Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

Grobogan.Lintas Media News
Menteri Pertanian, Andi Amran, mengungkap produksi jagung naik drastis setelah adanya keterlibatan Polri. Penanaman jagung yang dilakukan Polri sendiri merupakan buah dari MoU Menteri Andi dengan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

“Begitu ditanda tangan, produksi langsung naik, Pak. Jadi hari itu juga langsung naik. Tahu dampaknya, Pak? Ini dulu begitu tanda tangan, 25 April. Pas di hari ulang tahun saya, kurang dua hari ditanda tangan MOU, langsung produksi naik,” ungkap Menteri Amran, Rabu (9/7/25).

Menteri Amran menerangkan, produksi jagung yang naik tersebut karena tepat sasaran. Ia pun mengapresiasi Kapolri beserta jajaran atas keikutsertaan mewujudkan ketahanan pangan tersebut.

“Kenapa? Produk jagung tepat sasaran, benih tidak lagi diperjual belikan. Alat mesin pertanian tidak ada lagi pencurian alat mesin pertanian. Jadi dampaknya luar biasa, Pak. Jadi inilah membuat produksi naik,” jelas Menteri Amran.

Lebih lanjut ia mengemukakan, kerja Polri sangat membantu membenahi tata kelola pertanian. Menteri Amran mencontohkan, salah satu aduannya mengenai penyalahgunaan pupuk di Jawa Tengah langsung ditindaklanjuti kapolda, sehingga petani tak lagi kesulitan.

Dalam mewujudkan swasembada pangan, ujar Menteri Pertanian, dirinya pun mendapatkan target lebih tinggi dari Presiden Prabowo Subianto. Target itu disanggupinya karena ada dukungan dari Kapolri dan jajaran.

“Bisa nggak kira-kira bagaimana kalau kita swasembada pangan 1 tahun. Hari ke-45. Kira-kira kita mau bilang apa sebagai pembantu. Namanya pembantu, ya tidak ada kata lain siap seperti kepolisian,” ujar Menteri Amran.

Diketahui, Menteri Amran menghadiri penanaman jagung kuartal III di lahan seluas 795.339,53 hektare yang tersebar di 36 wilayah Indonesia. Penanaman jagung ini dilakukan bersama Ketua Komisi IV Siti Hediati Soeharto, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni.

Secara simbolis, Kapolri memimpin penanaman jagung di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kec. Klambu, Kab. Grobogan, Jawa Tengah. Sedangkan di daerah lainnya dilaksanakan serentak dan terhubung melalui daring. 

Di lahan yang berada di area wilayah hukum Polda Jawa Tengah itu memiliki luas 38.750,14 hektare, terdiri dari 36.287 hektare lahan produktif serta 2.463,14 hektare lahan perhutanan sosial dan akan dikelola para petani binaan polres hingga polsek. Total 220 petani akan terlibat dalam penanaman dan perawatan jagung tersebut hingga masa panen tiba.

“Pada kuartal III tahun 2025, dilakukan penanaman  pada lahan seluas 168.432,23 Hektar, terdiri dari 117.510,29 Hektar lahan perhutanan sosial yang sudah ditanami, serta 48.082,40 Hektar lahan produktif dan 2.839,54 Hektar lahan perhutanan  sosial yang akan dilakukan penanaman pada hari ini,” ujar Kapolri dalam sambutannya, di Jawa Tengah, Rabu (9/7/25).(rel)


Jawa Tengah.Lintas Media News
  Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengapresiasi Polri atas keterlibatannya mewujudkan swasembada pangan dengan penanaman jagung. Bahkan, ia bergurau bawah Polri tengah demam jagung.

“Jajaran Kapolda itu sekarang lagi demam jagung di bawah Pak tadi perbincangan termasuk ketika dengan Ibu Ketua Komisi 4 ke Sumatera Barat bersama bertemu dengan Pak Kapolda itu percakapan dengan kami dan juga dengan kepala daerah yang hadir itu selalu di mana lagi ada lahan untuk saya tanam,” ungkap Menteri Perhutanan, Rabu (9/7/25).

