2019

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batang anai Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukittinggi Dewan Pers Dharmasraya DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai FJPI Sumbar HPN 2022 Jakarta Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Kayu Agung Kepulauan Meranti Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk Linggau Mentawai Meranti Miranti Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Painan Pariaman Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Selatan Pessel PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang PWI PWI Sumbar Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Sawahlunto Selat panjang Semen Padang Semen Padang.. Sijunjung SMSI Solok Solok Selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel sungai sarik TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok


Padang.Lintas Media.
Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar.Raflis.SH.MM menerima  Penghargaan dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang diantar langsung oleh Ketua KPID  Sumbar Afriendi SH di ruangan Sekwan. Selasa (31/12).

Ketua KPID Sumbar Afriendi, SH mengatakan.Penghargaan yang diberikan ini merupakan apresiasi dari penilaian KPID terhadap orang-orang yang telah membantu baik secara moril maupun materil, sehingga dalam menjakan fungsinya Komisi Penyiaran mampu berjalan optimal.

Menurut Afriendi pemberian penghargaan atau apresiasi langsung pada Raflis, karena saat anugra apresiasi KPID Sumbar Award 2019, yang bersangkutan tidak bisa hadir, disebabkan ada sesuatu hal tidak bisa ditinggalkan, berkaitan dengan tugas kenegaraan.

“Anugerah ini adalah upaya KPID, memberikan penghargaan pada orang-orang yang terus
memberikan dukungan dan inovasi, sehingga KPID Sumbar makin berkualitas dalam melakukan tanggung jawab serta pengawasan terhadapa lembaga penyiaran” ungkap Afriendi.

Selain itu, tanpa dukungan dari berbagai pihak, maka lembaga ini tidak akan bisa berbuat jauh lebih banyak.Imbuhnya.

Penilaian yang diberikan bagi penerima penghargaan bukan serta merta, melainkan atas penilaian berbagai aspek.

'Kami memberikan penilaian yang sangat ketat dalam memilih orang-orang penerima penghargaan atau award KPID, sehingga didapatkan beberapa tokoh diantaranya pak Raflis yang juga Sekretaris DPRD Sumbar," tandas Afriendi .

Sementara , Sekretaris DPRD Sumbar H.Raflis,SH.MM, merasa kaget bisa mendapatkan penghargaan dari Kimisi Penyiaran Indonesia Darah Sumatera Barat, karena baginya mendukung lembaga yang dibutuhkan orang banyak adalah kewajiban.

Dikatakannya, apapun yang dilakukannya semata-mata keikhlasan, bukan berharap penghargaan ataupun pujian.

"Saya kaget ketika dihubungi pak ketua KPI Sumbar yang mengatakan akan mengantar langsung penghargaan anugrah KPID 2019, ke sekretatiat DPRD Sumbar, karena saya berfikir apa yang saya lakukan dilembaga ini wajar dan biasa-biasa saja," ulas Raflis.

Lebih jauh dikatakannya, semoga beberapa penghargaan atau award yang ia terima dalam tahun ini, menambah motivasi dan inavasi dalam mengabdi pada negara melalui institusinya.

Dalam tahun 2019, dua lembaga memberikan penghargaan khusus buat sekwan dan DPRD Sumbar, selain dari KPID sebelumnya dari Komisi Informsai (KI).

"Semoga apa yang kami dapatkan bisa menjadi motivasi dan inovasi, sehingga lebih luas dalam pengabdian pada negara melalui lembaga saat ini,' tukuk Raflis.

Pemberian penghargaan langsung Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat, kepada Raflis oleh ketua KPID juga disaksikan komisioner lainnya beserta staf.

Penyerahan tersebut juga dihadiri undangan lainnya yang berasal dari awak pers, serta kabag,kasubag serta staf sekretariat DPRD Sumbar. (Sri)



PADANG,Lintas Media News.
Dalam tahun 2019,PT Semen Padang telah menyalurkan beasiswa sebesar Rp726.950.000 kepada penerima yang terdiri dari pelajar SD/MI, SMP/MTs/SMA/MA, mahasiswa perguruan tinggi dan atlet berprestasi untuk  dua semester.

Pada semester I Tahun Ajaran 2018/2019 yakni pada Mei 2019, PT Semen Padang mengucurkan beasiswa sebesar  368.050.000 kepada 693 penerima di wilayah Kota Padang, perwakilan Dumai dan Lampung.  Sedangkan pada semester II disalurkan  sebanyak 358.900.000 pada Desember 2019 kepada 683 penerima.

Kepala Unit CSR Semen Padang, M Ikrar di Padang, Senin (30/12/2019) mengatakan, beasiswa pendidikan yang disalurkan tersebut, diberikan untuk pelajar yang kurang mampu namun berprestasi di sekitar lingkungan perusahan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi dan ditambah atlet berprestasi binaan FKKSP. Untuk daerah Padang, proses penyaluran dilakukan dengan sistem transfer langsung kepada penerima, sedangkan untuk wilayah Dumai dan Lampung dilakukan penyerahan secara langsung.

"Beasiswa ini rutin dilakukan oleh CSR Semen Padang dalam dua periode setiap tahunnya," ungkap M Ikrar.
Beasiswa dan bantuan pendidikan dari CSR semen Padang ini kami berikan secara berkelanjutan untuk setiap pelajar dan mahasiswa yang dimonitoring dan evaluasi setiap semesternya. Jika pelajar dan mahasiswa tersebut dapat mempertahankan nilainya sesuai standar yang kami tetapkan, maka mereka akan tetap memperoleh beasiswa.Jika nilainya kurang, maka akan dievaluasi oleh sekolah masing-masing.Ujarnya.

Ikrar pun berharap, agar pelajar dan mahasiswa yang menerima beasiswa dari CSR Semen Padang, terus dapat mempertahankan bahkan meningkatkan nilai prestasinya, karena peningkatan prestasi siswa itu sendiri merupakan bentuk keberhasilan dari program beasiswa tersebut.

"Ke depan, program beasiswa dan bantuan pendidikan yang rutin disalurkan dua kali setahun ini akan terus kami kembangkan agar lebih optimal dalam mendorong pelajar dan mahasiswa terbaik bangsa menjadi berkualitas dan mandiri," beber Ikrar.

Sementara.Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Barlius, mengapresiasi PT Semen Padang yang selalu rutin memberikan beasiswa kepada pelajar dan atlet berprestasi di Kota Padang.
Menurutnya, apa yang dilakukan Semen Padang itu merupakan wujud nyata bahwa Semen Padang peduli terhadap pendidikan.

"Semen Padang punya komitmen yang kuat untuk memajukan pendidikan, dan itu dapat dilihat bukan hanya dari program beasiswa saja, tapi juga dari adanya sekolah dari TK hingga se tingkat SMA di Semen Padang. Untuk itu, mewakili Pemko Padang, saya pun berterimakasih kepada Semen Padang yang telah peduli pada pendidikan," katanya.

Ia berharap, perusahaan lainnya di Kota Padang, dapat menjadikan apa yang dilakukan oleh Semen Padang itu sebagai contoh dalam menerapkan konsep CSR-nya. 

"Perusahaan lain di Padang ini kan banyak. Kalau bisa, jadikan beasiswa sebagai program rutin CSR, apalagi untuk memajukan ekonomi masyarakat, harus dimulaibdari SDM yang berkualitas," ujarnya.

Beasiswa semester II untuk wilayah Dumai dan Lampung, diberikan kepada 50 penerima, disalurkan langsung oleh pihak PT Semen Padang pada Jumat (27/12)
di  Kelurahan Bangsal Aceh Kec. Sungai Sembilan. 

Sekretaris Lurah Kelurahan Bangsal Aceh Kec. Sungai Sembilan, Ganda Prawiranata, sangat berterimakasih atas yang dilakukan Semen Padang kepada warganya. Ia berharap, beasiswa ini dapat bermanfaat bagi pendidikan anak-anak yang terus menggapai cita-citanya.

"Kami sangat berharap kepada anak-anak yang menerima beasiswa, dapat memanfaatkan uang yang diterima sebaik mungkin untuk melanjutkan pendidikan. Sehingga nantinya, akan lahir generasi yang dapat memajukan daerah kedepannya," sebutnya saat menghadiri penyerahan beasiswa yang juga dihadiri Manager Operasional Dumai Semen Padang, Teguh Sofyanto dan Ketua LPM Kel Bangsal Aceh Kec Sungai Sembilan, Amin.

Untuk Wilayah Perwakilan Lampung, CSR Semen Padang juga menyalurkan beasiswa kepada 50 orang anak yang tidak mampu dan berprestasi di Desa Rangai Tritunggal Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.
Kepala Desa Rangai Tritunggal Kecamatan Katibung, Lampung Selatan Syofyan menyampaikan terimakasih atas perhatian PT Semen Padang yang telah memberikan beasiswa kepada masyarakatnya.
"Inilah contoh hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat yang perlu ditiru oleh perusahaan lainnya," kata Syofyan. (b/rel)





Padang.Lintas Media News. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi Turnamen Futsal Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumbar Cup ini. Ternyata LDII bukan hanya fokus terhadap dakwah, tetapi masih tetap memikirkan kesehatan jasmani.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat pada acara pembukaan
Turnamen Futsal Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumbar Cup, di
Lapangan Rafely futsal By Pass, Kota Padang, Sabtu (28/12/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua LDII Sumbar (Ari Sultoni) beserta Pengurus LDII Sumbar.

Wagub Nasrul Abit mengatakan, dalam turnamen yang dicari adalah kemenangan namun tentunya kemenangan dangan menjunjung tinggi sportifitas dan persahabatan.

"Setiap turnamen akan menentukan siapa sang juara sebagai pemenang, namun kita berharap kemenangan yang diraih dengan sportivitas dan menjunjung tinggi silaturrahmi", ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga meminta kepada LDII Sumbar agar bisa membantu pengembangkan SDM di Sumatera Barat melalui pendidikan karakter, ada nilai-nilai agama dan nilai luhur budaya yang mencerminkan kekuatan mental dan kepribadian generasi muda Sumbar.

