Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok



Padang,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Sumatera Barat (Sumbar) Supardi menerima kunjungan puluhan santri dam guru SD Swasta Al Huffaz kota Payakumbuh di ruangan khusus I dprd Sumbar .Senin (29/5/2023).

Rombongan yang dipimpin kepala sekolah H. Rinaldi, S.Pd., M.SI, melakukan kunjungan ke DPRD Sumbar, dalam rangka “Puncak Tema kelas 6 tentang Kepemimpinan dan Alam Semesta” dimana santri ingin mengenal lebih dekat tentang lembaga DPRD Provinsi.

Menurut Rinaldi,sesuai dengan tema kepemimpinan, dan berbagai hal yang berkaitan dengan pemerintahan, diterima langsung ketua DPRD Sumbar Supardi, di ruang khusus gedung tersebut.

Pada kesempatan itu,para siswa diberi kesempatan agar melakukan berbagai pertanyaan, sehingga mereka berani untuk menyampaikan pendapat didepan umum atau ditempat orang ramai.Ujar Rinaldi.
Sementara,ketua DPRD Sumbar Supardi sangat merespon  kunjungan siswa/siswi SD Swasta Al Huffaz kota Payakumbuh ini,
secara rileks Supardi memberikan jawaban yang mudah dicerna para siswa.

“Kita merasa bahagia mendapat kunjungan anak-anak kita dan para guru, untuk membahas masalah kepemimpinan, agar kelak mereka menjadi pimpinan negri yang bisa merasakan bagaimana masyarakat, dan menjadi pemimpin yang bijaksana, baik di daerah Payakumbuh maupun di Sumatera Barat, serta Indonesia,” ucap Supardi.

Supardi berharap, hasil kunjungan para siswa dan guru sekolah tersebut, bisa juga dikuti sekolah-sekolah lainnya, sehingga bisa dikenalkan cara kepemimpinan sejak dini.

“Apa yang dilakukan SD Swasta Al Huffaz bisa dilakukan oleh sekolah lainnya, untuk melatih dan memperkenalkan kepemimpinan sejak dini, sehingga negri ini menjadi lebih baik dan kaderisasi kepemimpinan berjalan baik,” tambah Supardi.

Hal yang sama juga dirasakan Kepala Sekolah,guru-guru,para siswa/wi SD Al Huffaz .

“Kami merasa bahagia dengan respon DPRD Sumbar terhadap kunjungan kami, dan terimakasih pada ketua pak Supardi, yang dengan senang berdialog serta melayani berbagai pertanyaan para siswa serta rombongan, moga pemimpin seperti Pak Supardi ini bisa menjadi pimpinan di daerah kami,” tutup kepala sekolah ketika akan meninggalkan gedung DPRD Sumbar.(lmn/*/st)


DHARMASRAYA - Lintasmedia news.com
Menyiapkan para generasi belia yang mencintai, menyayangi serta menghormati orang tua  lanjut usia (Lansia) mutlak diperlukan sebagai bagian dari penanaman nilai-nilai luhur bangsa 

Menindaklanjuti spirit di atas, salah satu rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-27 di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat digelar ‘Bimbingan Teknis Peningkatan Kepedulian dan Perawatan Lansia. Sabtu (27/05/2023)

Pasca Bimtek digelar akan tersedia Duta Lansia dari anak usia belia dengan dua target penting, yaitu pertama tumbuh kesadaran dan pemahaman bagi anak. Dimana, lansia adalah insan atau orangtua mulia yang harus dijaga harkat dan martabatnya, sehingga ketika anak-anak yang orangtuanya sudah lansia akan mereka sayangi, memperdulikan dan memperhatikan, serta merawat lansia jika membutuhkan perawatan.

“Kedua, ke depan berkurang lansia yang ditelantarkan keluarga. Kalau toh masih ada yang ditemui lansia tunggal dan tidak punya siapa-siapa, serta harus dirawat oleh pemerintah pusat, provinsi, kab/kota serta LKS yang _concern_ dengan Lansia,” ujar Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Supomo di Jakarta.

Bimbingan Teknis diikuti 550 siswa-siswi SD kelas V dan VI dan SMP kelas VII dan VIII di 11 Kecamatan, yaitu Pulau Punjung 50 peserta, Timpeh 50 peserta, Padang Laweh 50 peserta, Sitiung 50 peserta, Koto Baru 50 peserta, Koto Besar 50 peserta, IX Koto 50 peserta, Tiumang 50 peserta, Sungai Rumbai 50 peserta dan Asam Jujuhan 50 peserta. 

Kegiatan Bimtek digelar selama satu hari, dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Agus Widiatmo dan Mirsal Gani dengan tema besar  ‘Membahagiakan Lansia di Usia Senjanya'. 

“Materi Bimtek berjumlah 10 jam pelajaran mulai pengenalan konsep lansia, permasalahan dan kebutuhannya, testimoni lansia bahagia, peran individu keluarga, masyarakat dan pemerintah mewujudkan kesejahteraan Lansia, simulasi duta lansia terkait tugas, fungsi dan tanggungjawabnya, serta diskusi dan membangun komitmen, ” ujar Kabag TU Arif Rohman mewakili Kepala BBPPKS Regional 1 Padang di SDN 08 Pulau Punjung.
 
Latar belakang kegiatan Bimtek sebagai upaya nyata menanamkan nilai-nilai pentingnya menghargai Lansia kepada siswa SD dan SMP; juga perlu membangun komitmen keterlibatan anak usia belia untuk menghargai dan memenuhi kebutuhan Lansia di rumah maupun di lingkungan masyarakat. 

Output_ dan _outcome_ Bimtek adalah tersedianya Duta Lansia di kalangan anak usia SD dan SMP yang nantinya akan berperan aktif dalam dua peran sebagai _role model_ dan _agent of change._ _Role model_ akan menjadi sosok panutan yang memberikan keteladanan dalam hal komitmen maupun tindakan nata dalam upaya menghargai dan membantu pemenuhan Lansia dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat dimana dia berada.

