September 2020

50Kota Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam AROSUKA Bali Bank Nagari Bantaeng Batang anai Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukittinggi Dewan Pers Dharmasraya DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR FJPI Sumbar HPN 2022 Jakarta Jawa Barat Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Kayu Agung Kepulauan Meranti Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk Linggau Mentawai Meranti Miranti Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Painan Pariaman Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Payakumbuh PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Selatan Pessel PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang PWI PWI Sumbar Redaksi Redaksi 2 Riau Sawahlunto Selat panjang Semen Padang Semen Padang.. Sijunjung SMSI Solok Solok Selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel sungai sarik TANAH DATAR Tanahdatar TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

PADANG.Lintas Media News.
Perhelatan Pilkada Serentak sebentar lagi akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2020. Pilkada tahun ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya karena harus menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.

Untuk memastikan pelaksanaan Pilkada ini berjalan lancar, Gubernur Sumatera Barat mengikuti Rapat Koordinasi Analisa Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara Virtual diruang kerjanya, Rabu (30/9/2020).

Menurut Mendagri Tito Karnavian dalam pelaksanaan Pilkada yang lancar dan aman, yaitu yang paling penting bisa menjaga dan mengamankan Pilkada. Pilkada yang sukses dalam arti lepas dari gangguan keamanan aksi anarkis maupun penyebaran Covid-19. 

Menteri Dalam Negeri mengimbau agar pada saat kampanye bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah untuk Pilkada 2020 cukup menggunakan cara virtual melalui aplikasi Zoom. Akan tetapi, ternyata masih banyak yang membawa massa pendukung dalam jumlah besar.

Hal ini sangat disayangkan oleh Tito adanya kerumunan pada saat berkampanye Pilkada Serentak 2020. Padahal, peraturannya sudah jelas bahwa pelanggar protokol kesehatan harus mendapat sanksi sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

"Peraturannya sudah jelas, jadi bagi yang melanggar protokol kesehatan harus mendapatkan sanksi. Apalagi di daerah sudah ada yang membuat Perda Covid-19," tegasnya.

Melakukan kampanye dengan kerumunan masih ada dilakukan dibeberapa daerah. Kenapa, karena dalam berkampanye di Pilkada dan Pemilu sebelumnya Pasangan calon untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas nya berusaha mengumpulkan massa.

"Ini lah tantangan bagi kita agar tidak terjadi pengumpulan massa. Semua sudah diatur oleh peraturan PKPU dan Bawaslu, kalau ada terjadi yang melakukan pelanggaran harus ditindak oleh Bawaslu yang dilakukan oleh pihak berwenang yaitu melalui sebagai ujung tombak utamanya lah Satpol PP dibantu oleh Polri dan TNI," ujarnya.

Selain itu Memdagri Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada empat kepala daerah yang mematuhi protokol kesehatan, pada pelaksanaan tahapan Pilkada 2020.

Mereka adalah Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Wali Kota Ternate Abdullah Tahir. Para kepala daerah ini menjadi peserta Pilkada 2020.

Tito menuturkan langkah yang mereka lakukan sejalan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku dan membantu upaya pemerintah memutus rantai penularan Covid-19.

Sebanyak 270 daerah melakukan Pilkada, dalam setiap Pasangan calon menggunakan alat peraga untuk melawan Covid-19 dengan memanfaatkan kampanye berbetuk baliho dan spanduk mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Para setiap pasangan calon, saya berharap perlu terobosan-terobosan dan gagasan-gagasan bagaimana untuk mengatasi warga masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan," tukasnya.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga mengimbau para setiap kepala daerah ataupun pjs kepala daerah untuk menjaga netralisme dan memegang posisi Netral posisi, jika yang tidak Netral akan menjadi potensi konflik.

"Yang jelas dalam penunjukkan Pjs kepala daerah semata-mata untuk menjamin keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan di daerah," tuturnya.

Pjs kepala daerah juga bertugas untuk mewujudkan tertib administrasi, kepastian hukum serta menjaga stabilitas pemerintahan daerah pada masa pelaksanaan kampanye Pilkada 2020.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengajak seluruh masyarakat peduli untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan saling melakukan dan mengawasi, demi menciptakan peluang event politik Pilkada.

Irwan Prayitno mendukung sepenuhnya sikap tegas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menghentikan segala bentuk kerumunan massa, apabila itu terjadi di Sumbar.

"Karena dalam PKPU Nomor. 6 Tahun 2020 sudah diatur ketentuan bakal pasangan calon harus memperhatikan protokol kesehatan," kata gubernur.(b/HMS)


PADANG .Lintas Media News.
Guna meningkatkan kesadaran pentingnya keselamatan berkendara dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, Dinas Perhubungan Sumatera Barat menggelar Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2020 di Grand Inna Muara Padang, Rabu (30/9/2020).

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Forkopimda menghadiri menyelenggarakan acara puncak Pekan Nasional Keselamatan Jalan Tahun 2020 dengan tema "Sayangi Nyawa Suarakan Keselamatan Jalan" yang fokus pada managemen keselamatan jalan dan mendorong masyarakat untuk peduli akan keselamatan di jalan.

Dalam sambutan Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan harapannya yang besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat ketika berlalu lintas di jalan raya. Sudah selayaknya semua stakeholder menunjukan kepedulian terhadap keselamatan lalu lintas jalan Indonesia.

"Keselamatan jalan tidak mungkin terwujud bila tidak diawali dari kita sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat," ucap Gubernur Sumbar.
Dalam situasi pandemic Covid 19 seperti saat ini, trend bersepeda di kalangan masyarakat makin meningkat. Trend ini terjadi tidak hanya di kota besar, tapi juga di berbagai wilayah lain di seluruh Indonesia. Bersepeda seolah kini menjadi tren gaya hidup masyarakat untuk tetap hidup sehat yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas.

Pemerintah berupaya untuk menjaga keselamatan masyarakat bersepeda dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda Dijalan Serta Transportasi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru.

"Silahkan bersepeda, tapi harus selalu menggunakan perlengkapan keselamatan saat mengendarai sepeda," kata Irwan Prayitno.
Saya berharap kepada masyarakat untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan saat mengendarai sepeda seperti yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan no 59 tahun 2020. Selain itu wajib mematuhi rambu lalu lintas dan protokol kesehatan.

Selain itu gubernur juga menyampaikan protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menggerakan roda perekonomian masyarakat ditengah pandemi Covid-19, dimana masyarakat masih dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Pada kesempatan ini saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui BPTD wilayah III Sumbar yang telah melaksanakan kegiatan ini, sebagai bentuk nyata kepedulian serta tanggungjawab yang tinggi terhadap keselamatan di jalan," tutupnya.(b/HMS)





“Kegagalan adalah keberhasilan tertunda”. Pribahasa itulah yang pas disematkan kepada Anasrizal, pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) yang mendapat pinjaman modal usaha melalui Program Kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang yang sukses melakoni usaha konveksi tas di Kota Padang.

Meski berulang kali gagal memajukan usaha konveksinya, namun pria asal Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat itu tak kenal kata menyerah. Kini, pemilik usaha konveksi dengan nama Tas Baceno itu, telah memiliki aset hingga mencapai miliaran rupiah yang terdiri dari sejumlah bidang tanah dan bangunan, termasuk sejumlah tempat usaha.

“Semua aset saya itu merupakan buah dari kerja keras saya selama 32 tahun. Tak mudah untuk mendapatkannya, berbagai cobaan saya lalui. Jatuh bangun saya memulai usaha konveksi tas ini," kata Anasrizal ketika ditemui di tempat usaha konveksinya, Jalan Ir. H. Juanda No. 51 Padang, Rabu (30/9/2020
).

Sebelum menjadi pengusaha yang terbilang cukup sukses di bidang konveksi, suami dari Yusni Mardalena (57) itu sempat bekerja dengan kakak kandungnya yang juga pengusaha konveksi di kawasan Ulak Karang selama 10 tahun, yaitu sejak 1978-1988. 

Waktu satu dekade bekerja menjadi anak buah dari saudaranya sendiri, kemampuan Anasrizal membuat tas kian terasah, hingga akhirnya di penghujung 1987, timbulah keinginan untuk merintis usaha konveksi sendiri. “Keinginan itu juga didorong oleh sang kakak yang menjadi inspirasi bagi dirinya untuk maju dan mandiri, termasuk istri,” ujarnya. 

Selain dorongan dari sang kakak dan istri, keinginan untuk mandiri juga tak lepas dari semakin tingginya kebutuhan ekonomi, apalagi ketika itu dirinya sudah berkeluarga dan punya tiga orang anak. Tentunya, Ia pun membutuhkan pendapatan yang lebih.

Untuk itu, ia pun mulai menyisihkan pendapatannya sedikit demi sedikit hingga akhirnya di pertengahan 1998, tabungannya pun mencapai Rp175 ribu. Uang sebesar itu, kata Anasrizal, nilainya cukup besar ketika dan cukup untuk memulai usaha konveksi dengan skala kecil. 

Dia pun kemudian menyewa sepetak rumah di Jalan Bahari, Kampuang Tangah, Ulak Karang, yang dijadikan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat usaha konveksi. Selain uang tersebut digunakan untuk menyewa rumah kontrakan, sebagian uang itu juga dipergunakan untuk membeli bahan baku pembuatan tas seperti terpal. 

“Untuk mesin jahit ketika itu saya sudah punya. Saya beli ketika masih bekerja di tempat konveksi kakak saya. Untuk tipe mesinnya masih “dangdut”, yaitu digerakkan dengan menggoyangkan kaki,” ungkapnya.

Meski sudah memproduksi tas sendiri, ternyata tak mudah untuk memasarkannya. Bahkan ketika dijual ke Pasar Raya Padang, tak satu pun ada toko tas yang berminat. Berbagai alasan secara halus, diungkapkan pemilik toko untuk menolak tas yang diproduksinya. “Pemilik toko gak mau beli tas saya. Katanya sudah punya langganan konveksi,” ungkap Anasrizal. 