"Walaupun ini hanya sebuah turnamen olahraga futsal  yang biasa dimain anak-anak muda dan dewasa saat ini. Namun tentunya juga tidak lepas dari pendidikan karakter yang menentukan seseorang itu matang dan berkepribadian teguh dalam prinsip,  mulia dalam hidup, berpreasi dan unggul ", harapnya.

Nasrul Abit yakin LDII dimanapun profesi apakah dalam pendidikan, olahraga atau profesi lain-lainnya dapat berda'wah siarkan kebaikan Islam di Sumatera Barat.

"Karena di sadari bersama tantangan dan godaan globalisasi untuk generasi muda kita begitu berat,  ada narkoba, penyakit masyarakat ada sex bebas dan prilaku sex menyimpang serta tantangan kemajuan teknologi 4.0  yang semakin kompetitif", ingat Nasrul.

Nasrul Abit juga ucapkan kepada para peserta Selamat bertanding, jadilah juara yang membanggakan ! , serunya.(rel)


Padang.Lintas Media News
Masjid raya Sumatera Barat merupakan ikon Sumatera Barat yang mendapatkan banyak perhatian dan kunjungan banyak orang. Hampir setiap hari para wisatawan lokal maupun mancanegara jika ke Sumbar menyempatkan diri datang beribadah dan berfoto membanggakan keelokan arsitektur yang unik.

" Kita mesti benahi dengan baik kondisi tempat peribadatan,  agar jemaah akan semakin nyaman dan menyenangkan jika datang dan melaksanakan ibadah di masjid raya Sumbar ini. Ada banyak masukan dan saran dari pengurus dan masyarakat yang butuh kita diskusikan dengan OPD dan semua pihak terkait", ujar Wagub Sumbar Nasrul Abit seusai sholat Jum'at, (27/12/2019).

Nasrul Abit juga tambahkan,  masjid yang jadi kebanggaan masyarakat minang ini, mesti dijaga keindahan dan ketertibannya.

"Masjid Raya Sumatera Barat rumah Allah yang indah ini, agar setiap pengunjung,  jemaah agar selalu menjaga keasrian dan kesahduan dalam menjalankan ibadah agar khusuk dan nyaman berada didalamnya, walau ada yang masih kurang soal mimbar dan lain-lainnya akan kira carikan jalan keluarnya", katanya.

Nasrul Abit juga katakan, masjid raya Sumatera Barat saat ini menjadi inspirasi dan perbincangan yang membanggakan masyarakat Sumbar. Tentunya semua ini hendaknya selalu menjadi perhatian bersama-sama pula untuk terus menjaga keelokannya.

"Semoga orang-orang yang sholat berjamaah, ceramah agama, baca Al Qur'an, aktifitas belajar mengaji, di Masjid Raya Sumbar ini, mudahkan  Allah Subhanahu Wa Ta'alla masuk surga  Jannatun Na'iim, Aamiin Ya Robbal Alamiin", seru doa Nasrul Abit.(rel)


Kab.50 Kota.Lintas Media News.
wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit meresmikan
Balai Godang Ronah Talago Gontiang dan Alek Godang Pati Ambalau Penghulu Nagari VII Koto Talago, Kab. 50 Kota, Kamis (26/12/2019).

Dalam sambutannya Nasrul Abit mengatakan.Momentum pati ambalau penghulu yang kita saksikan pada hari ini, harus kita maknai secara mendalam bagaimana peran penting seorang panghulu dalam kehidupan dalam masyarakat adat minangkabau, dimana penghulu merupakan sebutan kepada niniak mamak pemangku adat yang bergelar datuak.

Pemilihan seorang panghulu di Minangkabau dilakukan melalui proses yang panjang, balicak pinang, batapuang batu lebih dahulu. Artinya, penghulu yang akan dipilih itu dipertimbangkan masak-masak, diteliti dengan seksama. Karena ciri seorang panghulu di Minangkabau adalah orang yang tinggi tampak jauh. Lebih dari itu, budaya Minangkabau menggabungkan antara kapabilitas yakni kemampuan, dengan akseptabilitas yaitu persetujuan atau penerimaan masyarakat atas diri seorang panghulu.Imbuh Nasrul Abit.

Wagub Sumbar juga katakan, seorang panghulu harus berbudi luhur dan mempunyai tingkah laku yang baik dan tutur kata yang sopan, sehingga menjadi panutan dan dambaan oleh anak kemenakan, dan panghulu dalam kehidupannya sehari-hari harus memegang prinsip manimbang samo barek, mambagi samo banyak, lamak dek awak katuju dek urang.

"Seorang panghulu memiliki beberapa persyaratan khusus berupa sifat-sifat baik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dalam ajaran adat Minangkabau seorang panguhulu harus memiliki 4 sifat utama yang merujuk kepada sifat kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW, yang disebut dengan Sifat panghulu nan ampek yaitu :
Siddiq (Benar), Amanah (dipercaya) Tablig (menyampaikan), Fathonah (bijak dan cerdas) karena pangulu merupakan panutan oleh anak kemenakan, makanya seorang penghulu dalam berfikir, berbuat, dan bertingkah laku harus benar", ungkap Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga katakan, penghulu tidak boleh memiliki sifat bohong dan dusta, karena kepadanya diserahkan segala persoalan hidup anak kemenakan, baik lahir maupun bathin.

" Selain seorang penghulu memiliki sifat nan ampek, seorang panghulu juga memiliki peran dan tanggungjawab besar dalam menghadapi ancaman degradasi moral yang terjadi pada generasi muda yang merupakan anak dan kemenakan dilingkungannya", katanya.

Wagub Nasrul Abit ungkapkan, saat ini moral generasi muda Sumbar mengalami degradasi moral yang disebabkan, rendahnya pemahaman agama dan adat, pergaulan bebas (LGBT), Narkoba, pengaruh negatif kemajuan teknolgi, pengaruh budaya barat, kurangnya pengawasan orangtua dan peran niniak mamak.

" Degradasi moral yang terjadi merupakan keperihatinan kita yang sangat mendalam, karena tulang punggung suatu Nagari rapuh termakan oleh hancurnya moral, dipundak merekalah masa depan dipertaruhkan, jika generasi mudanya hancur, maka hancurlah suatu Nagari. Sudah saatnya generasi muda Minangkabau kita arahkan pada yang baik dengan menempatakan peran fungsi generasi muda mambuek tapian menjadi elok, membuat visi nagari menjadi aman dan damai", himbaunya.

Nasrul Abit juga ajakperan panghulu selaku penanggungjawab kaum dilingkungan anak kemenakannya, menentukan kewenangan dalam menjatuhkan sanksi sosial terhadap anak kemenakan dan kaum yang di pimpinnya bila melanggar, sebagai sesuatu yang tidak bisa dibela. Karena peran penting itulah, seorang panghulu sangat dihargai di Minangkabau.

"Namun demikian kita juga harus pahami, bahwa perkembangan dan tantangan degradasi moral generasi muda seperti yang kita bahas diatas, harusnya tidak hanya menjadi beban panghulu saja. Tetapi menjadi tugas kita bersama saling bersinergi, antara Pemerintah, panghulu, alim ulama, cadiak pandai dan bundo kanduang dengan memegang teguh filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam menjalankan peran masing-masing untuk menghadapi dan mencarikan solusi setiap persoalan yang ada", terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Rektir UNP, Prof. Ganefi, utusan Unand Prof. Helmi, Pucuak Adat Rajo Ronah Dt Bandaro Hitam, Para penghulu, cadiak pandai, alim ulama, bundo kanduang, Bupati dan Wabup 50 Kota, Ketua KAN, Wali Nagari dan Ketua LKAAM. .(rel)



Solok Selatan.Lintas Media News.
Kerusakan alam dan lingkungan yang terjadi akibat bencana alam yang sering menimpa di  wilayah Provinsi Sumatera Barat, membutuhkan perhatian serta penanganan yang lebih serius dari semua pihak. Potensi resiko ini selalu hadir dikala usai terjadinya bencana di setiap wilayah khususnya di Sumatera Barat. Kondisi tersebut menuntut bagaimana kita mengambil langkah dan bisa mendesain program pembangunan yang tetap memiliki daya tahan.

Dalam hal ini, Korem 032/Wbr selaku pembina wilayah teritorial di wilayah Sumbar juga turut berupaya membangun dan  mencarikan solusi terhadap permasalahan yang timbul akibat permasalahan ini melalui peningkatan  perekonomian rakyat.

Dalam mengisi ruang dan membantu kondisi  tersebut, Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo berinisiatif memberikan solusi dengan memperkenalkan dan menggunakan produk ketahanan pangan Bios 44 yang telah terbukti selama ini dapat membantu para petani dalam meningkatkan pendapatannya melalui hasil pertanian, perikanan dan  peternakannya.

Solusi ini disampaikan pada saat kunjungan kerjanya di wilayah  Kab. Solok Selatan pada Rabu 25/12.

Pada kesempatan tersebut lebih lanjut disampaikan, agar bisa kembalinya daerah yang terdampak bencana dan bisa bermanfaat bagi masyarakat baik untuk lingkungan maupun untuk masyarakat sekitarnya, kita sebagai warga negara yang baik wajib mencarikan solusi alternatif.

Kaitannya dengan ini maka tugas kami sebagai salah satu instansi pemerintahan adalah menjaga, mendukung dan menjalankan program dari pemerintah pusat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

“Rata-rata masyarakat yang telah menggunakan lahan untuk pertambangan tidak ada usaha untuk pengelolaan kembali lahan pertambangan agar bisa kembali seperti semula, sehingga lahan tersebut yang semestinya mempunyai resapan air yang cukup sudah tidak bisa lagi meresap air hujan yang tinggi”, Ujar Danrem.