“_Agent of change_ yaitu menjadi agen perubahan dalam mensosialisasikan, membangun komitmen dan mengajak teman-teman di lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat untuk menghargai dan membantu pemenuhan Lansia,” ungkap Arif. 

Pemilihan Duta Lansia dipilih berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian atas keseriusan, keaktifan, komitmen yang diperhatikan peserta selama mengikuti kegiatan Bimtek, sehingga di akhir acara akan dipilih sebanyak 12 peserta yang akan dinobatkan sebagai Duta Lansia. 

“10 Duta Lansia akan diikutsertakan secara daring dalam acara puncak peringatan HLUN ke-27 dan 2 Duta Lansia akan menghadiri di halaman Kantor Bupati Dharmasraya dimana akan dipasangkan selempang Duta Lansia oleh Ibu Menteri Sosial didampingi Bupati Dharmasraya, ” tandasnya.
 
Salah seorang perserta, Amar, 12 tahun, siswa kelas V SD 08 Pulau Punjung mengaku senang bisa mengikuti kegiatan Bimtek yang dilaksanakan dengan menghadirkan para narasumber yang menyenangkan. 

“Saya senang sekali bisa mengikuti kegiatan Bimtek tentang kepedulian dan perawatan lansia, bisa nambah teman juga, ditambah nanti disedikan hadiah berupa door prize,” ucap Amar.
(elda)


Lintasmedia news.com,DHARMASRAYA – Perhelatan akbar tingkat nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat yakni peringatan HLUN ke-27 dan HUT Tagana ke-19 tingkat nasional tahun 2023 terus berlangsung kegiatannya, sejak beberapa hari yang lalu hingga hari ini, Sabtu, (27/05/23). Seluruh Duta Tagana Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote berkumpul untuk menyukseskan perhelatan akbar tersebut.

Sebagai seorang tuan rumah, Pemkab Dharmasraya berusaha untuk memberikan yang terbaik. Baik itu pelayanan dan sambutan yang terbaik untuk seluruh anggota Tagana yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah memasak rendang, yang merupakan salah satu makanan terenak di dunia. 

Bahkan, Pemkab Dharmasraya membuat masakan rendang tersebut di lokasi tempat utusan Tagana seluruh Indonesia. Mereka diberikan kesempatan untuk melihat proses pembuatan rendang, mengolah rendang dan mencicipi rendang yang dibuat didepan mata mereka.
Menurut Sekda Dharmasraya, Adlisman didampingi oleh Kadis Pertanian, Darisman, Kadis Budparpora, Sutan Taufik mengungkapkan bahwa rendang yang dimasak di hari spesial Tagana dan HLUN sebanyak 575 kilo. Dengan tungku yang ada sebanyak 25, diolah langsung oleh OPD yang ada di Kabupaten Dharmasraya. 

Daging yang diolah untuk dibuat rendang sebanyak lebih kurang 575 kilo, dengan rincian rendang yang dimasak oleh masyarakat sebagai 200 kilo. Ditambah dengan yang diolah langsung oleh SKPD se-Kabupaten Dharmasraya sebanyak 375 kilo. 

“Sengaja kami sebagai tuan rumah mempersembahkan makanan khas Minangkabau yaitu rendang yang langsung dimasak bersama oleh OPD dan Duta Tagana Indonesia dilokasi acara. Sehingga mereka dapat melihat proses pembuatan rendang, dan dapat membantu membuatnya. Serta saat matang, bisa langsung mencicipi enaknya rendang yang kita buat. Hal ini diperuntukkan untuk lebih mendekatkan dan memperkenalkan kuliner khas Sumatera Barat,” ujar Sekda. 

Selain itu, Pemkab Dharmasraya dalam hal ini Bupati Dharmasraya yang juga merupakan Ketua APKASI berharap kepada Menteri Sosial Republik Indonesia, Risma bersama rombongan dan Duta Tagana Indonesia untuk dapat mencicipi kuliner Indonesia yang masuk dalam kategori kuliner terenak di dunia.

Kata Sekda lagi, rendang yang dibuat bukan sekedar dicicipi saja oleh Duta Tagana Indonesia tersebut. Akan tetapi nantinya rendang yang dibuat akan dibungkus secara rapi sebanyak 1000 bungkus, setiap bungkusnya akan diisi sebanyak setengah kilo. Dan diberikan sebagai buah tangan untuk seluruh peserta dan undangan yang hadir pada dua acara yang paling bergengsi tingkat nasional.

“Saya jamin sekali menikmati bakal ketagihan untuk mencoba lagi. Karena rendang yang kita buat dari hati yang tulus dan ikhlas, sebagai sebuah oleh oleh untuk seluruh tamu istimewa kita dari seluruh Indonesia,” bebernya lagi.

Sementara itu menurut Tagana Kementrian Sosial Republik Indonesia, Agung menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Serta apresiasi dan rasa bangga kepada Bupati Dharmasraya bersama jajaran sebagai tuan rumah digelar begitu meriah, melibatkan seluruh pemangku kepentingan acaranya. Sehingga acara ini menjadi spektakuler dan membahana.

“Acara di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat ini sangat luar biasa meriahnya, sejauh Kemensos menggelar acara seperti ini. Hanya di Kabupaten inilah baru saya temui acara teratur tersusun melibatkan seluruh komponen masyarakat, sehingga berjalan dengan meriah dan sukses,” ujar Agung.

Kata Agung lagi, ia sangat salut dan bangga dan mengapresiasi yang sangat luar biasa kepada Bupati Dharmasraya bersama jajaran karena telah membuat acara yang begitu luar biasa.

”Bupatinya semangat dan enerjik memantau seluruh tempat kegiatan, dengan senyum ramah memberikan arahan kepada seluruh penyangga kegiatan. Sehingga hanya satu kata yang bisa kami ucapkan yaitu memang luar biasa Bupati Dharmasraya ini,” pungkas Agung.(elda)


TEMBILAHAN ,Lintas Media News
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Riau tahun 2023 dilaksanakan di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Sabtu malam, 27 Mei 2023. 

