Tanah Datar - Lintasmedianews.com
Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM secara resmi membuka acara Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional Tahun 2026 di lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak, Batusangkar, Minggu (8/2/2026).
Pembukaan Alek Anak Nagari Pacu Kuda yang telah menjadi tradisi masyarakat Minangkabau yang di awali dengan prosesi penyerahan Gelanggang dari niniak mamak nagari Saruaso, Baringin dan nagari Pagaruyung kepada Pemerintah Daerah dan dilanjutkan penyerahan bendera dari Pordasi Sumatera Barat kepada Bupati Tanah Datar.
Penyelenggaraan Alek Anak Nagari Pacu Kuda yang akan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 8 sampai 9 Februari 2026 besok ini akan diikuti sebanyak 93 ekor kuda dari daerah pulau Sumatera dan Jawa.
Ketua pelaksana Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi menyampaikan pada Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional Tahun 2026 diikuti sebanyak 93 ekor kuda yang akan berpacu dalam dua hari tersebut, hari pertama akan menampilkan 14 race dengan 60 ekor kuda dan pada hari kedua 15 race dengan 62 ekor kuda sesuai pacuan nasional (berpelana) dan tradisional (tanpa pelana).
Menurutnya, Pacu Kuda Tradisional dan Terbuka ini dapat dilaksanakan tidak terlepas dari bantuan dan dukungan Pemerintah Tanah Datar, Pordasi Sumbar dan Kabupaten Tanah Datar, serta para donatur dan panitia yang telah menyiapkan acara tradisional ini.
Demi menjaga keselamatan, Dandim juga berpesan kepada penonton untuk mematuhi arahan dari petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bupati Eka Putra, dalam sambutannya pada acara pembukaan itu mengatakan Pacu Kuda merupakan salah satu alek dan permainan anak nagari yang sudah ada sejak dulu dan sampai kini sudah menjadi tradisi kita yang pada tahun ini dapat kembali dilaksanakan.
"Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh seluruh masyarakat Tanah Datar dan Sumatera Barat setelah tiga tahun vakum sejak tahun 2023 lalu, tertundanya pelaksanaan karena bencana alam 3 tahun belakangan. Saya selaku pimpinan daerah mohon maaf atas tertundanya pelaksanaan selama 2 tahun ini, InsyaAllah tahun ini setelah bulan Februari 2026 ini juga akan dilaksanakan kembali bulan Oktober 2026 mendatang," ucapnya.
Bupati juga berharap kegiatan ini berjalan aman, tertib dan lancar dari awal sampai akhir nantinya. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut memberikan bantuan dan dukungan sehingga Pacu Kuda Tradisi dan Terbuka ini dapat dilaksanakan, dengan harapan akan dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses sampai selesai," harap Bupati.
Turut hadir anggota DPRD Provinsi Sumbar Rony Mulyadi Dt Bungsu, Wakil Bupati Padang Pariaman Hidayat, Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly S.Psi, Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan BUMN dan BUMD serta undangan lainnya. - ( ERM )
Lintasmedianews.com, sumbar
Polda Sumatera Barat bersama TNI dan Pemerintah Daerah setempat menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Padang, Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperindah destinasi wisata unggulan di Kota Padang.
Aksi bersih lingkungan ini diikuti oleh Wakil Walikota Padang Maigus Nasir dan melibatkan sedikitnya 450 personel Polri, didukung oleh 150 personel TNI AL, 20 personel TNI AD, serta jajaran dari Pemerintah Kota Padang dan masyarakat sekitar.
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, yang turun langsung memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
"Kebersihan ini adalah tugas kita bersama. Kita harus menanamkan kedisiplinan menjaga lingkungan sejak dini, mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa. Jika sudah terbiasa disiplin, kita akan merasa malu jika melihat lingkungan kotor," ujar Brigjen Pol Solihin di sela-sela kegiatan.
Wakapolda juga menambahkan bahwa kebersihan pantai merupakan kunci utama dalam menarik wisatawan, baik dari Sumatera Barat maupun luar daerah.