Agar lahan yang telah terkontaminasi akibat pertambangan ini menjadi lahan yang produktif lagi maka solusi yang diberikan oleh Danrem adalah dengan menggunakan Bios 44 yang telah terbukti dapat mengembalikan kondisi lahan yang tidak produktif dan tidak layak pakai untuk pertanian menjadi layak kembali. Selain itu, Bios 44 ini juga bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan lainnya disektor pertanian dan peternakan maupun perikanan.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan Bios 44, dimana dengan produk ini kita bisa membenahi kembali lahan yang telah terkontaminasi akibat pertambangan menjadi lahan yang produktif lagi sehingga lahan tersebut bisa kembali digunakan masyarakat sekitar untuk pertanian dan hal ini dimaksudkan agar generasi kita yang akan datang masih bisa menikmati dan memanfaatkan lingkungan sekitarnya”, terang Danrem.

Sejalan dengan itu Sekretatis Daerah  Kab. Solok Selatan Ir H. Yulian Evi  menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Korem dan akan menindaklanjuti kepada Dinas terkait dan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan yang baik dalam membantu masyarakat khususnya petani dengan menggunakan Bios 44.

Ungkapan rasa terimakasih  kepada Danrem 032 dan juga unsur terkait yang telah hadir atas kepeduliannya kepada masyarakat yang terkena dampak bencana , mengingat masyarakat Kab. Sosel sekarang ini masih dalam tanggap darurat bencana karena curah hujan yang cukup tinggi.

“Terima kasih kepada Danrem 032/Wbr beserta rombongan atas kehadirannya di tengah-tengah masyarakat kami  dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana. Dengan kehadiran Danrem 032/Wbr kita harapkan bisa memberikan motivasi kepada  masyarakat bagaimana bisa menjaga dan  menggunakan alam sekitar dengan baik dan bijak”, Ujar H.Mursiwal anggota DPRD Kab Solok Selatan.

Danrem dan rombongan juga mengunjungi Posko Lapangan Penanganan Darurat Bencana Kec. Sangir Batanghari. Kegiatan ini selain dapat memotivasi masyarakat agar  mengelola alam dan lingkungan dengan baik untuk menghindari bencana alam yang lebih besar, kegiatan juga diisi dengan pemberian sembako dan juga bibit pohon serta Bios 44 untuk membantu petani dalam meningkatkan hasilnya dan juga untuk  penanganan lahan yang tidak produktif menjadi produktif kembai.

Hadir pada kegiatan tersebut Sekda Kab. Solok Selatan Ir H. Yulian Evi,   Anggota DPRD Solok Selatan Bapak H. Mursiwal, Kasi Intelrem 032/Wbr  Kolonel Kav. Mukmin, Kasilogrem 032/Wbr Kolonel Kav. Asep Solihin, Kasiterrem 032/Wbr Kolonel Inf Budi Prasetyo, Dandim 0312/Padang Kolonel Arh Nova Mahanes Yudha, Dandim 0309/Solok Letkol Arh Prio Iswahyudi,  Dandim 0307/TD Letkol Edi S. Harahap, Danyonif 131/Brs Letkol Inf M. Erfani, Ketua Persit Koorcab Rem 032 PD I/BB Ibu Mia Kunto beserta pengurus, BPBD, Ketua IOF Sumbar Goance beserta rombongan, Ketua Porbbi Sumbar Sdr. Verry Mulyadi, Bapak Camat, Danramil dan Kapolsek serta tokoh masrakat dan  masyarakat setempat.(rel)


Jakarta. Lintas Media News.
Diusianya yang ke 25 tahun,Indosiar memberikan sumbangsihnya di industri televisi di Indonesia. Sebagaimana telah menjadi tradisi selama ini, Indosiar selalu menyuguhkan hal-hal spektakuler yang akan menjadi tolok ukur baru di industri pertelevisian Indonesia.

Dari Ragam Hadiah Untuk Pemirsa Hingga Deretan  Program Luar Biasa akan Warnai  Perayaan Perak Indosiar yang jatuh pada 11 Januari nanti 2020.

Seperti,Liga Dangdut Indonesia (LIDA) yang menjadi satu-satunya program pencarian bakat yang memecahkan rekor MURI dengan program pencarian bakat dengan peserta terbanyak dari provinsi terbanyak. Serta beberapa program seperti D’Academy, AKSI dan Puteri Muslimah yang juga telah meluaskan jelajahnya sampai ke level benua Asia. Tentunya masih banyak program-program lain yang sarat dengan napas inovasi sepanjang 25 tahun hadir menghibur sekaligus menginspirasi masyarakat Indonesia.

Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad mengungkapkan  syuhal Rasaitu kurpada konferensi persnya tadi siang di Jakarta.Kamis (26/12). Atas pencapaian luar biasa yang sudah diraih Indosiar hingga posisinya kian melekat di hati pemirsa Indonesia saat ini. Ragam program yang disuguhkan Indosiar selalu menekankan unsur terobosan terbaru yang akan digemari masyarakat. Serangkaian program on air, off air, Online bahkan CSR didedikasikan khusus untuk pemirsa sejak November 2019 hingga hari jadi Indosiar ke-25 pada 11 Januari 2020.

“Di usia peraknya, Indosiar akan menyuguhkan perayaan spektakuler selama 2 malam berturut-turut yang menjadi puncak perayaannnya serta 5 Konser Luar Biasa sebagai bagian dari rangkaian program spesial ulang tahun ke-25”, tegas Harsiwi.

Untuk pertama kalinya Indosiar akan menghelat perayaan hari jadinya selama dua hari berturut-turut.“Konser Raya 25 Tahun Indosiar Luar Biasa” akan berlangsung pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 pukul 19.00 WIB LIVE dari Jakarta Convention Center dengan menampilkan Agnez Mo, Slank, Soimah, Rossa, Rizky Febian, Dewi Perssik, Fildan DA, Reza DA, Ical DA, Lesti DA, Selfi LIDA, Putri DA, Randa LIDA, Weni DA, Rara LIDA, Evi DA, Faul LIDA, Irwan LIDA, 34 Duta LIDA 2020, Valentino Jebreeet, dan masih banyak lainnya. Jelas Hassiwi.

 “Pesta Perak LUV Indosiar 25” dengan penampilan luar biasa dari para bintang besar seperti Raja Dangdut  Rhoma Irama & Soneta Group, Iwan Fals, Via Vallen, Armada, Zaskia Gotik, Giring Ganesha, Ayu Tingting,  Nassar, Jenita Janet, Jarwo Kwat, Abdel, Valentino Jebreeet, Arif SUCA, Cak Blangkon, 25 Pantura Angels. Yang disiarkan LIVE dari Jakarta Convention Center pada hari Minggu, 12 Januari 2020 pukul 19.00 WIB.imbuhnya.

Menurut Hassiwi, kemeriahan HUT ke-25 Indosiar sudah dimulai sejak bulan November 2019 dengan memberikan kejutan instan kepada 125 pemirsa setia Indosiar melalui “Indosiar Sebar TV” di berbagai kota. Pemirsa yang kedapatan sedang menyaksikan tayangan Indosiar di rumahnya, akan dihadiahi 1 buah televisi LED 32 inch secara cuma-cuma apabila berhasil menjawab pertanyaan seputar program-program Indosiar.


Jelang memasuki usia peraknya, Indosiar memadukan dua legenda hidup musik dan akting dalam satu layar.  Rhoma Irama dan Camelia Malik hadir di Mega Drama 25 Tahun Indosiar berjudul Banyak Jalan Menuju Rhoma, yang tayang setiap hari mulai 1 Januari 2020.

Pemirsa Indosiar pun masih berkesempatan mendulang hadiah uang tunai lewat “Kuis Jebreeet Indosiar 25”. Dengan aksi khasnya, Valentino Jebreeet akan menghubungi pemirsa Indosiar beruntung yang sudah mengekspresikan ucapan HUT 25 Indosiar di kolom komentar pada media sosial Indosiar dengan format khusus: NAMA (spasi) KOTA DOMISILI (spasi) UCAPAN HAPPY BIRTHDAY INDOSIAR.

Pemirsa terpilih harus dapat menjawab pertanyaan seputar program-program Indosiar dan berkesempatan mendapatkan hadiah berupa uang 10 juta rupiah di tiap episodenya dan Grand Prize sebesar 250 Juta rupiah di malam puncak HUT Indosiar.

 “Kuis Jebreet Indosiar 25” mulai hadir 1 – 11 Januari 2020, ditayangkan LIVE sebanyak tiga kali sehari dan Grand Final di malam puncak pada tanggal 11 & 12 Januari 2020.


Satu lagi terobosan yang dilakukan Indosiar jelang usia seperempat abadnya. Indosiar bersama dengan Asosiasi Persepakbola Profesional Indonesia (APPI) akan memberikan penghargaan bagi pemain sepakbola terbaik dan terfavorit dari kompetisi Shopee Liga 1 dan penghargaan lainnya bagi tokoh sepakbola Indonesia yang turut serta dalam kemajuan sepakbola tanah air. (Sri/rel)



Yogyakarta,Lintas Media News.
Di tengah ketatnya persaingan pasar semen domestik.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus mengoptimalkan pasar regional.
Pada periode Januari hingga November 2019, Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan ekspor sebesar 3,87 juta ton dari fasilitas produksinya di Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan, diluar SBI, ekspor Perseroan dari Indonesia pada periode Januari – November 2019 naik 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu.

Semen Indonesia saat ini juga sedang fokus menggarap pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti Bangladesh, India, Sri Lanka, Maladewa, Filipina, dan Timor Leste.

Saat ini, Perseroan juga telah mengoptimalkan seluruh fasilitas distribusi baik utilisasi maupun kapasitasnya untuk mendukung pengiriman produk ke kawasan regional.