Dikesempatan itu, Bupati Bengkalis Kasmarni menghadiri langsung acara yang digelar dilapangan Gajah Mada Kota Tembilahan. 

Malam puncak HPN sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) diikuti Forkopimda Riau, bupati/walikota dan PWI se-Provinsi Riau. 

Bupati perempuan pertama di Provinsi Riau ini menyampaikan ucapan selamat dan sukses pelaksanaan HPN serta HUT ke-77 PWI. 

“Atas nama Pemkab Bengkalis, saya mengucapkan selamat hari pers kepada insan pers, dimanapun berada dan terkhusus buat rekan-rekan para insan pers yang ada di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan,” tuturnya. 


Bupati Kasmarni mengungkapkan, pers sangat berperan penting terhadap pembangunan di Kabupaten Bengkalis. Tentunya, lewat pemikiran-pemikiran yang membangun demi kemajuan Bumi Lancang Kuning termasuk Negeri Junjungan. 

"Pers harus selalu berdampingan dengan Pemkab Bengkalis, untuk mewujudkan Bengkalis bermarwah, maju dan sejahtera," katanya. 

Menurut Kasmarni, wartawan telah menjadi mitra Pemkab Bengkalis yang kritis, objektif, analitik, dan bertanggung jawab. Untuk itu, Bupati Kasmarni berharap, antara pers dengan Pemkab Bengkalis harus terus bersinergi. 


Disisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis yang turut hadir mendampingi Bupati Kasmarni menyebutkan, momentum HPN dan HUT PWI diharapkan mampu menjadikan penguatan insan pers untuk semakin berkualitas, semakin profesional dan bisa berkontribusi dalam pembangunan. 

"Melalui HPN tahun 2023 diharapkan pers bisa menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan fitrahnya yaitu memberikan pendidikan, informasi, hiburan dan sebagai kontrol sosial di masyarakat," katanya. 

Hendrik juga meminta pers dapat menjadi agent of change atau agen perubahan yang bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, melalui informasi dan edukasi dalam pemberitaan yang disampaikan. Menjernihkan yang keruh serta meluruskan yang bengkok. 

"Terima kasih kepada media yang telah membantu menyampaikan informasi terkait program pemerintah. Semoga kolaborasi pers dengan pemerintah daerah dapat terjalin dengan baik lagi kedepannya," tutup Hendrik. 


HPN tingkat Provinsi Riau terselenggara dengan meriah, diisi dengan penampilan artis Sultan, expo dan pertunjukan lainnya.

Adapun HPN tahun 2023 ini mengangkat tema "Pers Bebas, Demokrasi Bermartabat". 

Turut terlihat hadir Assisten 1 Setdaprov Riau Masrul Kasmy, Kapolda Riau diwakili Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Ketua Komisi 1 DPRD Riau Riau Eddy A. Mohd Yatim, Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan, Plt Bupati Kuansing Suhardiman Amby. 

Kemudian Plt Sekda Bengkalis Ersan Saputra, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua PWI Pusat Atal S Depari, Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang dan Ketua PWI Bengkalis Adi Putra. (DISKOMINFOTIK/Rm)


TEMBILAHAN,Lintas Media News
Bupati Bengkalis Kasmarni Sabtu malam, 27 Mei 2023 menerima anugerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Award Riau tahun 2023 pada malam puncak Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 PWI yang diselenggarakan di lapangan Gajah Merdeka Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. 

Penghargaan PWI Riau Award itu diserahkan Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang kepada Bupati Bengkalis Kasmarni atas partisipasi dan dukungannya membantu program peningkatan kompetensi Wartawan anggota PWI Riau. 

Selain Bupati Kasmarni, Gubernur Riau, Kapolda Riau, Ketua Komisi 1 DPRD Riau, Bupati Inhil, Plt Bupati Kuansing serta 10 perusahaan dan mitra PWI Riau turut menerima anugerah dari PWI Riau. 

Usai menerima penghargaan, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Riau telah mempercayakannya untuk menerima penghargaan. 


"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis kami mengucapkan terima kasih. Semoga dengan penghargaan ini, kerjasama yang telah terbina antara rekan-rekan pers, khususnya keluarga besar PWI Riau dan Bengkalis dengan Negeri Junjungan semakin erat dan hebat," harapnya. 

Bupati perempuan pertama di Provinsi Riau ini menuturkan, penghargaan yang diperoleh itu adalah bagian dari kinerja semua pihak yang terlibat. 

“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Bengkalis. Mewujudkan visi serta misi kami, tentunya dengan bantuan insan pers pula. Maka dari itu hubungan baik ini janganlah terputus, namun kian erat dan kuat,” jelasnya. 


Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan mepedulian kabupaten yang dipimpin Bupati Kasmarni telah memberikan perhatian serius terhadap keberadaan PWI. 

"Kepada Bupati Bengkalis, PWI menyampaikan terima kasih karena ibu berkenan menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi ke-15 PWI Riau di Kabupaten Bengkalis tahun lalu, konsisten menjadi mitra PWI, serta
ikut meningkatkan kompentensi wartawan," pungkas Ketua PWI Riau.

Kemudian dikesempatan itu Zulmansyah juga membeberkan kantor PWI Bengkalis sebagai kantor termewah dan megah di Provinsi Riau berkat perhatian Bupati Kasmarni. 

Turut terlihat hadir Assisten 1 Setdaprov Riau Masrul Kasmy, Kapolda Riau diwakili Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Ketua Komisi 1 DPRD Riau Riau Eddy A. Mohd Yatim, Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan, Plt Bupati Kuansing Suhardiman Amby. 

Lalu Plt Sekda Bengkalis Ersan Saputra, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua PWI Pusat Atal S Depari, Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang dan Ketua PWI Bengkalis Adi Putra. (DISKOMINFOTIK/rm)


Lintasmedia news.com,DHARMASRAYA- MINGGU (28 MEI 2023 Gegap gempita menjelang perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) pada 29 Mei mendatang dipastikan tak hanya menjadi acara seremonial. Kementerian Sosial memastikan lansia dapat berdaya dan mampu meningkatkan kesejahteraannya sendiri. 

