpinan daerah dari Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat.(*/st)

 

Tanah Datar -  Lintasmedianews.com

Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM secara resmi membuka acara Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional Tahun 2026 di lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak, Batusangkar,  Minggu (8/2/2026). 

Pembukaan Alek Anak  Nagari  Pacu Kuda yang telah menjadi tradisi masyarakat Minangkabau yang di awali dengan prosesi penyerahan Gelanggang dari niniak mamak nagari Saruaso, Baringin dan nagari Pagaruyung kepada Pemerintah Daerah dan dilanjutkan penyerahan bendera dari Pordasi Sumatera Barat kepada Bupati Tanah Datar. 

Penyelenggaraan Alek Anak Nagari Pacu Kuda yang akan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 8 sampai 9 Februari 2026 besok ini akan diikuti sebanyak 93 ekor kuda dari daerah pulau Sumatera dan Jawa.

Ketua pelaksana Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi menyampaikan pada Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional Tahun 2026 diikuti sebanyak 93 ekor kuda yang akan berpacu dalam dua hari tersebut, hari pertama akan menampilkan 14 race dengan 60 ekor kuda dan pada hari kedua 15 race dengan 62 ekor kuda sesuai pacuan nasional (berpelana) dan tradisional (tanpa pelana).

Menurutnya,  Pacu Kuda Tradisional dan Terbuka ini dapat dilaksanakan tidak terlepas dari bantuan dan dukungan Pemerintah Tanah Datar, Pordasi Sumbar dan Kabupaten Tanah Datar, serta para donatur dan panitia yang telah menyiapkan acara tradisional ini.

Demi menjaga keselamatan, Dandim juga berpesan kepada penonton untuk mematuhi arahan dari petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bupati Eka Putra, dalam sambutannya pada acara pembukaan itu mengatakan Pacu Kuda merupakan salah satu alek dan permainan anak nagari yang sudah ada sejak dulu dan sampai kini sudah menjadi tradisi kita yang pada tahun ini dapat kembali dilaksanakan.

"Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh seluruh masyarakat Tanah Datar dan Sumatera Barat setelah tiga tahun vakum sejak tahun 2023 lalu, tertundanya pelaksanaan karena bencana alam 3 tahun belakangan. Saya selaku pimpinan daerah mohon maaf atas tertundanya pelaksanaan selama 2 tahun ini, InsyaAllah tahun ini setelah bulan Februari 2026 ini juga akan dilaksanakan kembali bulan Oktober 2026 mendatang," ucapnya.

Bupati juga berharap kegiatan ini berjalan aman, tertib dan lancar dari awal sampai akhir nantinya. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut memberikan bantuan dan dukungan sehingga Pacu Kuda Tradisi dan Terbuka ini dapat dilaksanakan, dengan harapan akan dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses sampai selesai," harap Bupati.

Turut hadir anggota DPRD Provinsi Sumbar Rony Mulyadi Dt Bungsu, Wakil Bupati Padang Pariaman Hidayat, Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly S.Psi, Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan BUMN dan BUMD serta undangan lainnya.  - ( ERM )

 

Lintasmedianews.com, sumbar

Polda Sumatera Barat bersama TNI dan Pemerintah Daerah setempat menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Padang, Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperindah destinasi wisata unggulan di Kota Padang.

Aksi bersih lingkungan ini diikuti oleh Wakil Walikota Padang Maigus Nasir dan melibatkan sedikitnya 450 personel Polri, didukung oleh 150 personel TNI AL, 20 personel TNI AD, serta jajaran dari Pemerintah Kota Padang dan masyarakat sekitar.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, yang turun langsung memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Kebersihan ini adalah tugas kita bersama. Kita harus menanamkan kedisiplinan menjaga lingkungan sejak dini, mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa. Jika sudah terbiasa disiplin, kita akan merasa malu jika melihat lingkungan kotor," ujar Brigjen Pol Solihin di sela-sela kegiatan.

Wakapolda juga menambahkan bahwa kebersihan pantai merupakan kunci utama dalam menarik wisatawan, baik dari Sumatera Barat maupun luar daerah. 