"Ini adalah destinasi wisata. Sesuai arahan Bapak Presiden untuk menjaga lingkungan, kita harus membawa nama baik daerah dengan kondisi yang bersih. Jika bersih, orang tentu akan lebih senang berkunjung," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, memberikan imbauan tambahan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menekankan agar warga tidak membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara ke laut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, karena dampaknya sangat luas mulai dari banjir hingga sumber penyakit. Kesadaran ini harus muncul dari hati sendiri, jangan hanya disiplin karena ada petugas," ungkap Kombes Pol Susmelawati.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara Polri, TNI, dan Pemda ini akan dijadikan agenda rutin guna memastikan kelestarian alam di wilayah Sumatera Barat tetap terjaga, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berhasil mengumpulkan puluhan kantong sampah, yang kemudian diangkut oleh armada kebersihan untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
(red)
Tanah Datar, Lintasmedianews.com
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun 2026 di gelar . Upacara Pembikaan yang berlangsung di Lapangan Pinang Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Selasa. (10/2) 2026.
Kegiatan pembukaan TMMD tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda Tanah Datar, jajaran TNI-Polri, Pemerintah Daerah,Tokoh Masyarakat, serta ratusan Warga setempat.
Upacara pembukaan dipimpin Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM.selaku Inspektur Upacara, ditandai dengan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada perwakilan Satgas TMMD.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan," TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan."
" Eka Putra menekankan, program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek non fisik seperti peningkatan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat." katanya.
Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han selaku Dansatgas TMMD ke-127 menjelaskan," sasaran fisik TMMD tahun ini meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa, seperti pembukaan jalan, perbaikan drainase, serta pembangunan fasilitas umum."
" Selain itu, sasaran non fisik juga akan dilaksanakan melalui penyuluhan bela negara, pelayanan kesehatan gratis, dan kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat " ucap nya..
Lapangan Pinang Pagaruyung sebagai lokasi upacara tampak dipadati peserta upacara yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias.
Warga Kecamatan Tanjung Emas menyambut baik pelaksanaan TMMD tersebut, karena dinilai sangat membantu percepatan pembangunan di daerah mereka.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat Eri Hendri mantan Anggota DPRD mengungkapkan harapannya ," agar program TMMD dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup warga."
" Dengan dilaksanakannya TMMD ke-127 tahun 2026, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat serta mampu mendorong kemajuan pembangunan di Kabupaten Tanah Datar." harap nya.
Kegiatan TMMD ke-127 ini direncanakan berlangsung selama satu bulan ke depan dengan melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. ( ERM )
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Pesan tegas tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai fondasi keselamatan kerja mengemuka dalam Seminar Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026. Seminar ini menghadirkan sport physiotherapy and high performance coach Matias Ibo, yang menekankan bahwa kinerja aman dan produktif tidak pernah lahir secara instan, melainkan dibangun dari kesiapan fisik, mental, dan pola hidup sehat yang konsisten.
Mengusung tema “Fit to Work, Fit to Perform: Kesiapan Fisik sebagai Fondasi Keselamatan dan Produktivitas Kerja”, Coach Matias tampil sebagai pembicara utama di hadapan ratusan insan PT Semen Padang di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Selasa (10/2/2026). Ia mengajak peserta melihat K3 bukan hanya dari sisi prosedur, tetapi dari kesiapan manusia sebagai subjek utama keselamatan.
“Keselamatan dan performa kerja tidak bisa dipisahkan dari kondisi tubuh. Tubuh yang bugar, pikiran yang siap, dan pola pemulihan yang benar akan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan produktivitas,” ujar Matias.
Pesan Kesehatan: dari Pikiran hingga Pemulihan Tubuh
Dalam paparannya, Matias menjelaskan bahwa performa kerja optimal dibangun melalui sebuah sistem terpadu. Ia memulai dari teknik kerja yang harus dipahami dan divisualisasikan secara benar sebelum dieksekusi di lapangan. Menurutnya, visualisasi positif membantu tubuh bekerja lebih presisi dan aman.