Nenek Nuriyah misalnya. Wanita berusia 79 tahun ini mendapatkan bantuan pengembangan usaha program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) dari Kemensos melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dan Kewirausahaan Sosial. Nenek Nuriyah tak bisa menyembunyikan rasa bahagia melihat jejeran barang-barang kelontong yang memenuhi _lapau_ (warung) sederhana miliknya.

"Untuang-untuang yang  _maagiah_ bantuan  _ko sadonyo masuak sarugo_  (Semoga yang memberikan bantuan ini masuk surga)," katanya mendoakan.

Sebelumnya, Nenek Nuriyah sudah memiliki usaha toko kelontong. Namun usahanya tidak berkembang karena banyak pelanggan yang berhutang dan tidak membayar. Nenek Nuriyah tinggal sendiri di rumahnya di Jorong Aur Kuning Desa Batu Rijal Kecamatan Padang Laweh Kabupaten Dharmasraya. Sedangkan anaknya tinggal di desa yang masih berada di kecamatan yang sama dengannya. 

Sehari-hari, Nenek Nuriyah menggantungkan hidup dari hasil penjualan toko sembako. Penghasilannya tidak menentu, kadang bisa Rp40.000 - Rp80.000 sehari, kadang tidak mendapatkan uang sama sekali. Tapi di usia senjanya, Nenek Nuriyah tidak ingin bergantung pada orang lain, kekurangan uang ia penuhi dengan berjualan kelapa. 

Selain Nenek Nuriyah, terdapat 10 lansia lainnya yang mendapatkan bantuan PENA. Di antaranya adalah  Kakek Jon Anwar di Kecamatan Sungai Rumbai, Nenek Ismayarti di Kecamatan Koto Baru, Nenek Ijem di Kecamatan Koto Salak, Nenek Asmawati di Kecamatan Pulau Punjung, Nenek Agu di Kecamatan Asam Jujuhan, Nenek Sumiyati di Kecamatan Koto Besar, Nenek Poniyem di Kecamatan Tiumang, Kakek Mardias di Kecamatan Sitiung, Nenek Samini di Kecamatan Timpeh, dan Nenek Ermis di Kecamatan Sembilan Koto. 

Adapun kluster usaha diberikan sesuai hasil asesmen, yaitu warung sembako untuk 6 orang, pontong pical dan jajanan tradisional untuk 2 orang, usaha olahan tempe rumahan, jamu tradisional, dan keripik balado. 

*Bantuan Sesuai Asesmen*

Plt Direktur Pemberdayaan KAT dan Kewirausahaan Sosial, I Ketut Supena mengatakan pemberian bantuan yang bervariasi tidak lepas dari hasil asesmen yang dilakukan.

"Kewirausahaan yang diberikan sesuai hasil asesmen, ini penting agar usaha yang dijalankan lansia benar-benar sesuai minat dan potensi dari para lansia, dan juga sesuai dengan kebutuhan akan potensi usaha sesuai wilayah lansia berdomisili," katanya.

Menurutnya, pelibatan lansia pada program PENA menjadi penting untuk mendorong generasi muda agar bisa berpikir kreatif dan berwirausaha. "Beliau-beliau ini hendaknya menjadi panutan bagi generasi muda. Usia yang tidak lagi muda justru membuat beliau-beliau tetap semangat untuk berwirausaha dan tidak mau bergantung kepada orang lain" jelasnya.

Memasuki usia lanjut bukan berarti segala aktivitas harus berhenti. Lansia harus tetap aktif dengan memilih aktivitas sesuai dengan kondisi fisiknya. 

Bantuan PENA kepada 11 lansia di Dharmasraya terlaksana atas kerja sama Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Direktorat Pemberdayaan KAT dan Kewirausahaan Sosial dan Dinas Sosial Kabupaten Dharmasraya.(elda)




Tarusan, Lintas Media News
Kaum suku Jambak Nagari Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Sumbar), Baralek Gadang melewakan gelar panghulu yaitu Edi Siswadi, SE.MM dengan gelar kebesaran adat Datuak Rangkayo Balai Nan Sapayuang Sapatagak.

Melewakan penghulu di Rumah Gadang Suku Jambak itu berlangsung Sabtu (27/5/2023) yang ditandai dengan pemasangan saluak, keris dan penyerahan tongkat oleh Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Ampang Pulai Novriyon Dt. Bandaro Jambak kepada Edi Siswadi. 

Petinggi adat dan pemerintahan hadir dalam Baralek Gadang ini. Tampak Gubernur Sumbar diwakili Kacabdin VII Dinas Pendidikan Muslim Arif, S.Pd.MM., Bupati Pesisir Selatan diwakili Staf Ahli Ir. Nusirwan Dt. Nan Sati, Ketua LKAAM Pesisir Selatan Drs. Syafrizal Ucok, MM Datuak Nan Batuah, Wakil Ketua LKAAM Pessel Azhar Nuri Dt. Rajo Nan Putiah, Kadis Capil Pessel Reva Mansarin Dt. Tigo Lareh, Ketua LKAAM Koto XI Tarusan Akmal Dt. Batuah Nan Kayo, Ketua LKAAM Bungus Teluk Kabung Erman B., SAP Dt. Rajo Ibrahim, Camat Koto XI Tarusan, Wali Nagari dan sejumlah tokoh perantau.
"Dengan pemasangan simbol kebesaran adat berupa saluak, keris, penyerahan tungkek (tongkat) dan disumpah serta dihimbaukan gelarnya di gelanggang yang ramai, maka resmilah Edi Siswadi menyandang gelar Datuak Rangkayo Balai Nan Sapayuang Sapatagak," kata Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Pesisir Selatan Drs. Syafrizal Ucok, MM Datuak Nan Batuah.

Dengan telah dilewakan, maka Dt. Rangkayo Balai Nan Sapayuang Sapatagak sudah duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dalam KAN Ampang Pulai, akan mengayomi seluruh anggota kaum Suku Jambak, serta berkontribusi untuk melestarikan dan menegakkan adat salingka nagari.