"Ini adalah destinasi wisata. Sesuai arahan Bapak Presiden untuk menjaga lingkungan, kita harus membawa nama baik daerah dengan kondisi yang bersih. Jika bersih, orang tentu akan lebih senang berkunjung," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, memberikan imbauan tambahan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menekankan agar warga tidak membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara ke laut.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, karena dampaknya sangat luas mulai dari banjir hingga sumber penyakit. Kesadaran ini harus muncul dari hati sendiri, jangan hanya disiplin karena ada petugas," ungkap Kombes Pol Susmelawati.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara Polri, TNI, dan Pemda ini akan dijadikan agenda rutin guna memastikan kelestarian alam di wilayah Sumatera Barat tetap terjaga, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berhasil mengumpulkan puluhan kantong sampah, yang kemudian diangkut oleh armada kebersihan untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

(red)

 

Tanah Datar, Lintasmedianews.com

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun 2026  di gelar . Upacara Pembikaan yang  berlangsung di Lapangan Pinang Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Selasa.  (10/2) 2026.

Kegiatan pembukaan TMMD tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda Tanah Datar, jajaran TNI-Polri, Pemerintah Daerah,Tokoh Masyarakat, serta ratusan Warga setempat.

Upacara pembukaan dipimpin Bupati Tanah Datar Eka Putra  SE.MM.selaku Inspektur Upacara, ditandai dengan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada perwakilan Satgas TMMD.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan," TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan."

"  Eka Putra menekankan, program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek non fisik seperti peningkatan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat."  katanya.

Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han selaku Dansatgas TMMD ke-127 menjelaskan," sasaran fisik TMMD tahun ini meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa, seperti pembukaan jalan, perbaikan drainase, serta pembangunan fasilitas umum."

" Selain itu, sasaran non fisik juga akan dilaksanakan melalui penyuluhan bela negara, pelayanan kesehatan gratis, dan kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat " ucap nya..

Lapangan Pinang Pagaruyung sebagai lokasi upacara tampak dipadati peserta upacara yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias.

Warga Kecamatan Tanjung Emas menyambut baik pelaksanaan TMMD tersebut, karena dinilai sangat membantu percepatan pembangunan di daerah mereka.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat Eri Hendri mantan Anggota DPRD  mengungkapkan harapannya  ," agar program TMMD dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup warga."

" Dengan dilaksanakannya TMMD ke-127 tahun 2026, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat serta mampu mendorong kemajuan pembangunan di Kabupaten Tanah Datar." harap nya.

Kegiatan TMMD ke-127 ini direncanakan berlangsung selama satu bulan ke depan dengan melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.    ( ERM )

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Pesan tegas tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai fondasi keselamatan kerja mengemuka dalam Seminar Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026. Seminar ini menghadirkan sport physiotherapy and high performance coach Matias Ibo, yang menekankan bahwa kinerja aman dan produktif tidak pernah lahir secara instan, melainkan dibangun dari kesiapan fisik, mental, dan pola hidup sehat yang konsisten.

Mengusung tema “Fit to Work, Fit to Perform: Kesiapan Fisik sebagai Fondasi Keselamatan dan Produktivitas Kerja”, Coach Matias tampil sebagai pembicara utama di hadapan ratusan insan PT Semen Padang di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Selasa (10/2/2026). Ia mengajak peserta melihat K3 bukan hanya dari sisi prosedur, tetapi dari kesiapan manusia sebagai subjek utama keselamatan.

“Keselamatan dan performa kerja tidak bisa dipisahkan dari kondisi tubuh. Tubuh yang bugar, pikiran yang siap, dan pola pemulihan yang benar akan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan produktivitas,” ujar Matias.

Pesan Kesehatan: dari Pikiran hingga Pemulihan Tubuh

Dalam paparannya, Matias menjelaskan bahwa performa kerja optimal dibangun melalui sebuah sistem terpadu. Ia memulai dari teknik kerja yang harus dipahami dan divisualisasikan secara benar sebelum dieksekusi di lapangan. Menurutnya, visualisasi positif membantu tubuh bekerja lebih presisi dan aman.

“Pikiran harus dilatih membayangkan proses kerja yang benar. Ketika teknik sudah matang di kepala, tubuh akan lebih siap mengeksekusinya tanpa ragu,” jelasnya.

Aspek berikutnya adalah kebugaran fisik dan daya tahan tubuh. Matias menekankan bahwa latihan fisik tidak harus berat, tetapi harus konsisten. Pekerja juga perlu mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing agar tidak memaksakan diri.

“Tubuh yang terlatih dan dikenali dengan baik akan lebih tahan terhadap beban kerja, terutama di industri dengan intensitas tinggi seperti semen dan pertambangan,” katanya.