Kendati semua toko tas menolak, Anasrizal tak langsung menyerah. Saban hari Ia pun terus mendatangi satu persatu toko tas yang ada di kawasan Pasar Raya Padang. Namun sayangnya, hasilnya di luar dugaan. Semua toko menolak membeli tas yang Ia produksi, termasuk beberapa toko langganan kakaknya. 

Ke esokan harinya, Anasrizal pun kembali mendatangi beberapa toko tas di Pasar Raya Padang. Salah satunya, toko tas di Pasar Fase VII yang berada di kompleks pertokoan Padang Teater. Kedatangannya kala itu, katanya mengenang, penuh dengan harapan, 
apalagi saat itu Ia butuh uang untuk biaya makan keluarga.

 

“Karena butuh biaya untuk makan, saya tawarkan dengan harga murah, satu lusin itu Rp50 ribu dan ada lima lusin yang saya punya. Pemilik toko berminat. Dari Rp50 ribu per lusin itu, saya dapat Rp2000 untuk satu tas. Itu hanya upah dan bukan untung," kata bapak tujuh orang anak itu mengenang. 

Setelah semua tas habis dijual, dia pun pulang ke rumah dengan langkah penuh lunglai. Sepanjang perjalanan dari pasar ke rumah, Ia pun terus merenung nasib yang tak kunjung berubah, meskipun sudah memulai usaha konveksi sendiri. 

Setiba di rumah, Ia pun mengatakan kepada istrinya untuk kembali bekerja di tempat usaha konveksi kakaknya, karena merintis usaha sendiri itu sagat susah dan butuh perjuangan yang begitu sulit dilalui. Namun istrinya menolak dan meminta dirinya untuk terus lebih berusaha lagi. 

Tak hanya itu, bahkan istrinya juga marah mendengar adanya keinginan untuk kembali menjadi anak buah di temat onveksi, meskioun konveksi tersebut miik  kakaknya. “Mendengar saya ingin kembali jadi anak buah kakak saya, Istri saya marah dan bilang “Bapak harus semangat, karena anak-anak sudah mulai besar. Kita harus bangkit Pak. Biaya kebutuhan besar dan kita harus maju Pak” 

Mendengar apa yang disampaikan istri saya, saya pun kembali bangkit, apalagi ketika itu istri saya juga ikut membantu mencarikan langganan tas di Pasar Raya Padang,” bebernya. Usaha istri mencari langganan pun membuahkan hasil. Usaha konveksinya pun perlahan-lahan mulai bangkit. 

Meski tak berkembang, tapi sebagian dari hasil usaha tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun di pertengahan 1989, usaha yang baru mulai bangkit itu kembali diterpa persoalan pendapatan yang tak sesuai dengan kebutuhan, hingga akhirnya Anasrizal pun terpaksa menjadi pelaku usaha konveksi musiman. 

“Maksudnya, saya buat tas hanya ketika tahun ajaran baru sekolah. Di luar itu, saya kembali bekerja dengan kakak saya. Maklum, ketika itu saya masih gamang untuk mandiri, meskipun istri sudah memotivasi dan juga ikut membantu saya untuk mencari toko tas langganan yang menampung tas yang saya produksi. Istri pun ketika itu juga mengerti kenapa saya kembali bekerja dengan kakak saya,” ucap Anasrizal.

Sebelum usaha konveksinya besar seperti sekarang ini, Anasrizal pun mengatakan bahwa dia sudah empat kali jatuh bangun. Penyebabnya, selain tidak punya modal yang cukup besar, persaingan pasar ketika itu juga sulit. Bahkan tak mudah untuk meraih simpati pemilik toko yang mau menampung tas yang diproduksi. 

“Saya rasa tak hanya saya yang megalami hal seperti itu, pelaku usaha lainnya juga demikian. Namun saya terus sabar dan tak mau menyerah,” katanya. Merasa tak ada kemajuan, akhir 1997 ia pun pindah ke Jalan Veteran. Aura usaha pun mulai bersinar di tempat yang baru. Bahkan, satu persatu pelanggan pun didapat. 

Kendati begitu, keuntungan yang didapat hanya cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari, dan belum bisa digunakan untuk menambah modal usaha. Tak sampai satu tahun lamanya di tempat yang baru, tawaran dari sebuah distributor tas di Pasar Raya Padang pun datang dan mereka siap mendukung semua kebutuhan bahan baku untuk membuat tas, asalkan semua tas yang diproduksi harus dijual kepada distributor tersebut. 

Tawaran tersebut dengan senang hati langsung diterima Anasrizal. “Tapi untungnya kecil, karena semua kebutuhan seperti bahan baku untuk tas itu harganya naik 5 persen untuk 1 bulan. Meski begitu, saya gak pikir panjang menerima tawaran tersebut. Namanya merintis harus seperti itu,” bebernya. 

Jadi Mitra Binaan CSR Semen Padang

Usaha Anasrizal untuk merintis konveksi tas terus menampakkan hasil. Bahkan, Ia pun terus intens mencari pinjaman modal usaha kepada berbagai bank. Namun karena prosesnya cukup rumit, keinginan untuk mendapatkan pinjaman dari bank gagal, hingga akhirnya di tahun 2003, dirinya mendapat informasi adanya pinjaman lunak dari Semen Padang. 

Namun ketika itu, Ia pun tidak tahu bagaimana carannya, dan gak tahu kemana dan kepada siapa bertanya tentang pinjaman lunak dari Semen Padang tersebut. Bahkan beberapa pelaku usaha yang mengaku mendapat pinjaman modal dari Semen Padang, juga enggan menunjukkan bagaimana proses peminjamannya. “Begitulah sulitnya, minta tunjuk ajar pun orang tak mau ketika itu,” kenangnya. 

Meski tak ada yang mau memberitahu, yang namanya rezeki sudah ada yang mengatur. Di awal tahun 2004, Anasrizal bertemu denan seorang karyawan PT Semen Padang yang sudah pensiun beberapa tahun lalu. Namanya Syafrizal, dan dia merupakan teman sekolah adiknya.

“Saya bertemu Syafrizal saat dia hendak makan siang di rumah makan samping tempat usaha saya ini. Kemudian saya disapanya dan diajak makan. Saya menolak ketika itu. Setelah usai makan, didatangi saya dan ngobrol-ngobrol. Awalnya saya lupa dengan Safrizal, tapi setelah disebut dia teman adik saya Aziz, saya jadi ingat,” ujarnya. 

Anasrizal kemudian menanyakan kepada Syafrizal kerjanya di mana. Kemudian dia jawab di Semen Padang, sehingga dirinya langsung menanyakan soal program pinjaman lunak di Semen Padang. Gayung pun bersambut, ternyata Syafrizal merupakan orang yang tepat di saat dirinya sedang membutuhkan bantuan pinjaman lunak untuk memodali usahanya. 

“Pinjaman lunak di Semen Padang itu ternyata bagian dari pekerjaan Syafrizal. Dengan senang hati, Syafrizal langsung membantu saya, termasuk membantu membuatkan surat permohonan pinjaman modal usaha ke Semen Padang,” katanya. 

Sejak 2004 hingga sekarang, sudah lima kali Anasrizal mendapatkan pinjaman modal usaha dari CSR Semen Padang. Pada pinjaman pertama tahun 2004, yaitu sebesar Rp7 juta dengan lama cicilannya 2 tahun. Semua pinjaman itu dimanfaatkannya untuk beli bahan tas. 

Begitu modal usaha sudah ada, hubungan Anasrizal dengan distributor tas di Pasar Raya pun juga berakhir. Namun di balik itu, pesanan pembuatan tas untuk seminar dari berbagai instansi pun mulai meningkat dan sejalan dengan pendapatannya, sehingga tak butuh waktu 2 tahun bagi Anasrizal untuk melunasi pinjaman ke CSR Semen Padang. 

“Hanya dalam waktu 19 bulan saya bisa melunasinya. Begitu lunas, saya pun kembali mengajukan pinjaman untuk periode kedua dengan besar modal yang dipinjaman CSR Semen Padang lebih dari dua kali lipat dengan pinjaman pertama, yaitu sebesar Rp15 juta. Kata pihak CSR Semen Padang ketika itu, saya bisa dapat pinjaman modal Rp15 juta, karena grafik usaha saya cukup bagus. Saya pun senang ketika itu,” bebernya.   

Seriring pendapatan meningkat dan bertamabahnya jumlah pinjaman, usahanya kian berkembang dan pesanan dari berbagai intansi dan toko tas pun juga meningkat. Bahkan, ketika itu Ia pun sudah bisa mempekerjakan tiga orang karyawan dengan keuntungan bersih Rp3 juta sebulan. Padahal sebelum dapat pinjaman dari CSR semen Padang, rata-rata keuntungan hanya cukup untuk makan, yaitu di kisaran Rp1,5 juta per bulan.

Tak puas dengan perkembangan usahanya yang terus menanjak, Anasrizal kemudian kembali mengajukan pinjaman ke CSR Semen Padang untuk ketiga kalinya. Bahkan pada pinjaman ke tiga tersebut, jumlahnya mencapai Rp30 juta. Setelah lunas, ia pun kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp40 jut, dan Rp50 juta untuk tahap kelima. 

Uang dari pinjaman itu kemudian dibelikannya ke mesin jahit sebanyak tiga unit dengan merek Brader dan Tipical yang merupakan mesin jahit kualitas bagus. Sedangkan sisanya, digunakan untuk membeli bahan tas. “Semua pinjaman saya gunakan untuk mengembangkan usaha. Bahkan tak ada satu persen pun yang digunakan untuk biaya makan,” bebernya. 

Sering bertambahnya pinjaman, jumlah pekerja pun juga ikut bertambah. Bahkan saat ini jumlah tenaga kerja di konveski milik Anasrizal itu berjumlah 10 orang. Semua pekerjanya merupakan orang kampungnya di Sungai Limau. Untuk pendapatan bersih dari usaha konveksi ini, rata-rata Rp10 juta per bulan. “Alhamdulillah, berkat usaha konveksi ini saya pun juga bisa memberikan pendidikan yang tinggi untuk anak-anak saya,” bebernya. 