“Pikiran harus dilatih membayangkan proses kerja yang benar. Ketika teknik sudah matang di kepala, tubuh akan lebih siap mengeksekusinya tanpa ragu,” jelasnya.
Aspek berikutnya adalah kebugaran fisik dan daya tahan tubuh. Matias menekankan bahwa latihan fisik tidak harus berat, tetapi harus konsisten. Pekerja juga perlu mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing agar tidak memaksakan diri.
“Tubuh yang terlatih dan dikenali dengan baik akan lebih tahan terhadap beban kerja, terutama di industri dengan intensitas tinggi seperti semen dan pertambangan,” katanya.
Ia juga menyoroti kekuatan mental sebagai pengendali utama performa kerja. Pola pikir yang positif dan tenang diyakini berpengaruh besar terhadap pengambilan keputusan yang aman di tempat kerja.
“Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Mental yang baik akan memandu tubuh bekerja dengan lebih aman,” ujarnya.
Tak kalah penting, Matias menggarisbawahi nutrisi, pemulihan, dan pencegahan cedera. Menurutnya, cedera bukan sekadar musibah, melainkan sinyal dari tubuh bahwa ada aspek yang perlu diperbaiki.
“Cedera adalah umpan balik. Dengan memahami sinyal tubuh, kita bisa bekerja lebih aman dan berkelanjutan. Inilah makna fit to work yang sesungguhnya,” tegas Matias.
Siapa Coach Matias Ibo?
Matias Ibo dikenal sebagai sport physiotherapy and high performance coach yang berpengalaman mendampingi atlet profesional, komunitas olahraga, hingga korporasi dalam membangun sistem performa berbasis kesehatan, pencegahan cedera, dan kesiapan fisik jangka panjang. Pendekatannya menekankan keseimbangan antara teknik, kondisi fisik, mental, nutrisi, dan pemulihan—konsep yang kini banyak diadopsi dalam industri berisiko tinggi.
Manajemen Tegaskan K3 sebagai Budaya, Bukan Rutinitas
Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa dalam sambutannya menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan modal utama keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Sebagai industri dengan tingkat risiko tinggi, kinerja unggul hanya bisa dicapai jika insan perusahaan sehat, bugar, dan siap bekerja optimal. Itulah esensi Fit to Work, Fit to Perform,” ujar Andria.
Ia menambahkan bahwa pendekatan K3 ke depan harus semakin holistik, tidak hanya patuh pada prosedur, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan lingkungan kerja yang aman.
Seminar ini dibuka secara resmi oleh Andria Delfa dan dihadiri jajaran manajemen, antara lain Kepala Departemen Management Office Fery Sarvino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta pimpinan dan karyawan dari berbagai unit kerja.
Apresiasi Kinerja K3 lewat SHE Challenge
Selain seminar, PT Semen Padang juga mengumumkan dan menyerahkan penghargaan SHE Challenge sebagai bentuk apresiasi kepada unit kerja dan individu yang menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan budaya K3. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan teladan bagi seluruh lini perusahaan.
Ketua Panitia Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026, Angga Dwi Permana Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh manajemen dan antusiasme karyawan dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Pelaksanaan Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026 berlangsung sejak 12 Januari hingga 10 Februari 2026, sejalan dengan Kepmenaker RI Nomor 4 Tahun 2026, dengan tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.