Ia mengungkap, hal itu juga terjadi saat kunjungan ke berbagai daerah seperti Riau, Kalimantan Tengah, hingga Sumatera Barat. Menteri Perhutanan mengaku sering bertemu dengan para Kapolda yang menyatakan kesiapannya menyediakan dan mengelola lahan perhutanan sosial untuk penanaman jagung.

"Saya ke Riau, ke Kalteng, ketemu dengan Kapolda, ke Kaltim, semuanya selalu meminta, 'Ada lagi nggak lahan perhutanan sosial untuk kita tanam?'” ungkap Menteri Raja Juli.

Lebih jauh ia menegaskan, kini mengambil peran besar di sektor ketahanan pangan. Tak heran, sebab Polri tak hanya kali ini saja turun langsung menyukseskan program pemerintah.

Disebutkannya, keberhasilan Indonesia mengendalikan COVID-19 tak lepas dari kontribusi besar Polri.

"Tidak berlebihan kalau kita katakan, dalam kasus COVID-19, rasanya kita tidak akan menjadi negara yang bebas COVID-19 dengan segera kalau tidak ada kontribusi dari pasukan Pak Pakuri di bawah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk program ketahanan pangan nasional berbasis jagung ini memang tak hanya menggandeng kementerian terkait saja. Polri dan TNI, ujarnya, juga dilibatkan untuk mewujudkannya.

Diungkapkannya, hal ini adalah bentuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Di mana antar lembaga negara mencari lahan tidur untuk dimanfaatkan demi mendukung program besar Presiden Prabowo Subianto.

"Pendek kata, semua sedang berkompetisi secara sehat, lomba-lomba untuk kebaikan, untuk mewujudkan swasembada pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujar Menteri Raja Juli.(rel)

 

Musi Rawas, Lintasmedianews.com

Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, H Riza Novianto Gustam beserta pengurus PKK menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-53 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025 Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (08/07/2025).

‎Kegiatan nasional tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK dari seluruh provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia. 

‎Acara berlangsung meriah dengan diwarnai tasyakuran dan pemotongan tumpeng oleh Pelindung TP PKK Pusat, Selvi Gibran Rakabuming. Selain seremoni, rangkaian kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat Samarinda juga diselenggarakan, menegaskan peran PKK sebagai penggerak aksi nyata di tengah masyarakat.

‎Sebelumnya, pada pagi hari, digelar Sidang Pleno Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK yang membahas arah kebijakan dan strategi penguatan gerakan PKK ke depan. Forum ini menghadirkan pemaparan dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Koperasi dan UKM, serta Kepala Badan Gizi Nasional.‎

‎Dalam Puncak Peringatan HKG PKK Ke-53 dan Rakernas X PKK tahun 2025 ini, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, menegaskan pentingnya Rakernas X PKK 2025 sebagai momentum strategis untuk memperkuat arah dan struktur Gerakan PKK secara nasional.

‎“Momentum Rakernas sangat strategis karena akan menghasilkan 3 dokumen utama dalam penyelenggaraan Raker PKK secara nasional,” ujarnya.

‎Ketiga dokumen yang dimaksud oleh Ketua Umum PKK yaitu Rencana Induk Gerakan PKK Tahun 2025–2029, Strategi Gerakan PKK, dan Petunjuk Teknis Tata Kelola Kelembagaan Gerakan PKK.‎

‎Selanjutnya, Ny. Tri Tito Karnavian, menekankan bahwa Rakernas bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan forum yang sangat penting untuk menyelaraskan gerak PKK ke depan dengan arah pembangunan nasional. Termasuk visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.‎

‎“Tujuan utama Rakernas adalah menyatukan gerak langkah PKK agar nantinya sejalan dengan pembangunan nasional, sekaligus memastikan bahwa program-program PKK benar-benar menyentuh kebutuhan keluarga dan masyarakat,” tegasnya.(Adv.Agi)

 

Musi Rawas, Lintasmedianews.com

Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Musi Rawas Tahun 2025-2029 bertempat di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Rabu (18/06/2025). 