Ekspansi ke Kuliner

Tinggal dan berusaha di Jalan Veteran yang merupakan jalur lintas yang cukup padat, ternyata menjadi peluang bagi Anasrizal dan keluarganya untuk terus maju dan berkembang. Bahkan seiring perkembangnya usaha konveksi Tas Baceno, Ia pun perlahan-lahan namun pasti, juga melakukan ekspansi ke usaha lainnya, yaitu kuliner. 

Bahkan, saat ini Anasrizal sudah punya rumah makan Mak Yuih yang lokasinya berada di samping kiri tempat usaha konveksi Tas Baceno. “Rumah makan itu dikelola oleh istri dan anak saya. Semua karyawan di Rumah Makan Mak Yuih juga orang kampung saya," ungkap Anasrizal. 

Bertahan di tengan pandemi

Di tengah pandemi saat ini, usaha konveksi Tas baceno, Anasrizal memang tak begitu mulus, namun untuk bisa tetap survive, Ia pun terpaksa merumahkan beberapa orang karyawannya. Namun begitu pandemi ini berakhi, Ia pun akan kembali mempekerjakan karyawan yang telah dirumahkan tersebut.

"Selama ini, konveksi Tas Baceno hanya melayani pesanan instansi, seperti tas untuk seminar, pertemuan dan lainnya. jadi karena pandemi, hampir semua intansi tidak ada lagi mengadakan seminar, dan tentunya berdampak kepada usaha saya. Makanya untuk sementara, karyawan saya rumah kan dulu," katanya.

Namun begitu, Ia masih bersyukur, karena masih ada usaha rumah makan yang bisa menopang kebutuhannya sekeluarga. "Rumah Makan Mak Yuih ini siag hingga sore saya manfaatkan untuk jualan nasi, malamnya saya manfaatkan untuk jual lontong malam. Ini dilakukan, agar ekonomi saya tetap survive di tebngah pandemi saat ini," ujarnya.


Sementara itu, istri Anasrizal bernama Yusni Mardalena, menyebut selain rumah makan, Ia pun juga mempunyai sejumlah aset berupa satu unit rumah di Muaro Kasang, dan satu bidang tanah di Jalan Bypass Pariaman dan di Ketaping. Untuk luas bidang tanah tersebut, masing-masing 300 meter persegi. 

“Apa yang ada saat ini merupakan buah dari kerja keras suami saya yang selama tiga dekade, terus berusaha untuk maju dan berkembang. Dan tentu semuanya itu juga dibarengi dengan doa kepada Allah SWT. Alhamdulillah, doa yang kami panjatkan kepada Yang maha Kuasa itu dijabahNya. Alhamdulillah,” kata Yusni.(*)






PADANG.Lintas Media News.
Kordinator Divisi Pengawas Badan Pemgawaa Pemilu (Bawaslu) Sumbar Vifner, dengan tegas menyatakan. Jika ada paslon atau parpol bahkan simpatisan yang melanggar aturan kampanye dan lainnya, sanksi terberat adalah pencoretan Paslon dari ajang pilkada, artinya tidak boleh ikut sebagai peserta.

Hal itu disampaikan Vitner saat mengadakan pertemuan dan memberikan ketegasan dan kesamaan persepsi pada Parpol dan LO pasangan calon kepala daerah kemaren di kantor Bawaslu Sumbar,agar mengikuti aturan kampanye dan lainnya.

"Kita sengaja mengundang Paslon melalui LO, Parpol, wartawan dan stakeholder lainnya, agar bisa mengikuti aturan pilkada yang berlaku, karena ada sanksi politik seperti membatalkan Paslon sebagai peserta jika berkaitan dengan money politik, dan sanksi hukum yang akan diproses Kepolisian atau gakumdu  jika memang ditemukan pelanggaran, setelah mengikuti tahap sanksi yang ada," jelas Vifner.

Ditambahkan Vifner, tata cara atau aturan menyangkut kampanye pilkada sudah diatur dalam PKPU 04/2017, dengan peeubahan no. 11/2020, PKPU no 06/2020 dengan perubahan pertama PKPU no.10/2020 dan perubahan kedua no.13/2020, juga berdasarkan keputusan KPU tentang pedoman Tekhnis pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah No.465/PL.02.4-Kpt/06/KPU/IX/2020.

"Pada panduan Tekhnis tersebut jelas dan nyata diatur semuanya, baik tanggal maupun bulan, serta apa saja yang diperbolehkan, termasuk pemasangan iklan melalui media massa, medi sosial dan daring, jadi mari kita patuhi bersama agar tidak ada permasalah dikemudian hari," tegas Vifner lagi.

Vifner juga mengatakan, setiap pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye semnajak ditetapkan, sampai masuk masa dioerbolehkannya memasang atribut akan diberi sanksi sesuai tingkatan, dan wajib menurutkan dalam waktu 1X24 jam.

Pertemuan penegakan aturan atau hal Tekhnis dihadiri juga KPU Sumbar yang diwakili Sekretaris Firman dan kasubag Tekhnis dan Hupmas Jumiati, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Damkar, Inforkom, Kepolisian serta wartawan peliput.(rel/St))


Padang, Lintas Media News

Wabah COVID-19 yang melanda berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, membuat pelaku UMKM dituntut untuk melakukan berbagai inovasi agar terus bertahan di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Salah satu pelaku UMKM yang telah berinovasi agar tetap survive di tengah pandemi COVID-19  ini adalah Rosmawarty.  Pemilik Dapur Yonica yang beralamat di Perumahan Cendana Mata Air Tahap 4, Blok D, No 1, Kota Padang itu, baru-baru ini meluncurkan produk terbarunya dengan nama Rice Bowl. 

"Produk Rice Bowl itu sudah mulai saya pasarkan sejak Selasa (22/9/2020)  melalui medsos dan gofood. Alhamdulillah sudah mulai laku. Dalam sehari, bisa terjual lebih dari 20 bowl. Hasil jualan Rice Bowl ini bisa menambah pendapatan keluarga di tengah pandemi saat ini," kata Rosmawarty, Selasa (29/9/2020).

Rice Bowl buatan Dapur Yonica yang merupakan UMKM binaan Corporate Social Responsibility (CSR) Semen Padang itu, memiliki lima varian dengan bahan dasar nasi dan ikan tuna. Kelima varian itu adalah Tuna Rendang, Tuna Katsi Teriyaki, Tuna Katsu Rica, Tuna Katsu Sambal Matah dan Tuna Lado Hijau. Untuk satu bowl dijual dengan harga Rp13 ribu.

Rosmawarty menyebut bahwa dirinya terpikir untuk memproduksi Rice Bowl, karena selama ini keluarganya sering membeli Rice Bowl, dan Rice Bowl sendiri menurutnya, merupakan kebutuhan pokok dan pada pandemi saat ini, masyarakat tentu lebih mengutamakan kebutuhan pokok dibandingkan kebutuhan yang lain. 

"Saat ini Rice Bowl sudah menjadi makanan kekinian masyarakat perkotaan dan rasanya begitu menggugah selera. Makanya dalam kondisi pandemi saat ini, saya pun memproduksi Rice Bowl sebagai produk andalan Dapur Yonica, terutama dalam kondisi pandemi ini. Rice Bowl yang saya produksi dengan ikan tuna sebagai lauknya," ujar Rosmawarty.

Sebelum memproduksi Rice Bowl, Rosmawarty mengaku bahwa dirinya sempat mengalami kesulitan dalam mempertahankan Dapur Yonica, terutama sejak wabah COVID-19 mulai menular di Kota Padang. Bahkan, sejumlah aneka rendang yang menjadi produk andalan Dapur Yonica, sudah tidak laku lagi di pasaran.

"Selama ini, rendang Dapur Yonica saya jual ke beberapa gerai oleh-oleh di Kota Padang dan pada umumnya rendang itu dibeli oleh wisatawan yang datang ke Kota Padang. Tapi karena dampak pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan, sehingga penjualan rendang menurun. Bahkan mencapai 75 persen," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi agar Dapur Yonica tidak bangkrut, berbagai upaya dilakukan okeh Rosmawarty. Pada bulan Ramadan lalu, Ia pun memproduksi Pempek Palembang dengan nama Pempek Cik Unik untuk dijual sebagai menu berbuka puasa. Untuk pemasarannya, Ia pun bekerjasama dengan manajemen salah satu hotel berbintang di Padang.

"Alhamdulillah, dalam sehari bisa jual beli dari Rp750 ribu sampai Rp1,2 juta. Pempek Cik Unik saya jual di depan salah satu hotel di Padang dan saya pun bekerjasama dengan pihak hotel. Jualan Pempek Cik Unik itu hanya musiman. Setelah bulan Ramadan gak jual Pempek lagi," tuturnya.

Setelah Ramadan hingga kini, kata Rosmawarty melanjutkan, Dapur Yonica di samping memproduksi Rice Bowl Ikan Tuna, juga tetap memproduksi aneka jenis rendang, namun rendang yang diproduksi hanya sesuai pesanan. "Kalau ada pesanan, baru kita produksi. Kalau untuk mengisi gerai oleh-oleh, untuk sementara dihentikan dulu," katanya.

Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, sebutnya, juga telah berupaya membangkitkan pelaku UMKM di tengah pandemi saat ini melalui berbagai bantuan. Baru-baru ini bantuan yang Ia dapat, adalah daging sapi seberat 36 Kg. 

Di suatu sisi, sebagai UMKM yang bergerak di usaha masakan rendang, bantuan daging sapi itu tentu sangat membantu sekali. Namun persoalannya, adalah pemasaran rendang. "Awal dapat bantuan daging, saya sempat bingung mau diapain daging ini, sementara saya kesulitan untuk menjual rendang," ujarnya. 

Kemudian, sambung Rosmawarty, ia pun mencoba untuk membuat promo berupa free ongkir untuk pemesanan melalui online,promo tersebut Ia promosikan ke medsos. "Rupanya, banyak yang pesan rendang dan pada umumnya pesanan itu dari Jakarta. Alhamdulillah, daging bantuan pemerintah itu akhirnya bisa saya olah menjadi rendang untuk dijual," imbuhnya.

Binaan CSR Semen Padang
Rosmawarty berterimakasih kepada CSR PT Semen Padang yang selama ini telah ikut mendukung kemajuan usahanya melalui pemberian bantuan pinjaman modal usaha, termasuk pembinaan berupa pelatihan manajemen usaha, dan diikut sertakan ke berbagai pameran di berbagai kota. Di antaranya, Batam dan Jakarta.