Selain itu, Peseroan aktif mengikuti berbagai forum pameran dan misi dagang untuk memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan dan menjajaki pasar baru di kawasan regional.
Lebih lanjut, Sigit Wahono mengatakan bahwa pengelolaan pasar eskpor Perseroan dilakukan melalui PT Semen Indonesia Internasional.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen di Indonesia hingga November 2019 masih mengalami penurunan sebesar 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Total penjualan semen domestik sampai dengan November 2019 tercatat sebesar 63,23 juta ton atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 63,44 juta ton.
Seiring dengan pelemahan pasar semen nasional, volume penjualan domestik Perseroan diluar SBI hingga Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 3,18 persen menjadi 24,26 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar 25,05 juta ton. Penjualan domestik SBI juga mengalami penurunan sebesar 1,79 persen menjadi 9,51 juta ton.(b)




PADANG,Lintas Media News. Direktur Operasi PT Semen Padang, Firdaus katakan.Momentum peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 mesti menjadi refleksi dan perenungan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan.

Hal itu disampaikan Firdaus saat bertindak sebagai pembina Upacara Peringatan Hari Ibu di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (23/12). Ia menegaskan bahwa perjuangan perempuan dalam sejarah kemerdekaan bangsa sudah selayaknya dikenang dan dihargai.

"Sejarah sepanjang 91 tahun ke belakang telah membuktikan keberhasilan kaum perempuan bersama kaum lelaki dalam mengatasi tantangan global, khususnya dalam mewujudkan kesetaraan gender. Peran perempuan dan laki-laki dalam hal ini adalah setara di semua bidang," kata Firdaus.

Oleh karena itu, sambung Firdaus, kesempatan dan akses perlibatan perempuan dan laki-laki dalam pembangunan juga sama. Semen Padang, katanya lagi, terus berusaha mendukung hak-hak ibu pekerja untuk tetap memberikan yang terbaik untuk keluarga, sembari memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan. "Hak-hak itu seluruhnya tertuang dalam dokumen resmi perusahaan," ucapnya lagi.

Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan, sambungnya, dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan, menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil, dan makmur, sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Ibu.

Selain dihadiri Firdaus selaku Pembina Upacara, tampak juga hadir dalam agenda itu, Direktur Keuangan PT Semen Padang, Tubagus M Dharury; karyawan/ti Semen Padang Group; Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP); dan sejumlah pelaksana upacara yang terdiri dari kaum perempuan.(b/rel)




Padang.Lintas Media News.
Mengenang perjuangan Rangkayo Roehana Koeddoes, sebagai Wartawati Pertama Indonesia,Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Barat (Sumbar) bersama anggota Ikatan Keluarga Wartawan (IKWI) Sumbar menggelar kegiatan napak tilas ke kampung halaman Roehana Koeddoes Kanagarian Koto Gadang Kabupaten Agam.Sabtu (21/12).

Kegiatan Napak tilas ini sudah diprogramkan dalam agenda kegiatan FJPI Sumbar tahun 2019, dalam rangka mengenang sosok Roehana Koeddoes yang telah dinobatkan Presiden RI Joko Widodo sebagai pahlawan Nasional.Kata Ketua FJPI Sumbar Nita Indrawati dalam sambutannya pada acara penyambutan kedatang FJPI di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Jorong Koto Gadang.

 Semangat Roehana Koeddoes  serta gagasan-gagasannya demi memberdayakan perempuan harus terus dijaga. Apa yang telah dilakukan Roehana Koeddoes pada zamannya itu sangat luar biasa. Sebagai wartawati pertama dan  pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia, Soenting Melaju, banyak hal yang harus diteladani oleh generasi penerus, terutama jurnalis perempuan di zaman ini.Imbuh Nita.

Menurut Nita,sebelumnya FJPI sudah melaksanakan kegiatan berupa lomba penulisan tentang perempuan inspiratif Sumbar bertajuk  Roehana Koeddoes  Award, pada Desember tahun 2018 lalu. Tahun ini, FJPI Sumbar mengadakan napak tilas dan Insya Allah kita akan agendakan setiap tahun meski bentuk kegiatannya berbeda.

"Kelahiran Roehana tanggal 20 Desember berdekatan dengan ulang tahun FJPI pada 22 Desember. Jadi bisa disejalankan dengan kegiatan Mengenang jasa Roehana Koeddoes ,” Tukuk Nita.

Sementara, Wali Nagari Koto Gadang, M.Budi Zulfikar dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan napak tilas yang digagas FJPI Sumbar ini.

Menurut Budi, Rangkayo Roehana Koeddoes, adalah sosok yang layak dijadikan panutan bagi generasi saat ini di Koto Gadang. Beliau juga pantas menjadi pahlawan nasional.

Perjuangan pemerintah, masyarakat Sumatera Barat khususnya Koto Gadang intuk menjadikan Rangkayo Roehana Koeddoes sebagai pahlawan nasional melewati proses yang panjang. Meski sangat lama dengan berbagai upaya akhirnya beliau ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada bulan November lalu. Kita pantas bersyukur,” tuturnya,

Kegiatan napak tilas menyusuri jejak perjuangan Roehana Koeddoes yang dilakukan FJPI menurut Budi hendaknya lebih melekatkan nama beliau dihati generasi penerus di Koto Gadang.

 “Kami juga berharap ke depan komunikasi kami dengan FJPI tetap berjalan dan dapat melakukan sinergi untuk kegiatan lainnya, dimana tempat banyak tokoh-tokoh nasional dilahirkan",tukuknya.

Dari Kantor KAN, napak tilas dilanjutkan ke rumah kerajinan Amai Setia, sekolah kerajinan yang didirikan oleh Rangkayo Roehana Koeddoes untuk mengajarkan perempuan-perempuan sekitar. Yayasan Amai Setia yang hampir berusia 108 tahun itu kini dikelola oleh Yusna Farida, masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Roehana Koeddoes.

Di rumah kerajinan Amai Setia itu, kini tak lagi menjadi tempat gadis-gadis dan anak perempuan belajar menyulam dan merenda seperti yang dilakukan pada awal-awal didirikan. Karena, hampir setiap rumah di nagari itu kini memiliki usaha kerajinan sendiri.

 Yayasan Amai Setia hanya melakukan pemasaran dan menerima kunjungan dari para wisatawan yang ingin tahu tentang sulaman Koto Gadang  atau ingin membeli berbagai produk sulaman dan kerajinan perak yang terkenal dari nagari ini.

Di rumah kerajinan Amai Setia, juga dipamerkan alat menyulam dan merenda yang siap dipraktekkan pada pengunjung yang ingin mencoba menyulam. Disana bisa dilihat peralatan menjahit yang pernah digunakan oleh

Pada kesempatan itu,  juga diserahkan secara simbolis buku tentang Roehana Koeddoes Perintis Pers dan Pendidikan yang ditulis oleh Fitriyanti Dahliai seorang jurnalis asal Sumatera Barat yang diterbitkan dalam rangka HPN tahun 2018 lalu.

Dari rumah kerajinan Amai Setia, FJPI  napak tilas dilanjutkan ke rumah kediaman Roehana Koeddoes, sekitar 500 meter dari  Pusat Kerajinan Amai Setia. Rumah Roehana saat ini masih dalam proses pemugaran oleh Dinas PUPR Kabupaten Agam. Menurut ahli waris, Zulhadi didampingi istrinya, pemugaran belum begitu selesai. Plang pemugaran pun masih terpasang di depan rumah. Tertulis bahwa pemugaran dimulai sejak Februari 2018.

Rombongan FJPI dan IKWI Sumbar melanjutkan perjalanan ke rumah dua sahabat Roehana, keduanya sudah meninggal dunia. Dua sahabat Roehana tersebut adalah Rakena Putri dan Hadisah. Bersama kedua sahabatnya itulah, Roehana mendirikan Kerajinan Amai Setia untuk mengajarkan keterampilan bagi perempuan-perempuan di Koto Gadang dan sekitarnya.  (Sri)



Padang Lintas Media News.
Faktor ketokohan atau figur seorang calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan DPRD provinsi/ kabupaten/ kota,masih mendominasi faktor penentu masyarakat untuk memilih.Sedangkan faktor visi, misi dan program masih menjadi alasan masyarakat untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil Preside serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Sosialisasi Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat Gebril Daulay,dalam paparan dalam mendiseminasikan riset pemetaan persepsi atas penyelenggaraan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada Pemilu 2019 di Pangeran Beach Hotel Padang. Menggu (22/12).

Dijelaskan Gebril,berdasarkan riset yang sudah dilakukan KPU,usia 39 sampai 48 tahun merupakan potret yang terbanyak memilih berdasarkan visi misi dan program,sedangkan usia 17 sampai 24 tahun yang terbanyak memilih berdasarkan figur/ketokohan seorang calon.

Menurut Gebril,riset ini dilakukan dengan menyasar 400 pemilih dari 19 kabupaten/ kota sebagai sampel. Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.718.237 pada Pemilu 2019, sampel tersebut ditentukan secara proporsional.

Sementara untuk alasan memilih, berdasarkan visi, misi dan program menjadi alasan utama memilih untuk pilpres dan pemilihan anggota DPD, menurut Gebril berjumlah 34,57 persen.Sedangkan untuk alasan memilih karena figur atau ketokohan hanya 27,57 persen.

Menakjubkan, lanjutnya, riset membuktikan sebanyak 69 persen memahami bahwa memilih merupakan hak sementara yang memahami memilih sebagai kewajiban sebanyak 27,50 persen.

Pada kesempatan itu Gebril juga menyebutkan.Dari riset yang dilakukan KPU juga terungkap bahwa, penyebaran berita hoax tidak begitu berpengaruh terhadap rasionalitas pemilih di Sumatera Barat.

Untuk itu,Gebril berharap.Pemilu serentak 2019 lalu dapat mengurangi kejenuhan pemilih dalam penyelenggaraan pemilu. Meski demikian,hal itu masih perlu dikaji lebih dalam apakah faktornya dipengaruhi oleh salah satu jenis pemilihan (Pilpres, pemilihan DPD, DPR atau DPRD).

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Eka Vidya Putra menilai, hasil riset yang dilakukan oleh KPU cukup bagus.Secara umum, paparan KPU ini sudah bisa diterima.Namun demikian, ia memberikan beberapa catatan untuk lebih memperdalam kajian dan penelitian KPU, agar ke depan penyelenggaraan pemilu akan semakin baik.