Dalam acara tersebut di hadiri Wakil Bupati Musi Rawas, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Musi Rawas, Ketua DPRD Musi Rawas, Plt. Kajari Musi Rawas,Kepala BNN Musi Rawas, Polres Musi Rawas, Kodim 0406 Lubullinggau, Kemenag Musi Rawas, Kasubdit Wilayah I Sumatera Bina Bangda Kemendagri, Bappeda Prov. Sumsel, Sekda Musi Rawas, Rektor Unmura dan Rektor ITMS, Pimpinan Bank Sumsel Babel, dan Kepala OPD di Pemkab Musi Rawas. 

Dalam sambutannya Bupati Hj. Ratna Machmud

menyambut baik dilaksanakannya musrembang ini karna dapat bersama-sama memberikan pemikiran, saran dan masukan dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah lima tahun ke depan, meliputi strategi dan arah kebijakan yang selanjutnya akan di implementasikan. 

Lebih lanhut Bupati mengatakan, musrembang ini juga membahas program-program strategis dalam menyusun RPJMD Kabupaten Musi Rawas 2025-2029 yang di dalamnya memuat uraian secara detil tentang visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan. 

"Saya mengharapkan kegiatan Musrenbang dapat dilaksanakan dengan serius, sehingga substansi kegiatan ini harus benar-benar terwujud. Hal ini penting untuk kita lakukan agar rencana pembangunan lima tahun kedepan benar-benar efisien, efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Musi Rawas," Ujar Bupati. 

Bupati juga mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya di Kabupaten Musi Rawas untuk bersatu padu, menyatukan setiap gerak dan langkah kita dalam bekerja untuk mewujudkan Musi Rawas yang Maju, Mandiri, Bermartabat dan Berkelanjutan (ΜΑΝΤΑΒΚΑΝ).(Adv)

Jakarta.Lintas Media News
Polda Metro Jaya mengembalikan motor curian kepada masyarakat usai menangkap para pelaku. Penyerahan dilakukan oleh Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, saat pengungkapan penindakan kejahatan jalanan periode Apri-Juni 2025.

Para pemilik motor pun menyampaikan apresiasi atas kerja keras tersebut. Mereka menerima penyerahan kendaraannya dengan bukti kepemilikan yang dibawa sebagai tanda pencocokan.

"Alhamdulillah, ini kita pinjam pakaikan kepada bapak ibu sebagai pemilik sah. Saya pesan agar kendaraan ini tidak ada yang diubah dulu karena masih dalam proses hukum sampai ke penuntutan nanti di persidangan," jelas AKBP Putu di Polda Metro Jaya, Selasa (8/7/25).

Salah satu korban pencurian, Sunirah, menyatakan rasa senangnya karena kendaraan miliknya ditemukan dan dikembalikan Polda Metro Jaya. Ia berharap Polda Metro terus mengungkap kasus pencurian dan bisa mengembalikan lebih banyak kendaraan yang dicuri.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada kepolisian, wabilkhusus bagian reskrimum. motor ini kita bisa dapat lagi kembali, mudah mudahan kepolisian ke depan bisa lebih kerja keras lagi untuk menjaga masyarakat," ujarnya.

Korban pencurian lainnya, Andi, juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Metro Jaya. Ia mendoakan jajaran Polda Metro bisa terus bekerja memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Saya sangat bangga dengan pihak kepolisian, ini belum sampai satu bulan sudah bisa ditemukan, itu menurut saya sesuatu yang luar biasa, dan mudah mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,"
ujar Andi.

Tak jauh berbeda, korban bernama Budi juga memberikan rasa hormatnya kepada jajaran Polda Metro Jaya. Ia berterima kasih karena polisi menangkap pelaku dan mengembalikan kendaraannya.