"Saya jadi binaan CSR PT Semen Padang sejak 2016 dan melalui pembinaan dan promosi ke berbagai acara pameran tersebut, randang Dapur Yonica mulai memasuki pasar nasional, terutama di Jakarta dan Batam. Alhamdulillah, pelanggan di luar Sumbar sampai saat ini masih setia dengan rendang Dapur Yonica," pungkasnya. (*/b/hms)





PADANG.Lintas Media News.
Gerakan Muda Bersatu Nasional (Garda Barnas) Provinsi Sumatera Barat, siap mendukung Mentri BUMN Erick Thohir untuk melakukan perbaikan perekonomian nasional, melalui unit usaha negara, yang berada dibawah tanggung jawabnya.

Hal tersebut disampaikan  Apriyatana,SE, ketua Garda Barnas Provinsi Sumatera Barat, pada wartawan ketika menerima amanah sebagai perpanjangan tangan organisasi tersebut.

Banyak statemen yang amat tendesius ditujukan pada  Menteri BUMN Erick Thohir, diantaranya tudingan pengembangan vaksin Corona, sehingga bisa membuat gaduh dan mengacaukan program negara melalui BUMN, untuk segera mengentaskan pandemi ini.

Gerakan Muda Bersatu Nasional Sumbar menginginkan pandemi cepat teratasi, sehingga perekonomian masyarakat dan perekonomian nasional kembali pulih, serta kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dapat kembali diatasi.

Apriyatna juga meminta pada semua kalangan agar tidak mudah terhasut, dengan agenda elit-elit politik nasional, dimana saat ini ekonomi di Sumbar sedang anjlok,  karena salah satu ekonomi bergantung dengan pariwisata, 

Sumbar merupakan salah satu daerah wisata, baik pantai maupun religi,  mengalami hal yang sama selama pandemi, sehingga tatanan ekonomi kerakyatan, khususnya UMKM mengalami kesulitan.

"Kita hanya bisa berdoa dan melakukan hal yang telah dianjurkan oleh WHO dan pemerintah. bukan malah terus gaduh dengan isu-isu yang tidak benar, dan mari kita dukung Mentri BUMN Erick Thohir mengembangkan vaksin Anti covid-19 ini, agar perekonomian nasional yang berimbas pada perekonomian rakyat kembali pulih," tutur Apriyatna.

Ditambahkannya, tidak ada satu-pun lapisan mayarakat yang suka  menghadapi situasi sulit ini, yang juga merupakan bencana dunia.

"Tidak hanya kita Indonesia yang mengalami hal ini, seluruh negara lain di dunia juga terjadi hal yang serupa dengan kita, harusnya kita lebih produktif dalam menyampaikan ke masyarakat, bukan malah menyerukan hal yang tidak berguna, semua masyarakat di Sumbar ingin ini cepat selesai, agar bisa kembali pada situasi lebih baik, untuk itu berikanlah kesempatan pemerintah bekerja, mari kita dukung bersama," pinta Apriyatna tegas. 

Dijelaskannya lagi,  bahwa secara objektif memang kurva paparan virus Covid-19 di Indonesia sedang meningkat,dari banyak kajian internal pemerintah maupun independen, sementara berkesimpulan klaster baru terjadi karena adanya pelonggaran PSBB disertai dengan ketidakpatuhan sebagian masyarakat pada protokol kesehatan, peningkatan paparan covid-19 di Indonesia juga sejalan dengan lonjakan drastis secara akumulasi dunia sejak 15 September lalu.

Angka-angka itu tidak statis, melainkan dinamis, dengan artian lebih penting bagi semua pihak menyerukan kepada keluarga dan masyarakat luas untuk tertib protokol kesehatan, agar kurva penyebaran bisa melandai. 

Selain itu, Kementerian BUMN, melalui Biofarma sedang bekerja keras dalam membuat vaksin untuk rakyat Indonesia, sudah sepatutnya, narasi optimisme terus  dibangun, dalam rangka meningkatkan fungsi imun tubuh,ketimbang terus menyebar ketakutan dan pesimisme ditengah masyarakat.

“Mari kita berfikir lebih jernih, dengan data ASEAN Policy Brief yang dirilis bulan April 2020 lalu merangkum dari semua statemen ekonomi di negara anggota ASEAN, dimana pada 1 April Menteri Sri Mulyani merilis, ekonomi Indonesia akan mengalami  pertumbuhan -0.4% s/d 2.3%. Sedangkan, Bank Negara Malaysia pada 3 April merilis pertumbuhan ekonominya terjadi kontraksi pertumbuhan -2% s/d 0.5%. Negara Singapura pada 26 Maret merilis revisi pertumbuhan ekonominya pada -4% s/d -1%. Revisi dari prediksi ini terjadi akibat terpaan pandemi covid-19. Meski begitu terlihat jelas optimisme pertumbuhan positif ekonomi Indonesia masih cukup kuat, untuk itu mari kita dukung Erick Thohir membenahi perekonomian negri ini melalui BUMN yang produktif," pungkasnya. Apriyatna.(rls/st)



Semen Padang Hospital. (foto:hms)


Padang, Lintas Media News

Sebagai rumah sakit rujukan Corona Virus Desease (Covid-19), Semen Padang Hospital (SPH) yang merupakan rumah sakit milik PT Semen Padang, terus meningkatkan kapasitas layanan untuk pasien Covid-19 di tengah pandemi saat ini.

Salah satu dari peningkatan layanan dari rumah sakit yang berada di bawah naungan Yayasan Semen Padang itu, adalah penambahan 23 tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang rencananya, akan dioperasionalkan pada Kamis (01/10/2020). 

"Sebanyak 23 tempat tidur itu berada di wing barat lantai 5 dengan rincian, 20 tempat tidur untuk rawatan dan 3 tempat tidur untuk ICU. Insya Allah, tempat tidur untuk pasien Covid-19 itu, kami komersilkan hari kamis," kata Sekretaris Yayasan Semen Padang Eko Bagus Priyuantoro, Senin (28/9/2020) siang.

Seiring dengan penambahan tersebut, kata Eko, maka SPH akan memiliki 95 tempat tidur untuk menangani COvid-19 dengan rincian, 85 tempat tidur untuk rawatan dan 10 untuk ICU. Semua tempat tidur itu berada di kamar perawatan lantai 4 dan 5 SPH. 

Penambahan 23 tempat tidur untuk pasien Covid-19 itu dilakukan, sebut Eko, karena jumlah pasien positif Covid-19 di Sumbar, khususnya Kota Padang, terus mengalami peningkatan, sementara kapasitas SPH yang ada saat ini yakni 65 tempat tidur untuk rawatan dan 7 untuk tempat tidur ICU untuk pasien positif Covid-19 sudah terutilitasi maksimal semenjak peningkatan kasus beberapa waktu yang lalu. Hal ini juga sejalan dengan maksud dan tujuan pendirian Yayasan untuk selalu berkontribusi dalam hal kesehatan terutama dalam menghadapi pandemi seperti saat ini. “Jadi, karena keterbatasan itulah kenapa kami di SPH menambah 23 tempat tidur lagi untuk pasien Covid-19," ujarnya.

Eko juga menuturkan bahwa SPH merupakan salah satu rumah sakit di Kota Padang yang ditunjuk oleh Gubernur Sumbar sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Seiring dari penunjukan itu, SPH kemudian menyulap ruang perawatan di lantai 4 dan 5 untuk menampung pasien positif Covid-19.

Ruang perawatan itu juga dilengkapi dengan Exhaust Fan Hepafilter yang kegunaannya, untuk mensirkulasikan dan memfilter udara dari dalam ruangan sebelum dibuang ke luar. SPH juga menerapkan protokol kesehatan untuk setiap pasien berbagai penyakit maupun pengunjung rumah sakit.

Untuk keluarga pasien, protokol kesehatannya berupa skrining, memakai hand sanitizer, cek suhu, dan diberikan stiker skrining. Kemudian bagi pasien setelah diskrining dan ditemukan adanya gejala penyakit, maka diarahkan ke UGD untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Bagi tim medis, khususnya yang menangani pasien Covid-19, protokol kesehatannya lebih ketat lagi dan protokol tersebut dibagi tiga zona. Untuk zona 1 yang merupakan zona hijau, tim medis, termasuk petugas kebersihan SPH, bisa bebas tanpa menggunakan APD lengkap, namun wajib pakai masker. 

"Zona 1 ini adalah tempat untuk memakai APD lengkap, berupa masker N95, Handscoen, sepatu boot (karet) dan kaca mata google," katanya. Kemudian zona 2 adalah ruangan anteroom (ruang antara). Perawat atau dokter, maupun petugas kebersihan yang masuk ke zona 2 ini, wajib menggunakan APD lengkap. 

Sedangkan zona 3, adalah tempat pasien Covid-19 di rawat. Setelah dari zona 3, tim medis maupun petugas kebersihan yang keluar dari zona 3, harus melalui ruangan chamber desinfektan dan melepas APD. "Ruangan ini adalah tempat untuk melepas APD," ujarnya. 

Petugas sebelum melepaskan APD membersihkan diri dengan cairan desinfektan didalam bilik, kemudian melepas APD dan ditaruh pada tempat yang sudah disediakan. Selanjutnya, tim medis maupun petugas kebersihan wajib untuk mandi di kamar mandi di zona 2 yang telah disediakan. "Sebelum meninggalkan rumah sakit, petugas yang sebelumnya masuk ke zona 3, juga wajib kembali mandi di kamar mandi di zona hijau," bebernya.


Ketua tim Satgas COVID-19 PT Semen Padang yang juga Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan, Oktoweri mengatakan, peningkatan kapasitas layanan Semen Padang Hospital  melalui penambahan tempat tidur tersebut merupakan bentuk dukungan Semen Padang Group dalam penanggulangan COVID-19.

“Ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan partisipasi aktif Semen Padang Group dalam penanggulangan COVID. Banyak kegiatan lain yang sudah kita laksanakan, seperti pemberian berbagai bantuan kepada masyarakat, instansi pemerintah, dan fasilitas umum,” kata Oktoweri.