Secara keseluruhan  faktor yang mempengaruhi partisipasi pilihan menurut Eka terbagi dalam tiga hal. Pertama adalah kelembagaan pemilu, rasionalitas dan tradisional.

Faktor kelembagaan pemilu adalah bagaimana desain pemilu mampu menggenjot partisipasi melalui sosialisasi yang dilakukan. Sedangkan rasionalitas adalah mengenai ketokohan kontestan, visi, misi dan program.

Secara teknis KPU telah berhasil dalam mensosialisasikan pemilu.Tetapi,kedepan.Pendidikan politik  harus menjadi perhatian KPU.Tutup Eka Vidya Putra.(Sri)




Padang.Lintas Media News.

Panglima Komando Operasi TNI AU I, Marsekal  Muda TNI M. Khairil Lubis memimpin acara serah terima Jabatan Komandan Lanud Sutan Sjahrir Padang dari pejabat lama Kolonel Pnb Purwanto Adi Nugroho kepada penggantinya Kolonel Nav Medi Rachman, S.E. MBA Avi Mgt, MMOASc, PhD, Alumni AAU 1995.di Makoopsau I Jakarta, Rabu (18/12/2019) kemaren.

Dalam sambutannya,Marsekal  Muda TNI M. Khairil Lubis  mengatakan.Dalam organisasi, alih tugas dan alih jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang dilaksanakan secara teratur, terencana,dan berkesinambungan sesuai kebutuhan organisasi.

Maka dari itu,
Lanud Sutan Sjahrir bertugas menyiapkan dan melaksanakan pembinaan serta pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya, pemberdayaan wilayah pertahanan udara dan menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya.Jelas
Khairil Lubis.
Hal tersebut juga tidak terlepas dari serah terima jabatan saat ini , yang mana  merupakan  suatu kelanjutan kaderisasi dan proses dinamisasi serta upaya untuk memajukan lanud Sutan Syahrir Padang. Ucapnya.

Menurut Khairil Lubis,maju mundurnya sebuah kesatuan, tidak terlepas dari sosok seorang pimpinan yang memiliki komitmen yang kuat, dalam menyelesaikan setiap tugas yang menjadi tanggung jawab satuannya, untuk  mewujudkan kepentingan TNI angkatan udara di Wilayah Provinsi Sumatera.

Dikatakannya, salah satu tolok ukur keberhasilan pelaksanaan tugas Lanud Sutan Sjahrir, dapat terlihat dari tingkat kesiap-siagaan operasional Lanud beserta segenap pendukungnya. Lanud Sutan Sjahrir mampu menyelesaikan setiap tugas yang menjadi tanggung-jawabnya, terutama dalam melaksanakan atau mendukung setiap operasi udara yang digelar di wilayah ini

Seperti dalam bidang pembinaan potensi dirgantara, saya turut memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Lanud Sutan Sjahrir yang mampu mengembangkan berbagai cabang olahraga dirgantara di wilayah Provinsi Sumatera Barat, termasuk kesuksesan tim paralayang dan gantole Provinsi Sumatera Barat lolos mengikuti Pon ke XX di Papua tahun 2020 nanti,"  ungkap Pangkoopsau I.

Diwaktu yang sama, pada serahterima jabatan tersebut, juga dilakukan serahterima  jabatan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 14/D.I Lanud Sutan  Sjahrir   dari  Ny. Rista  Purwanto Adi N  kepada  Ny. Dini Medi Rachman.yang dihadiri oleh pejabat  jajaran Koopsau I.

Sementara.Kolonel Kolonel Nav Medi Rachman, S.E. MBA Avi Mgt, MMOASc, PhD, mengatakan.Sebagai komandan baru,program kerja yang utama dilakukan adalah meningkatkan kemampuan personel serta profesionalismenya, kemudian yang kedua,akan terus menjaga solidaritas dengan unsur-unsur pemda yang ada di sini.

Hal itu dikatakan Medi pada acara pisah sambut Komandan Lanud Sutan Sjahrir dan silaturahmi bersama  keluarga besar TNI AU Padang  di Mako Danlanud Sutan Sjahrir, Kamis (19/12/2019).

Disamping propesionalisme personil, kita juga akan meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di Lanud Sutan Sjahrir ini,sarana dan prasarana disini sudah sangat bagus, sudah banyak kemajuan yang diperoleh oleh Sutan Syahrir dan hal-hal yang masih belum kita capai belum sesuai dengan target akan kita tingkatkan lagi.Jelas Medi Rachman.

Mengingat anggaran militer Indonesia masih di bawah 1% dari GDP, jadi memang masih ada hal-hal yang harus diperintahkan apa yang sudah ada di sini kita pertahankan dulu, kalau memang ada dukungan anggaran dari pusat mungkin kita bisa tingkatkan.Tutupnya.(Sri)


Padang.Lintas Media.
Untuk memastikan siapa tuan rumah penyelenggara Pekan Nasional Tani dan Nelayan (Penas- TDN).Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar akan segera memanggil pemerintah provinsi. Pemanggilan ini terkait desakan masyarakat Kota Padang yang mempertanyakan hal tersebut.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan.DPRD akan memanggil pemprov untuk memastikan simpang siurnya informasi mengenai pemindahan penyelenggaraan Penas Tani 2020 dari Padang ke Kabupaten Padang Pariaman.

Hal itu disampaikan Supardi saat menerima Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan anak nagari Koto Tangah, Kuranji dan Nanggalo di halaman kantor DPRD Sumbar.Senin lalu.

“Sampai saat ini DPRD sendiri juga belum mendapat kejelasan mengenai informasi ini. Untuk itu, kami segera akan memanggil pemprov untuk menindaklanjutinya,” kata Supardi.

Menurut Supardi, sampai saat ini belum ada sepucuk surat pun yang sampai ke DPRD terkait pemindahan tuan rumah penyelenggaraan Penas Tani 2020 tersebut. Agar masyarakat mendapat kepastian, perlu dipertanyakan kepada pemerintah provinsi.

“Agenda Penas Tani ini merupakan kegiatan nasional dimana Sumatera Barat sebagai tuan rumah dan sudah disepakati Kota Padang sebagai lokasi penyelenggaraan. Namun belakangan berkembang informasi bahwa kegiatan dipindah ke Padang Pariaman. Ini perlu diklarifikasi kepada pemprov agar informasi tidak menjadi bola liar,” ulasnya.

Supardi berjanji kepada masyarakat yang datang akan menindaklanjuti persoalan ini secepatnya. Dia meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak terpancing isu – isu yang belum jelas kebenarannya.

“Setelah kami meminta penjelasan kepada pemprov, DPRD secepatnya akan menginformasikan kembali kepada masyarakat,” katanya.

Dia meminta masyarakat untuk siap mensukseskan event Penas Tani 2020 di Sumatera Barat mendatang. Penas Tani ini akan dihadiri oleh puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh tanah air yang tentunya akan mendatangkan efek ganda bagi perekonomian masyarakat.

Puluhan masyarakat petani dan nelayan dari Kota Padang mendatangi gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk mempertanyakan kepastian informasi pemindahan lokasi penyelenggaraan Penas Tani 2020. Masyarakat yang datang menyatakan menolak rencana pemindahan tersebut dan meminta lokasi penyelenggaraan tetap di Kota Padang.

Menjadi tuan rumah penyelenggaraan, Kota Padang sudah mempersiapkan diri. Rumah – rumah penduduk sudah dipersiapkan untuk dijadikan tempat penginapan peserta dari seluruh tanah air. Hal inilah yang menjadi pertanyaan masyarakat sehingga mendatangi gedung DPRD Sumbar untuk mendapatkan kepastian. (Sri)



PADANG,Lintas Media.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar H.Afrizal,SH,MH menerima Reward yang diantar langsung Komisi Informasi (KI) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Provinsi Sumatera Barat, Kamis (19/12) di ruangan khusus II DPRD Sumbar.

Reward yang diterima Afrizal dari Komisi Informasi adalah Achievement Motivation Person, penghargaan tersebut diberikan pada 15 tokoh yang dinilai memiliki perhatian untuk perkembangan KI 2019, Tokoh Peduli Penyiaran 2019 dari KPI

Piagam penghargaan terrsebut diantar langsung oleh KI dan KPI pada Afrizal, karena pada saat hari penganugrahan tersebut Afrizal  tidak berkesempatan hadir, karena berhalangan.

Ketua KIP, Adrian Tuswandi, SH, mengatakan, penghargaan untuk 15 orang motivator keterbukaan tersebut tetap akan diantar langsung pada penerima, karena saat acara penganugrahan tidak bisa hadir karena sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan pada saat itu, atau sedang berhalangan sakit.

“Karena penghargaan ini wajib sampai kepada penerima, maka kami mengantar langsung,adapun alasan mengapa diantar, karena beliau pada saat hari penganugrahan tidak bisa hadir karena tugas yangendesak saat itu,” ungkap Adriam yang kerap dipanggil Toaix.

Ditambahkannya, selain Afrizal pada saat acara puncak KI lalu, sekretariat DPRD dan H.M. Nurnas juga mendapatkan reward.

“Selain untuk bang Afrizal, pada acara puncak KI kemarin, kami sudah berikan penghargaan yang sama buat bang Nurnas, serta piagam keterbukaan untuk sekretarian DPRD,” tambah Adrian.

Hal senasa juga disampaikan Apri Endi, dimana Afrizal memiliki kapasitas personal yang layak menerima award.

Secara objektif ke-2 lembaga tersebut sepakat menilai kalau Afrizal adalah sosok yang layak untuk menerima penghargaan.

Sementara.H.Afrizal, SH,MH, mengatakan, sangat berterimakasih dengan kepercayaan dan penghargaan yang sudah diberikan padanya.

“Semoga akan menjadikan motivasi lebih pada tahun-tahun mendatang, sehingga kedua lembaga ini menjadi lebih kuat,” ulas Afrizal.

Ditambahkannya, pada awalnya dia tidak berkeinginan untuk mendapatkan reward, namun murni niatnya untuk memperkuat lembaga yang terbentuk dan ditetapkan melalui peraturan daerah (perda).