"Saya berterima kasih kepada seluruh anggota sudah membantu saya menemukan motor saya dan menangkap pelaku," ungkap Budi.(rel)

Jakarta.Lintas Media News
 Polda Metro Jaya masih terus bersiaga meski sebagian besar wilayah banjir di Jakarta telah surut. 

Penyiagaan terus dilakukan mengingat adanya prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem selama sepekan ini.

"Tim SAR Polda Metro Jaya masih terus siaga menghadapi cuaca ekstrem di Jakarta, sebagaimana prediksi BMKG bahwa sepekan ke depan wilayah DKI Jakarta berpotensi mengalami cuaca ekstrem," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Rabu (9/7/2025).

"Kami siap kapan pun memberikan pelayanan kepada masyarakat," lanjutnya.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto menyebut pihaknya memberi atensi khusus terhadap wilayah yang terdampak banjir. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk terus melakukan patroli rayonisasi SAR sebagai langkah antisipasi lanjutan.

"Hingga saat ini, personel masih terus melaksanakan upaya penyelamatan secara intensif di lokasi, mengingat curah hujan tinggi yang masih mengguyur wilayah tersebut," jelas Dansat Brimob.

Ia menyampaikan, kegiatan ini menjadi bukti nyata dedikasi Brimob dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Brimob, lanjutnya, turut memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah kondisi darurat.(rel)

Jakarta.Lintas Media News
Polisi membongkar praktik gula oplosan yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di Banyumas, Jawa Tengah. Lebih dari 1.000 karung gula diamankan sebagai barang bukti.

Pengungkapan dilakukan hari Selasa (8/7) sore di Kabupaten Banyumas. Perkara yang terjadi di sana yaitu dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dengan modus produksi gula campuran rafinasi dan menggunakan merek pihak lain.

Satu orang diamankan, yaitu MS (52), warga Karangtengah, Cilongok, Kabupaten Banyumas. Ia dijerat Pasal 113 jo pasal 57 ayat (2) UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a) dan/atau pasal 9 ayat (1) huruf a UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Tindak pidana memperdagangkan barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI.

Barang bukti dalam perkara tersebut adalah 855 sak gula kemasan Raja Gula dengan total berat 42.750 kg, kemudian 587 sak gula rafinasi dengan total berat 29.350 kg. Benda lainnya antara lain 3 unit mixer, timbangan digital, alat jahit karung, karung, plastik, dan sebagainya.

Saat dimintai konfirmasi soal pengungkapan praktik ilegal itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Arif Budiman, membenarkan. 

"Betul ada pengungkapan. Lengkapnya saat press rilis," ujar Kombes Arif, Rabu (9/7/2025).(rel)

Papua,Lintas Media News
Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai kegiatan humanis yang dilaksanakan oleh personel Satgas Humas Operasi Damai Cartenz yaitu Briptu Eroza dan Bripda Rafly di Distrik Wuyuneri, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (8/7/2025) pukul 10.00 WIT.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya anak-anak yang menyambut kedatangan personel dengan senyum tulus dan semangat penuh harapan. Dalam kegiatan ini, para personel membagikan bantuan seperti berbagi sepatu untuk keperluan sekolah, bermain bersama anak-anak, serta menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan persatuan secara humanis.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi oleh Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan oleh personel Operasi Damai Cartenz guna menciptakan keharmonisan dan rasa aman bagi masyarakat Papua khususnya anak-anak.

“Pendekatan humanis akan terus kami terapkan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz. Kehadiran personel di tengah masyarakat, khususnya anak-anak, diharapkan dapat membangun kepercayaan dan menciptakan suasana damai yang berkelanjutan,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bentuk kepedulian sesaat, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk merangkul generasi muda Papua.

“Kebersamaan dengan anak-anak ini mencerminkan komitmen kami untuk merangkul masyarakat sejak usia dini. Kami ingin membangun masa depan Papua yang lebih aman, damai, dan penuh harapan bersama generasi muda sebagai fondasinya,” tegasnya.