Alur Penerimaan Pasien

Kepala Bagian Layanan Medis SPH, dr Selfi Farisha membeberkan alur penerimaan pasien Covid-19 di SPH. Kata dia, SPH hanya menerima pasien Covid-19 rujukan dari puskesmas maupun rumah sakit lainnya. Penerimaan pasien dari rumah sakit lainnya, dilakukan melalui aplikasi Sistem Rujukan Terpadu (sisrute) dari Kemenkes. Sedangkan dari puskesmas, alurnya melalui PIC SPH. 

"Kalau untuk SPH, saya sendiri PIC nya. Kalau rumah sakit kita penuh, maka kita informasikan ke puskesmas dan puskesmas kemudian berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya. Kalau semua rumah sakit penuh, barulah pasien diminta untuk isolasi mandiri di rumah dan tempat isolasi yang disediakan oleh pemerintah," katanya. 

Saat ini di SPH, tambah dr Selfi, ada 64 pasien Covid-19 yang dirawat. Perawatan pasien Covid-19 sampai sembuh di SPH bervariatif. Menurut data average lenght of stay (ALOS) pada Agustus kemarin, rata-rata pasien yang dirawat di SPH sampai sembuh selama 19 hari.

"Ada juga pasien positif Covid-1 yang dirawat selama 3 hari, bahkan sampai 70 hari, tergantung berat ringannya keluhan dan ada atau tidaknya penyakit penyerta di tubuh pasien. Selain penyakit penyerta, usia juga mempengaruhi berat ringannya keluhan penyakit yang diderita pasien," ujarnya. (*/b/hms)

PADANG.Lintas Media News.
 Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik bersama Staf Khusus Presiden Jokowi, Billy Gracia Yoshapat Mambrasar mengunjungi silahturahmi dengan mahasiswa yang berasal dari Papua dan Papua Barat di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Politeknik Negeri Padang, di ruang rapat PNP Unand, Minggu (27/9/2020).

Pada kesempatan itu Dirjen Otda Kemendari Akmal Malik menyampaikan, bahwa kunjungan ini merupakan silahturahmi dengan para mahasiswa yang berasal dari Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dari program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) di Provinsi Sumatera Barat.

"Program ini sangat bagus, tentunya kami akan mengali, seandainya terjadi persoalannya dalam menempuh pendidikan di Sumatera Barat," kata Akmal Malik.

Kehadiran Dirjen Otda Kemendagri dan staf khusus kepresiden ini akan mencarikan solusi untuk seandainya terjadi kendala, agar program ADik bisa berjalan sesuai harapan.

"Karena mereka inilah generasi masa depan bagi Papua dan Papua Barat. Harapan Papua tertumpu pada mereka ke depan. Sejauh ini persoalan yang mereka hadapi tipis sekali, boleh dikatakan tidak ada," ucapnya.
Dirjen Otda Kemendagri ini berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memberikan dukungan kepada mahasiswa Papua dan memberikan informasi program ADik pada Kabupaten Kota se Sumbar keberadaan mereka.

"Kepada adik-adik kita tetap jalin komunikasi dengan pihak kampus, agar persoalan teknik yang disampaikan bisa diselesaikan secara cepat dan efektif," tuturnya.

Selain itu Akmal Malik telah menghubungi beberapa Bupati dan Walikota dan sepakat untuk membantu persoalan-persoalan yang dihadapi para mahasiswa Papua dan Papua Barat.

"Seandainya ada persoalan-persoalan yang tidak disikapi oleh para Bupati dan Walikota dimana adik-adik kuliah, nanti kita akan berikan teguran," ujarnya.

Selanjutnya Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik juga mengucapkan terima kasih pada Gubernur Sumatera Barat berserta jajaranya, termasuk Bupati Walikota yang telah memperhatikan para mahasiswa Papua dan Papua Barat.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Jokowi, Billy Mambrasar memberi semangat pada para mahasiswa Papua dan Papua Barat agar bisa menyelesaikan pendidikannya. Dan kembali ke daerah asalnya untuk membangun Indonesia, khususnya Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Saya terus memberi semangat kepada adik-adik ini, semoga sukses dalam menyelesaikan pendidikan disini dan bisa membangun Indonesia, terkhusus buat Tanah Papua, menuju kesejahteraan dan lebih maju lagi," tambah Billy.(rls)



Pessel.Lintas Media News.
Sejumlah petani di Kampung Teluk Betung Kenagarian IV Koto Hilir Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat mendesak pemerintah kabupaten, dalam hal ini lewat Dinas Pertanian dan PSDA agar membuat jaringan drainase untuk irigasi, di kawasan persawahan mereka, karena selama ini tak pernah disentuh oleh proyek pemerintah.

"Kami minta Pemkab Pesisir Selatan dalam hal ini Dinas pertanian atau PSDA, agar dapat segera memperbaiki irigasi di kawasan pertanian mereka, karena hingga saat ini belum ada sedikit pun perhatian pemerintah kabupaten.Padahal irigasi itu sangat penting untuk mengaliri sawah," ujar Yos Chaniago di Teluk Betung, Minggu, 30 September 2020.
Menurut Yos, pihaknya turun ke sawah hanya saat musim hujan. Jika pada musim kemarau tidak ada air, alangkah baiknya pemerintah daerah bisa membangun irigasi permanen," ujar Yos yang pandai bersilat ini.

"Akhir- akhir ini sering terjadi hujan lebat, karena tidak ada irigasi, sawah mereka sering kebanjiran dan bahkan kayu- kayu hanyut menimpa tanaman padi milik mereka. Sudahlah tidak ada bantuan pembangunan irigasi ditambah pula tidak ada bantuan bibit dan pupuk dari pemerintah,  jadi kita mempertanyakan untuk apa pemerintah tidak ada peduli dengan masyarakat kecil seperti kami ini," ujar yos kesal. (Rls)

PADANG.Lintas Media News.
 Relawan Pasangan Calon (Faslon) Fakhizal-Genius (FaGe) bersatu yang dimotori HM. Tuahid mulai menjalankan setrategi pemenangan dalam masa kampanye awal, Sabtu (26/9/2020), dengan mematangkannya bersama.

HM. Tauhid mengatakan, relawan bersatu FaGe terus bergerak sampai ke kabupaten dan kota, bahkan sampai kenagari, untuk meraup hasil optimal dalam memenangkan Paslon dengan nomor urut 3 tersebut.

Dalam pematangan pengurus relawan FaGe bersatu, ditegaskan kalau semua sektor harus bergerak jangan menunda-nunda, sehingga Paslon yang diusung bisa dikenal serta disukai masyarakat, sehingga menjadi tujuan dalam pemilihan.

"Kita tidak bisa menunda-nunda pergerakan lagi karena waktu teramat singkat, calon kita harus dikenal dan disukai semua lapisan sampai kepada pemilih yang berada di pelosok negri ini, sehingga ketika di TPS mereka akan menentukan pilihanya pada calon kita," tegas HM. Tauhid.

Ditambahkannya, relawan FaGe berrsatu bergerak dengan hari tulus, sehingga tidak memikirkan apapun, meskipun segala sesuatu operasionalnya tidak terlepas dari posko induk pemenangan, namun dalam bergerak tanpa harus disuruh tapi atas ketulusan para pengurus serta relawan lainnya.

Relawan FaGe bersatu ini diisi oleh orang-orang non parpol, dengan memiliki latar belakang berpariasi, baik pengusaha, jurnalis maupun lainnya, termasuk juga mantan anggota DPRD Sumbar serta kabupaten/kota.

Salah satu mantan anggota DPRD yang berada dalam FaGe bersatu adalah Zulherman, yang merupakan mantan ketua DDRD kota Padang, dengan menempati posisi ketua harian relawan FaGe bersatu.

Pada rapat pematangan Zulherman dengan semangat dan keyakinan tinggi mengatakan kalau pasangan calon yang diperjuangkan saat ini merupakan terbaik dari yang baik, karena bukan orang parpol meskipun diusung parpol.

"Paslon kita adalah orang non partai meskipun diusung partai politik, selain itu, FaGe ini cerdas, rendah hati dan mengayomi, juga memiliki program jelas," ulas Zulherman.

Rapat relawan FaGe bersatu berjalan lancar dan mempergunakan standar protokol kesehatan.(rel/st)

PEKANBARU –lintas media Nesw.
 Usai pelantikan Pj. Bupati Bengkalis, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H. Bustami HY mengucapkan tahniah dan selamat bertugas kepada H. Syahrial Abdi sebagai Penjabat Bupati Bengkalis, Sabtu (26/9/2020), di Rumah Dinas Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Provinsi Riau, Jl. Gajah Mada, Pekanbaru.

Kehadiran Sekda Bengkalis beserta istri Hj Akna Juita beserta Kepala Bagian Umum H Alfakhrurrazi, Kasubbag Dokumentasi Pimpinan Sekretariat Daerah Bengkalis Yeni Mayasari dan Kasubbag Protokol Pimpinan Sekretariat Daerah Bengkalis Syafrizal langsung diterima Syahrial Abdi dan keluarga.

Selain mengucapkan selamat dan tahniah, Bustami juga siap mendukung program-progam yang akan digagas beliau (H. Syahrial Abdi)”, ungkap Bustami.

Syahrial Abdi dikesempatan itu juga mengucapkan terimakasih atas support dan dukungan dari Sekda Bengkalis yang dalam beberapa bulan telah mengemban tugas sebagai Pelaksana Harian Bupati Bengkalis(Rls/ind)

Padang Pariaman, Lintas Media News- Patah Tumbuah Hilang Baganti, Warih Bajawek Pusako Batolong, Pusako Lamo Baitu Juo Anton Wira Tanjung sandang Gelar Datuak Panji Alam

Anton Wira Tanjung Negri asal Kecamatan Sungai Sariak ini menerima gelar Datuak ini ketika yang memegang gelar sebelumnya Mahayudin telah berpulang ke Rahmatullah  Datuak Panji Alam penghulu Suku Tanjung pemegang gelar sebelumnya di Nagari Sungai Sariak VII koto pada Sabtu (26/09).