Beragam kegiatan digelar, mulai dari kampanye K3, penilaian tempat kerja teladan, safety riding, GERMAS, hingga seminar puncak yang menghadirkan Coach Matias Ibo sebagai pengingat bahwa keselamatan kerja selalu berawal dari tubuh dan pikiran yang siap. (*)
Berikut Pemenang SHE Challenge PT Semen Padang
Juara Umum
Juara 1: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC
Juara 2: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)
Juara 3: Unit Produksi Semen
Best Stage
Best Stage Cerdas Cermat: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC
Best Stage Working Procedure – Operasional: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)
Best Stage Working Procedure – Nonoperasional: Unit Sistem Manajemen
Best Stage Pemadam Kebakaran Api Kecil: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)
Best Stage Pemadam Kebakaran Api Besar: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)
Best Stage P3K dan Evakuator: Tim TITAN (Unit Operasi Tambang, Unit Perencanaan dan Pengawasan Tambang, Unit Produksi Bahan Baku)
Tempat Kerja Teladan
Kategori Nonoperasional
Juara 1: Kantor Internal Audit
Juara 2: Kantor Akuntansi (Lt. 4 Kantor Pusat)
Juara 3: Kantor Akuntansi (Lt. 1 Kantor Pusat)
Kategori Operasional
Juara 1: Crusher Tambang
Juara 2: Coal Mixing
Juara 3: Tambang 2
Lintasmedianews.com
Melalui donasi dari Masyarakat Jakarta Selatan, PMI Provinsi Sumatera Barat membangun 15 unit Rumah Tumbuh untuk warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur yang kehilangan rumahnya akibat Banjir Bandang yang melanda.
Ketua Bidang Organisasi PMI Sumbar, Aim Zein dalam acara serah terima Rumah Tumbuh di Jorong Toboh, Malalak, hari ini (10/2) mengatakan 14 unit rumah lainnya akan dirampungkan sebelum lebaran. "Sebagai simbolis hari ini kita serah terimakan dulu 1 rumah dari Pemerintah kota Jakarta Selatan kepada masyarakat, sisanya akan kita kerjakan setelah ini sampai semua siap dihuni oleh masyarakat" Ucap Aim.
Dikatakan Rumah Tumbuh, lanjut Aim karena bantuan rumah diharapkan dapat terus dipelihara dan perlahan dengan donasi masyarakat bisa menjadi hunian yang lebih layak. "Jadi kita sepakat menyebutnya ini Rumah Tumbuh" Jelasnya.
Rumah Tumbuh PMI dibangun seluas 6x6 meter dengan kerangka baja, atap spandek dan dinding GRC anti rayap serta berlantaikan semen memiliki 1 ruang tamu dan 2 ruang kamar tidur. Rumah Tumbuh tersebut, dibangun oleh relawan PMI Bukittinggi dan Agam yang bertugas di Posko Lapangan PMI Provinsi Sumatera Barat di Malalak. Dibantu oleh masyarakat setempat dan pemilik rumah.
Mundari, Ketua PMI Kota Jakarta Selatan bersama Perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang hadir menyampaikan harapan agar masyarakat bisa kembali bangkit dan dapat menjalani hidup kedepannya dengan lebih baik. " Dengan Rumah Tumbuh ini kita bersatu untuk membantu masyarakat Nagari Toboh ini segera kembali seperti sedia kala" Tutur Mundari.
Ia mewakili masyarakat Kota Jakarta Selatan juga merasa senang, bantuan dari masyarakat Jakarta Selatan dapat diterima baik dan menjadi bantuan sangat bermanfaat bagi warga yang terdampak.
Tidak hanya hunian, PMI juga melengkapi bantuan dengan peralatan berumah tangga berupa Kasur, Kompor Gas dan Selimut untuk masing-masing Rumah Tumbuh. Bantuan ini merupakan donasi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Sementara itu Dandi Pribadi, Staf Ahli Bupati Agam yang menjadi wakil penerima bantuan Rumah Tumbuh, menyampaikan bahwa dengan bantuan Rumah Tumbuh PMI, kini seluruh warga Jorong Toboh yang rumahnya hanyut terbawa Galodo sudah memiliki tempat berteduh. "Karena PMI bergerak berdasarkan data dan asesmen yang tepat, sehingga semua masyarakat alhamdulillah sudah terbantu" Ucap Dandi.