Selain mendekatkan aparat dengan masyarakat, momen ini juga memberikan dampak yang positif kepada anak-anak. Dengan metode komunikasi yang lembut, bermain bersama, serta memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat setempat.

Kegiatan humanis di Distrik Wuyuneri menjadi salah satu langkah konkret Operasi Damai Cartenz dalam mewujudkan Papua yang lebih damai, sejuk, dan bersatu melalui pendekatan yang menyentuh hati masyarakat.(rel)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya memberikan apresiasi kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Padang yang telah berhasil memenuhi bahkan melampaui target pendapatan asli daerah (PAD) pada semester pertama tahun 2025. 

Namun, ia juga memberikan sorotan tajam kepada beberapa OPD yang masih tertinggal jauh dari target yang telah ditetapkan.

Dalam rapat evaluasi kinerja OPD yang digelar pada Selasa (8/7/2026) Rachmad Wijaya menegaskan pentingnya evaluasi secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efektivitas pembangunan daerah. 

Ia juga meminta Wali Kota Padang, Fadly Amran segera mengambil langkah nyata terhadap OPD yang belum menunjukkan kinerja optimal dalam hal pengumpulan PAD.

“Bagi OPD yang belum mencapai target, ini harus menjadi perhatian khusus bagi Wali Kota Padang untuk serius dan segera melakukan intervensi dan perbaikan. Kami menyarankan agar Pemko lebih serius dalam memaksimalkan teknologi dan digitalisasi dalam mencapai target PAD ini,” tegas Rachmad dari Dapil Padang V (Padang Selatan dan Padang Timur) ini.

Rachmad menambahkan, secara umum capaian PAD Pemko Padang per 8 Juli 2025 sudah baik, mencapai Rp445 miliar atau 49,76 persen dari total target PAD Rp894,3 miliar. 

“Kami melihat sejumlah OPD yang harusnya menjadi penyumbang PAD besar ada yang belum maksimal. Andai mereka maksimal, tentu angkanya lebih baik lagi. Semoga sisa 6 bulan ke depan bisa dimaksimalkan,” kata Rachmad. 

Tiga OPD Jadi Sorotan

Rachmad mengungkapkan berdasarkan data resmi dari Laporan Harian Realisasi PAD per 8 Juli 2025, tercatat tiga OPD yang menjadi sorotan utama karena belum mencapai 40 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD tahun berjalan.

“Yang pertama adalah Dinas Perhubungan (Dishub). Dari target PAD sebesar Rp3,39 miliar, baru terealisasi Rp1,25 miliar atau sekitar 36,88 persen. Dishub diketahui mengandalkan pendapatan dari retribusi parkir tepi jalan, tempat khusus parkir, serta layanan mobil derek. Harus maksimal lagi,” kata Ketua Alumni SMA 6 Padang ini.

Selanjutnya, kata Rachmad, Dinas Perdagangan (Disdag) mencatat realisasi PAD sebesar Rp3,04 miliar dari target Rp12,45 miliar, atau hanya mencapai 24,43 persen.

Rendahnya capaian ini diduga disebabkan oleh belum optimalnya pengelolaan retribusi pasar, pertokoan, serta penyedotan kakus.

Sementara itu, yang ketiga dan menjadi OPD dengan capaian terendah adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dengan target PAD yang cukup besar, yakni Rp64,3 miliar, realisasi yang dicapai baru sebesar Rp14,96 miliar atau sekitar 23,27 persen. 

“PAD DLH sebagian besar berasal dari retribusi kebersihan dan persampahan, serta kerja sama dengan pihak ketiga seperti PDAM. Kami minta Wako lebih memberikan perhatian lagi,” katanya. 

Rachmad mengatakan, OPD berkinerja baik patut dicontoh dan dia mengapresiasi OPD yang mampu menunjukkan hal itu. 