Ia juga menyoroti kekuatan mental sebagai pengendali utama performa kerja. Pola pikir yang positif dan tenang diyakini berpengaruh besar terhadap pengambilan keputusan yang aman di tempat kerja.

“Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Mental yang baik akan memandu tubuh bekerja dengan lebih aman,” ujarnya.

Tak kalah penting, Matias menggarisbawahi nutrisi, pemulihan, dan pencegahan cedera. Menurutnya, cedera bukan sekadar musibah, melainkan sinyal dari tubuh bahwa ada aspek yang perlu diperbaiki.

“Cedera adalah umpan balik. Dengan memahami sinyal tubuh, kita bisa bekerja lebih aman dan berkelanjutan. Inilah makna fit to work yang sesungguhnya,” tegas Matias.

Siapa Coach Matias Ibo?

Matias Ibo dikenal sebagai sport physiotherapy and high performance coach yang berpengalaman mendampingi atlet profesional, komunitas olahraga, hingga korporasi dalam membangun sistem performa berbasis kesehatan, pencegahan cedera, dan kesiapan fisik jangka panjang. Pendekatannya menekankan keseimbangan antara teknik, kondisi fisik, mental, nutrisi, dan pemulihan—konsep yang kini banyak diadopsi dalam industri berisiko tinggi.

Manajemen Tegaskan K3 sebagai Budaya, Bukan Rutinitas

Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa dalam sambutannya menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan modal utama keberlanjutan bisnis perusahaan.

“Sebagai industri dengan tingkat risiko tinggi, kinerja unggul hanya bisa dicapai jika insan perusahaan sehat, bugar, dan siap bekerja optimal. Itulah esensi Fit to Work, Fit to Perform,” ujar Andria.

Ia menambahkan bahwa pendekatan K3 ke depan harus semakin holistik, tidak hanya patuh pada prosedur, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan lingkungan kerja yang aman.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Andria Delfa dan dihadiri jajaran manajemen, antara lain Kepala Departemen Management Office Fery Sarvino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta pimpinan dan karyawan dari berbagai unit kerja.

Apresiasi Kinerja K3 lewat SHE Challenge

Selain seminar, PT Semen Padang juga mengumumkan dan menyerahkan penghargaan SHE Challenge sebagai bentuk apresiasi kepada unit kerja dan individu yang menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan budaya K3. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan teladan bagi seluruh lini perusahaan.



Ketua Panitia Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026, Angga Dwi Permana Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh manajemen dan antusiasme karyawan dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Pelaksanaan Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026 berlangsung sejak 12 Januari hingga 10 Februari 2026, sejalan dengan Kepmenaker RI Nomor 4 Tahun 2026, dengan tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.

Beragam kegiatan digelar, mulai dari kampanye K3, penilaian tempat kerja teladan, safety riding, GERMAS, hingga seminar puncak yang menghadirkan Coach Matias Ibo sebagai pengingat bahwa keselamatan kerja selalu berawal dari tubuh dan pikiran yang siap. (*)

Berikut Pemenang SHE Challenge PT Semen Padang

Juara Umum

Juara 1: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Juara 2: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Juara 3: Unit Produksi Semen

Best Stage

Best Stage Cerdas Cermat: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Best Stage Working Procedure – Operasional: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Best Stage Working Procedure – Nonoperasional: Unit Sistem Manajemen

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Kecil: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Besar: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage P3K dan Evakuator: Tim TITAN (Unit Operasi Tambang, Unit Perencanaan dan Pengawasan Tambang, Unit Produksi Bahan Baku)

Tempat Kerja Teladan

Kategori Nonoperasional

Juara 1: Kantor Internal Audit

Juara 2: Kantor Akuntansi (Lt. 4 Kantor Pusat)

Juara 3: Kantor Akuntansi (Lt. 1 Kantor Pusat)

Kategori Operasional

Juara 1: Crusher Tambang

Juara 2: Coal Mixing

Juara 3: Tambang 2

 

Lintasmedianews.com

Melalui donasi dari Masyarakat Jakarta Selatan, PMI Provinsi Sumatera Barat membangun 15 unit Rumah Tumbuh untuk warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur yang kehilangan rumahnya akibat Banjir Bandang yang melanda. 