Sebagaimana dalam Adat Minangkabau " Warih bajawek Pusako Batolong dima kayu rabah sinan cindawan tumbuah dima tambilang tahantak disnan tanah manyirah, basasok bajarami bapandan bapakuburan Patah tumbuah, hilang baganti begitu pepatah Minangkabau yang telah menjadi tradisi dalam mewarisi "Sako" dari Mamak turun ka kemenakan.

Warisan Sako dan Pusako "patah tumbuah, hilang baganti" telah disepakati "bakaum Jo basuku" sarato Niniak mamak Nagari Sungai Sariak untuk meneruskan gelar Sako Datuak Panji Alam kepada kemenakan beliau bernama Anton Wira Tanjung. 

Sehingga dengan telah disepakatinya oleh kaum dan Niniak mamak banagari mulai gelar sako Datuak Panji Alam suku Tanjung Nagari Sungai Sariak telah berhak disandang oleh Anton Wira Tanjung, S.Pi, M.Si Dt. Panji Alam.

Anton menuturkan "Mamak kami menghembuskan nafas terakhir kemarin malam,sebagaimana tradisi di Minangkabau gelar sako sebuah kaum dari mamak turun ke kemenakan,"terang Anton yang juga sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Padang Pariaman

Mantan Sekretaris Bawaslu ini juga menambahkan sebagaimana telah disepakati bersama oleh kaum dan ninik mamak serta nagari maka ia di tetapkan mewarisi gelar Datuak Panji Alam sebagai penerus mamaknya dalam membimbing dan mengayomi kaum Suku Tanjung di Nagari Sungai Sariak

"Semoga amanah yang telah diberikan oleh kaum Suku Tanjung ini dapat dilaksanakan dengan baik, serta dapat mengayomi kaum serta membimbing kemenakan di kaum kami,"tutup Anton ( NT ).






Padang.Lintas Media News.
Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 3, Irjen Pol Drs H Fakhrizal, Mhum mengatakan. Pembangunan Sumbar lima tahun ke depan belum bisa dilakukan secara spektakuler, sebab kebutuhan masyarakat bukan terhadap program spektakuler.Masyarakat butuh perbaikan ekonomi dan pendidikan.

Bersama wakilnya Dr Genius Umar Ssos, Fakrizal mengakui.Program visi misinya tidak spektakuler."Tetapi,semua program visi misi kami sangat realistis dan menyentuh semua kebutuhan lapisan masyarakat Sumbar dan menjawab tantangan Sumbar ke depan," kata Fakhrizal kepada wartawan di Padang, Ahad (27/9).

Fakhrizal menjelaskan hal itu menanggapi komentar bahwa program visi misi Fakrizal-Genius (Fage) biasa biasa saja dan tidak greget. 

"Rakyat Sumbar butuh perbaikan ekonomi dan pendidikan pasca pandemi Covid -19. Pemprof Sumbar harus bisa memfasilitasi masalah ekonomi dan pendidikan tersebut dengan tepat," kata Mantan Kapolda Sumbar ini. 

Oleh sebab itu, kata suami Ade Fakhrizal ini, dirinya dan Genius Umar merancang program visi misi yang memuat sektor ekonomi dan pendidikan sesuai dengan kebutuhan rakyat saja.

Misalnya, sebut Fakhrizal, program bebas biaya pendidikan sejak dari sd hingga sma didasari oleh keterpurukan pendapatan masyarakat. 

"Ada yang menyebut itu biasa tetapi apakah selama ini sudah dijalankan secara menyeluruh, belumkan. Jika pun jalan, itu secara individual oleh bupati dan walikota tertentu. Tetapi kami mau bebaskan biaya pendidikan itu menyeluruh bagi semua anak usia pendidikan," tegas Fakhrizal. 

Mantan perwira tinggi kelahiran Agam yang dijuluki Jenderal niniak mamak ini, mengungkapkan meski sejumlah daerah telah membebaskan biaya pendidikan tetapi kesempatan mendapatkan pendidikan juga tidak terpenuhi. 

"Artinya, selain membebaskan biaya pendidikan hingga pendidikan menengah, kami juga memprogramkan daya tampung maksimal bagi seluruh tingkatan pendidikan sampai menengah," ujar alumni S2 jurusan hukum ini. 

Satu Keluarga Satu Sarjana

Selanjutnya, kata Fakhrizal, setelah masalah pendidikan dasar dan menengah teratasi, maka pemerintahannya juga memfasilitasi biaya pendidikan untuk satu sarjana di satu rumah tangga. 

"Mengapa program satu keluarga satu sarjana ini kami luncurkan, karena banyak anak yang cerdas tidak bisa meneruskan pendidikan karena ketiadaan biaya. Nah persoalan ini yang kami urus, apakah ini tidak menyentuh kebutuhan rakyat Sumbar?," tanya balik Fakhrizal. 

Dijelaskan Fakhrizal, mengapa dirinya dan Genius ngotot menjalankan program satu rumah satu sarjana adalah bertujuan menaikan dan memeratakan tingkat pendidikan tinggi generasi Sumbar. 

"Sebab bicara tingkat pendidikan, kita masih perlu ditingkatkan lagi. Tujuannya apa supaya terjadi perbaikan pola pikir dan wawasan sehingga itu berdampak pula terhadap penghapusan tingkat kemiskinan. Sebab dengan level pendidikan lebih tinggi peluang mendapatkan pekerjaan juga lebih tinggi," katanya. 

Meremehkan

Pada bagian lain, Fakhrizal juga mengakui bahwa banyak kalangan tertentu yang melihat remeh kompetensi dirinya dan Genius Umar, dengan tujuan memperlemah keyakinan rakyat terhadap dirinya dan Genius Umar. 

"Jelek jelek begini saya Jendral lho, tidak mungkin kompetensi kepemimpinan saya lebih rendah, apalagi anda tau bagaimana institusi kepolisian mengkader calon pemimpinnya. Benar gak," papar Fakhrizal sambil tertawa.

Selain itu, kata Fakhrizal, Genius Umar adalah Doktor dibidang pemerintahan. Relasi pusatnya bagus, program aksi pembangunan kota Pariaman terbukti mumpuni. 

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini mengakui permainan politik yang dirancang di Pilgub Sumbar banyak ditujukan kepada dirinya. Salah satunya adalah kalau Fakhrizal terpilih jadi gubernur, kita tidak bisa main main, pasti akan kena tindak. 

"Nah pola seperti ini kan menunjukan kualitas pikiran sangat rendah, meski saya akui, jika saya jadi gubernur memang ingin menjalankan pemerintah yang transparan sesuai dengan kebutuhan publik," aku Fakhrizal. 

Namun, lanjutnya, dirinya tidak seangker yang diumbar umbarkan orang. Fakhrizal menegaskan dirinya pandai menghargai bawahan yang telah bekerja benar dan loyal. Tetapi juga berani dan tegas terhadap anak buah yang nakal. 

"Pertanyaan saya apakah dengan sikap seperti itu saya salah, lalu dimana urgensinya jika saya terpilih jadi gubernur maka ruang gerak staf di kantor gubernur akan terbatas. Apa memang staf kantor gubernur sekarang bekerja semaunya saja. Apa begitu?", tanya Fakhrizal lagi. 

Sebagai mantan petinggi Polri Fakhrizal mengakui dirinya tegas dalam bekerja tetapi itu memang sesuai dengan protap di kepolisian. Tetapi sebagai manusia biasa, Fakhrizal mengakui luwes dalam bergaul. 

"Kenali dululah siapa saya dari dekat, baru ngomong. Benar gak," kata Fakhrizal mengakhiri penjelasannya. (St/rls)

Padang, Lintas Media News

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, menerima kunjugan Staf Khusus Presiden Jokowi, Billy Gracia Yoshapat Mambrasar di Istana Gubernuran, Padang, Sabtu 26 September 2020.

Kedatangan Billy Mambrasar yang biasa di panggil  "Bang Billy" itu tidak lain untuk melakukan silaturahmi, sekaligus berdiskusi 
permasalahan dalam penanganan virus corona (Covid-19) di Sumbar.

Dalam pertemuan itu, gubernur Irwan Prayitno menerangkan, bahwa Pemerintah Sumbar telah melakukan upaya dalam menekan angka penularan Covid-19 yang masih tinggi di wilayah Sumbar. Terus lakukan penerapan disiplin protokol kesehatan normal baru berdasarkan epidemiologi peningkatan kesadaran masyarakat.

"Kuncinya ada empat, dari segi pemerintah yaitu bagaimana kemampuan kita mengendalikannya, testing (pengujian), tracking (pelacakan), isolasi serta treatment (pengobatan). Bila empat hal ini sungguh-sungguh dan konsisten dilakukan secara masif, InsyaAllah bisa mengurangi penyebaran Covid-19 di Sumbar," jelas Irwan Prayitno.

Langkahnya ini, gubernur arahkan pada satu tujuan, yaitu memutus penularan, memutus rantai penyebaran. Apalagi sampai saat ini obat atau vaksinya antivirus belum ada.

"Sampai ada antivirusnya, Covid-19 ini akan tetap ada. Jadi selama belum ada obat dan antivirus Covid-19, kita mengendalikannya agar tetap landai dan terkontrol," katanya

Bila empat hal ini sungguh-sungguh dan konsisten, menurutnya, kalaupun ada tambahan dengan sistem seperti itu, akan bisa dikendalikan.

"Pemerintah sudah sering edukasi masyarakat untuk terus ikuti protokol kesehatan, namun masih ada saja yang tidak pakai masker. Untuk itu pemerintah akan memberikan sanksi bagi masyarakat yang tidak ikuti aturan protokol kesehatan," terang Irwan Prayitno.

"Saat ini kita sudah memiliki Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 merupakan Perda pertama di Indonesia yang satu-satunya provinsi yang memilikinya saat ini. Bahkan, proses pembentukan Perda disebut tercepat dibandingkan perda lainnya," imbuhnya lagi.

Masyarakat Sumbar sangat mendukungnya, saat mensosialisakan Perda ini. Jadi masyarakat berharap pemerntah segera menerapkan perda ini.

Mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19 seharusnya dijadikan kebiasaan untuk menekan penyebaran Covid-19. Dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) yang memuat sanksi hukum.