Salah satunya adalah Dinas Pariwisata, yang justru berhasil melampaui target PAD sebesar Rp400 juta dengan realisasi mencapai Rp495 juta, atau 123,75 persen. 

Selain itu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah juga mendekati target maksimal dengan capaian 99,50 persen dari target Rp34 miliar.

Rachmad menilai bahwa kinerja baik seperti itu perlu dijadikan acuan bagi OPD lainnya dalam menyusun strategi dan meningkatkan efisiensi kerja, khususnya dalam memanfaatkan potensi PAD dari berbagai sektor layanan dan aset daerah.

Rachmad menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci utama dalam memperbaiki tata kelola PAD di Kota Padang. 

Ia mendorong seluruh OPD untuk melakukan transformasi layanan, mulai dari sistem pemungutan hingga pelaporan, agar proses menjadi lebih cepat, transparan, dan terukur.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan untuk meningkatkan akuntabilitas dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dengan langkah evaluasi ini, DPRD berharap seluruh OPD dapat mempercepat pencapaian target PAD pada semester kedua tahun 2025.

Hal ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan pembangunan dan menjadikan Kota Padang sebagai kota yang bersih, modern, dan berdaya saing tinggi. (*)

 


Lampung Timur ,- Lintasmedianews.com 

warga masyrakat mengaku kewalahan saat hendak menggali informasi terkait pengelolaan hutan swakelola di wilayah Desa Jepara dan sri rejosari yang disinyalir dikelola secara terselubung oleh pihak tertentu. Hal ini terjadi lantaran UPTD Pengelolaan Hutan Gunung Balak terpantau tidak pernah membuka kantor untuk layanan informasi publik, meski berkali-kali awak media mencoba melakukan konfirmasi ke kantor tersebut.

“Kami sudah beberapa kali datang ke kantor UPTD Gunung Balak, tapi selalu tutup. Padahal masyarakat ingin tahu bagaimana status dan izin pengelolaan hutan swakelola yang berada di area Desa Jepara dan sri rejosari ini,” ungkap Kepala awak media ., 

Dugaan pengelolaan terselubung ini mencuat setelah beberapa aktivitas yang mengarah pada pemanfaatan kayu dan lahan di kawasan hutan Gunung Balak terpantau berjalan tanpa ada keterbukaan data kepada publik. Pihak media juga telah mencoba melakukan koordinasi dengan pemerintah desa penyangga , namun keterbatasan kewenangan desa menjadikan informasi yang didapat tidak lengkap.

“Kami berharap pihak terkait, terutama UPTD, segera membuka ruang keterbukaan informasi publik agar masyarakat tidak menjadi korban informasi simpang siur dan agar pengelolaan hutan tetap berjalan sesuai aturan,” tambahnya.

Andica,(rajo mudo) salah satu masyrakat way jepara dan juga masyrakat adat desa jepara ini berkomitmen untuk terus mengawal isu ini agar tata kelola hutan berjalan sesuai koridor hukum, sekaligus mencegah potensi kerusakan lingkungan yang dapat berdampak pada masyarakat sekitar.  (Y.A)

 

Tanah Datar. Lintasmedianews.com

Dalam rangka Musyawarah Nagari (Musnag) Nagari Sungai Tarab Kecamatan Sungai Tarab dengan agenda kegiatan  penyusunan Rencana kerja Pemerintah Nagari (RKP) Tahun 2026 dan pengusulan DU RKP Tahun 2027, Selasa (08/07/2025)  di Gedung SKB Sungai Tarab. 

Kegiatan Musnag tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua BPRN Roni Herwandi, ST turut di hadiri OPD, Tim Musyawarah kabupaten, Forkopimca, Camat Sungai Tarab A. Mirza. Aziz, wali nagari, BPRN, KAN, Wali Jorong  Tokoh Masyarakat, Niniak Mamak,  TP PKK Nagari Sungai Tarab Bundo kanduang,  Pemuda dan undangan lainnya .