“KI dan KPI merupakan lembaga negara yang ada didaerah, sehingga sangat perlu diperhatikan, karena tidak mungkin mendapat peran yang lebih baik kalau tidak dibantu oleh DPRD,” tambahnya.

Afrizal juga meminta kedua lembaga tersebut untuk mengkaji ulang penghargaan yang diberikan pada nya, namun menurut penilaian tetap Afrizal layak mendapatkannya.

Diharapkan Afrizal,agar KI dan KPI lebih pro-aktif, sehingga apapun event yang ada di Sumatera Barat dapat tesiarkan dengan baik.

“Saya berharap agar kedepan KIP dan KPID lebih eksis, untuk kepentingan masyarakat lebih luas,” tandasnya. (Sri)


Padang.Lintas Media News.
Anggota DPR RI, sekaligus ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade menegaskan. Partai Gerindra menjagokan Nasrul Abit pada konsestasi Pilkada 2020 mendatang.

Menurut Andre, Nasrul Abit yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat, merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki partai Gerindra. Maka dari itu, prioritas utama calon Gubernur Sumatera Barat jatuh kepada Nasrul Abit.

“Memang SK DPP terhadap pak Nasrul Abit belum ada. Tapi, pembicaraan saya selaku ketua DPD Gerindra Sumatera Barat dengan pimpinan kami di DPP, bahwa calon yang menjadi prioritas partai gerindra itu, adalah pak Nasrul Abit,” kata Andre Rosiade di Padang, di sela - sela kunjungan kerja Komisi VI, Rabu 18 Desember 2019

Meski demikian kata Andre, tentu ada mekanisme yang akan dilewati. Salah satunya yakni, survei yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Februari mendatang. Survei itu, bukan hanya untuk calon Pilgub Sumatera Barat, namun juga diperuntukkan untuk seluruh Pilkada Kota dan Kabupaten.

Seperti diketahui Gerindra DPD Sumatera Barat dan Kabupaten Kota juga telah membuka pendaftaran untuk calon kepala dan wakil kepala daerah

“Ya, kita memang sudah buka pendaftaran, tapi boleh dong kami punya prioritas calon. Dan prioritas kami adalah pak Nasrul Abit. Beliau, salah satu kader terbaik kami, pernah menjadi ketua DPD Gerindra Sumbar dan, tentu kami lebih memprioritaskan kader kami untuk menjadi Gubernur,” ujar Andre.

Andre Rosiade memastikan, jika Partai Gerindra akan tetap terbuka untuk calon atau kandidat lain diluar partai. Bahkan, membuka segala opsi.

“Kami tetap terbuka, kan keputusannya belum ada diambil oleh pimpinan. Kan bisa saja yang mendaftar  menjadi wakil. Kita memang membutuhkan calon Wagub yang bisa membantu mengunci kemenangan pak Nasrul Abit nantinya kalau memang diputuskan oleh DPP Gerindra,” kata Andre.

Andre mengaku, jika dirinya saat ini diberikan amanah oleh DPP Gerindra untuk mengamankan dan memenangkan kandidat yang diusung oleh DPP Gerindra pada konsestasi Pilkada 2020 untuk Sumatera Barat. Bahkan, siap menghadapi siapapun kandidat yang bertarung di Pilkada Sumbar.

Terkait siapa yang akan mendampingi Nasrul Abit, Andre menyerahkan hal tersebut  kepada Nasrul Abit.

“Yang penting pak Nasrul Abit nyaman kerjasama dengan yang bersangkutan.  Jangan sampai sudah menang, dilantik malah berantem. Yang kedua, tentu yang penting membantu mengunci kemenangan Pak Nasrul Abit di pilkada 2020. Jadi terserah pa NA saja, nanti kita survi  dan pak NA sudah punya daftar nama-namanya dan sudah disampaikab ke kami. Akan kami survei. Nanti, akan kita lihat. Kita siap berkompetisi,” tutup Andre Rosiade. (rel)


Padang.Lintas Media News.
Wakil Gubernur Nasrul Abit atas nama Pemerintah provinsi Sumatera Barat menyerahkan bonus bagi pemenang MTQ Nasional ke 27 tahun 2018 di Medan.  Sumbar memperoleh dua medali, satu emas dari cabang Musabaqah Maqalah Quran (MMQ) atas nama Astuti Mairinda. Dan medali perak di peroleh dari cabang Tilawah Dewasa Putri atas nama Annsi’ul Malikha.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan, penyerahan bonus ini bagian dari motivasi dan perhatian pemprov Sumbar terhadap kemajuan prestasi qori dan qoriah Sumbar di ajang event nasional Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ)  Nasional.

" Pemberian bonus ini bagian dari keseriusan Pemprov Sumbar bagaimana memacu prestasi para qori dan qoriah dalam kafilah MTQ Sumbar dapat berpreatsi lebih baik lagi kedepannya", ujarnya di Aula Kantor Gubernur Sumbar,  Rabu (18/12/2019).

Nasrul Abit juga katakan, tahun 2020 penyelenggaraan MTQ Nasional ke 28 dilaksanakan di Sumatera Barat, kita berharap dapat menjadi tuan rumah yang sukses,  sukses prestasi,  sukses penyelenggaraan dan sukses pelayanan.

"Saat ini tim kafilah Sumatera Barat sedang melakukan berbagai persiapan dan pembinaan para qori dan qoriah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kita mengajak para qori dan qoriah Sumbar tekun berlatih untuk mampu berikan prestasi yang terbaik bagi masyarakat", himbaunya.

Nasrul Abit juga harapkan, pembinaan dan pelatihan yang dilakukan agar lebih baik lagi. Para pelatih serta qori dan qoriah membangun kekompakan, keharmonisan untuk mampu melatih kemampuan potensi terbaik para qori/qoriah Sumbar.

" Mari kita berlatih dengan kerja keras dan bangun keyakinan bahwa kita bisa lahirkan karya-karya potensi diri dalam MTQ Nasional ke 28 tahun 2020. Disiplin diri,  ketekunan dan keyakinan akan mampu berprestasi merupakan modal dasar setiap kita untuk nama baik daerah di pentas nasional", serunya.

Adapun bonus yang diberikan pemprov Sumbar, 150 juta untuk juara I dan 100  Juta untuk juara II. Hadir dalam penyerahan bonus tersebut Kakanwil Kemenag Sumbar, Ketua harian LPTQ Sumbar,  Kabiro Bina Mental dan Kesra serta beberapa kafilah MTQ Sumbar.(rel)


Padang.Lintas Media News.
Tugas pertama pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Barat yang harus mulai bergerak adalah melakukan pendataan, verivikasi serta menyelesaikan permasalahan tanah wakaf yang belum memiliki surat-surat apalagi sertifikat, seperti tanah untuk Masjid/Musholla ataupun tanah untuk sekolah dan fasilitas umum lainnya. Ini perlu segera dilakukan dalam rangka memperjelas keberadaan dan kedudukan hukum tanah wakaf tersebut sebagai modal dan aset Perwakilan BWI.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada  acara Pengukuha  Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Sumatera Barat, masa Jabatan 2019 - 2022, Aula Kantor Gubernur, Rabu (18/12/2019)

Lebih lanjut wagub Sumbar katakan,  kedua, pengurus juga mempunyai peran penting untuk mensosialisasikan Informasi-informasi terkait wakaf.
Jika perlu harus turun ke tengah masyarakat untuk memberikan informasi mengenai wakaf. Masyarakat harus mengerti perkembangan wakaf, seperti wakaf benda bergerak, wakaf benda tidak bergerak maupun wakaf uang.

Nasrul Abit juga serukan, dalam upaya memajukan wakaf ini, ada 3 hal penting yang perlu dilakukan pengurus, antara lain,

"Pertama, memetakan potensi wakaf dan menyelamatkannya, dimana tanah-tanah wakaf yang bisa produktif. Kedua, mengelola wakaf yang sudah ada dan mencari terobosan  baru tidak hanya dalam bentuk tanah tetapi juga uang. Ketiga, mengembangkannya, mengenterpreniur dari pengelola, karena prinsip wakaf adalah mengembangkan harta wakaf. Jika perlu dapat dibisniskan supaya merubah nilai wakaf tersebut menjadi lebih banyak lagi", ujarnya.

Wagub Sumbar juga sampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat dengan  telah terpilihnya kepengurusan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Barat Masa Jabatan 2019 - 2022. Semoga kepengurusan ini mampu menjalankan amanah dan tanggung jawab untuk memajukan organisasi secara lebih optimal di masa depan.

"Mari kita sinergikan  momentum Pengukuhan  Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Barat Masa Jabatan 2019 - 2022 dengan semangat membangun masyarakat yang madani dan semangat gemar berwakaf. Semoga Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Barat Masa Jabatan 2019 - 2022, akan mampu menjadi lokomotif dalam rangka  peningkatan kualitas kehidupan beragama di tengah-tengah masyarakat Sumatera Barat", harapnya

Nasrul Abit katakan,  Lembaga BWI dibentuk berdasarkan UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, bersifat independen dalam mengurus, mengelola serta melakukan pembinaan terhadap semua hal yang menyangkut perwakafan. Oleh amanat Undang-undang tersebut, sehingga Kementerian Agama yang mempunyai tugas dan fungsinya di bidang tersebut melakukan pembentukan BWI mulai dari tingkat Pusat sampai ke daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Kita mengharapkan dengan adanya BWI ini, aset wakaf yang merupakan potensi besar umat Islam dapat dikembangkan secara produktif di daerah ini, karena salah satu tugas BWI adalah melakukan pembinaan terhadap nazhir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf.Disamping itu, masih banyak juga persoalan seputar kehidupan umat beragama yang perlu menjadi perhatian kita bersama.