Menurut Syafrizal Ucok Datuak Nan Batuah, seorang penghulu akan menjadi tempat bertanya bagi anggota kaumnya, tempat mengadu bagi para kemenakan, orang yang akan menyelesaikan sangketa di kaumnya dan sosok yang manuladan (menjadi tauladan) dalam nagari.

Butir-butir nasehat kepada penghulu baru disampaikan Syafrizal Ucok Datuak Nan Batuah dalam ungkapan adat yaitu : "Penghulu ibarat kayu gadang di tangah padang, nan baurek balimbago ka batang, nan babatang sandi andiko, nan badahan cupak jo gantang, nan badaun rimbun jo adat, nan babungo mungkin jo patuik, nan babuah kato nan bana, manyalasaikan silang jo sangketo, tinggi tampak jauh, dakek jolong basuo, tampek maniru manuladan dek urang di nagari".

Sebaliknya, juga ada pantangan yang dilarang untuk dilakukan oleh seorang penghulu, yaitu tidak melakukan tindakan maksiat dan mungkar yang dilarang adat Minangkabau dan ajaran agama Islam. "Penghulu jangan hilia malonjak, mudiak mangacau, jangan mangusuik alam nan salasai dan jangan mangaruah aia nan janiah," kata Syafrizal Ucok Datuak Nan Batuah, mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan 2005-2010 ini.

Berdasarkan Keputusan KAN Ampang Pulai maka Edi Siswadi sebagai Datuak Rangkayo Balai Nan Sapayuang Sapatagak didampingi oleh Orang Empat Jinih yaitu Drs. H. Dafrizal Maharajo sebagai Imam Khatib, Erion Rajo Bilang sebagai Orang Tuo Adat, Zaitul Mandaro sebagai Dubalang Adat, Masril Rajo Bilang sebagai Panungkek dan Darmis sebagai Bundo Kanduang. (*)






PADANG,Lintas Media News
Jumat Berkah Berbagi (JBB) Amal Salih kembali bergulir di Sekretariat Yayasan Berkah Amal Salih (BAS) di Perum Banuaran Indah, Blok AA/02, Kelurahan Banuaran Nan XX , Kec. Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (26/5/2023) siang.

JBB Amal Salih pasca Idul Fitri 1444 Hijriyah ini dihadiri Lurah Banuaran Nan XX, Defrison, ST bersama Kasi Trantib Syukur. Juga hadir, Ketua RW 10 yang juga koordinator JBB Amal Salih, Junaidi, Ketua RW 11, Drs. H. Hudi Sutomo.

Termasuk beberapa pengurus RT yang terlibat langsung, sebagai Tim Kreatif dalam JBB Amal Salih. Mereka adalah Ketua RT 04 RW 11, Saribulih (Pembina Yayasan BAS), Ketua RT 01 RW 10, Herwaty Taher (Koordinator JBB Amal Salih/Sekretaris Yayasan BAS) dan  Ketua RT 04 RW 05 yang juga Instruktur Senam Kelurahan Banuaran, Suwarni/Mba Anik (Tim Kreatif).

Juga, Bendahara RT 01 RW 13 yang juga kader Yandu, Cica Susanti (Tim Kreatif), Ketua Pokja II PKK Banuaran yang juga kader Yandu, Zetri Murni (Ketua Yayasan), Kader Yandu yang merupakan tim kreatif, yakni Farida Yenti, Putri Surati, Olvy Runtuwarow,  Ermasniarti serta Tim Kreatif, Mutmainah (Mba Inah) dan Lilis Jasmanidar.

Juga hadir Zulhendri Naldi dan Guru SMPN 33 Padang, Sri Wahyuni, S.Pd. Keduanya  merupakan orang tua Chayara Zulfa, Hafizhah 6 juz, santri Tahfiz Amal Salih yang menyampaikan hafalan Al Qur'an di kegiatan tersebut.
Donatur tetap yang juga Penasehat JBB Amal Salih, Aipda Dian Wihendro Ratno mengaku bahagia makan bersama ini.

 "Walau makan bersama ini bukan yang pertama, tapi kali ini menjadi spesial. Karena selain anak yatim juga ada para kaum dhuafa. Kita selalu berupaya mendapatkan ikan kualitas ekspor. Hari ini, kita mendapatkan ikan tenggiri ukuran besar yang bisa dinikmati untuk 50 orang," ujarnya.

Aipda Dian WR yang merupakan Anggota Reskrim Polsek Lubuk Begalung (Lubeg), Polres Kota Padang ini tidak hanya membawa ikan, tapi juga beras yang disalurkan untuk kaum dhuafa. Tak ketinggalan sukun, yang berhasil diracik oleh Tim kreatif menjadi gorengan gurih dan renyah.

Koordinator JBB Amal Salih, Herwaty Taher melaporkan untuk Jumat ini tidak hanya memberi santunan anak yatim, tapi juga beras untuk kaum dhuafa.

"Terimakasih pada Bapak Andi Bakhtiar dari Rumah Gadang Basamo Alumni SMA 1 Padang tamatan 1987 yang rutin berbagi untuk anak yatim Banuaran. Juga pada Om Dian, yang berbagi beras, ikan dan cemilan. Ucapan terimakasih juga kami haturkan pada Ani Ayam Geprek, Vegi dari RT 01 RW 10, Febra Meldi RT 05 RW 11, dan donatur lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Semoga Allah selalu memberi kesehatan dan membukakan rezeki para donatur," ujarnya.

Sementara Lurah Banuaran Nan XX, Defrison, ST sangat mengapresiasi program yang digulirkan Yayasan Amal Salih. Bahkan, dia berjanji akan ikut serta secara langsung dalam kegiatan ini. 

"Kita akan dukung semua program. Karena semua ini untuk kemajuan Banuaran khususnya dan Kota Padang umumnya. Tidak semua orang bisa melakukan program seperti ini. Hanya 1 dalam 100 orang yang mau berbuat seperti ini. Apalagi, di Yayasan ada tim kreatif," ujarnya.