Ketua Bidang Organisasi PMI Sumbar, Aim Zein dalam acara serah terima Rumah Tumbuh di Jorong Toboh, Malalak, hari ini (10/2) mengatakan 14 unit rumah lainnya akan dirampungkan sebelum lebaran. "Sebagai simbolis hari ini kita serah terimakan dulu 1 rumah dari Pemerintah kota  Jakarta Selatan kepada masyarakat, sisanya akan kita kerjakan setelah ini sampai semua siap dihuni oleh masyarakat" Ucap Aim. 

Dikatakan Rumah Tumbuh, lanjut Aim karena bantuan rumah  diharapkan dapat terus dipelihara dan perlahan dengan donasi masyarakat bisa menjadi hunian yang lebih layak. "Jadi kita sepakat menyebutnya ini Rumah Tumbuh" Jelasnya. 

Rumah Tumbuh PMI dibangun seluas 6x6 meter dengan kerangka baja, atap spandek dan dinding GRC anti rayap serta berlantaikan semen memiliki 1 ruang tamu dan 2 ruang kamar tidur. Rumah Tumbuh tersebut, dibangun oleh relawan PMI Bukittinggi dan Agam yang bertugas di Posko Lapangan PMI Provinsi Sumatera Barat di Malalak. Dibantu oleh masyarakat setempat dan pemilik rumah. 



Mundari, Ketua PMI Kota Jakarta Selatan bersama Perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang hadir menyampaikan harapan agar masyarakat bisa kembali bangkit dan dapat menjalani hidup kedepannya dengan lebih baik. " Dengan Rumah Tumbuh ini kita bersatu untuk membantu masyarakat Nagari Toboh ini segera kembali seperti sedia kala" Tutur Mundari. 

Ia mewakili masyarakat Kota Jakarta Selatan juga merasa senang, bantuan dari masyarakat Jakarta Selatan dapat diterima baik dan menjadi bantuan sangat bermanfaat bagi warga yang terdampak. 

Tidak hanya hunian, PMI juga melengkapi bantuan dengan peralatan berumah tangga berupa Kasur, Kompor Gas dan Selimut untuk masing-masing Rumah Tumbuh. Bantuan ini merupakan donasi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). 

Sementara itu Dandi Pribadi, Staf Ahli Bupati Agam yang menjadi wakil penerima bantuan Rumah Tumbuh, menyampaikan bahwa dengan bantuan Rumah Tumbuh PMI, kini seluruh warga Jorong Toboh yang rumahnya hanyut terbawa Galodo sudah memiliki tempat berteduh. "Karena PMI bergerak berdasarkan data dan asesmen yang tepat, sehingga semua masyarakat alhamdulillah sudah terbantu" Ucap Dandi. 

Muzahar (58), Ayah dari Aulia Rahmi, pemilik Rumah Tumbuh PMI pertama ini mengucapkan syukurnya atas perhatian masyarakat Indonesia kepadanya dan seluruh warga Toboh. "Alhamdulillah anak saya sekarang sudah punya rumah kembali." 

Ia juga bersyukur menjadi penerima bantuan Rumah Tumbuh tersebut. Sebab, Rumah Tumbuh PMI dibangun di tanah milik warga itu sendiri, sehingga hunian ini bisa ditempati dalam waktu yang lebih lama. 

Dari pertemuan awal perencanaan bantuan ini, tambah Muzahar, warga meminta agar rumah yang dibangun bisa ditempati minimal sampai 5 tahun kedepan. Sampai warga memiliki tabungan yang cukup untuk memperbaiki rumahnya. "Permintaan kami alhamdulillah dikabulkan oleh PMI dan Donatur. Terimakasih banyak kami ucapkan kepada masyarakat Jakarta Selatan, semoga menjadi amal ibadah untuk semuanya" Tutup Munahar.

Humas PMI Sumbar

10/2/2026

 


Pulau Punjung, Lintasmedianews.com,

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama Tim Penilaian Usaha Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi akan melakukan penilaian kepatuhan usaha perkebunan terhadap PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/02/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Yefrinaldi, mengatakan penilaian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut belum tercapainya kesepakatan antara PT TKA dan masyarakat adat Nagari Alahan Nan Tigo serta Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan mengenai pembangunan kebun plasma.

“Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama Tim Penilaian Usaha Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi akan melaksanakan penilaian kepatuhan usaha perkebunan PT TKA,” kata Yefrinaldi di Pulau Punjung, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut rapat pendampingan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat adat yang digelar di Padang pada 27 Januari 2026. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa para pihak akan mencari solusi bersama paling lambat 3 Februari 2026. Apabila tidak tercapai kesepakatan, penyelesaian akan diambil alih oleh Dirjen Perkebunan sesuai kewenangannya.

Namun demikian, rapat lanjutan pada 3 Februari 2026 yang menawarkan sejumlah opsi penyelesaian juga belum menghasilkan kesepakatan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian menjalankan mekanisme penilaian kepatuhan usaha perkebunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Yefrinaldi menyampaikan bahwa tuntutan utama masyarakat adat Nagari Alahan Nan Tigo dan Nagari Lubuk Besar adalah pemenuhan kewajiban kebun plasma sebesar 20 persen dari total Hak Guna Usaha (HGU) PT Tidar Kerinci Agung.

Dengan luas HGU perusahaan sekitar 12.341,45 hektare, kewajiban kebun plasma yang harus dialokasikan kepada masyarakat mencapai kurang lebih 2.468,29 hektare. Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN tentang perpanjangan HGU PT TKA tahun 2022 dan diperkuat dengan Surat Keterangan Bupati Dharmasraya tahun 2021.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan terus mengawal seluruh proses tersebut guna memastikan hak-hak masyarakat adat terpenuhi serta kegiatan usaha perkebunan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Yefrinaldi berharap penilaian kepatuhan ini dapat menghasilkan penyelesaian yang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga iklim investasi yang sehat.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mempercayakan penyelesaian persoalan melalui mekanisme resmi yang sedang berjalan.

Foto : Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Yefrinaldi dan Penandatanganan Berita Acara PT. TKA dan Masyarakat Adat di Padang beberapa waktu lalu.(el)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Di tengah hamparan rumput hijau Lapangan Golf PT Semen Padang, dua meriam tua berdiri membisu. Tubuhnya berkarat, namun sikapnya tetap tegak—seolah menolak tunduk pada waktu. Sejak puluhan tahun silam, bahkan sebelum republik ini lahir, keduanya tak pernah bergeser. Tak sejengkal pun.

Lokasinya berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Kawasan yang hari ini identik dengan olahraga dan rekreasi itu dulunya merupakan area tambang tanah liat milik PT Semen Padang dengan luas sekitar 50 hektare. Lanskapnya telah berubah total: dari bukit dan lubang galian menjadi ruang hijau yang sejuk dan hidup.

Pepohonan rindang menaungi lapangan. Beragam satwa kini menjadikannya rumah. Elang ular bido sesekali melayang di udara, cekakak sungai dan cekakak belukar bertengger di dahan, sementara burung madu sriganti beterbangan di antara bunga. Rusa totol—yang didatangkan dari Istana Bogor—berkeliaran tenang. Di aliran sungai kecil di sekitar lapangan, ikan bilih, ikan endemik Danau Singkarak, masih bertahan dan berkembang biak.

Namun bukan hanya alam yang membuat pengunjung berhenti melangkah. Dua meriam tua di tengah kawasan hijau itulah yang kerap mencuri perhatian. Banyak yang berswafoto di depannya. Tak jarang pasangan pengantin menjadikannya latar foto—tanpa sepenuhnya menyadari bahwa mereka berdiri di hadapan saksi bisu Perang Dunia II.

Sumatera Barat memang menyimpan banyak peninggalan militer Jepang. Pada masa pendudukan 1942–1944, wilayah ini menjadi jalur strategis pertahanan pantai barat Sumatra. Jepang membangun bunker, gua perlindungan, rumah sakit militer, hingga meriam pertahanan di berbagai titik—dari Padang, Painan, hingga pesisir Pariaman.

Di Indonesia, ratusan meriam peninggalan Jepang masih tersebar hingga kini. Sebagiannya berada di benteng pantai, sebagian lain “terdampar” di permukiman warga, pelabuhan, bahkan kebun. Banyak yang tak tercatat secara resmi, tanpa prasasti dan tanpa cerita utuh—seperti dua meriam di Indarung ini.

Masing-masing meriam di Lapangan Golf Semen Padang memiliki panjang sekitar lima meter dengan diameter laras kurang lebih 60 sentimeter. Keduanya dipasang sejajar dari timur ke barat dengan jarak sekitar 30 meter.