Muzahar (58), Ayah dari Aulia Rahmi, pemilik Rumah Tumbuh PMI pertama ini mengucapkan syukurnya atas perhatian masyarakat Indonesia kepadanya dan seluruh warga Toboh. "Alhamdulillah anak saya sekarang sudah punya rumah kembali."
Ia juga bersyukur menjadi penerima bantuan Rumah Tumbuh tersebut. Sebab, Rumah Tumbuh PMI dibangun di tanah milik warga itu sendiri, sehingga hunian ini bisa ditempati dalam waktu yang lebih lama.
Dari pertemuan awal perencanaan bantuan ini, tambah Muzahar, warga meminta agar rumah yang dibangun bisa ditempati minimal sampai 5 tahun kedepan. Sampai warga memiliki tabungan yang cukup untuk memperbaiki rumahnya. "Permintaan kami alhamdulillah dikabulkan oleh PMI dan Donatur. Terimakasih banyak kami ucapkan kepada masyarakat Jakarta Selatan, semoga menjadi amal ibadah untuk semuanya" Tutup Munahar.
Humas PMI Sumbar
10/2/2026
Pulau Punjung, Lintasmedianews.com,
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama Tim Penilaian Usaha Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi akan melakukan penilaian kepatuhan usaha perkebunan terhadap PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/02/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Yefrinaldi, mengatakan penilaian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut belum tercapainya kesepakatan antara PT TKA dan masyarakat adat Nagari Alahan Nan Tigo serta Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan mengenai pembangunan kebun plasma.
“Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama Tim Penilaian Usaha Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi akan melaksanakan penilaian kepatuhan usaha perkebunan PT TKA,” kata Yefrinaldi di Pulau Punjung, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut rapat pendampingan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat adat yang digelar di Padang pada 27 Januari 2026. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa para pihak akan mencari solusi bersama paling lambat 3 Februari 2026. Apabila tidak tercapai kesepakatan, penyelesaian akan diambil alih oleh Dirjen Perkebunan sesuai kewenangannya.
Namun demikian, rapat lanjutan pada 3 Februari 2026 yang menawarkan sejumlah opsi penyelesaian juga belum menghasilkan kesepakatan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian menjalankan mekanisme penilaian kepatuhan usaha perkebunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Yefrinaldi menyampaikan bahwa tuntutan utama masyarakat adat Nagari Alahan Nan Tigo dan Nagari Lubuk Besar adalah pemenuhan kewajiban kebun plasma sebesar 20 persen dari total Hak Guna Usaha (HGU) PT Tidar Kerinci Agung.
Dengan luas HGU perusahaan sekitar 12.341,45 hektare, kewajiban kebun plasma yang harus dialokasikan kepada masyarakat mencapai kurang lebih 2.468,29 hektare. Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN tentang perpanjangan HGU PT TKA tahun 2022 dan diperkuat dengan Surat Keterangan Bupati Dharmasraya tahun 2021.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan terus mengawal seluruh proses tersebut guna memastikan hak-hak masyarakat adat terpenuhi serta kegiatan usaha perkebunan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Yefrinaldi berharap penilaian kepatuhan ini dapat menghasilkan penyelesaian yang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga iklim investasi yang sehat.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mempercayakan penyelesaian persoalan melalui mekanisme resmi yang sedang berjalan.
Foto : Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Yefrinaldi dan Penandatanganan Berita Acara PT. TKA dan Masyarakat Adat di Padang beberapa waktu lalu.(el)
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Di tengah hamparan rumput hijau Lapangan Golf PT Semen Padang, dua meriam tua berdiri membisu. Tubuhnya berkarat, namun sikapnya tetap tegak—seolah menolak tunduk pada waktu. Sejak puluhan tahun silam, bahkan sebelum republik ini lahir, keduanya tak pernah bergeser. Tak sejengkal pun.
Lokasinya berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Kawasan yang hari ini identik dengan olahraga dan rekreasi itu dulunya merupakan area tambang tanah liat milik PT Semen Padang dengan luas sekitar 50 hektare. Lanskapnya telah berubah total: dari bukit dan lubang galian menjadi ruang hijau yang sejuk dan hidup.