"Diantaranya masih juga kita temukan masyarakat yang belum pandai baca tulis alquran,  besarnya angka pengangguran, serta belum optimalnya pemanfaatan sarana dan prasarana ibadah oleh umat beragama di daerah ini, belum lagi sudah menggejalanya narkoba, pelaku pornografi, LGBT dan perbuatan maksiat lainnya merupakan contoh dari banyak persoalan yang perlu dipecahkan bersama-sama antara Pemerintah Daerah dan seluruh organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah ini", ungkap Nasrul Abit

Nasrul tegaskan sinergitas yang lebih optimal dari seluruh organisasi keagamaan yang ada di daerah ini, untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah, dalam membina dan meningkatkan kualitas  kehidupan beragama dan sosial budaya di Sumatera Barat. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat akan senantiasa menempatkan seluruh organisasi kegamaan yang ada di Sumatera Barat, Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Barat sebagai mitra strategis  dalam pembinaan kehidupan beragama dan bermasyarakat.

"Mari kita mulai tugas mulia ini, dengan niat pengabdian yang setulus-tulusnya, serta hanya mengharapkan ridha Allah Subhanahu Wataalla semata", pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Badan PelaksanaWakaf Indonesia,  Prof.Dr.H. Muhammad  Nuh, DEA, Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat, Ketua Terpilih Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Barat.(rel)


Padang.Lintas Media News.
Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar),menggelar upacara pelepasan Irjen Pol Fakhrizal dan penyambutan Irjen Pol Toni Harmanto sebagai Kapolda Sumbar di halaman Mapolda Sumatera Barat. Rabu siang (18/12).

Irjen Pol Fakhrizal secara resmi meninggalkan Polda Sumbar.
Prosesi Pedang Pora menjadi pelepas Jenderal bintang dua itu melangkah keluar dari gerbang Mapolda Sumbar.

 Irjen Fakhrizal beserta istrinya Ny. Ade Fakhrizal menyalami seluruh personel di jajaran Polda Sumbar, mulai dari pejabat utama hingga para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sampai di gerbang, ia disambut ratusan warga yang telah menanti.

Irjen Fakhrizal kemudian digendong oleh para kapolres jajaran Polda Sumbar. Begitupun dengan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto. Lambaian tangan kedua sang jenderal ini menyapa para warga yang tak hanya berasal dari Kota Padang, namun juga beberapa daerah lainnya.

“Selamat jalan Pak Fakhrizal, kami tunggu Bapak kembali di Ranah Minang,” sorak beberapa warga, sembari melambaikan tangan dan mengabdikan momen ini dengan kamera ponsel mereka.

Irjen Fakhrizal menurut salah satu warga, dekat dengan banyak kalangan, baik ulama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Sumbar.

Sebelum menyelesaikan jabatan kapolda, Irjen Fakhrizal juga menuntaskan kewajiban Polri kepada tiga keluarga korban kekerasan oknum polisi di masa lalu, yang terjadi sebelum ia menjabat.

Salah seorang warga, Rosi Amril, mengaku sengaja datang dalam acara perpisahan Irjen Fakhrizal. Perempuan 45 tahun itu datang bersama rombongan ibu-ibu lainnya, dari Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Ia berharap, apa yang telah ditinggalkan Irjen Fakhrizal selama menjabat dapat diteruskan oleh Kapolda Sumbar yang baru.

Pada sambutan perpisahannya, Irjen Fakhrizal mengakui, selama tiga tahun menjabat di Sumbar menjadi masa-masa kenangan terindah dan tak terlupakan. Walaupun, katanya, belum begitu banyak memberikan karya yang dipersembahkan kepada masyarakat.

“Dengan segala kerendahan hati, saya sangat menyadari bahwa belum banyak karya yang saya persembahkan kepada masyarakat di Ranah Minang. Akan tetapi saya menyakinkan di bawah Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto dapat lebih meningkatkan kinerja Polda Sumbar,” katanya.

Irjen Fakhrizal juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja sama selama tiga tahun belakangan. Ia pun meminta maaf apabila ada kesalahan selama menjadi pimpinan.

“Mohon maaf apabila selama saya menjabat ada tutur kata dan perilaku yang kurang berkenan. Tentunya saya sebagai manusia biasa tak luput akan dari kesalahan,” tuturnya. (ST)


PADANG.Lintas Media News.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Barat Suharman mengakui, hampir seluruh rumah tahanan negara (rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sumbar over kapasitas,lebih dari 60 persen penghuninya merupakan tahanan kasus narkoba.

Hal itu diungkapkan Suharman saat menerima kunjungan Ketua Panitia Perancang Undang - Undang (PPUU) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alirman Sori di kantornya, Rabu (18/12/2019).

"Hampir seluruh Rutan dan Lapas yang ada saat ini sudah mengalami over kapasitas dan sebagian besar warga binaan penghuninya merupakan tahanan kasus narkoba, lebih dari 60 persen," ungkapnya.

Menurut Suharman, meskipun Rutan dan Lapas merupakan bagian akhir dari proses hukum, namun tentunya ada konsekwensi yang harus dialami terkait kondisi itu. Seperti penempatan petugas serta peningkatan biaya yang harus dikeluarkan. Termasuk juga fasilitas sarana prasarana Rutan dan Lapas.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua PPUU DPD RI Alirman Sori menegaskan akan menjadikan hal itu sebagai catatan penting. Jumlah warga binaan kasus narkoba yang di atas 60 persen merupakan suatu kondisi yang harus menjadi perhatian bersama.

"Warga binaan dari kasus narkoba di atas 60 persen, ini suatu hal yang sangat mengkhawatirkan dan harus menjadi perhatian semua pihak," tegasnya.

Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat ini juga mengungkapkan kerisauan terkait kondisi Rutan dan Lapas yang sudah over kapasitas. Kondisi tersebut juga harus menjadi perhatian. Sebagai anggota DPD yang mewakili Sumatera Barat, kondisi itu akan disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Ini akan menjadi catatan penting untuk disampaikan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkum HAM," kata Alirman Sori. (rel)


PADANG.Lintas Media News.
Ketua Panitia Perancang Undang - Undang (PPUU) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alirman Sori mengapresiasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Barat. Pengawalan terhadap penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di daerah telah dilakukan dengan baik sesuai harapan dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Alirman Sori, usai kunjungan ke Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Barat, Rabu (18/12/2019). Anggota DPD RI asal daerah Sumatera Barat itu mengunjungi Kanwil Kemenkum HAM dalam rangka mengisi masa reses di daerah pemilihannya.

"Kami mengapresiasi Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Barat yang ternyata lebih cepat melaksanakan apa yang menjadi harapan dari pemerintah pusat," kata Alirman Sori.

Dia melanjutkan, salah satu buktinya, Kanwil Kemenkum HAM Sumbar telah berkontribusi luar biasa dalam pembuatan Peraturan Daerah (Perda). Tenaga Perancang Perundang - undangan serta penyuluh yang dimiliki secara aktif melakukan roadshow ke seluruh daerah.

"Ketika Perda daerah sudah tuntas, penyuluh yang ada juga aktif mensosialisasikannya. Ini merupakan langkah maju yang perlu diapresiasi dan didorong untuk terus ditingkatkan," katanya.

Alirman Sori menambahkan, kunjungan tersebut sebagai implementasi dari beberapa Undang - Undang. Antara lain UU MD3 khususnya pasal 249 ayat (1) huruf J. Kemudian pasal 95 UU nomor 15 tahun 2011.

Ayat (1) huruf J pasal 249 UU MD3 berbunyi: DPD mempunyai wewenang dan tugas melakukan pemantauan dan evaluasi atas rancangan peraturan daerah (raperda) dan peraturan daerah (perda).

"Termasuk juga implementasi UU 15 tahun 2011 pasal 95 terkait kewenangan DPR DPD dan pemerintah pemantauan dan peninjauan terhadap pemberlakuan UU," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Alirman Sori juga menyerap aspirasi dari Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Barat terhadap beberapa kendala yang masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas. Misalnya dalam pelaksanaan tugas, tenaga perancang perundang - undangan sudah memiliki transportasi sementara tenaga penyuluh belum ada. Selain itu juga sarana prasarana kantor yang masih harus dilengkapi serta mengenai kondisi rumah tahanan (rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Kendala ini menjadi catatan sebagai wujud tanggung jawab anggota DPD dalam menyuarakan aspirasi daerah pemilihan. Dalam hal ini, kita akan menyampaikan persoalan tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM agar dapat aspirasi yag disampaikan oleh kantor wilayah dapat dipenuhi," katanya.

Kepala Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, Suharman, menyambut kedatangan anggota DPD RI menyampaikan harapan, agar program penguatan kapasitas untuk tenaga Perancang Undang - Undang dan Penyuluh hukum dapat ditingkatkan. Selain itu, juga berharap revitalisasi sarana prasarana unit teknis seperti Rumah Tahanan serta Lembaga Pemasyarakan.

"Tenaga perancang perundang - undangan serta penyuluh terus memaksimalkan kinerja pendampingan dan penyuluhan. Namun ke depan, kami berharap program penguatan kapasitas dapat lebih ditingkatkan," harapnya.

Dia menyebut, tenaga perancang perundang-undangan memiliki peran sangat strategis. Demikian juga dengan tenaga penyuluh hukum. Untuk Perda, Kemenkum HAM sangat menekankan naskah akademik. Sehingga Perda yang dilahirkan tidak berbenturan dengan aturan yang lebih tinggi.

"Naskah akademik ini sangat menentukan dalam merancang sebuah peraturan daerah. Ini sangat kami tekankan agar Peraturan di daerah tidak berbenturan dengan UU.(rel)


Oleh : Heldi Sabri
Mahasiswa Administrasi Keuangan dan Perbankan
Universitas Indonesia

Suatu organisasi dalam sebuah perusahaan akan berhasil atau bahkan akan gagal sebagian besar ditentukan oleh peran seorang pimpinan atau atasan. Fungsi atasan dalam suatu perusahaan sangat menentukan dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Berbagai cara dilakukan seorang pimpinan untuk mempengaruhi karyawannya agar dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan melalui program kerja. Tidak kalah pentingnya pemberian reward dan punishment diantaranya dengan memberikan pujian, memberikan penghargaan, memberikan motivasi, dan dengan memberikan tekanan terhadap karyawan.