Mudah-mudahan ini berjalan baik dan lancar, sehingga bisa betul-betul memutus mata rantai Covid-19 di Sumbar dan juga bangsa ini.

Gubernur Sumbar meyakini, Kalau semua dari segi pemerintah dan masyarakat bisa berjalan, Covid-19 bisa dikendalikan. Karena peluangan penyebarannya sangat kecil. Ditambah nantinya ada Perda yang akan membawa masyarakat untuk berperilaku disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Sementara itu, Billy Mambrasar bersyukur bisa bertemu langsung dengan Gubernur Irwan Prayitno yang selalu berbuat untuk kepentingan rakyat. 

"Saya sangat kagum sama pak gubernur Irwan Prayitno dalam kinerja menekan angka pertumbuhan Covid-19 di Sumatera Barat. Dengan menggratiskan setiap orang melakukan swab test secara masif, sampai 4 ribu perhari dan treatment berupa isolas bisa mengurangi penyebaran Covid-19 di Sumbar. Salut buat pak Irwan," ungkapnya.

Selanjutnya Billy juga menyampaikan kekagumannya, bagaimana kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno selalu berkoordinasi dengan pusat dan daerah Kabupaten Kota di wilayah ini.

"Apalagi beliau selalu berkoordinasi dengan semua pihak, bahkan sampai tingkat Camat, Lurah dan berbagai LSM dan organisasi lainnya," ucap bang Billy.

Billy berharap bisa terjali kolaborasi aktif bersama pemerintah provinsi Sumbar untuk mendukung program-program pusat dalam pembangunan dan mensejahterakan masyarakat. (b/hms)

Anyer, Lintas Media News

Menkominfo Johnny G Plate meminta. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ikut berperan menyehatkan demokrasi dan menjadi aktor penting di era digital untuk melawan Hoax.Karena,
Goncangan media sosial saat ini sulit terkontrol, menimbulkan berbagai dampak dan problem demokrasi.  

Demikian salah satu poin krusial yang disampaikan Menkominfo dalam sambutan virtual, di Rakernas SMSI 1 di Hotel Marbella Anyer, Serang, Banten, Sabtu (26/9/2020).

Lanjut Menkominfo, menjadi keharusan SMSI berbenah guna memberikan kontribusi positif sebagai satu aktor bagi Indonesia maju.

“Terutama menanggulangi berita hoaks, kekacauan informasi dan pornografi. Justru hal itu sering muncul di FB, instagram, twitter dan youtube. Butuh peran media siber,” ulas sang menteri.

Wakil Ketua Dewan Pers Hendri CH Bangun, mewakili Ketua H. Muhammad Nuh, menilai SMSI sebagai asosiasi siber terbesar di Indonesia dengan 1.224 anggota. "Data dari Dewan Pers memang begitu. Bisa jadi tidak hanya di Indonesia, perlu dicatat di MURI Jaya Suprana," tandas Hendri.

Menurut bang Hendri, juga Ketua Dewan Pakar SMSI, dari pelaksanaan Rakernas ini bisa menghasilkan ide-ide yang segar, praktis dan pragmatis serta memberi jalan keluar yang elegan bermuara pada kepentingan bangsa. "SMSI juga harus ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Data di Dewan Pers juga mencatat dari pengaduan berita, 90 persen dari berita online," paparnya.

Sementara, Ketum SMSI Firdaus sangat berterima kasih atas kehadiran pengurus SMSI provinsi maupun kabupaten/kota meski pandemi Covid-19 rela menyediakan waktu dan tenaganya untuk kemajuan SMSI. “Kita memerlukan inovasi dan terobosan agar media siber yang masih kecil bisa menjadi sejahtera. Tentu ini mesti memperoleh dukungan dari Menkominfo dan Dewan Pers,” tukas Firdaus.

Dalam acara itu, hadir juga Bupati Musi Banyuasin Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin yang mengakui bahwa keberadaan SMSI vital dalam upaya bersama memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat. “Media siber adalah bagian warga kami yang kami anggap mitra penting dan tentu kami bina dengan baik. Tak kurang 72 media siber di daerah kami yang bekerja sama dengan pemkab dalam rangka memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” tegas pria yang dijadikan anggota kehormatan PWI ini. (b/rls)


Padang, Lintas Media News

Bertambah lagi proyek strategis nasional yang dibangun menggunakan produk PT Semen Padang. Jalan Tol Pekanbaru–Dumai sepanjang 131.48 kilometer dan dibangun menggunakan produk PT Semen Padang pada Jumat, 25 September 2020,  diresmikan Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Kepresidenan, Bogor.

"Merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami, ketika produk PT Semen Padang kembali mendapat kepercayaan digunakan untuk pembangunan proyek strategis nasional, Jalan Tol Pekanbaru–Dumai," kata Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri, di Padang, Jumat.

Dengan telah diresmikan oleh Presiden Jokowi, kata Yosviandri, proyek tol ini telah melengkapi proyek-proyek strategis lainnya di Indonesia yang memakai produk PT Semen Padang.

Senior Vice President Sales Semen Indonesia Group, Rahman Kurniawan  menjelaskan, untuk Jalan Tol Pekanbaru-Dumai ini Semen Padang memasok tipe semen Ordinary Portland Cement (OPC), melalui kerjasama dengan PT PP Presisi, dan PT Hutama Karya Infrastruktur. Total pasokan semen Indonesia Group berjumlah kurang lebih 300.000 Ton," kata Rahman
Jalan Tol Pekanbaru–Dumai adalah  bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra yang menghubungkan Pekanbaru dengan Dumai yang  berada di Riau. Pembangunan jalan tol ini dimulai pada bulan Desember 2016. Jalan tol ini dibagi menjadi 6 seksi tol yaitu seksi 1 (Pekanbaru - Minas) sepanjang 9,5 KM , seksi 2 (Minas – Kandis Selatan) sepanjang 24,1 KM, seksi 3 (Kandis Selatan – Kandis Utara) sepanjang 16,9 KM, seksi 4 (Kandis Utara-Duri Selatan) sepanjang 26,5 KM, seksi 5 (Duri Selatan-Duri Utara) sepanjang 29,45 KM dan seksi 6 (Duri Utara-Dumai) sepanjang 25,05 KM.

Sebagai perusahaan yang berdiri sejak 1910, produknya telah menjadi tonggak modernisasi di Indonesia, dengan banyaknya bangunan monumental yang dibangun menggunakan produk semen yang pertama di Asia Tenggara tersebut, di antaranya yang terbaru adalah Fly Over Kelok Sembilan, Tol Trans Sumatera Ruas Sigli - Banda Aceh, dan proyek Tol Padang-Pekanbaru yang saatini dalam proses pembangunan. (*b/hms)








Padang.lintas Media News.
Terhitung Sabtu 26 September hingga 5 Desember 2020, Nasrul Abit akan menjalani masa cuti dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur Sumatra Barat. Cuti panjang itu diambil Nasrul Abit, menyusul keluarnya nomor urut Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada konsestasi Pilkada 2020  yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar di hotel Grand Inna Muara Padang, Jumat sore kemarin. 

Menurut Nasrul Abit, izin cuti tersebut sudah disampaikan ke Kementrian Dalam Negeri. Sesuai dengan aturan, selama masa cuti berlangsung, dirinya tidak lagi menggunakan atau memanfaatkan fasilitas Negara untuk kepentingan politik. Bahkan, mulai sabtu malam ini, Nasrul Abit dan keluarga akan meninggalkan rumah dinas dan beralih ke rumah pribadi.

“Terhitung besok saya akan serahkan semua fasilitas Negara. Saya, tidak lagi menggunakan seluruh aset Negara. Termasuk rumah dinas, juga tidak lagi saya  tempati sejak beberapa hari terakhir. Karena, ini sudah masuk masa kampanye Pilkada serentak. Ini sudah sesuai aturan yang berlaku. Izin cuti, sudah disampaikan ke Kemendagri,” kata Nasrul Abit, Sabtu 25 September 2020.

Menurut Nasrul Abit, bukan hanya dirinya yang menyerahkan seluruh aset Negara dimasa kampanye ini. Seluruh Kepala Daerah yang ikut bertarung pada konsestasi Pilkada 2020, juga melakukan hal yang sama. Karena, ini sudah merupakan aturan yang harus dijalani. Untuk Sumatra Barat sendiri, sebanyak Lima Kepala Daerah antara lain  Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumbar), Indra Catri (Bupati Agam), Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman), Mahyeldi Ansarullah (Walikota Padang) dan Genius Umar (Walikota Pariaman) cuti tanpa tanggungan Negara lantaran ikut konsestasi Pilkada 2020.

“Ini aturan. Artinya  tidak  hanya saya, seluruh kepala daerah yang maju pada Pilkada tahun ini juga melakukan hal yang sama,” ujar Nasrul Abit.

Sudah masuknya masa kampanye, Nasrul Abit kembali mengimbau kepada seluruh pasangan calon, pengurus partai politik, relawan, pendukung dan simpatisan, untuk dapat semaksimal mungkin menjaga ritme kampanye dengan damai. Tidak ada saling tebar benci dan kabar kebohongan. Pertarungan Pilkada adalah pertarungan gagasan, ide dan program. Bukan pertarungan “udara” atau dunia maya dengan menebar berita tentang kebohongan.

“Meski berbeda pilihan dan pandangan dalam politik, namun kita tetap satu. Tetap, bersaudara. Jangan lagi kerahkan buzzer-buzzer untuk menebar berita bohong. Pilkada adalah pertarungan ide, gagasan dan program. Jangan jatuhkan rival dengan cara-cara tidak elok. Mari bersama kita ciptakan Pilkada Badunsanak yang baik. Bukankah sebelumnya, kita sudah sepakat dan sudah deklarasikan itu. Kita jaga sama-sama kondisi Pilkada di Sumbar tetap damai. Kita berikan contoh kalau di Sumbar Pilkadanya sejuk dan damai,”tutup Nasrul Abit. (*)

  Kapal MV Luga yang akan mengangkut semen ekspor dari Semen Padang ke Australia tampak sandar di Pelabuhan Teluk Bayur, Jumat (25/09/2020). (foto:hms)

Padang, Lintas Media News

PT Semen Padang terus memaksimalkan ekspor semen ke pelbagai negara di dunia. Kali ini, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, mengekspor semen sebanyak 25.000 ton ke Australia.