Pepohonan rindang menaungi lapangan. Beragam satwa kini menjadikannya rumah. Elang ular bido sesekali melayang di udara, cekakak sungai dan cekakak belukar bertengger di dahan, sementara burung madu sriganti beterbangan di antara bunga. Rusa totol—yang didatangkan dari Istana Bogor—berkeliaran tenang. Di aliran sungai kecil di sekitar lapangan, ikan bilih, ikan endemik Danau Singkarak, masih bertahan dan berkembang biak.
Namun bukan hanya alam yang membuat pengunjung berhenti melangkah. Dua meriam tua di tengah kawasan hijau itulah yang kerap mencuri perhatian. Banyak yang berswafoto di depannya. Tak jarang pasangan pengantin menjadikannya latar foto—tanpa sepenuhnya menyadari bahwa mereka berdiri di hadapan saksi bisu Perang Dunia II.
Sumatera Barat memang menyimpan banyak peninggalan militer Jepang. Pada masa pendudukan 1942–1944, wilayah ini menjadi jalur strategis pertahanan pantai barat Sumatra. Jepang membangun bunker, gua perlindungan, rumah sakit militer, hingga meriam pertahanan di berbagai titik—dari Padang, Painan, hingga pesisir Pariaman.
Di Indonesia, ratusan meriam peninggalan Jepang masih tersebar hingga kini. Sebagiannya berada di benteng pantai, sebagian lain “terdampar” di permukiman warga, pelabuhan, bahkan kebun. Banyak yang tak tercatat secara resmi, tanpa prasasti dan tanpa cerita utuh—seperti dua meriam di Indarung ini.
Masing-masing meriam di Lapangan Golf Semen Padang memiliki panjang sekitar lima meter dengan diameter laras kurang lebih 60 sentimeter. Keduanya dipasang sejajar dari timur ke barat dengan jarak sekitar 30 meter.
Meriam di sisi timur mengarah ke Bukit Batu Kapur PT Semen Padang, sementara meriam di sisi barat menghadap ke kawasan Pabrik Indarung VI. Arah bidikannya memunculkan berbagai spekulasi—apakah untuk pertahanan, latihan militer, atau sekadar posisi siaga.
Meski telah dilapisi karat, sejumlah kode masih terbaca jelas. Pada salah satu meriam tertera tulisan “O.F. 3 INCH. 20 CWT. MK III” dan angka 1916—menandakan meriam ini diproduksi pada era Perang Dunia I, lalu digunakan kembali oleh Jepang saat menduduki Hindia Belanda. Meriam lainnya menyisakan kode samar “NᵒL/169”, sementara sisanya telah dimakan usia.
Tak ada prasasti. Tak ada catatan resmi. Waktu seolah sengaja menyisakan misteri.
Indarung dalam Pendudukan Jepang
Menurut buku 100 Tahun PT Semen Padang, kekuasaan Belanda di Sumatra runtuh lebih cepat dibanding Jawa. Pada Maret 1942, tentara Jepang bergerak dari Aceh dan Medan, menembus jalur darat hingga Bukittinggi. Dari sanalah pemerintahan militer Jepang (Gunseibu) mengambil alih Sumatera Barat.
Awal April 1942, Kolonel Fujiyama dikirim ke Padang untuk melakukan serah terima kekuasaan dari Residen Belanda. Tak lama kemudian, Jepang tiba di Indarung—lokasi pabrik semen NV Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM), cikal bakal PT Semen Padang.
Yang mereka dapati adalah pabrik yang sunyi. Produksi telah berhenti total. Para buruh menghilang. Sebelumnya, kawasan Indarung dan Pelabuhan Teluk Bayur kerap dibombardir, membuat karyawan ketakutan dan pengapalan semen terhenti selama berbulan-bulan.
