Panyalaian, Lintas Media.News.com.
Parik Paga " SURAU TUO ", NAGARI PANYALAIAN, yang didirikan setahun lalu. Kiprahnya, sebagai komunitas tempat berkumpul, berserikat untuk mempelajari adat budaya minang kabau. Eksistenya, tetap jalan. Meski, keberadaanya dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.

Lahirnya, Parik Paga Surau Tuo Nagari Panyalaian, tidak lebih dari menjawab tantangan dan perkembangan peradaban zaman yang menggerus sendi sendi budaya dari hari kehari. Untuk menjawab tantangan tereebut, maka terlahirlah sebuah gagasan untuk mendirikan sebuah perkumpulan atau katakanlah tempat berserikat untuk berbagi ilmu dalam mempelajari budaya minang kabau.

Jadi, jangan menganggap keberadaan Parik Paga Surau Tuo untuk ajang gagahan tanpa punya tujuan. Artinya, kita yang ada dalam Parik Paga Surau Tuo, punya tanggung jawab moral yang tidak ringan, apalagi kita membawa nama Nagari Panyalaian. Tentu, keberadaan komunitas ini harus bisa dipertanggung jawabkan sebagai lembaga yang mempelajari dan menggali budaya minang kabau dihadapan banyak orang, ujar Akmal, Rangkayo Marajo saat bincang bincang dengan LintasMedia.News.com dikediamanya, Selasa, 30/3/2021.

Lebih kurang, satu tahun keberadaan Parik Paga Surau Tuo ini ada, berbagai kegiatan sosial, adat dan budaya sudah kita lakukan. Begitu juga, jumlah keanggotaan Parik Paga dari bulan kebulan makin banyak. Animo dan tespon anak budaya akan komunitas ini sangat tinggi. Hal tersebut, terlihat dari keseriusan anak anak muda tersebut menggali lebih dalam tentang budaya minang kabau yang selama ini dimatanya hal yang tidak perlu dipelajari.

Disamping, mempelajari budaya minang kabau. Kita, para tetua adat terlebih dahulu mengisi dada mereka dengan ilmu agama sebagai landasan untuk melangkah lebih jauh. Setahun berjalan, harapan itu mulai tumbuh ilmu yang diajarkan diserap dengan serius, petatah petitih, langkah salangkah yang diiberikan sudah dapat digunakan sebagai paga diri dalam melangkah. Meski, kesempurnaan itu masih jauh, ujar Akmal.

Tokoh masyarakat Nagari Panyalaian. Adrison, Dt. Parpatiah mengatakan, satu tahun keberadaan Parik Paga Surau Tuo Nagari Panyalaian terbentuk. Selama ini, perhatian Pemerintah nagari Panyalaian boleh dikatan masih minim dan cenderung cuek akan keberadaan Parik Paga Surau Tuo ini. Pada hal, parik paga merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan nagari.

Lahirnya parik paga, merupakan implementasi dari keberadaan Lembaga Kerapatan Adat Nagari secara utuh (KAN). Namun, KAN sebagai lembaga adat kurang arif dalam menyikapi keberadaan Parik Paga Surau Tuo yang dibentuk atas kesepakatan bersama, termasuk KAN selaku lembaga Adat nagari Panyalaian.

Jujur, kita tidak mengemis mintak perhatian Pemerintah nagari Panyalaian atau KAN selaku lembaga tempat bernaungnya Parik Paga Surau Tuo. Setahun keberadaan parik paga, segala bentuk kegiatan tetap jalan seperti yang kita harapkan. Meski sulit, kami sebagai yang dipercaya menjalankan amanah ini akan tetap berkarya demi mengembalilam marwah adat dan budaya terhadap generasi muda yang nyaris melupakan akar rumput budayanya.

Meski, keberadaan parik paga dinagari seperti tamu dirumahnya sendiri kami tidak akan mengemis untuk mintak diperhatikan. Andai, para petinggi nagari memahami secara utuh keberadaan Parik Paga Surau Tuo. Banyak, hal yang dapat diambil sisi baiknya. Dahulu, anak nagari secara adat minim akan pengetahuanya tentang adat. Sekarang,setelah bergabung dan belajar secara tekun mereka memahami benar kekurangan yang mereka miliki selama ini, tukuk Adrison, Dt.Parpatiah.(maisopisano)
 
Top