Senior Manager of Export Sales Semen Indonesia Group Fifit Abriyanto mengatakan, semen yang diekspor ke Australia itu tipe OPC Type I Grade 52,5N dan semen tersebut diekspor melalui kapal MV Luga yang sudah lego jangkar di Pelabuhan Teluk Bayur.

"Insya Allah dalam dua hari ke depan, proses pemuatan semen seberat 25.000 ton ke kapal sudah selesai dilakukan," kata Fifit Abriyanto di Padang, Jumat (25/9/2020).

Selain semen, lanjut Fifit, PT Semen Padang pada September 2020 ini juga mengekspor klinker lebih kurang sebanyak 35.000 Matric Ton (MT) ke Negara Bangladesh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95.300 MT sudah dikirim. Kemudian sisanya, akan diekspor pada akhir September ini.

Bagi PT Semen Padang, atau Semen Indonesia Group, kata Fifit, ekspor semen dan klinker tentu sangat menguntungkan secara pendapatan, maupun dari sisi utilisasi pabrik, karena semakin tinggi penjualan, maka akan semakin tinggi jam operasi produksi 

“Jadi, dengan adanya ekspor ini,  pabrik menjadi teroptimalisasi. Kemudian dari sisi keuangan, ekspor semen dan klinker itu juga dapat menambah devisa negara. Bulan depan, PT Semen Padang direncanakan untuk ekspor klinker ke China," bebernya.

Ekspor semen dan klinker ke pelbagai negara itu, tambah Fifit, terus dimaksimalkan dan ekspor tersebut sudah berlangsung sejak 2008. Namun untuk ke Australia, telah dimulai sejak 2016 dan PT Semen Padang adalah perusahaan semen pertama yang berada di bawah naungan Semen Indonesia Group yang mengekspor semen ke Australia.

PT Semen Padang, sebut Fifit, menargetkan ekspor semen dan klinker pada 2020 ini sebanyak 1.580.000 MT, meskipun saat ini dunia diguncang wabah Covid-19. "Kami optimis target tersebut bisa tercapai, karena hingga kini kami sudah meralisasikan 68,5 persen target ekspor," tuturnya.

Sejak awal Januari hingga pertengahan September tahun 2020, PT Semen Padang telah mengekspor 1.085.000 MT ke enam negara di dunia dengan rincian, semen sebanyak 116.000 MT dan klinker 969.000 MT. "Enam negara itu adalah Banglades, Myanmar, Filipina, Australia, Sri Lanka dan Maldives," pungkas Fifit. (*/b/hms)

Padang, Lintas Media News

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengukuhkan delapan Pejabat Sementara Bupati Walikota Pilkada Serentak 2020 yang merupakan pejabat esselon II Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, di Auditorium Gubernuran, Jum'at (25/9/2020).

Bupati walikota yang maju mengakibatkan kekosongan jabatan di daerah masing-masing. Sesuai aturan, petahana yang memilih maju Pilkada, harus cuti selama masa kampanye selama 71 hari, sejak 26 September sampai 5 Desember 2020.

Adapun kedelapan pejabat yang dikukuhkan gubernur saat itu yaitu Kepala Dinas Perdangan Sumbar Asben Hendri, SE, MM sebagai Pjs Walikota Solok, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Sumbar Zaenuddin, SE, MM sebagai Pjs Walikota Bukittinggi, Kepala Dinas Kominfo Sumbar Drs. Jasman, MM sebagai Pjs Bupati Solok Selatan, Kepala Inspektorat 
Sumbar Drs. Mardi, MM sebagai Pjs Bupati Pesisir Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, SE, M.Si sebagai Pjs Bupati Padang Pariaman, Kepala Bappeda Sumbar Hans Sastri, SE Ak, MM Cfra sebagai Pjs Bupati Pasaman Barat, Asisten II Setda Sumbar Ir. Benny Warlis, MM sebagai Pjs Bupati Agam dan Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman, SE, M.Si.

Mereka resmi melaksanakan tugas sebagai penjabat sementara mulai 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020 mendatang seiring dengan masa kampanye Pilkada di wilayah-wilayah tersebut.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan ada lima aturan yang harus diperhatikan dalam menjabat sementara Bupati dan Walikota di daerahnya masing-masing.

Yaitu harus menjaga ketentraman dan ketertiban daerah, melanjutkan pelaksanaan pemerintah di kabupaten kota yang sudah menjadikan kewajiban sebagai kepala daerah, setiap ada penggantian para pejabat eselon II harus ada izin dari Mendagri, Peraturan daerah dan APBD bisa dikoordinasikan dengan Kemendagri dan pejabat di daerah dan yang kelima inilah yang paling penting mensukseskan Pilkada yang berlangsung di daerahnya dengan menjaga netralitas.

"Yang kelima ini adalah point paling penting dalam suasana politik pesta demokrasi Pilkada, agar semua bupati walikota yang barusan dikukuhkan tetap ikuti aturan yang berlaku, termasuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19," kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno meminta delapan pejabat tersebut memaksimalkan kondusifitas sosial politik selama kampanye pilkada berlangsung dan meminta mereka segera berkoordinasi dengan KPU setempat untuk mengguatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan selama kampanye. Jangan sampai kerawanan potensi penularan Covid-19 meningkat. "Mudah-mudahan dengan lima tugas itu, para Bupati Walikota tersebut bisa menjalankan dengan baik dan lancar," harapnya.

Selanjutnya, ia juga berharap para pejabat Bupati dan Walikota sementara ini bisa mengatur waktu, urusan pemerintah daerah jangan sampai terbaikan. Karena seorang pejabat kepala daerah harus bisa mengatur waktu untuk kepentingan pembangunan daerah.

Pada kesempatan itu, Irwan Prayitno juga menyampaikan dalam pengusulan pejabat pengganti sementara Bupati Walikota setiap daerah ada tiga orang pejabat eselon II di pemerintah provinsi. "Tentunya sudah ada ketentuan yang jelas dari semua yang kami usulkan," kata gubernur Sumbar. Selain itu, gubernur berpesan agar bisa jaga netralitas ASN di masing-masing wilayah, jangan sampai terjadi pelanggaran.

Pjs Bupati Walikota segera memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan kebijakan bersama DPRD. Mereka harus memelihara ketertiban masyarakat dan memfasilitasi pemilihan Bupati dan Walikota sampai ada yang kepala daerah defenitif. Selanjutnya pengukuhan juga dilakukan terhadap istri masing-masing menjadi pejabat sementara TP-PKK. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua TP-PKK Sumbar Nevi Zuairina pada tempat yang sama. (b/hms)

PADANG.Lintas Media News.
Perkembangan wabah Covid-19 terus saja meningkat, hal ini pihak Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Wisuda ke 120, secara virtual yang dihadiri Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, M.Sc di ruang kerjanya, Jum'at (26/9/2020).

Meski suasana pandemi Covid-19 wisuda terap dilaksanakan, walaupun tidak semeriah tahun-tahun lalu. Gubernur Irwan Prayitno mengharap wisudawan itu tidak mengurangi  makna wisuda.

"Bagaimanapun juga, kelulusan ini mesti saudara syukuri dan maknai secara positif," ucap Irwan Prayitno

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumbar menghimbau kepada 1763 wisudawan untuk terus berpacu dan kembangkan kapasitas serta kualitas diri.

"Mari kembangkan kualitas diri guna menjadi SDM unggul yang nantinya dapat memberikan sumbangsih dan turut serta dalam membangun bangsa dan daerah," ujarnya.
Lanjut Gubernur Sumbar menyampaikan, masa pandemi bukanlah halangan untuk menimba ilmu. Terbukti dengan banyaknya lulusan saat ini. Untuk itu ia mengajak para wisuda tetap patuh pada protokol kesehatan dan terus membudayakan pola hidup sehat.

"Protokol kesehatan itu penting demi keselamatan kita sendiri dan orang lain," tuturnya.

Selain itu, Irwan Prayitno mengucapkan selamat kepada wisudawan/ti yang sudah berjuang sampai saat ini diwisuda. Para wisuda diharapkan bisa amanah amanah dan tanggungjawab menggunakan ilmunya guna mencerdaskan umat menuju rahmatan lil alamiin.

"Tampil lah sebagai pribadi unggul, penuh semangat dan tidak mudah putus asa,” ujar Irwan Prayitno.

"Adanya wabah Covid-19 ini, Saya harap saudara bisa memicu semangat untuk menjadi insan intelektual yang lebih berpengetahuan, lebih berkeahlian, lebih kompeten dan lebih religius dari pada masa sebelumnya," imbuhnya.

Pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan menangani pandemi coronavirus disease (Covid-19). Salah satunya telah dikeluarkannya Perda, yaitu Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 merupakan Perda pertama di Indonesia yang satu-satunya provinsi yang memilikinya saat ini.

Dia berharap masyarakat bisa memahami Perda ini, saat Perda di implementasikan, sanksi tidak sampai terjadi karena semua masyarakat telah disiplin.

"Jadi kalau kita terus disiplin protokol kesehatan, maka tidak ada sanksi denda, tidak ada sanksi pidana dan kurungan penjara. Masyarakat sehat perekonomian pun jalan," sebut Irwan Prayitno.

Terkait ketenagakerjaan, gubernur menyarankan para wisudawan dan wisudawati dapat berpikir membuka lapangan usaha ketimbang mencari pekerjaan sebagai pegawai pemerintahan. Sebab, dengan kreatifitas para wisudawan dapat meraih pekerjaan. 

"Lebih baik kita buka lapangan kerja, hingga bisa membantu orang lain. Menjadi pengusaha lebih baik daripada menjadi PNS," ujarnya. 

Karena, menurutnya hanya dengan menjadi pengusaha maka dapat ikut andil dalam kesejahteraan rakyat. Berbeda dengan PNS yang hanya memgharapkan digaji dari APBN dan APBD.

"Semakin kecil pegawai negeri, dan semakin banyak pengusaha, malah akan semakin makmur suatu bangsa," tutupnya..(b/HMS)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.