Defrison juga salut dengan berbagai program di Yayasan Amal Salih. Karena, semuanya untuk kepentingan masyarakat.

 "Ada pelatihan menjahit, merangkai bunga dan makanan ringan. Juga ada Tahfizh, latihan tari dan kursus bahasa Inggris untuk generasi muda. Malahan sudah ada anak yang 6 juz. Terlebih lagi, semua program, gratis untuk IRT dan anak yatim. Saya akan selalu ikut serta," ujar Defrison yang baru beberapa pekan bertugas di Banuaran ini.

Selain itu, dia juga berharap Aipda Dian WR tidak patah semangat untuk berbagi. "Pak Aipda Dian, teruslah berbagi. Semoga Allah selalu sehat dan tetap peduli," ujarnya.

Sedangkan Pembina Yayasan BAS, Saribulih bersyukur atas dukungan lurah Banuaran. Dia yakin, Banuaran ini akan aman, nyaman dan tentram jika semua pihak saling bahu membahu. 

"Pak Aipda Dian telah banyak berbuat. Bahkan, lokasi kegiatan ini akan dia rehab pada Ahad besok. Seng, kayu dan tukang telah dia sediakan. Tentu dukungan kita semua juga sangat dibutuhkan. Apapun program kita tak akan jalan, tanpa kebersamaan.  Inilah yang selalu kita ciptakan di Yayasan ini," ujarnya.

"Semua kita punya kelebihan dan kekurangan.Nan pakak palapeh Badia, nan Buto pa ambuih lasuang dan nan lumpuh pa huni jamua. Mari kita saling mengisi, untuk kemajuan negeri. Jaguang ma upiah, padi manguniang, masyarakat akan aman Santoso," ujar Saribulih yang juga praktisi pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang ini.(rel)


Jakarta, Lintas Media News
Buncah twit dishare Prof Denny Indrayana soal sistem Pemilu berganti dari Proporsional Terbuka menjadi Tertutup (pilih partai, red).

Sementara itu, Mahkamah Konstitusi (MK) RI punya tiga tahapan lagi yaitu kesimpulan para pihak, Rapat Majelis MK RI dan Putusan MK RI. 

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Imelda Sari menshare sikap Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang itu. 

"Pak SBY sangat mengatensi sekali terkait twit Pak Denny Indrayana, banyak yang penting informasi yh disampaikan dari twit Pak SBY," ujar Imelda Sari, Minggu 28/5-2033.

Twit pak SBY atas twit Prof Denny Indrayana kata Imelda menarik dan sarat pencerahan tehadap pendidikan politik anak bangsa. 

"Ada 14 twit bapak (SBY, red) tentang sikap bapak pribadi dan Partai Demokrat," ujar Imelda Sari. 

Menarik yang disampaikan Prof Denny Indrayana melalui twitnya tentang informasi bakal ditetapkannya Sistem Proporsional Tertutup oleh MK dalam Pemilu 2024.

"Juga menarik, mengait PK Moeldoko di MA yg digambarkan Partai Demokrat sangat mungkin diambil alih Moeldoko," ujar SBY. 

Kata SBY di twitnya, Prof Denny Indrayana adalah mantan Wamenkumham dan ahli hukum yang kredibel. 

"Karenanya, saya tergerak berikan tanggapan tentang sistem pemilu yg akan diputus MK dan PK Moeldoko di MA yg ramai diisukan Partai Demokrat bakal dikalahkan dan diambil alih oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko, itu twit bapak langsung karena diakhir twit ada tulisan*SBY*,"ujar Imelda Sari. 

Jika yang disampaikan Prof Denny Indrayana kata SBY di twitnya “reliable”, bahwa MK akan menetapkan Sistem Proporsional Tertutup, dan bukan Sistem Proporsional Terbuka seperti yg berlaku saat ini.

"Ini akan menjadi isu besar dalam dunia politik di Indonesia," ujar SBY. 

Kata SBY lagi disampaikan Imelda Sari, ada 3 hal yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan sistem pemilu yang hendak diputuskan MK. 

"Mungkin ini juga pertanyaan mayoritas rakyat Indonesia & mayoritas partai-partai politik. Saya pikir para pemerhati pemilu dan demokrasi juga memiliki kepedulian yg sama," ujsr SBY
 
Pertanyaan pertama kepada MK, apakah ada kegentingan dan kedaruratan sehingga sistem pemilu diganti ketika proses pemilu sudah dimulai? 

"Ingat, DCS (Daftar Caleg Sementara) baru saja diserahkan kepada KPU. Pergantian sistem pemilu di tengah jalan bisa menimbulkan “chaos” politik," ujsr SBY. 

Pertanyaan kedua kepada MK, benarkah UU Sistem Pemilu Terbuka bertentangan dengan konstitusi? 

"Sesuai konstitusi, domain dan wewenang MK adalah menilai apakah sebuah UU bertentangan dengan konstitusi, dan bukan menetapkan UU mana yg paling tepat ~ Sistem Pemilu Tertutup atau Terbuka?," ujar twit SBY lagi. 

Kalau MK tidak memiliki argumentasi kuat bahwa Sistem Pemilu Terbuka bertentangan dengan konstitusi sehingga diganti menjadi Tertutup, mayoritas rakyat akan sulit menerimanya.

"Ingat, semua lembaga negara termasuk Presiden, DPR & MK harus sama-sama akuntabel di hadapan rakyat," ujsr SBY. 

Ketiga, kata SBY di twitnya, sesungguhnya penetapan UU tentang sistem pemilu berada di tangan Presiden dan DPR, bukan di tangan MK. Mestinya Presiden dan DPR punya suara tentang hal ini. 

"Mayoritas partai politik telah sampaikan sikap menolak pengubahan sistem terbuka menjadi tertutup. Ini mesti didengar," ujar SBY. 

Menurut SBY kata Imelda lagi dalam menyusun DCS, Parpol dan Caleg berasumsi sistem pemilu tidak diubah, tetap sistem terbuka.

"Kalau di tengah jalan diubah oleh MK, menjadi persoalan serius. KPU & Parpol harus siap kelola “krisis” ini. Semoga tdk ganggu pelaksanaan pemilu 2024. Kasihan rakyat," ujar SBY. 

Pandangan SBY, untuk pemilu 2024 tetap menggunakan Sistem Proporsional Terbuka. Setelah pemilu 2024, Presiden dan DPR duduk bersama untuk menelaah sistem pemilu yg berlaku, untuk kemungkinan disempurnakan menjadi sistem yg lebih baik. 

"Dengarkan pula suara rakyat," ujar SBY. 

Terkait PK Moeldoko di MA, tadi malam saya terima telepon dari mantan menteri yang sampaikan pesan politisi senior (bukan Partai Demokrat) berkaitan PK Moeldoko ini. 

"Pesan seperti ini juga kerap saya terima. Jangan-jangan ini serius bahwa Demokrat akan diambil alih," ujar SBY. 

Berdasarkan akal sehat, sulit diterima PK Moeldoko dikabulkan MA karena sudah 16 kali pihak KSP Moeldoko kalah di pengadilan.

Kalau ini terjadi, info adanya tangan-tangan  politik untuk ganggu Demokrat agar tak bisa ikuti Pemilu 2024 barangkali benar. Ini berita yg sangat buruk,"ujarnya.

Sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Presiden RI ke 6 ini berharap pemegang kekuasaan (politik dan hukum) tetap amanah, tegakkan kebenaran dan keadilan.

"Indonesia bukan negara "predator" (yang kuat memangsa yang lemah) serta tak anut hukum rimba yang kuat menang, yang lemah selalu kalah,"ujar SBY

Kepada kader Partai Demokrat di seluruh tanah air, agar mengikuti perkembangan PK Moeldoko ini sambil memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt. Ikuti petunjuk Ketua Umum. 
"Jika keadilan tak datang, kita berhak memperjuangkannya secara damai dan konstitusional," ujar SBY. (***)


DHARMASRAYA, Lintas Media News
PT Bukit Raya Mudisa (BRM), perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Provinsi Sumatera Barat kembali menyalurkan program Community Development untuk masyarakat di wilayah operasionalnya. 

Kali ini PT BRM menyalurkan tiga program sekaligus untuk wilayah Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.
Program pertama, perlengkapan randai di Nagari Lubuk Tarantang, Kec Kamang Baru, Kab Sijunjung, Sumatera Barat. Adapun perlengkapan yang disalurkan berupa Tambua 2 pcs, Tansa 1 pcs, Bansi, Pupuik Sarunai 1 unit, Baju Pemusik 10 pasang, Talempong Pacik 6 pcs dan Gendang Serunai 1 pcs. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Nagari Tarantang pada Rabu, 24 Mei 2023.

Program kedua, 7 Kodi Seng, untuk pembangunan Mushollah SMP N 42 Nagari Lubuk Tarantang, Kec Kamang Baru, Kab Sijunjung, Sumatera Barat yang diserahkan pada, Kamis, 25 Mei, 2023.
Dan yang ketiga adalah material pembangunan green house untuk SMP N 2, IX Nagari Banai, Kec IX Koto, Kab Dharmasraya, Sumbar. Material yang diberikan berupa Baja Ringan 48 pcs, Reng Baja, Baut 2 kotak (2000 pcs), Plastik UV 200 micron 50 meter, Screen Net Mesh dan Paranet 50 m yang diserahkan pada Kamis dan Jumat, 25 dan 26 Mei 2023.

Wali Nagari Lubuk Tarantang, Afrizaldi menjelaskan, Randai merupakan tradisi budaya minang mirip opera yang biasanya ditampilkan saat acara adat, atau 17 Agustusan. Biasanya dikolaborasikan dengan silat, tari piring dan nyanyian.
"Mewakili Nagari, kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi PT BRM dalam  melestarikan budaya setempat," tutup Rizaldi.
Ditempat terpisah, Wakil Kepala Sekolah SMP N 42 Nagari Lubuk Tarantang, Fauzi mengungkapkan saat ini Komite dan guru sedang berupaya membangun Musholla. Namun masih terkendala dengan keterbatasan anggaran.
"Keberadaan musholla sekolah sangat diperlukan murid dan guru. Karena waktu belajar SMP meliputi waktu sholat dzuhur. Jika harus sholat bergantian di kantor kan butuh waktu lama, kita khawatir akan mengganggu jam belajar. Dengan adanya mushollah di sekolah, kita harapkan siswa bisa cerdas secara akademis dan spritualnya," jelas Fauzi.

Sementara itu Humas PT BRM, Endri Wahyudi kepada media menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk menunjang sektor pendidikan dan kebudayaan masyarakat.

"Kami berharap agar bantuan ini bisa tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat," tutup Endri. (ms/lmn)


Lintasmedia news.com,DHARMASRAYA – Acara penilaian Lomba Gerak PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2023 dibuka oleh Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang diwakili oleh Sekda Dharmasraya, Adlisman. Acara ini dilaksanakan di halaman Kantor Sekretariat PKK Nagari Iskandar Saputra Koto Laweh, pada  hari Jum’at, (26/05/23). Dihadiri oleh Istri Gubernur, Harneli Bahar, Ketua TP PKK Dharmasraya, Dewi Sutan Riska, Ketua DWP Kabupaten, Camat se-Kabupaten Dharmasraya, Kadis PMD, Kadis Arsip, Kadis Dukcapil, Porkopimca Kecamatan Koto Besar.

Sekda dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak, khususnya kepada keluarga besar TP PKK Kabupaten Dharmasraya, TP PKK Kecamatan Koto Besar Nagari Koto Laweh beserta jajarannya. Dimana berkat kerjasama dan koordinasi serta komunikasi yang baik dari seluruh unsur TP PKK kabupaten, kecamatan maupun nagari penilaian hari ini dapat terlaksana dengan baik.