Ketua BPRN Roni Herwandi, ST dalam sambutannya menyampaikan"  Pengertian Musyawarah Nagari RKP Nagari adalah BPRN menyelenggarakan musyawarah  Jorong dalam rangka penyusunan rencana pembangunan di Jorong  dilanjutkan Ke Musyawarah Nagar  hasil Musnag menjadi pedoman bagi Pemerintah Nagari menyusun rancangan RKP Nagari dan DU RKP Nagari. 

"Penyusunan RKP dan DU RKP telah diatur oleh Undang-undang dan Permendes, juga Perbub, bahwa seluruh Nagari, wajib melakukan Musnag, untuk arah pembangunan Nagari, yang harus dituangkan dalam RKP, dengan memperioritaskan, usulan yang masuk, dalam musnag tersebut, " ujarnya. 

Lebih lanjut Ketua BPRN menyampaikan hasil yang dicapai saat Musnag RKP adalah penetapan prioritas kegiatan RKP Nagari dan DU RKP Nagari yang kedua pembentukan tim verifikasi nagari. 

Sementara itu Wali Nagari  Sungai Tarab Romi Chandra menyampaikan '  untuk memperioritaskan usulan, yang akan dilaksanakan di tahun 2026 nantinya, dan berharap untuk menentukan sumber dananya dan harus melihas pemanfaatnya.

"Kami sebagai pemerintah Nagari berharap untuk memperioritaskan usulan nantinya, kami berharap, tentukanlah sumber dananya dan juga harus dilihat, pemanfaat, agar masyarakat bisa menikmatinya" ungkapnya. 

Camat Sungai Tarab A. Mirza Aziz dalam sambutannya menyampaikan tujuan musyawarah adalah untuk menentukan mana yang menjadi skala prioritas karena pada tahun 2025 pembangunan phisik tidak lagi ada jika ada hanya skala kecil dan tentang masalah sampah yang sampai hari ini belum teratasi dengan baik. 

"Banyak hal yang ada dalam pikiran kita untuk melaksanakan pembangunan  dan disaat ini lah kita wadahnya tempatnya untuk menyampaikan apa apa yang menjadi skala prioritas pembangunan nagari, namun kita dihadapkan dengan keputusan pemerintah pusat dengan adanya efisiensi salah satu dengan dikurangi nya pembangunan phisik untuk itu semoga pembagunan yang diusulkan menjadi prioritas bisa di manfaatkan nantinya oleh masyarakat, " pungkasnya.  (ERM)




.

Sumbar,Lintas Media News
Polres Kepulauan Mentawai kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Pada Jumat, 4 Juli 2025, sekira pukul 11.00 WIB, Kasat Resnarkoba IPTU Ali As Mardoni, S.H. memimpin penangkapan terhadap 3 orang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu.

Ketiga tersangka yang diamankan adalah DLV (35 tahun), MI (27 tahun), dan G (30 tahun). Penangkapan dilakukan di Bengkel Las Dusun Turonia, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, dan juga di kediaman MI dan G di Km.2 Dusun Karoniet Desa Tuapejat.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 paket plastik klip bening berisi butiran kristal bening diduga narkotika jenis sabu. Barang bukti tersebut ditemukan di dua tempat yang berbeda:
1. Di tanah dekat potongan besi di Bengkel Las Dusun Turonia, Desa Tuapejat, karena diduga pelaku DLV berusaha membuang barang bukti tersebut.
2. Di dalam sarung stir mobil L300 yang dikendarai oleh DLV.

Selain itu, petugas juga mengamankan 1 buah alat hisap berupa bong, 1 handphone, dan 1 unit mobil pick up.

Berdasarkan kronologi kejadian, penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap DLV, MI, dan G. Dalam pemeriksaan, MI dan G mengakui bahwa barang bukti yang disita dari DLV adalah milik mereka yang telah dipesan dan dibayarkan uangnya untuk digunakan secara bersama-sama.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut. Polres Kepulauan Mentawai akan terus berupaya untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.