Kedatangan Jepang menandai babak kelam. Staf kulit putih dan keluarga mereka dikumpulkan, dipindahkan, dan diinternir. Serdadu KNIL Belanda di sekitar Indarung bahkan dieksekusi di kawasan Gadut.
Dengan bantuan karyawan Indonesia—terutama Doesoen Malin Kayo, pegawai senior yang memegang kunci pabrik—Jepang menghidupkan kembali fasilitas yang sempat mati. Pada Agustus 1942, pabrik kembali beroperasi. Namanya diubah menjadi Asano Cement, lalu Pabrik Semen Indarung. Semua yang berbau Belanda dihapus, dan penggunaan bahasa Belanda dilarang.
Semen Indarung diproduksi untuk kepentingan ekonomi perang Jepang: membangun benteng, jembatan, dan infrastruktur militer di Indonesia dan Asia Tenggara.
Pada 24 Agustus 1944, sejarah kembali menghantam Indarung. Sekitar 40 pesawat pembom Sekutu menyerang secara besar-besaran. Ratusan ton bom dijatuhkan. Pabrik rusak berat. Sedikitnya 19 buruh tewas di sebuah lubang perlindungan, sementara ratusan lainnya luka-luka.
Setelah itu, Jepang memaksa buruh membangun lebih banyak lubang perlindungan dan benteng pertahanan. Meriam-meriam penangkis serangan udara ditempatkan di sekitar kawasan pabrik dan Gadut.
Dalam konteks inilah, dua meriam yang kini berdiri di Lapangan Golf Semen Padang diyakini ditempatkan—sebagai bagian dari sistem pertahanan kawasan industri strategis Indarung.
Menjaga, Bukan Melupakan
Tokoh masyarakat Indarung, Dharmansyah Siroen, menyebut dudukan beton meriam dibuat melalui kerja paksa masyarakat pribumi. “Sejak kawasan ini ditambang hingga menjadi lapangan golf, posisi meriam tidak pernah dipindahkan,” ujarnya.
PT Semen Padang memilih merawat, bukan menyingkirkan, peninggalan sejarah tersebut. “Kami memandang meriam ini sebagai bagian dari nilai sejarah yang patut dijaga,” kata Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris.
Kini, Lapangan Golf PT Semen Padang bukan sekadar ruang olahraga dan rekreasi. Ia adalah lanskap hijau yang menyimpan ingatan perang, kerja paksa, dan perjalanan panjang sebuah industri.
Di sanalah dua meriam tua itu tetap berdiri—diam, berkarat, dan setia mengingatkan bahwa Indarung pernah menjadi bagian dari pusaran sejarah dunia. (*)
Lintasmedianews.com –Dharmasraya
Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu daerah pertama di Sumatera Barat yang merekrut jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia sebagai Inspektur Daerah Dharmasraya.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, S.H, L.LM, kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dengan melantik Jaksa Fungsional Ramadhani, SH, MH, sebagai Inspektur Daerah, di Aula Kantor Bupati Dharmasraya, Senin (09/02/2026).
Ramadhani sebelumnya menjabat sebagai Jaksa Fungsional di Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Barat.
Annisa Suci Ramadhani menegaskan penunjukan jaksa dari Kejaksaan Tinggi merupakan terobosan untuk memperkuat pengawasan pemerintahan.
“Alhamdulillah pada hari ini kita telah bersama Pak Ramadhani, beliau adalah Jaksa di Kejaksaan Tinggi dan untuk pertama kali seorang Jaksa akan memimpin inspektorat Kabupaten Dharmasraya ,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini bertujuan meminimalkan kekeliruan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan memastikan perbaikan tata kelola keuangan daerah.
Dengan mengedepankan prinsip akuntabilititas dan transparansi sekaligus audit internal dipimpin oleh seseorang yang memahami hukum, tentu akan membuat anggaran dapat digunakan dengan sebaik baiknya untuk kepentingan masyarakat.
Latar belakang hukum dan pengalaman pengawasan Ramadhani dinilai Annisa dapat mengoptimalkan fungsi inspektorat.