Kepemimpinan merupakan hasil dari adanya organisasi sosial yang telah terbentuk atau sebagai hasil dinamika dari interaksi sosial. Sejak dulu kala terbentuknya suatu kelompok sosial, seseorang atau beberapa orang di antara warga-warganya melakukan peranan yang lebih aktif daripada rekan-rekannya, sehingga orang tadi atau beberapa orang tampak lebih menonjol daripada yang lainnya. Itulah asal mula timbulnya kepemimpinan, yang kebanyakan timbul dan berkembang dalam struktur sosial yang kurang stabil. Munculnya seorang pemimpin sangat diperlukkan dalam keadaan – keadaan di mana tujuan kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman- ancaman dari dalam maupun dari luar sebuah organisasi.

Munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses yang dinamis yang sesuai dengan kebutuhan – kebutuhan kelompok tersebut. Apabila dalam saat tersebut muncul seorang pemimpin, maka kemungkinan besar kelompok tersebut akan mengalami suatu disintegrasi. Tidak munculnya pemimpin tadi adalah mungkin karena seorang individu yang diharapkan menjadi pimpinan, ternyata tidak berhasil membuka jalan bagi kelompoknya untuk mencapai tujuan atau bahkan kebutuhan warganya tidak terpenuhi.

Menjadi seorang pemimpin bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, seorang pemimpin memiliki beban dan tanggung jawab yang cukup strategis dan harus accountable guna menciptakan lingkungan kerja yang efektif, hingga tujuan atau target pekerjaan yang harus terpenuhi. Dengan munculnya seorang pemimpin, maka setiap pemimpin akan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Dalam hal ini, untuk selalu menimbulkan gairah kerja dari seluruh patner kerja sebaiknya seorang atasan setidaknya memiliki gaya kepemimpinan Transformasional dan kepemimpinan Trasaksional sehingga dapat menjalankan sebuah roda Management dengan baik.

GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL
Menurut Burns (dalam Yukl 2010:290) “Kepemimpinan transformasional menyerukan nilai-nilai moral daripada pengikut dalam upayanya untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah etis dan untuk memobilisasi energi dan sumber daya mereka untuk mereformasi institusi”. Yukl (2009, p.315) menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional sering didefinisikan melalui dampaknya terhadap bagaimana pemimpin memperkuat sikap saling kerjasama dan mempercayai, kemajuan diri secara kolektif, dan pembelajaran tim.

Dengan gaya kepemimpinan transformasional tersebut para pengikut merasakan kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan penghormatan terhadap pemimpin, dan para pengikut termotivasi untuk melakukan lebih daripada yang awalnya diharapkan. Kepemimpinan transformasional lebih meningkatkan motivasi dan kinerja pengikut.

Menurut Bass (1990) faktor-faktor kepemimpinan transformasional adalah sebagai berikut:
a. Karisma
Karisma ditandai dengan kekuatan visi dan penghayatan akan misi, menimbulkan hormat, meningkatkan optimisme, menekankan pentingnya tujuan, dan pemimpin akan membuat bawahan memiliki kepercayaan diri.
b. Inspirasional
Inspirasional mencakup kapasitas seorang pemimpin untuk menjadi panutan bagi bawahannya. Pemimpin menyampaikan tujuan yang jelas dan menjadi contoh yang baik bagi bawahannya.
c. Perhatian Individual
Perhatian dapat berupa bimbingan dan mentoring kepada bawahan. Pemimpin memberikan perhatian personal terhadap bawahannya dan memberi perhatian khusus agar bawahan dapat mengembangkan kemampuan.
d. Stimulus Intelektual
Stimulus intelektual yakni kemampuan pemimpin untuk menghilangkan keengganan bawahan untuk mencetuskan ide-ide, mendorong bawahan lebih kreatif dan menstimulus pemikiran dari bawahan dalam memecahkan permasalahan.

Dengan gaya kepemimpinan transformasional para anggota dapat meneladani sifat pimpinan yang menpunyai komitmen yang tinggi  dan berkonsekuen etika dari keputusan yang diambil. Pimpinan. masih bisa dipercaya oleh para pegawainya untuk mendorong pegawai lebih kreatif untuk mengeluarkan ide-ide dalam menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga pimpinan dapat menginstimulasi pemikiran atau ide dari bawahannya.

GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL
Definisi kepemimpinan transaksional tidak terlepas dari pendapat Burn (1978) kepemimpinan yang melakukan transaksi memotivasi para pengikut dengan menyerukan kepentingan pribadi mereka (Yukl 2010:290). Menurut Yukl (2010:291) kepemimpinan transaksional dapat melibatkan nilai-nilai, tetapi nilai tersebut relevan dengan proses pertukaran seperti kejujuran, tanggung jawab, dan timbal balik. Robbins (2010:159) menjelaskan bahwa kepemimpinan transaksional yaitu pemimpin yang memimpin dengan menggunakan pertukaran sosial (atau transaksi). Pemimpin transaksional mengarahkan atau memotivasi bawahannya untuk bekerja mencapai tujuan dengan memberikan penghargaan atau produktivitas mereka.
Bass (1985) juga mengemukakan bahwa karakteristik kepemimpinan transaksional terdiri dari dua aspek, yaitu:
1. Imbalan Kontingen
Pemimpin memberitahu bawahan tentang apa yang harus dilakukan bawahan jika ingin mendapatkan imbalan tertentu dan menjamin bawahan akan memperoleh apa yang diinginkannya sebagai pengganti usaha yang dilakukan.
2. Manajemen Eksepsi
Pemimpin berusaha mempertahankan prestasi dan cara kerja dari bawahannya, apabila ada kesalahan pemimpin langsung bertindak untuk memperbaikinya. Manajemen eksepsi dibagi menjadi dua yakni aktif dan pasif. Disebut aktif jika pemimpin secara aktif mencari apa ada kesalahan, dan jika ditemukan akan mengambil tindakan seperlunya. Disebut pasif jika pemimpin hanya bertindak jika ada laporan kesalahan, sehingga tanpa ada informasi maka pemimpin tidak mengambil tindakan apa-apa.

Dengan Gaya Kepemimpinan Transaksional lain seperti imbalan kontingen yang nilainya paling kecil dari indikator lainnya dalam variabel gaya kepemimpinan transaksional, juga mempengaruhi kinerja pegawai. Imbalan kontingen merupakan reward atau hadiah yang bersyarat, yang dimaksud bersyarat disini adalah pegawai yang dapat menyelesaikan pekerjaan diluar kemampuannya dan dapat mencapai target yang diinginkan perusahaan akan mendapatkan reward lebih sesuai dengan kinerjanya.




Padang.Lintas Media News.
Danau Maninjau merupakan satu kawasan yang cukup indah dengan segala potensi besar yang dimiliki. Selain keindahan alam, kulinner khas Maninjau (rinuak), juga potensi budaya dalam keagamaan maupun budaya tradisi lainnya. Juga literasi kisah sejarah tokoh nasional, Hamka, Rasuna Said dan lain-lain.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria disela-sela mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada Sumbar di Pangeran Beach Hotel, Kamis (12/12/2019).

Diakui Trinda, kabupaten Agam itu memiliki potensi yang beragam, ada potensi pariwisata alam,  budaya dan kuliner, pertanian, perkebunan, peternakan, usaha kecil menengah yang tumbuh subur.

"Ada tradisi budaya yang masih hidup ditengah masyarakat Agam sebagai bahagian kebiasaan mereka sehari-hari, misalnya perhelatan, naik gala penghulu, tata hubungan anak berminantu, budaya bersilat dan aktifitas lainnya", ungkapnya

Trianda juga mengatakan, dari potensi yang beragam andaikan kita kerucut untuk ambil simpul fokus karakter kabupaten Agam tentu potensi Danau Maninjau dapat menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Agam.

"Namun persoalan kegiatan karamba masyarakat yang telah over kapasitas tentu menjadi potensi Maninjau yang besar ini menjadi perhatian banyak pihak. Dari hasil analisis lingkungan hidup, dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungan Danau Maninjau itu usaha karamba itu hanya idealnya hanya 6.000 karamba", katanya.

Wabup Agam ini menyatakan,  saat ini berdasarkan hasil surver satelit jumlah karamba itu ada 23.000 karamba tahun 2016. Dan saat setelah dilakukan sosialisasi menjaga lingkungan diperkirakan tinggal 17.000 karamba. Walau saat ini tidak semua karamba yang beraktifitas malah ada yang beraktifitas tapi jumlah produk telah dikurangi separoh.

" Saat ini masih sulit mengurangi jumlah karamba menjadi 6.000 masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada karamba, langsung maupun tidak langsung. Pengurangan jumlah karamba akan dibarengkan dengan pergeseran sumber kehidupan stake holder keramba", ujarnya

Trinda juga katakan, selain itu untuk mengurangi jumlah aktifitas usaha karamba sulit, karena ada sistem usaha karamba berkaitan dengan pengadaan pakan ikan seperti lingkaran setan, dimana masyarakat terikat dari pola tersebut.

"Meskipun ada kerugian mesti ditutupi dengan usaha berikutnya, begitu terus dan tentu aktifitas kegiatan ini lebih menguntungkan pihak penyedia pakan dari pada masyarakat usaha karamba itu sendiri", terangnya.

Trianda Farhan Satria menyampaikan, jika saja kondisi danau Maninjau dapat kita normalkan dalam sesuai harmonisnya alam dan lingkungan, usaha masyarakat lainnya dapat kita maksimalkan diseluruh kabupaten Agam sebagai lokasi promosi keindahan, kemajuan dan pasar produk masyarakat.

" Potensi Danau Maninjau akan menjadi simbol pariwisata Agam tumbuh pesat, jika masyarakat ikut serta berperan secara sadar menjaga nama baik daerah,  sehingga orang tertarik datang berkunjung karena ada aktifitas masyarakat yang harmonis,  damai,  nyaman dan bersahabat", pungkasnya.(rel)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.