Meriam di sisi timur mengarah ke Bukit Batu Kapur PT Semen Padang, sementara meriam di sisi barat menghadap ke kawasan Pabrik Indarung VI. Arah bidikannya memunculkan berbagai spekulasi—apakah untuk pertahanan, latihan militer, atau sekadar posisi siaga.

Meski telah dilapisi karat, sejumlah kode masih terbaca jelas. Pada salah satu meriam tertera tulisan “O.F. 3 INCH. 20 CWT. MK III” dan angka 1916—menandakan meriam ini diproduksi pada era Perang Dunia I, lalu digunakan kembali oleh Jepang saat menduduki Hindia Belanda. Meriam lainnya menyisakan kode samar “NᵒL/169”, sementara sisanya telah dimakan usia.

Tak ada prasasti. Tak ada catatan resmi. Waktu seolah sengaja menyisakan misteri.

Indarung dalam Pendudukan Jepang

Menurut buku 100 Tahun PT Semen Padang, kekuasaan Belanda di Sumatra runtuh lebih cepat dibanding Jawa. Pada Maret 1942, tentara Jepang bergerak dari Aceh dan Medan, menembus jalur darat hingga Bukittinggi. Dari sanalah pemerintahan militer Jepang (Gunseibu) mengambil alih Sumatera Barat.

Awal April 1942, Kolonel Fujiyama dikirim ke Padang untuk melakukan serah terima kekuasaan dari Residen Belanda. Tak lama kemudian, Jepang tiba di Indarung—lokasi pabrik semen NV Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM), cikal bakal PT Semen Padang.

Yang mereka dapati adalah pabrik yang sunyi. Produksi telah berhenti total. Para buruh menghilang. Sebelumnya, kawasan Indarung dan Pelabuhan Teluk Bayur kerap dibombardir, membuat karyawan ketakutan dan pengapalan semen terhenti selama berbulan-bulan.

Kedatangan Jepang menandai babak kelam. Staf kulit putih dan keluarga mereka dikumpulkan, dipindahkan, dan diinternir. Serdadu KNIL Belanda di sekitar Indarung bahkan dieksekusi di kawasan Gadut.

Dengan bantuan karyawan Indonesia—terutama Doesoen Malin Kayo, pegawai senior yang memegang kunci pabrik—Jepang menghidupkan kembali fasilitas yang sempat mati. Pada Agustus 1942, pabrik kembali beroperasi. Namanya diubah menjadi Asano Cement, lalu Pabrik Semen Indarung. Semua yang berbau Belanda dihapus, dan penggunaan bahasa Belanda dilarang.

Semen Indarung diproduksi untuk kepentingan ekonomi perang Jepang: membangun benteng, jembatan, dan infrastruktur militer di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pada 24 Agustus 1944, sejarah kembali menghantam Indarung. Sekitar 40 pesawat pembom Sekutu menyerang secara besar-besaran. Ratusan ton bom dijatuhkan. Pabrik rusak berat. Sedikitnya 19 buruh tewas di sebuah lubang perlindungan, sementara ratusan lainnya luka-luka.

Setelah itu, Jepang memaksa buruh membangun lebih banyak lubang perlindungan dan benteng pertahanan. Meriam-meriam penangkis serangan udara ditempatkan di sekitar kawasan pabrik dan Gadut.

Dalam konteks inilah, dua meriam yang kini berdiri di Lapangan Golf Semen Padang diyakini ditempatkan—sebagai bagian dari sistem pertahanan kawasan industri strategis Indarung.

Menjaga, Bukan Melupakan

Tokoh masyarakat Indarung, Dharmansyah Siroen, menyebut dudukan beton meriam dibuat melalui kerja paksa masyarakat pribumi. “Sejak kawasan ini ditambang hingga menjadi lapangan golf, posisi meriam tidak pernah dipindahkan,” ujarnya.

PT Semen Padang memilih merawat, bukan menyingkirkan, peninggalan sejarah tersebut. “Kami memandang meriam ini sebagai bagian dari nilai sejarah yang patut dijaga,” kata Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris.

Kini, Lapangan Golf PT Semen Padang bukan sekadar ruang olahraga dan rekreasi. Ia adalah lanskap hijau yang menyimpan ingatan perang, kerja paksa, dan perjalanan panjang sebuah industri.

Di sanalah dua meriam tua itu tetap berdiri—diam, berkarat, dan setia mengingatkan bahwa Indarung pernah menjadi bagian dari pusaran sejarah dunia. (*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.