“Teruslah jalin kerjasama yang baik, sehingga TP PKK Kabupaten Dharmasraya dapat terus berkiprah dan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Dharmasraya. Karena tim penggerak PKK merupakan mitra kerja pemerintah yang menjadi ujung tombak dalam pembangunan dan memberdayakan masyarakat,” kata Sekda.

PKK sebagai organisasi yang berhubungan langsung dengan keluarga memiliki andil sangat besar dalam membina dan memaksimalkan anggota keluarga. Karena keluarga merupakan pondasi awal dan modal dasar pembangunan, keluarga juga sebagai lingkungan social pertama dalam kehidupan manusia.
Dari keluargalah diharapkan dapat lahir generasi penerus bangsa yang dapat menerima dan meneruskan tongkat estate pembangunan khususnya di Kabupaten Dharmasraya. 

Keberadaan gerakan PKK sangatlah strategis dalam upaya memberdayakan masyarakat yang dimulai dari pemberdayaan diri sendiri, memberdayakan keluarga, memberdayakan masyarakat yang pada akhirnya akan menciptakan kontribusi. Baik langsung maupun  tidak langsung dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjuran.

“Saya berharap, jadikanlah penilaian ini sebagai momen mengevaluasi pelaksanaan 10 program PKK dalam menciptakan keluarga-keluarga sejahtera sebagai unit terkecil dari masyarakat. Sehingga masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama saling bahu membahu untuk bangkit demi mewujudkan Kabupaten Dharmasraya maju, yang mandiri dan berbudaya,” pungkas Sekda.(elda)




 
Payakumbuh,Lintas Media News
Guna wujudkan percepatan digitalisasi di dunia pendidikan, sejak tahun lalu, Dinas Pendidikan Sumbar telah bekerjasama dengan Ketua DPRD Sumbar, Supardi, melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Creative Learning in Digital Age dan  kini sudah memasuki tahap III. Ratusan guru SMA/SMK se-Kota Payakumbuh telah mengikuti 2 tahap bimtek sebelumnya.
 
Pada Jumat malam (26/5/2023), Bimtek Creative Learning in Digital Age Tahap III resmi dibuka di Ballroom Pusako Hotel, Bukittinggi dan akan berlangsung hingga 29 Mei mendatang. 
 
Proyek tersebut tidak terlepas dari peran Ketua DPRD Sumbar, Supardi, yang memiliki visi menjadikan Payakumbuh sebagai Kota Pendidikan Berbasis Digital sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya membangun Payakumbuh sebagai Smart City. 
 
Pada penutupan Bimtek Creative Learning Tahap II, Desember tahun lalu, legislator asal Payakumbuh itu melihat bahwa sebagai kota non-Industri, Payakumbuh bisa berkembang dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusianya. 
 
“Payakumbuh adalah satu sentra ekonomi kreatif berbasis digital di Sumbar. Situasi positif ini mesti terus didorong dengan melahirkan lebih banyak lagi generasi muda yang kreatif lewat sistem pendidikan berbasis digital,” katanya saat membuka acara. 
 
Pada tahap sebelumnya  para guru SMA dan SMK se-Kota Payakumbuh difasilitasi agar mampu merancang bahan ajar berbasis digital seperti bahan dalam bentuk audio-visual. 
 
Lebih jauh, Supardi punya mimpi bahwa Payakumbuh bisa melahirkan generasi kreator dan inovator. “Mari kita dorong siswa agar menjadi pencipta, kreator, penghasil sesuatu yang baru, penemu mesin-mesin baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya,“ ujarnya. 

*Payakumbuh Sebagai Kota Pendidikan Berbasis Digital*
 
Saat ini Payakumbuh tengah menjadi pilot project Kota Pendidikan Berbasis Digital di Sumatera Barat. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat melihat Payakumbuh punya beragam prestasi di bidang pendidikan berbasis digital, seperti dikatakan Mahyan S. Pd. MM, Kabid PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar dalam kata sambutan pada pembukaan Bimtek Creative Learning pada Tahap III kemarin (22-25 Mei). 
 
Ia juga menyebut upaya percepatan digitalisasi pendidikan sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman guru akan dunia peserta didik, yaitu dunia digital.
 
“Anak-anak harus dididik sesuai dengan zamannya. Anak-anak didik kita saat ini merupakan Generasi Z yang sudah menjadi bagian dari dunia digital, mereka telah akrab dengan dunia digital. Saatnya, kita, para guru, menyesuaikan diri,” ujarnya.
 
Senada dengan itu, Syafruddin Abbas, Kacab Dinas Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital oleh tenaga pendidik. 
 
“Kita, para guru dan pejabat instansi pendidikan, harus betul-betul terjun ke dunia baru ini, dunia digital. Setiap minggu ada tools-tools digital baru yang bisa kita gunakan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di sekolah,” paparnya. 
 
Salah satu tujuan bimtek ini mendorong tenaga didik agar lebih akrab dan menguasai beragam perangkat-perangkat digital demi memudahkan proses pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan konsep Kurikulum Merdeka yang memungkinkan guru mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi digital. 
 
Dengan adanya Bimtek tersebut, Dinas Pendidikan Sumbar berharap sekolah mampu melahirkan generasi yang kreatif dan inovatif—generasi yang tidak lagi sepenuhnya menggantungkan diri pada ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.

Salah satu peserta bimtek
Guru sejarah di SMA Raudathul Jannah Payakumbuh, menilai guru-guru seperti dirinya kini mesti mempelajari dan menguasai teknologi digital.

 “Kita akan tersingkir dan terasing, masyarakat kita, murid-murid kita, jika memalingkan muka dari perkembangan dunia saat ini,” katanya lagi. 
 
Karena itu, ia menilai Bimtek semacam ini penting diikuti. Dalam konteks mata pelajaran yang diampunya, ia melihat masih banyak tools digital yang mesti ia kenal dan kuasai demi membuat murid lebih menggemari pelajaran sejarah. 

“Jika sejarah diajarkan dengan cara yang membuat murid mudah bosan, sejarah akan  diabaikan, dan kita akan kehilangan pijakan lalu bingung menatap masa depan,” tutupnya. (*) 
 
 

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.