“Kehadiran Pak Ramadhani bukan untuk menakuti-nakuti tapi untuk meminimalisir kekeliruan potensi pelanggaran hukum penyelenggaraan pemerintahan. Tujuannya adalah untuk pemcegahan, karena kita butuh orang yang paham dan mengerti hukum,” jelas Annisa.
Ia menegaskan Dharmasraya tetap memiliki SDM kompeten, namun Inspektorat berfungsi sebagai pengawas internal pemerintah kabupaten yang berfungsi sebagai alarm pertama apabila terdapat hal hal yang tidak sesuai aturan sekaligus menjadi tempat untuk evaluasi dan konsultasi berbagai persoalan hukum terkait administrasi pemerintahan.
Kehadiran pejabat dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat akan memberikan perspektif berbeda dan akan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Dengan sistem ini, konsultasi hukum dapat dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.
“Jadi kita bisa melakukan perencanaan anggaran dengan lebih baik dan audit internal bisa benar benar berjalan untuk memastikan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dengan begitu anggaran akan dipergunakan dengan maksimal untuk kepentingan masyarakat” tukas Annisa(el)
Pasbar ,Lintasmedianews.com
Sebanyak 15 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dilantik oleh Bupati Yulianto pada Senin 9/2 di aula kantor bupati setempat. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Ketua GOW Gusmalini, Ketua DWP Erisa Doddy San Ismail dan stakeholder terkait lainnya
Setidaknya inilah nama-nama pejabat yang dilantik antara lain:
- Setia Bakti Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah
- Endang Rirpinta Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah
- Pahrein Staf Ahli Pengembangan Ekonomi dan Pembangunan
- Azhar Staf Ahli Bidang Agama dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah
- Joni Hendri Kepala Bapelitbangda
- Randy Hendrawan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga
- Armen Kepala DPPKBP3A
- Agusli Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM
- Zulfi Agus Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah
- Imter Pedri Kepala Dinas Pendidikann
- Bakaruddin Kepala Dinas Tenaga Kerja
- Jhon Edwar Kalaksa BPBD
- Muharram Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
- Fadlus Sabi Kepala DPMPTSP
- Armi Ningdel Kepala Dinas Perikanan.
Hari ini kita melaksanakan sebuah momentum penting dalam perjalanan birokrasi Kabupaten Pasaman Barat, yaitu pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang telah melalui proses uji kompetensi dan evaluasi jabatan. Proses ini merupakan bagian dari komitmen kita untuk menata birokrasi agar semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil,ungkap Bupati Yulianto.
Pelantikan ini lanjutnya, bukan sekadar pergantian posisi, melainkan amanah besar untuk memastikan bahwa setiap pejabat yang menduduki jabatan strategis benar-benar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi, agar pelayanan publik dapat berjalan lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran.
Kepada Saudara-saudara yang dilantik hari ini, saya berpesan jadilah pejabat yang berintegritas, yang mampu menjaga kejujuran dan konsistensi dalam setiap langkah. Tunjukkan loyalitas dengan mendukung visi dan misi organisasi serta menjaga kehormatan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Tetaplah menunjukkan kinerja nyata walaupun dalam kondisi keterbatasan anggaran,ungkapnya.
Ia berharap momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan tidak hanya tentang kewenangan, tetapi juga tentang pengabdian. Ia juga berharap kepada pejabat yang baru dilantik menjadi bagian dari manajemen talenta birokrasi, membuka ruang inovasi dan pembelajaran, serta menyiapkan generasi ASN yang adaptif dan berdaya saing.
Yang paling penting, tunjukkan kinerja nyata yang terukur, konsisten, dan berdampak langsung bagi rakyat Pasaman Barat,"ujarnya.
Setelah melakukan pelantikan Bupati Yulianto bersama Sekda Doddy San Ismail dan pejabat yang baru dilantik langsung melakukan Anjang Sana ke Rumah Lansia Siti Khadijah sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen Pemerintah Daerah untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian.