Articles by "Semen Padang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok
Showing posts with label Semen Padang. Show all posts

PADANG, Lintas Media News
Memperingati HUT ke-65 Pengambilalihan Pabrik dari Belanda, PT Semen Padang menggelar Kejuaraan Pencak Silat Semen Padang Open yang akan digelar pada 27-30 Juli 2023.

Bertempat di GOR PT Semen Padang, kejuaraan pencak silat itu akan diikuti oleh 500 pesilat dari Sumbar, Riau dan Jambi. Total hadiah pada kejuaraan ini berjumlah Rp86 juta. 

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, kejuaraan pencak silat ini digelar, karena pencak silat adalah budaya bangsa Indonesia yang tentunya terus dilestarikan dan dikembangkan.

Di PT Semen Padang, pencak silat adalah salah satu olahraga yang dibina melalui Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG). Ada tiga perguruan silat yang dibina melalui FKKSPG, yaitu Perisai Diri, Sakato dan Merpati Putih. 

"Untuk itu melalui Semen Padang Open ini, kami berharap akan lahir banyak bibit-bibit atlet yang nantinya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," kata Anita, Rabu (12/7/2023).  

Ketua Panitia Kejuaraan Pencak Silat Semen Padang Open Dedi M Sidiq menambahkan, kejuaraan silat ini nantinya akan dibuka oleh Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa. 

Kejuaraan silat kategori tanding ini diikuti oleh tiga kelompok usia, yaitu Usia Dini (10-12 tahun), Pra-Remaja (12-14 tahun) dan Remaja (14-17 tahun). Kemudian, juga ada Peragaan Busana Pencak Silat dan Senjata.

"Peragaan ini terbuka untuk umum. Artinya, tidak hanya perguruan silat yang bisa ikut, masyarakat juga bisa berpartisipasi pada Peragaan Busana Pencak Silat dan Senjata ini," kata Dedi M Sidiq.

Saat ini, katanya melanjutkan, panitia sudah menyebar undangan keberbagai perguruan silat di Sumbar, Riau dan Jambi. Bahkan, sudah banyak perguruan pencak silat yang telah mendaftar ke panitia Semen Padang Open. 

Peserta kejuaraan ini kuotanya terbatas dengan target 500 peserta. Bagi perguruan silat yang ingin berpartisipasi pada kejuaraan ini, silahkan segera mendaftar. "Pendaftaran bisa offline maupun online melalui email semenpadangpencaksilat@gmail.com," ujarnya.

Untuk memeriahkan kejuaraan pencak silat ini, tambah Dedi M Sidiq, panitia juga akan membagikan doorprize dengan berbagai hadiah menarik. "Doorprize tersebut diundi setiap hari selama 4 hari kejuaraan pencak silat berlangsung," pungkas Dedi M Sidiq.(*)


PADANG ,Lintas media News
Masyarakat Nagari Lubuk Kilangan Kota Padang menggelar kegiatan Alek Nagari yang dilangsungkan di Pabrik Indarung I PT Semen Padang, Sumatera Barat, Rabu (5/7/2023). Alek Nagari ini digelar menyusul telah ditetapkannya Pabrik Indarung I PT Semen Padang sebagai Cagar Budaya Nasional pada Februari 2023.

Didukung oleh PT Semen Padang, kegiatan Alek Nagari itu diawali dengan penyembelihan 1 ekor kerbau di bekas pabrik yang didirikan Belanda pada 18 Maret 1910 tersebut. Daging kerbau yang disembilih kemudian diolah menjadi masakan randang untuk dimakan pada saat ritual adat Minangkabau berupa makan bajamba yang dihadiri tokoh adat Nagari Lubuk Kilangan dan sejumlah tamu undangan. 

"Pabrik Indarung I telah menjadi Cagar Budaya Nasional. Dan, kegiatan Alek Nagari ini sengaja digelar sebagai bentuk rasa syukur kami masyarakat atau anak nagari di sekitar Indarung I," kata Ketua Indarung Heritage Society (IHS), Aidil Usman kepada wartawan disela-sela kegiatan Alek Nagari. 
Lebih lanjut Aidil Usman menyampaikan bahwa selain menyembelih 1 ekor kerbau dan makan bajamba, kegiatan lain yang digelar pada Alek Nagari ini adalah penampilan kesenian Minangkabau seperti Tari Piriang, Tari Pasambahan, Rabab dan Randai, termasuk menggelar kegiatan memasak lamang. "Nah, untuk randang ini kita menyembelih kerbau, karena kerbau menjadi simbol dari Semen Padang," ujarnya. 

Selain menggelar bebagai ritual adat, pada Alek Nagari itu juga dilakukan penandatangan Pakta Integritas oleh perwakilan dari Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan pada Direktorat Kebudayaan,  Sri Budi Rahayu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaifullah, Direktur Operasional PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, serta Ketua KAN Lubuk Kilangan, Basri Dt Rajo Usali.

Pada acara tersebut, juga hadir Kepala Badan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau, Undri, serta perwakilan dari Polda Sumbar, perwakilan Korem 032/Wirabraja, Kodim 0312/Padang, unsur Muspika Kecamatan Lubuk Kilangan, Lurah Indarung, Hamdi Yudistira, Bundo Kanduang, dan tokoh pemuda di Lubuk Kilangan. 

Sementara itu, Direktur Operasional PT Semen Padang, Indrieffouny Indra yang turut hadir pada acara Alek Nagari tersebut menyampaikan butuh proses yang cukup panjang untuk menjadikan Pabrik Indarung I menjadi warisan dunia UNESCO. Tapi dengan digelarnya Alek Nagari ini, turut memberikan dukungan Indarung I sebagai warisan dunia.

"Dalam penetapan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional, berbagai proses telah kami lakukan dan itu diawali dari Cagar Budaya Tingkat Kota dan Tingkat Provinsi. Nah, sekarang ini untuk dijadikan sebagai warisan dunia dari UNESCO, tentunya didasari keinginan bersama, baik itu perusahaan, masyarakat, dan pemerintah," katanya. 

Jika telah ditetapkan menjadi Warisan Dunia, sebut Indrieffouny, maka akan ada banyak manfaat bagi Pabrik Indarung I. Salah satunya, keberadaan Pabrik Indarung I bisa diketahui secara internasional, sehingga berdampak kepada banyaknya kunjungan dari manca negara untuk melihat bekas bangunan Pabrik Indarung I. 

"Jika ini terwujud, maka secara tidak langsung dengan banyaknya kunjungan tersebut juga berdampak kepada perekonomian masyarakat. Maka dari itulah, kami di Semen Padang mendukung kegiatan Alek Nagari ini. Apalagi, Alek Nagari ini turut serta melestarikan budaya Minangkabau. Jadi, mari kita gaungkan keberadaan Indarung I ini," ujarnya.

Ketua KAN Lubuk Kilangan, Basri Dt Rajo Usali mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mensupport kegiatan Alek Nagari ini. Karena, kegiatan ini digelar sebagai wujud rasa syukur ditetapkannya Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional yang tentunya menjadi sebuah kebangaan bagi masyarakat Nagari Lubuk Kilangan. 

"Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Semen Padang yang telah mensupport Alek Nagari ini. Semoga, keinginan kita bersama untuk mewujudkan Pabrik Indarung I menjadi Warisan Dunia dari UNESCO dapat terwujud, dan Semen Padang sebagai perusahaan kebanggaan kami di Lubuk Kilangan juga semakin survive di tengah ketatnya persaingan industri semen saat ini," katanya.(*)


PADANG,Lintas Media News
PT Semen Padang meraih sejumlah penghargaan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2023 yang digelar di lapangan Pelita Malalo, Dusun Baing Nagari Guguak Malalo, Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (21/6/2023).

Sejumlah penghargaan itu diberikan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Asben Hendri. Penghargaan tersebut, diterima oleh Kepala Departemen Operasional Tambang PT Semen Padang, Sumarsono, yang hadir mewakili manajemen.

Sejumlah penghargaan itu terdiri dari Proper Nasional dengan Peringkat Hijau untuk kategori perusahaan, Proper Daerah dengan Peringkat Biru untuk Tambang PT Semen Padang dan Semen Padang Hospital, Apresiasi Pendukung Program Kampung Iklim (Proklim) dan penghargaan atas partisipasi dalam mendukung kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Sumbar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Asben Hendri mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023 ini mengambil tema “solusi untuk polusi plastik” dengan mengusung kampanye “Beat Plastik Pollution” untuk bumi yang lebih hijau dalam upaya menangani dan mencari solusi terkait timbulan sampah plastik. 

"Semen Padang diberikan penghargaan, karena telah peduli terhadap lingkungan melalui berbagai program lingkungan. Bahkan, PT Semen Padang juga turut berpartisipasi aktif membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi sampah plastik melalui program Nabuang Sarok berbasis aplikasi," katanya. 

Program Nabuang Sarok tersebut, katanya melanjutkan, juga turut serta memeriahkan kegiatan Fun Walk Aksi Bersih Pantai dan Danau Cimpago yang digelar Pemprov Sumbar dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023 beberapa waktu lalu. 

"Program Nabuang Sarok ini sangat menarik sekali dan kami berharap program ini terus dapat membantu kami dalam menanggulangi sampah plastik, termasuk mendukung Proklim," ujar Asben Hendri. 

Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar Datuak Tumangguang Basa menyampaikan sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, "Kita sangat mendukung program lingkungan yang dicanangkan oleh Pemprov, saat ini dukungan kita terhadap pengembangan proklim sudah berjalan dua tahun secara berturut-turut," ungkap Asri.

Selain menerima penghargaan, PT Semen Padang pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu, juga menyerahkan bantuan Proklim sebesar Rp60 juta yang diserahkan untuk tiga daerah di Sumbar, "Selain menerima penghargaan kita juga menyerahkan bantuan untuk pengembangan proklim, bantuan ini nanti akan dibagi untuk tiga daerah di Sumbar yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kabupaten Padang Pariaman," kata Kepala Departemen Operasional Tambang PT Semen Padang, Sumarsono yang hadir menerima penghargaan.

"Untuk Tanah Datar, bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Elok Basamo Saiyo, Jorong Jirek, Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuh, Tanah Datar. Untuk Kabupaten Solok, diserahkan kepada KBA Tabek, Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti. Sedangkan untuk Padang Pariaman, diserahkan kepada KWT Kenanga, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam," tutupnya.(*)



Padang, Lintas Media News

Arsip Pabrik Indarung I PT Semen Padang yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, resmi ditetapkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) pada Anugerah MKB Tahun 2023 yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Kearsipan ke-52, Selasa, (23/5/2023).

Bertempat di Hotel El Royale, Banyuwangi, Jawa Timur, sertifikat penganugerahan yang menetapkan “Arsip Pabrik Semen Pertama di Indonesia 1910-1972 PT Semen Padang Dalam Register Nasional Memori Kolektif Bangsa berdasarkan Keputusan Kepala ANRI Nomor 248 Tahun 2023 itu, diserahkan langsung oleh Kepala ANRI Drs. Imam Gunarto, M.Hum, kepada Direktur Utama (Dirut) PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa.

Pada penyerahan sertifikat MKB itu, turut hadir mendampingi Kepala ANRI, yaitu Ketua Dewan Pakar Komite MKB, Mukhlis PaEni. Sedangkan dari PT Semen Padang, hadir Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan, Iskandar Z Lubis, dan Kepala Unit Humas & Kesekretariatan, Nur Anita Rahmawati.

Kepala ANRI Imam Gunarto mengatakan, arsip Pabrik Indarung I PT Semen Padang ditetapkan sebagai MKB setelah adanya verifikasi Dewan Pakar Komite MKB ke PT Semen Padang. Dari verifikasi itu, ditemukan adanya kesesuaian antara dokumen dan arsip yang didaftarkan sebagai MKB. Arsip Pabrik Indarung I menyimpan banyak hal tentang pabrik semen pertama di Tanah Air. Dari arsip itu, masyarakat bisa mengetahuinya bagaimana infrastruktur pertama kali dibangun menggunakan semen yang dibuat di Tanah Air. "Arsip-arsipnya memang ada. Jadi orang bisa belajar tentang teknologi semen. Bagaimana semen digunakan dalam proses membangun infrastruktur pada waktu itu," kata dia.

Selanjutnya Kepala ANRI juga mengapresiasi dan meminta dukungan PT Semen Padang,"Selamat kepada PT Semen Padang. Semoga, penetapan MKB arsip pabrik Indarung I ini menjadi penyemangat buat kita semua untuk terus menambah kekayaan intelektual negara, khususnya arsip sejarah. Kedepannya, arsip Indarung I yang telah ditetapkan sebagai MKB ini akan kita proses menjadi Memory of the World dan untuk mewujudkan itu kami minta dukungan PT Semen Padang," kata Imam Gunarto usai acara Anugerah MKB Tahun 2023.

Ketua Dewan Pakar Komite MKB, Mukhlis PaEni mengatakan, “Terdapat 12 nominasi arsip yang masuk dalam penilaian MKB 2023. Namun, hanya delapan arsip yang dinyatakan memenuhi syarat, yaitu Arsip Pabrik Semen Pertama di Indonesia 1910-1972, Arsip Studiefonds Mangkunegaran, Arsip Kesenian Tari Khas Mangkunegaran, Arsip-arsip Pembangunan Infrastruktur Pendidikan pada Masa Kolonial (1874-1929), Arsip PT Garam periode 1924-1961, Arsip Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) periode 1893-1982, Arsip Yogyakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia 1946-1949, dan Arsip Belitong UNESCO Global Geopark," katanya.

Penetapan arsip Indarung I sebagai MKB, sebutnya, dilakukan berdasarkan hasil sidang pleno Dewan Pakar Komite MKB yang digelar Selasa, 23 Mei 2023. "Penentuan diterima atau tidaknya arsip-arsip yang dinominasikan itu berdasarkan Peraturan Arsip Nasional 20/2021 tentang Penyelenggaraan Program Registrasi Arsip sebagai MKB," ujarnya.

Sementara itu, Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur dan bangga. Karena, kerja keras yang telah dilakukan akhirnya terbalas dengan ditetapkannya arsip Indarung I sebagai MKB. Namun begitu, penetapan MKB ini bukan akhir dari semuanya.

"Ini bukan akhir, masih ada tahapan yang akan kita lakukan untuk menjadikan arsip Indarung I sebagai Memory of the World. Dan tentunya, kami juga butuh dukungan dari ANRI untuk bisa mewujudkan arsip Indarung I sebagai Memory of the World," kata Asri Mukhtar.

Arsip Indarung I yang telah ditetapkan sebagai MKB, kata Asri Mukhtar melanjutkan, merupakan satu rangkaian dengan Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I Semen Padang. "Artinya, Cagar Budaya Nasional itu fisiknya dan MKB ini adalah arsipnya," ungkap Asri Mukhtar.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati. Kata dia, persiapan MKB ini mulai dilakukan akhir 2022 dan pengajuannya pada awal 2023. Arsip yang diajukan mulai dari tahun 1910 sampai 1972.

PT Semen Padang sengaja mengajukan arsip Indarung I sebagai MKB bertujuan agar sejarah dan cerita PT Semen Padang sebagai perusahaan pertama di Asia Tenggara tercatat sebagai kekayaan intelektual negara Indonesia.

"Tentunya, sejarah dan cerita dari Indarung I Semen Padang ini nantinya akan diketahui sampai ke anak cucu kita. Dan, pengajuan MKB ini sengaja kami lakukan, mengingat tonggak sejarah budaya beton di Indonesia bahkan Asia Tenggara, dimulai dari Pabrik Indarung I," kata Anita. (*/b)

PADANG,Lintas Media News
Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengapresiasi PT Semen Padang yang telah berpartisipasi dalam mendukung Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut melalui program Nabuang Sarok Semen Padang.

Apresiasi tersebut, diwujudkan melalui penyerahan sertifikat penghargaan kepada PT Semen Padang. Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Hendra Yusran Siry, kepada Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa, Selasa (11/4/2023). 

Penyerahan penghargaan itu turut disaksikan sejumlah staf pimpinan PT Semen Padang. Diantaranya, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan, Iskandar Z Lubis, Kepala Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Juke Ismara, dan Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan, Nur Anita Rahmawati.

Kemudian dari KKP, hadir Koordinator Kerjasama, Humas dan Pelayanan Sesdit Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Fivien Ocktaviani, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) Muda Subkoordinator Penanggulangan Pencemaran Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Suryo Prasojo dan Plt. Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Rahmat Irfansyah.

Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa mengucapkan terimakasih atas sertifikat penghargaan yang diberikan KKP melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. Tentunya, penghargaan dari kementerian ini akan menjadi cambuk bagi PT Semen Padang untuk semakin konsen terhadap lingkungan. Apalagi, PT Semen Padang juga merupakan industri semen yang telah meraih Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Jadi, sebagai industri semen peraih Proper Hijau, tentunya kami di PT Semen Padang juga punya tanggung jawab untuk memperhatikan lingkungan. Salah satunya, melalui program Nabuang Sarok. Program berbasis aplikasi ini sengaja kami gulirkan untuk mendukung pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sampah," kata Asri.

Program Nabuang Sarok ini, Sebut Asri Mukhtar, merupakan suatu peluang untuk merubah budaya masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih kepada pemilahan. Menurutnya, jika budaya pemilahan ini berlanjut dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat, maka ke depan pengelolaan sampah di Sumbar akan menjadi lebih baik.

"Ini yang kami harapkan dari Nabuang Sarok ini. Karena, dari awal kami ingin program ini bisa membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah. Setidaknya dari sisi pemerintah, pengelolaan sampah secara terpilah oleh masyarakat melalui Nabuang Sarok akan membuat jumlah timbunan sampah di TPA berkurang," ujarnya. 

Kemudian bagi masyarakat, kata Asri  melanjutkan, Program Nabuang Sarok ini akan dapat meningkatkan peluang ekonomi. Karena, setiap sampah yang telah dipilah kemudian disetor ke Nabuang Sarok, akan diberikan poin yang nantinya bisa ditukar dengan berbagai hadiah menarik yang disediakan di aplikasi Nabuang Sarok. 

"Nah, bagi kami di Semen Padang, sampah terpilah yang diterima dari masyarakat melalui Program Nabuang Sarok, nantinya akan kami manfaatkan untuk mensubsitusi batubara sebagai bahan bakar utama untuk memproduksi semen," ungkap Asri.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Hendra Yusran Siry, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi PT Semen Padang, karena telah mendukung penanganan sampah di laut melalui Program Nabuang Sarok dengan memberdayakan para nelayan di Pantai Padang untuk melakukan pemilahan sampah.

"Penangangan sampah plastik di laut merupakan bagian dari Bulan Cinta Laut yang merupakan salah satu kebijakan Ekonomi Biru yang digagas KKP. Makanya, kami sangat apresiasi keterlibatan Semen Padang melalui Program Nabuang Sarok. Sebelumnya, Pak Menteri KKP, dengan Pak Menteri BUMN, Erick Thohir, juga sudah ada komitmen tentang kebijakan Ekonomi Biru ini. Jadi, ini adalah tindaklanjut dari komitmen Pak Menteri KKP dengan Pak Menteri BUMN," ujarnya. 

Program Nabuang Sarok Semen Padang ini, lanjutnya, juga sesuai dengan harapan Menteri KKP, yaitu arahannya lebih kepada perubahan prilaku. Dan, perubahan prilaku itu dimulai dari awal, karena persoalan sampah terbesar itu ada pada pemilahan. "Kalau pemelihannya sudah bagus, tentu sampah yang bernilai ekonomis tidak bercampur dengan sampah-sampah organik dan lain sebagainya," katanya.

Plt. Kepala BPSPL Padang, Rahmat Irfansyah menambahkan bahwa keterlibatan PT Semen Padang dalam mendukung Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut, berawal ketika PT Semen Padang mensosialisasikan Program Nabuang Sarok ke sekolah-sekolah, dan BPSL Padang turut hadir dalam sosialisasi tersebut.

Kemudian, BPSPL Padang menawarkan dua esensi kepada PT Semen Padang. Pertama, soal Bulan Cinta Laut yang berfokus kepada sampah laut atau sampah yang berpotensi bisa masuk kelaut yang tentunya bisa merusak kesehatan laut. Kedua, memberdayakan nelayan melalui pemilahan sampah yang tentunya memberikan sirkulasi ekonomi kepada nelayan itu sendiri.

"Jadi, kami tidak hanya mengajak nelayan untuk peduli sampah, tapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada nelayan. Nah, disinilah peran Semen Padang. Bahkan, Semen Padang melalui Program Nabuang Sarok telah mengambil langsung sampah yang telah dikumpulkan para nelayan untuk ditabung di Nabuang Sarok," katanya. 

Dengan adanya Program Nabuang Sarok ini, tambah Irfansyah, sekitar 130 nelayan Pantai Padang, khususnya di Kampung Kampung Nelayan Cinta Laut, Pantai Purus, sangat antusias dengan Program Nabuang Sarok tersebut. "Bahkan, mereka telah berpartisipasi mengumpulkan sampah laut maupun sampah yang akan masuk ke laut untuk ditabung di Nabuang Sarok Semen Padang," tambah Irfansyah.(*)

PADANG ,Lintas Media News
Masjid Baitur Rahim merupakan masjid tertua di Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Didirikan tahun 1970, masjid yang berada di samping SDN 14 Koto Lalang itu, kini tengah dipugar oleh PT Semen Padang, yang merupakan perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Saat ini, pengerjaan pemugaran bangunan masjid tua itu sudah berjalan 50 persen. Ditargetkan, proses pemugarannya selesai setelah lebaran 2023. "Insya Allah, setelah lebaran selesai dikerjakan," kata Ketua Pengurus Masjid Baitur Rahim, Burhanuddin Oyo, saat ditemui di rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi masjid, Rabu (5/4/2023). 

Burhanuddin juga memaparkan sejarah berdirinya Masjid Baitur Rahim, Kelurahan Koto Lalang. Kata dia, sebelumnya masjid ini adalah surau. Namanya, Surau Kandih. Sebelum surau itu didirikan, mayoritas warga Koto Lalang ketika itu melaksanakan salat Jumat di Masjid Jami' Lubuk Sarik di Kelurahan Padang Besi.

Namun, karena bacaan khutbah salat Jumat di masjid tersebut diubah dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, akhirnya sebagian jamaah salat Jumat dari Koto Lalang yang sudah terbiasa mendengar bacaan khutbah dengan berbahasa Arab, akhirnya berinisiatif untuk mendirikan surau. 

Kemudian, dimanfaatkanlah tanah ulayat nagari seluas lebih kurang 700 meter untuk dibangun surau. Awal surau didirikan, bangunannya masih semi permanen. Dinding surau berasal dari papan dan atapnya dari daun rumbio. Kemudian, sekitar tahun 1975, surau tersebut dipugar. 

Dinding masjid diganti dengan batu air, sementara atapnya dari daun rumbio diganti ke seng. Setelah pemugaran selesai, status surau pun diubah menjadi masjid. "Sejak menjadi masjid, sampai sekarang bacaan khutbah Jumat di masjid ini masih menggunakan bahasa Arab secara penuh," ujarnya. 

Setelah menjadi masjid, kata Burhanuddin melanjutkan, pemugaran masjid tidak pernah lagi dilakukan. Yang ada, hanya perbaikan masjid dari tahun ke tahun, seperti melakukan perbaikan atap masjid yang bocor, pembuatan tempat wudhuk dan toilet, serta teras, dan lain sebagainya. 

Oleh sebab itu, dengan adanya pemugaran masjid oleh PT Semen Padang yang difasilitasi oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan, ia pun sebagai pengurus masjid, mengucapkan berterima kasih kepada Semen Padang, termasuk kepada pengurus KAN Lubuk Kilangan.

"Mudah-mudahan, Semen Padang sebagai perusahaan semen kebanggaan kita masyarakat Sumbar, terus maju dan berkembang. Kemudian, bagi manajemen Semen Padang dan jajarannya, beserta pengurus KAN Lubuk Kilangan yang telah terlibat membantu dan mendorong pemugaran masjid ini, semoga menjadi ladang amal hendaknya," ungkapnya. 

Sementara itu, Sekretaris KAN Lubuk Kilangan, Armansyah Dt Gadang, mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mendukung pemugaran Masjid Baitur Rahim yang diinisiasi KAN Lubuk Kilangan atas dukungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, sebagai holding dari PT Semen Padang.

"Untuk tahun ini, ada dua masjid yang dipugar SIG melalui Semen Padang dengan total anggaran lebih dari Rp2,3 miliar. Selain Masjid Baitur Rahim, satunya lagi adalah Masjid Nurul Hidayah di Kelurahan Batu Gadang. Saat ini, pemugaran Masjid Nurul Hidayah itu tengah dalam proses pengerjaan," katanya.

Panghulu suku Sipanjang Lubuk Kilangan itu juga membeberkan berbagai program insfrastruktur yang diusulkan oleh KAN Lubuk Kilangan ke SIG, dan telah ditindak lanjuti oleh PT Semen Padang. Selain pemugaran masjid, tahun 2019 lalu Semen Padang juga melakukan normalisasi intake yang rusak akibat banjir bandang tahun 2016 lalu. 

Normalisasi intake di sungai Baringin itu terdiri dari pemasangan batu bronjong sepanjang 800 meter di bibir sungai, membuat saluran irigasi untuk mengairi sawah dan kolam ikan yang tersebar di tiga kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan, yaitu Padang Besi, Baringin dan Tarantang. "Total anggarannya Rp1,72 miliar lebih," ujarnya. 

"Alhamdulillah, sekarang ini masyarakat di tiga kelurahan itu tidak lagi kekeringan. Bahkan, sekitar 125 H lahan pertanian seperti sawah dan ladang yang sebelumnya mengalami krisis air karena rusaknya saluran irigasi akibat banjir, kini sudah dialiri air, termasuk kolam ikan warga yang berjumlah 32 kolam," katanya.

Kemudian di tahun 2020, lanjutnya, Semen Padang juga melakukan pemugaran Balai Adat Nagari Lubuk Kilangan dan melakukan pelebaran jalan di Koto Duku, Kelurahan Koto Lalang. "Untuk kedua kegiatan ini, Semen Padang melalui SIG telah merealisasikan anggaran kurang lebih Rp650 juta. Rinciannya, Rp285 juta untuk pemugaran Balai Adat dan sisanya untuk pelebaran jalan," ujarnya. 

Selanjutnya pada tahun 2021, PT Semen Padang juga membangun jembatan Rimbo Gaek di Kelurahan Tarantang. Jembatan yang menghubungkan daerah Parak dengan Rimbo Gaek itu, menelan anggaran sebesar Rp2 miliar lebih. "Jembatan ini memiliki panjang 40 meter dengan lebar 6 meter," tuturnya.

Mewakili KAN dan masyarakat Lubuk Kilangan, Armansyah pun mengucapkan terima kasih kepada SIG, termasuk PT Semen Padang yang telah berkomitmen untuk mendukung pembangunan di Lubuk Kilangan memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Lubuk Kilangan dan sekitarnya. 

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis menambahkan, bahwa SIG melalui Semen Padang mendukung pembangunan infrastruktur yang diusulkan oleh KAN Lubuk Kilangan, karena sejalan dengan program TJSL yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang berpedoman kepada ISO 26000 sebagai panduan pelaksanaan program.

"Jadi, ini adalah bentuk komimen SIG maupun Semen Padang dalam mendukung program pembangunan insfrastuktur di Lubuk Kilangan. Bahkan, sejak 2019 hingga 2023, SIG melalui Semen Padang telah mengucurkan anggaran sebesar Rp6,8 miliar lebih untuk mendukung semua program pembangunan infrastruktur yang diusulkan oleh KAN Lubuk Kilangan ke SIG," kata Iskandar.(*)

PADANG,Lintas Media News
Pesta Rakyat yang digelar dalam rangka HUT ke-113 Pendirian Pabrik PT Semen Padang pada Sabtu (18/3/2023) malam, juga turut dimeriahkan oleh puluhan UMKM lokal dan binaan FKIKSP. Bahkan, puluhan UMKM itu telah hadir sejak kegiatan Jalan Sehat yang juga digelar pada paginya dalam rangka HUT ke-113 PT Semen Padang. 

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memfasilitasi puluhan UMKM untuk hadir memeriahkan HUT ke-113 Semen Padang. Menurutnya, keberadaan puluhan UMKM lokal ini menandakan begitu dekatnya hubungan PT Semen Padang dengan UMKM lokal. 

"Ini menandakan bahwa keberadaan puluhan UMKM lokal ini, tentunya tidak hanya membangun kebersamaan, tapi juga kegembiraan buat kita semua," kata Gubernur Mahyeldi yang hadir pada kegiatan Jalan Sehat yang digelar Sabtu (18/3/2023) pagi. 

Pada acara Pesta Rakyat tersebut, seluruh jajaran Direksi PT Semen Padang, Direktur Utama Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa dan Ny. Riza Asri Mukhtar, Direktur Keuangan & Umum Oktoweri dan Ny. Inez Oktoweri , serta Direktur Operasi Indrieffouny Indra dan Ny. Aisyah Indrieffouny serta sejumlah staf pimpinan PT Semen Padang, menyambangi satu persatu stand UMKM yang terdiri dari kuliner, pakaian dan sepatu. 

Kepada pemilik UMKM, jajaran direksi dan staf pimpinan dari perusahaan semen yang didirikan pada 18 Maret 1910 itu, juga menyapa satu persatu pelaku UMKM untuk menanyakan perkembangan usahanya, termasuk manfaat yang didapatkan dalam partisipasi memeriahkan rangkaian HUT ke-113 PT Semen Padang. 

"Alhamdulillah Pak Dirut, stand-stand kami banyak dikunjungi pengunjung. Kami senang bisa berpartisipasi pada HUT ke-113 PT Semen Padang ini. Mulai dari Jalan Sehat sampai pada acara Pesta Rakyat ini," kata Mike, salah seorang UMKM yang tinggal di Kecamatan Lubuk Begalung saat dikunjungi jajaran Direksi PT Semen Padang. 

Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumanggung Basa mengatakan, UMKM lokal dilibatkan dalam rangkaian hari ulang tahun pendirian pabrik, karena PT Semen Padang sejak dulu hingga sekarang, terus berkomitmen untuk membangun UMKM lokal. Bahkan sejak 1987, ribuan UMKM telah dibina PT Semen Padang. 

"Artinya, pembinaan ini dilakukan jauh sebelum adanya regulasi yang mengatur tentang program CSR di Indonesia. Alhamdulillah, pada moment HUT ini, kami libatkan puluhan UMKM lokal agar mereka turut merasakan kegembiraan memeriahkan rangkaian HUT Pendirian Pabrik Semen Padang," katanya.(*)

PADANG,Lintas Media News
Sekitar 6000 lebih masyarakat Kota Padang mengikuti Jalan Sehat dan yang digelar oleh PT Semen Padang dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun (HUT) ke -113 Pendirian Pabrik, Sabtu (18/3/2023).

Dibuka Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Jalan Sehat yang diawali dengan senam bersama di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang itu, turut diikuti sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Sumbar dan Kota Padang.

Di antaranya, Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl, Wadan Lantamal II Padang, Kolonel Mar Andy Prasetyo, S. Tr. Hanla, Dandim 0312/Padang, Kolonel Inf Jadi S.I.P, dan Kapolresta Padang, Kombes Pol Ferry Harahap, S.I.K., M.Si, serta sejumlah pejabat TNI/Polri lainnya. 

Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan jajaran Forkompimda yang telah berpartisipasi memeriahkan Jalan Sehat yang digelar dalam rangka ulang tahun perusahaan.  

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi meramaikan kegiatan HUT ke-113 ini. Informasi dari panitia, ada lebih dari 6000 orang yang hadir pada kegiatan Jalan Sehat ini," kata Asri Mukhtar kepada wartawan.

Peringatan HUT ke-113 Semen Padang digelar one day event yang dimulai dengan Jalan Sehat yang diawali senam bersama, dan setelah itu dilanjutkan dengan jalan sehat bersama menuju lapangan golf, terus ke Kawasan Cagar Budaya Pabrik Indarung I, dan kembali ke Plaza Kantor Pusat untuk finish. 

Setelah jalan sehat, kegiatan dilanjutkan undian doorprize jalan sehat dengan berbagai hadiah menarik, serta penampilan grand final Semen Padang Idol. Setelah itu, malamnya digelar Pesta Rakyat dengan menghadirkan penampilan kesenian tradisional randai.

"Selain itu, juga ada permainan KIM bersama ribuan masyarakat dengan hadiah utama sepeda motor. Jadi, kegiatan HUT ke-13 Semen Padang ini kami gelar dari pagi sampai malam. Alhamdulillah, kegiatan ini disambut antusias masyarakat," ujarnya.

Jalan Sehat dan kegiatan Pesta Rakyat ini kembali digelar dengan melibatkan ribuan masyarakat, kata Asri Mukhtar melanjutkan, karena masyarakat sudah lama menantikan kegiatan-kegiatan seperti ini, setelah tiga tahun lamanya tidak digelar karena pandemi Covid-19. 

"Biasanya Jalan Sehat dan Pesta Rakyat ini rutin digelar setiap ulang tahun perusahaan. Karena Covid-19, kegiatan ini sempat terhenti, dan barulah pada tahun ini bisa kembali kami gelar. Masyarakat juga sudah lama menantikan Jalan Sehat dan Pesta Rakyat ini," tuturnya. 

Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri menambahkan bahwa di usia ke 113 tahun ini, PT Semen Padang sebagai bagian dari BUMN yang berada di bawah SIG, akan tetap berusaha untuk maju dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat Indonesia melalui optimalisasi produksi semen.

"Kinerja kita alhamdulillah sudah membaik dari tahun lalu. Namun, tekanan bisnis semen di Indonesia masih berat, karena terlalu banyak pesaing, sehingga terjadi over kapasitas. Ini jadi tantangan buat kami. Untuk itu, kami mohon dukungan dari seluruh stakeholder," kata Oktoweri.

Pada monet HUT ke-113 ini, Oktoweri juga menyampaikan bahwa PT Semen Padang baru saja mendapat kado spesial, yaitu ditetapkannya Kawasan Cagar Budaya Indarung I sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional oleh Mendikbudristek pada 27 Februari 2023.

"Alhamdulillah, Cagar Budaya Peringkat Nasional untuk kawasan Cagar Budaya Indarung I ini menjadi kado istimewa buat kami, dan ini akan kami teruskan untuk didaftarkan sebagai Word Heritage dari Unesco. Untuk itu, mohon juga dukungan dari seluruh stakeholder," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, menyampaikan bahwa Jalan Sehat dan Pesta Rakyat ini berlangsung meriah, juga didukung berbagai sponsor dari berbagai perusahaan BUMN/BUMD dan swasta. Di antaranya, PT Surya Global Makmur, PT Pertamina Patra Niaga, PT Trakindo Utama dan PT Petrokimia.

Kemudian, juga ada PT Roda Usaha Sukses, PT Agata Sukses Gemilang, PT Sawit Khatulistiwa Nusantara, PT Waruna Nusa Sentana, PT Siamindo Prima Sejahtera, PT Bening Anugerah Semesta, Bank Mandiri, Bank Nagari, BNI, BRI, PT Buana Cahaya Tama Surabaya, UTSG dan PT Mitra Abadi Sejati Perkasa, serta puluhan mitra Semen Padang lainnya. 

"Untuk itu, kami dari manajemen Semen Padang, mengucapkan terima kasih kepada semua sponsor yang telah mendukung Jalan Sehat dan Pesta Rakyat yang digelar dalam rangka HUT ke-113 Semen Padang ini. Mudah-mudahan, kegiatan ini memberi manfaat bagi semua pihak dan juga masyarakat yang telah ikut menyukseskan jalannya kegiatan ini," katanya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi PT Semen Padang yang telah menggelar kegiatan Jalan Sehat dan Pesta Rakyat ini. Apalagi, kegiatan ini diikuti antusias masyarakat dan itu menandakan terbangunnya kebersamaan antara Semen Padang dengan masyarakat.

"Ini luar biasa sekali, pesertanya ribuan orang. Menariknya, di lokasi acara juga terdapat banyak stand-stand dari UMKM lokal. Artinya, kolaborasi dengan UMKM tentunya tidak hanya dapat membangun kebersamaan, tapi juga kegembiraan buat kita semua," katanya.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga mengucapakan selamat HUT ke-113 Semen Padang. Usia 113 tahun merupakan usia yang luar biasa. "Mudah-mudahan ke depan, Semen Padang akan lebih jaya, lebih sukses dan terus berkontribusi untuk pembangunan Indonesia dan Sumbar yang lebih baik," ujarnya. 

Sementara itu, salah seorang karyawan PT Semen Padang, Angga Fikri Hidayat menyebut bahwa dia bersama keluarganya begitu sangat bersemangat mengikuti kegiatan jalan sehat setelah beberapa tahun tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19. 

"Tentunya, dengan diadakannya jalan sehat ini, euforia jalan sehat bersama yang sempat hilang karena pandemi, kini telah kembali di PT Semen Padang. Semoga kegiatan-kegiatan ini tetap ada kedepannya untuk memperkuat senirgisitas antar perusahaan dan karyawan," katanya. 

Ade, salah seorang warga Lubeg, mengaku senang bisa mengikuti Jalan Sehat dan Pesta Rakyat yang digelar PT Semen Padang ini. "Kalau bisa, kegiatan seperti terus digelar tiap tahun. Kami sebagai masyarakat, selalu menanti-nantikan kegiatan seperti ini," kata karyawan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ini.

Hal yang sama juga disampaikan warga Indarung bernama Telsa. Kata dia, pasca-pandemi Covid-19, baru kali ini dia melihat jalan sehat yang begitu meriahnya dan diikuti ribuan peserta. 

"Saya bersama warga sangat antusias sekali untuk ikut jalan sehat. Di samping untuk kesehatan, menariknya pada kegiatan jalan sehat ini, juga ada doorprize dengan hadiah menarik. Pastinya, orang yang beruntunglah yang berhasil membawa pulang berbagai hadiah tersebut," katanya. (*)



Direktur Utama PT Semen Padang, Asri Mukhtar dan Gubernur Sumatrera Barat, Mahyeldi melepas ribuan peserta jalan sehat dalam rangka HUT Semen Padang ke-113 di depan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Sabtu (18/3). (ist)

Padang,Lintas Media News
Luar biasa. Ribuan orang meramaikan Jalan Sehat & Pesta Rakyat memeriahkan HUT PT Semen Padang ke- 113 tahun, Sabtu (18/3).

Acara dimulai pukul 06.00 dan diikuti lebih dari 6.000 peserta yang dengan penuh semangat mengikuti rute menantang yang telah disiapkan oleh penyelenggara.

Seluruh Direksi, mulai dari Direktur Utama Asri Mukhtar, Direktur Operasi Indrieffouny Indra dan Direktur Keuangan dan Umum Oktoweri beserta jajaran pimpinan dan karyawan perusahaan serta masyarakat menyambut antusiasme agenda perayaan HUT.

Dalam kesempatan itu tampak hadir Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Dandim 0312/Padang, Kapolresta Padang ikut menyemarakkan jalan sehat bersama.

Diawali dengan senam pagi, kemudian lanjut jalan sehat bersama menyusuri rute yang mengitari kawasan perusahaan dan kembali ke titik kumpul Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang.

Dimulai dari depan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, para peserta dilepas oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Asri Mukhtar dan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi.

Para peserta berjalan menuju Klinik Semen Padang, dilanjutkan ke Lapangan Golf, dan terakhir sampai di area Pabrik Indarung I. Trek sepanjang 3 kilometer ini melewati medan berbatu yang terbukti menjadi tantangan nyata bagi sebagian peserta, terutama mereka yang membawa anak kecil.


Suasana ceria dan meriah semakin disempurnakan dengan kehadiran Direktur Semen Padang, Asri Mukhtar. Saat penyerahan hadiah, Asri Mukhtar bahkan menyanyikan lagu Melayu, “Anak Tiung,” dan kemudian ikut menari gembira bersama para peserta.

Direktur Utama PT Semen Padang, Asri Mukhtar mengatakan, moment ke 113 tahun HUT PT Semen Padang kali ini dirayakan bersama karyawan dan masyarakat.
  
Ribuan Peserta Meriahkan Jalan Sehat dan Pesta Rakyat HUT 113 Semen Padang
Topsatu
Sabtu, 18 Maret 2023 | 19:23

Direktur Utama PT Semen Padang, Asri Mukhtar dan Gubernur Sumatrera Barat, Mahyeldi melepas ribuan peserta jalan sehat dalam rangka HUT Semen Padang ke-113 di depan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Sabtu (18/3). (ist)
“Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan, Alhamdulillah kita berhasil melewatinya dan kita manfaatkan momen ulang tahun ke-113 kembali merayakan bersama masyarakat. Dan dalam hal ini kita didukung sepenuhnya oleh komitmen managemen Semen Padang dan sponsor,” ujar Asri Mukhtar didampingi Direktur Keuangan dan Umum PT Semen Padang, Oktoweri kepada wartawan.

Sebagai bagian dari Semen Indonesia Grup dan BUMN, lanjut Asri, PT Semen Padang memiliki tanggung jawab besar untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat Indonesia.

Ditambahkan Oktoweri, PT Semen Padang akan terus berusaha untuk menjadi lebih maju dan berproduksi secara optimal untuk mencapai tujuan tersebut.

“Dalam momen HUT ini kita diberi kado dari Cagar Budaya Nasional, dimana pada akhir Februari lalu Kawasan Indarung I Semen Padang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Dan kedepan kita berusaha menjadikan sebagai World Heritage dari Unesco. Untuk itu, kita mohon dukungan dari semua pihak,” ucapnya. (*)


Padang, Lintas Media News

PT Semen Padang kembali membuktikan dedikasinya pada warga sekitar lingkungan perusahaan. Kali ini, jajaran Staff CSR PT Semen Padang yang dipimpin Kepala Unit, Rinold Thamrin, mengikuti aksi goro bersama warga Bukit Gaduik, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (29/1) pagi. 

Dalam aksi Padang Bergoro ini, staf-staf di Unit CSR/TJSL, saling bahu membahu bersama warga untuk membuka akses jalan Gaduik Ketek sepanjang 1 km. Proses betonisasi yang didukung penuh PT Semen Padang melalui kolaborasi bersama masyarakat, juga diikuti oleh anggota Komisi II DPRD Kota Padang, Rafdi yang juga merupakan putra Pauh.

Salah seorang warga kelompok peladang Gaduik Ketek yang ikut dalam aksi goro, Jhony Afzet, mengucapkan terimakasih atas dukungan dan partisipasi PT Semen Padang untuk mendukung proses betonisasi jalan Gaduik Ketek ini. Menurutnya, dengan kebersamaan antara warga dan PT Semen Padang, betonisasi jalan bisa terwujud. 

"Kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas dukungan dari PT Semen Padang untuk membetonisasi jalan ini yang sebelumnya sudah dirintis para peladang, namun hanya sebatas jalan tanah dan sekarang dilanjutkan dengan dukungan PT Semen Padang melalui betonisasi jalan," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa akses jalan ini sangat dibutuhkan warga yang akan menuju ladangnya. Karena selama ini, para para peladang harus melewati jalan berlumpur ketika hujan dan tidak bisa diakses oleh kendaraan apa pun. 

"Kalau tidak berlumpur, kami para peladang bisa membawa sepeda motor menuju areal ladang kami. Tapi kalau hujan jalan ini berlumpur, sehingga sering kali kami meninggalkan sepeda motor dipinggir jalan," ujarnya. 

Bukit Gaduik Ketek ini merupakan kawasan ladang yang dikelola oleh hampir 30 KK di Kelurahan Limau Manis, dengan jenis tanaman Durian dan Manggis. Untuk membangun jalan sepanjang 1 KM, warga membutuhkan bantuan 1000 zak semen. Sementara untuk tambahan materioal lainnya, warga berpartisipasi menyumbang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 

Salah Seorang tokoh masyarakat Pauh, Rafdi mengatakan, untuk melakukan betonisasi jalan ini, warga bergotong royong setiap hari Sabtu dan Minggu. Ia pun merasa bersyukur, karena tidak pernah terbayangkan sebelumnya jalan ini akan dibetonisasi oleh PT Semen Padang, sama seperti jalan menuju Bukit Aua dan Bukit Nabu yang sebelumnya sudah dibetonisasi oleh PT Semen Padang melalui program TJSL-nya. 

Untuk itu, Ia berharap kepada warga untuk dapat terus mendukung keberadaan dan eksistensi PT Semen Padang, agar dapat terus memberikan manfaat yang lebih lagi bagi masyarakat. "Kita bersyukur atas pembukaan jalan ini, karena tak pernah terbayangkan sebelumnya," kata Rafdi.

Betonisasi jalan Gaduik Ketek ini, lanjut Rafdi, adalah motivasi dari goro sebelumnya di Bukit Nabu dan Bukit Aua. "Dan, tentunya mewakili masyarakat, saya pun mengapresiasi PT Semen Padang yang selalu memberikan apa yang dibutuhkan dan peduli pada masyarakat. 

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, yang diwakili Kepala Unit CSR, Rinold Thamrin berharap, dengan kehadiran langsung dan ikut sertanya Staff PT Semen Padang dalam kegiatan goro betonisasi jalan Gaduik Ketek ini, masyarakat dapat terus merasakan keberadaan PT Semen Padang ada ditengah masyarakat. 

Menurutnya, jalan yang dibetonisasi kali ini merupakan jalur yang prioritas bagi para petani. PT Semen Padang akan terus mendukung pembangunan akses-akses jalan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, meski secara bertahap. 

Manajemen PT Semen Padang dalam beberapa tahun ini, sangat komit untuk membantu masyarakat. Kami pun berharap sampai Maret atau sebelum puasa, jalan ini selesai dibetonisasi. Dan tentunya, semangat gotong royong warga yang sangat luar biasa, membuat kami tersentuh dan turut dalam proses pengerjaan jalan ini," kata Rinold. (*/B)


PEKANBARU,Lintas Media News.
Untuk meningkatkan silahturahmi antara PT Semen Padang dengan pemerintah daerah di Provinsi Riau, Direktur Utama (Dirut) PT Semen Padang, Asri Mukhtar Datuak Tumangguang Basa bersama Direktur Operasi, Indrieffouny Indra, berkunjung ke Dinas PUPR Provinsi Riau, Kamis, (19/1/2023). 

Selain Direktur Utama dan Direktur Operasi, dalam kunjungan manajemen perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, juga hadir Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan, Iskandar Z Lubis dan 

sejumlah staf dan perwakilan Semen Indonesia Group (SIG).

Di antaranya, GM Retail Sales Regional I, Muhammad Affandy M, VP of Corporate Sales, Rahmat Faizal, SM of Operational Transportasi, Suryadi Wizar, Area Sales Manajer Riau Daratan, Emil Ridha, Staf Protokoler Semen Padang, Idris, dan Staf Sekretariat PT Semen Padang, Akhmayanda Nasution.

Dalam kunjungan itu, rombongan Direksi Semen Padang disambut sejumlah pejabat Dinas PUPR Provinsi Riau. Diantaranya, Kabid Bina Marga Zulfahmi, ST, MT, Kabid Sumber Daya Air, Yufendri, dan Kepala UPT Jalan Wilayah I Novri Ilham. 

Kemudian, juga ada Kepala UPT Jalan dan Jembatan IV, Ferry Yunanda, Kasi 
Pengawasan Konstruksi, Bastian, Kasi Laboratorium, Anggraini Ekawati, Kasubag TU UPT IV, Andri Budhiawan, dan Kasi UPT Peralatan Konstruksi, Al Chandra. 

Dirut Asri Mukhtar menyampaikan bahwa kunjungan ke Dinas PUPR Riau dilakukan, selain untuk menguatkan silahturahmi, Dinas PUPR Provinsi Riau sendiri merupakan stakeholder penting bagi Semen Padang maupun SIG. Apalagi, Riau merupakan pasar utama bagi Semen Padang di luar Sumbar. 

Untuk itu, Semen Padang sebagai bagian dari BUMN yang berada dibawah SIG, berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau. Karena, Semen Padang dalam memproduksi semen, mengutamakan jaminan kualitas dan mutu, disamping juga memperhatikan 

lingkungan. 

"Kami berharap dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah di Riau ini. 
Produk Semen Padang lebih kuat tekan. Semakin lama semakin kuat dengan adanya penambahan material ketiga, pozzolan. Bahkan, pabrik Indarung VI yang dibuat menggunakan semen Tipe PCC, tahan terhadap gempa," katanya. 

"Untuk area Riau daratan, Semen Padang siap menjamin pasokan semen melalui Packing Plant di Dumai. Dan juga perlu kami sampaikan salah satu kelebihan Semen Padang dibandingkan semen produk lain, yaitu lebih adaptif terhadap jenis tanah, pasir dan air yang ada di Riau ini, dimana sebahagian besarnya merupakan lahan gambut dengan air payau, sehingga sangat cocok dengan 

kondisi geografis disini," sambung Asri Mukhtar. 

Direktur Operasi PT Semen Padang, Indrieffouny Indra menyampaikan soal bisnis Semen Padang. Kata dia, selain semen menjadi bisnis utama, Semen Padang juga mengembangkan unit bisnis dalam bentuk produk turunan. "Salah satunya, Interlock Brick dengan merek Sepa Block. Produk turunan ini merupakan solusi dalam membangun rumah ramah lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Riau, Zulfahmi, sepakat bahwa silahturahmi dengan Semen Padang perlu ditingkatkan. Karena, melalui silahturahmi ini lah pihaknya bisa tahu banyak hal tentang produk Semen Padang maupun SIG. 


"Khusus Semen Padang yang berada di Sumbar, ini tetangga kami. Kami sangat dekat. Terima kasih atas kunjungan silahturahmi Semen Padang dan SIG. Melalui kunjungan ini, kami bisa sharing banyak hal. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini, hubungan Dinas PUPR Riau dan Semen Padang semakin dekat," katanya. 

Selain sharing banyak hal, Kepala UPT Jalan dan Jembatan IV, Ferry Yunanda 
pada kesempatan itu menyampaikan soal e-katalog yang merupakan pola belanja Dinas PUPR Riau. Kata dia, secara aturan Dinas PUPR Riau tidak bisa berhubungan langsung dengan Semen Padang. Karena, yang berhubungan secara langsung adalah kontraktor. 

"Makanya, kalau bisa distributor Semen Padang dan SIG bisa berkonsultasi dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Riau, sehingga Dinas PUPR bisa belanja produk Semen Padang dan SIG di e-katalog tersebut. Karena, mulai tahun ini dan kedepannya, kami belanja kebutuhan melalui e-katalog," ujarnya.

Pemko Pekanbaru Tawarkan MoU

Selain melakukan kunjungan silaturahmi dengan Dinas PUPR Riau, pada hari yang sama Semen Padang juga berkunjung ke Pemko Pekanbaru. Disambut Pj. Sekda, Indra Pomi Nasution, Asisten II Bidang Perekonomian, Ingot Ahmad Hutasuhut, Sekretaris Dinas PUPR, Edward Riansyah, dan Kabag Kerjasama, Hazli Fendriyanto. 

Pada kesempatan itu, Indra Pomi menyebut bahwa moto Semen Padang "Kami Telah Berbuat Sebelum Yang Lain Memikirkan" menjadi salah satu catatan positif bagi Dinas PUPR Kota Pekanbaru. Karena, moto tersebut menimbulkan semangat yang tinggi dalam melayani masyarakat. 

Pj. Sekda yang merangkap Kepala Dinas PUPR Pekanbaru itu juga menyampaikan bahwa Semen Padang sudah memiliki hubungan emosional dengan masyarakat Pekanbaru, dan itu jauh sebelum Indonesia merdeka. Karena, hampir 30 persen perantau di Pekanbaru berasal dari Sumbar. 

Dengan populasi yang begitu banyak ini, keberadaan Semen Padang sebagai perusahaan semen kebangaan 

masyarakat Sumbar, tentunya turut menjadi perhatian bagi Pemko Pekanbaru. "Makanya, dari pada semen merek lain, kami pasti milih Semen Padang. Banyak kontraktor kita pakai Semen Padang," ujar Indra. 

Pada kesempatan itu, Indra berharap dengan adanya kedekatan emosional tersebut, ke depan diharapkan dapat terwujud kerjasama atau MoU antara Pemko Pekanbaru dengan Semen Padang dalam berbagai hal. Namun, pada prinsipnya kerjasama yang diharapkan itu harus saling menguntungkan. 

Misalnya, memberikan fasilitas bagi Semen Padang untuk diprioritaskan di proyek-proyek yang ada. "Sepanjang punya daya saing tinggi dan pelayanan yang baik,
mungkin kami bisa memberikan kebijakan 

atau saran kepada kontraktor, sehingga pada akhirnya, kita mendapatkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan yang lain," kata Indra. 

Hal yang sama juga disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian Pemko Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut. Kata dia, hubungan emosional Semen Padang dengan Pekanbaru tentunya jadi peluang bagi Pemko Pekanbaru dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. 

"Kedekatan emosional itu sudah terbentuk sejak dulu. Saya kira, Riau ataupun Pekanbaru khususnya, menjadi pasar potensial untuk Semen Padang. Untuk itu, dalam waktu dekat kami akan bentuk forum CSR. Dan tentunya, kami berharap perhatian dari Semen Padang. Misalnya, memberikan pelatihan," katanya. 


Sementara itu, Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Datuak Tumangguang Basa, mengucapkan terima kasih telah diingatkan  soal hubungan emosional antara Sumbar dengan Riau, khususnya Pekanbaru. Bahkan secara bisnis, Riau merupakan potensi pasar strategis yang terus digarap Semen Padang. 

"Kami berkunjung ke Pekanbaru, untuk meminta partisipasi aktif dalam membangun Pekanbaru. Baik melalui kerjasama dengan BUMD dan lain sebagainya. Dan tentunya, peluang-peluang kerjasama yang ditawarkan Pemko Pekanbaru, akan kami tindaklanjuti sesegera mungkin," katanya.(*)


PADANG, Lintas Media News.
Program Nabung Sarok berbasis aplikasi yang diluncurkan PT Semen Padang pada puncak HUT ke-64 Pengambilalihan Semen Padang dari tangan Belanda yang diperingati setiap 5 Juli, terus dimanfaatkan banyak pihak. 

Kali ini, para nelayan Pantai Purus, Kota Padang yang memanfaatkan program Nabung Sarok milik perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut. Dan itu, dibuktikan dengan disetorkannya sampah laut seberat 142,8 kg ke Nabung Sarok, Jumat (13/1/2023) sore.  

Bertempat di bawah Fly Over Taplau, Jalan Samudera, Pantai Purus, penyetoran sampah oleh nelayan itu disaksikan Kepela Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi PT Semen Padang, Juke Ismara, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Desniarti.

Tidak hanya itu. Bahkan, Plt Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian  Perikanan dan Kelauatan, Rahmat Irfansyah, juga turut hadir menyaksikan penyetoran berbagai jenis sampah dari laut tersebut. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Desniarti, mengapresiasi Semen Padang yang telah menjadi solusi bagi para nelayan Pantai Purus yang selama ini telah peduli terhadap kebersihan laut. Dia berharap, program Nabung Sarok Semen Padang ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para nelayan. 

"Nelayan harus memanfaatkan program Nabung Sarok ini. Karena, juga bernilai ekononis bagi para nelayan. Sebab, sampah yang diserahkan nelayan ke Nabung Sarok akan ditukar dengan poin. Selanjutnya, poin yang didapatkan nelayan bisa ditukar dengan berbagai reward yang ada di aplikasi Nabung Sarok," katanya. 

Namun yang lebih peting sekali, katanya melanjutkan, keberadaan program Nabung Sarok itu diharapkan dapat meningkatkan motivasi para nelayan untuk terus menjaga kesehatan lautnya. Karena, keberadaan sampah di laut akan berdampak buruk bagi para nelayan. "Kalau laut sehat, nelayan sejahtera," ujarnya.

Plt Kepala BPSPL Padang, Rahmat Irfansyah juga mengapresiasi Semen Padang. Karena, Nabung Sarok ini juga dapat mendukung program Bulan Cinta Laut (BCL) Kementerian Kelauatan dan Perikanan yang diperingati sebulan sekali dalam satu tahun. Dimana, program BCL digulirkan sebagai upaya untuk mengentaskan persoalan sampah plastik di laut. 

Dalam mendukung program BCL, Irfansyah menyebut bahwa BPSPL Padang bekerjasama dengan Bank Sampah Pancadaya yang telah teruji kredibilitasnya, dan merupakan bank sampah binaan Pemprov Sumbar. Dalam kerjasama ini, BPSPL juga mendorong nelayan untuk membuat bank sampah sendiri.

Hal itu dilakukan, sehingga pada saat menangkap ikan dan ditemukannya sampah plastik di laut, nelayan bisa menyimpannya di bank sampah milik nelayan sendiri. 
Begitu jumlahnya sudah cukup banyak, nelayan kemudian menyerahkannya ke Bank Sampah Pancadaya melalui menabung emas. 

"Nah, itu untuk persoalan plastik. Bagaimana dengan sampah lainnya seperti kayu dan kain yang sering ditemukan para nelayan di laut? Itu lah fungsi dari Nabung Sarok Semen Padang ini bagi nelayan. Makanya, kami dari BPSPL Padang sangat mengapresiasi Semen Padang yang telah memberdayakan nelayan melalui Nabuang Sarok ini," katanya. 

Semen Padang melalui Nabuang Sarok, lanjutnya, menjadi solusi bagi nelayan untuk menampung dan menerima sampah-sampah laut yang dikumpulkan nelayan di luar sampah plastik. Dan tentunya, kehadiran Semen Padang di Pantai Purus yang merupakan Kampung Nelayan Cinta Laut ini telah menjawab dua masalah utama yang sebelumnya dihadapi nelayan dalam mengelola sampah laut.

Masalah pertama, soal sampah laut selain plastik yang selama ini tidak bisa dikelola. Dan ini, sudah terjawab, karena Semen Padang bisa memanfaatkan sampah laut untuk mensubstitusi bahan bakar batubara. Kedua, masalah pendistribusian sampah laut ke Nabuang Sarok Semen Padang. Karena, antara Purus dan Semen Padang di Indarung cukup jauh.

"Alhamdulillah, pihak Semen Padang siap memfasilitasi pengangkutan sampahnya. Dan tentunya, ini memudahkan para nelayan dalam pengelolaan sampah laut selain plastik. Jadi, kehadiran Program Nabuang Sarok Semen Padang ini memberikan motivasi yang luar biasa bagi nelayan, dan Semen Padang juga menjamin sirkulasi ekonominya," kata Irfansyah. 

Bagi BPSPL Padang, termasuk Semen Padang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, tambah Irfansyah, apa yang dilakukan ini merupakan kolaborasi yang luar biasa, kolaborasi berbasis nelayan. "Nelayan mengambil sampah di laut, dan masalah sampah bersama-sama kami atasi. Dengan begitu, kesehatan laut jadi semakin terjaga," katanya. 

Sementara itu, salah seorang nelayan dari Kampung Nelayan Cinta Laut bernama Irianto, menyampaikan bahwa sebelumnya sampah yang didapat para nelayan di laut seperti kain dan kayu, biasanya dimusnahkan dengan cara dibakar. Namun dengan adanya Nabuang Sarok ini, maka ke depannya sampah laut seperti kayu dan kain akan dikumpulkan dan disetor ke Nabuang Sarok. 

"Sekarang ini dan ke depannya, sampah laut selain plastik akan kami kumpulkan dan diserahkan ke Semen Padang untuk ditabung di aplikasi Nabuang Sarok. Termasuk sampah plastik yang tidak diterima bank sampah juga akan kami kumpulkan untuk Nabuang Sarok," kata Irianto, yang juga Sekretaris Nelayan Kelompok Usaha Bersama Sakato Saiyo Mandiri binaan BPSPL Padang. 

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis menyampaikan bahwa program Nabuang Sarok sengaja diluncurkan Semen Padang bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah. Terutama, untuk sampah rumah tangga. 

Namun dalam perjalannya, ternyata pihak BPSPL Padang juga butuh dukungan dari Semen Padang dalam mengatasi sampah laut selain plastik yang dikumpulkan nelayan, khususnya di Kampung Nelayan Cinta Laut, Pantai Purus. Kemudian, dilakukan uji coba dan hasilnya, sampah laut bisa dimanfaatkan untuk mensubstitusi
bahan bakar batubara. 

"Setelah kami koordinasikan hasil pengujiannya ke pihak BPSPL Padang, makanya sore ini kami jemput langsung sampah lautnya untuk dibawa ke Semen Padang, dan akan dimanfaatkan untuk mensubstitusi bahan bakar batubara dalam proses produksi semen. Kami pun ke depannya berkomitmen kalau sampahnya sudah banyak terkumpul, kami siap untuk kembali menjemputnya," pungkas Iskandar.(*)

PADANG,Lintas Media News.
Kiprah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang dalam menyalurkan zakat yang dihimpun dari karyawan perusahan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu patut diapresiasi banyak pihak. Salah satunya Baznas RI. 

Bahkan, lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama itu, sudah 5 kali berturut-turut atau quintrick memberikan penghargan Baznas Award kepada UPZ Baznas Semen Padang.

Teranyar, adalah penghargaan anugerah Baznas Award 2022 yang diterima pada 27 Agustus lalu. Di mana, UPZ Baznas Semen Padang meraih tiga penghargaan sekaligus, yaitu sebagai UPZ BUMN Pengumpul Terbaik, UPZ BUMN Penyaluran Terbaik dan UPZ BUMN Pelaporan Terbaik.
Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, mengapresiasi UPZ Baznas Semen Padang yang sudah 5 kali berturut-turut meraih penghargaan Baznas Award. ia berharap, penghargaan Baznas Award ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

"Baznas Award ini diikuti lebih dari 100 instansi pemerintahan dan swasta. Mudah-mudahan, penghargaan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. Tapi yang paling penting dari penghargaan ini adalah, kita semakin tahu dimana posisi UPZ Semen Padang dalam mengimplementasi program zakat yang ada di UPZ Semen Padang," kata Iskandar, Kamis (15/12/2022). 

Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang, Muhammad Arif menjelaskan bahwa UPZ Semen Padang telah meraih penghargaan Baznas Award sejak 2017, 2018, dan 2019. Pada 2020, UPZ semen Padang tidak ikut berpartisipasi pada ajang tahunan tersebut, karena pandemi Covid-19. "Barulah pada tahun 2021, kami kembali mengikuti Baznas Award," katanya. 

Terkait penghargaan Baznas Award 2022 ini, Arif menyebut bahwa UPZ Semen Padang merih penghargaan predikat Bintang Lima untuk kategori Untuk UPZ BUMN Pelaporan Terbaik. Sedangkan untuk UPZ BUMN Penyaluran Terbaik dan UPZ BUMN Pelaporan Terbaik, meraih predikat bintang empat. 

Ketiga penghargaan itu, diserahkan oleh Pimpinan Baznas RI yang terdiri dari Kolonel (Purn) Drs. Nur Chamdani, Drs  KH. Achmad Sudrajat, LC., MA, dan Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc.,Ph.D. di Hotel Holiday inn Kemayoran, Jakarta.

"Ini artinya, ada peningkatan dari tahun lalu. Dimana, hanya dua penghargaan yang kami dapat, yaitu UPZ Penyaluran Terbaik 2021 dan UPZ Pelaporan Terbaik 2021. Meski begitu, kami tak puas sampai di sini. Setiap program zakat akan terus dievaluasi, termasuk melakukan evaluasi terhadap zakat yang disalurkan," katanya. 

Ia pun membeberkan beberapa indikator, sehingga UPZ Semen Padang meraih tiga penghargaan Baznas Award 2022. Untuk pengumpulan zakat, indikatornya dilihat dari poin  jumlah dana yang terhimpun. Kemudian penyaluran, dilihat dari jumlah zakat yang dibayarkan atau disalurkan, termasuk jumlah penerima manfaat atau zakat.

Sedangkan untuk pelaporan zakat, dilihat dari ketepatan waktu melaporkan aktifitas penyaluran zakat, serta kelengkapan dan pelaporan aktifitas kegiatan, keuangan, penerima manfaat, serta data-data pembayar zakat. "Selain indikator tersebut, program zakat yang disalurkan juga menjadi indikator penilaian Baznas Award," ujarnya.

UPZ Baznas Semen Padang, sebut Arif, memiliki beberapa program unggulan. Di antaranya, program dakwah di daerah terisolir di Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan memberikan bantuan untuk para mustahiq (penerima zakat) agar perekonomiannya membaik, sehingga bisa menjadi orang yang memberi zakat, dan bukan lagi sebagai penerima zakat.

Selain itu, juga ada program bantuan pendidikan untuk masuk sekolah bagi pelajar dan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. "Alhamdulillah, berbagai program unggulan tersebut, hingga kini masih terus berjalan dengan baik," tuturnya.

Arif pun menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT Semen Padang yang telah memberikan kepercayaan kepada UPZ Semen Padang untuk mengelola zakat para karyawan. "Mudah-mudahan, penghargaan ini terus bisa kami pertahankan dan tingkatkan," katanya.(*)

TANAH DATAR,Lintas Media News.
Kampung Iklim dan Ecobrick di Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuh, Tanah Datar, Provinsi Sumbar, yang merupakan kampung binaan PT Semen Padang melalui Program Kampung Iklim (Proklim), diresmikan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi, Rabu (14/12/2022). 

Dilengkapi dengan Taman Literasi Ecobrik dengan koleksi sekitar 300 buku bacaan seperti buku filsafat dan buku sejarah Islam, serta tempat sampah plastik, peresmian Kampung Iklim dan Ecobrick itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Wagub Audy Joinaldi yang turut didampingi Bupati Tanah Datar, Eka Putra. 

Peresmian tersebut, turut disaksikan Dirut PT Semen Padang yang diwakili Kepala Unit CSR, Rinold Thamrin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Siti Aisyah, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, Novrial, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar dan Tanah Datar. 

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi mengapresiasi PT Semen Padang yang telah melakukan pembinaan terhadap Kampung Iklim dan Ecobrick di Nagari Andaleh ini, termasuk Universitas Negeri Padang (UNP) yang turut mendukung berbagai program yang ada di kampung ini.

Apalagi, kata Audy, Kampung Iklim dan Ecobrick ini juga ada kaitannya dalam rangka menghadapi perubahan iklim yang sangat krusial. Karena, salah satu penyebab perubahan iklim itu adalah sampah yang menghasilkan banyak gas. Salah satunya gas metan yang menyebabkan atmosfir ozon menipis. 

“Artinya, harus ada pengolahan sampah menjadi suatu bermanfaat untuk ekonomi masyarakat, pengolahan sampah menjadi satu pergerakan masyarakat, UMKM, dan apapun itu, termasuk apa yang dilakukan di Kampung Iklim dan Ecobrick Nagari Andaleh ini,” katanya.

Kegiatan di Kampung Iklim dan Ecobrick ini, lanjutnya, merupakan hal yang luar bisa. Bahkan, bisa dibilang taman literasi ecobrick di kampung ini merupakan yang pertama di dunia. “Makanya, saya apresiasi setinggi-tingginya Semen Padang dan UNP yang telah mendukung penuh Kampung Iklim dan Ecobrick ini,” ujarnya.

Orang nomor dua di Pemprov Sumbar itu menyampaikan Kampung Iklim dan Ecobrick ini jangan hanya ada di Tanah Datar saja. Kabupaten dan kota lain di Sumbar diharapkan juga dapat mengimplementasikannya. Dan tentunya, disesuaikan dengan kebutuhan nagari atau kecamatan di daerahnya. 

“Saya rasa, Kampung Iklim dan Ecobrick ini ke depan bisa jadi tempat KKN tematik bagi mahasiswa. Karena ini sangat unik dan menarik. Sejauh ini, belum ada literatur tentang taman literasi ecobrick. Jadi, mahasiswa KKN nantinya diharapkan bisa menjadi literatur awal untuk menggali secara ilmiah dan disebarkan, supaya banyak orang belajar ke Kampung Iklim dan Ecobrick ini,” katanya. 

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Tanah Datar, Eka Putra. Dia mengaku sepakat dengan Wakil Gubernur soal Kampung Iklim dan Ecobrick yang dilengkapi dengan taman literasi dan menjadi pertama di dunia. Karena, dirinya juga sudah melakukan pencarian di internet dan tidak ditemukan adanya informasi tentang taman literasi ecobrick ini yang muncul. Khususnya soal sistim yang ada di taman literasi ecobrick.

“Saya sepakat dengan Pak Wagub, soal sistim di taman literasi ecobrick ini yang tentunya bisa kami klaim sebagai pertama di dunia. Untuk itu, saya juga mengarpresiasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Semen Padang dan UNP yang telah menyukseskan Kampung Iklim dan Ecobrick di Andaleh ini,” katanya. 

Sistim di taman lirterasi ecobrick ini bisa diklaim sebagai pertama di dunia, katanya melanjutkan, karena kalau meminjam buku di taman literasi ini harus bawa sampah plastik yang dimasukkan ke dalam botol plastik, dan untuk menjadi anggota literasi di taman ini juga harus pakai sampah plastik. 

“Jadi ini unik, syarat membaca buku di taman literasi ecobrick ini harus membawa sampah plastik dulu. Artinya,  saya melihat bagaiman masyarakat di Andaleh ini peduli dengan sampah plastik sambil baca buku. Ini harus kita tularkan di nagari lainnya di Tanah Datar ini,” ujarnya. 

Bupati Eka Putra pun berharap ke depannya, di daerah sekitar Andaleh ini dapat dibangun Home Stay, supaya orang yang datang berkunjung ke nagari ini untuk belajar penanganan sampah di Kampung Iklim dan Ecobrick ini bisa nyaman. Apalagi, pemandangan di Nagari Andaleh ini juga luar biasa indahnya.

“Selain membangun homestay, saya juga akan mendorong pengembangan kuliner di Nagari Andaleh ini, termasuk pelaku UMKM yang mendaur ulang berbagai sampah menjadi bernilai ekonomis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Siti Aisyah mengatakan bahwa Nagari Andaleh ini sudah mendapatkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2022. Kampung Iklim dan Ecobrick ini adalah kampung yang melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. 

Ke depannya, ia berharap Nagari Andaleh ini dapat meningkatkan statusnya menjadi Kampung Iklim Lestari. Namun tentunya, Nagari Andaleh ini harus diwajibkan mengembangkan 10 kampung yang lain. "Semoga ini dapat terwujud," ujarnya.

Dia juga menyampaikan bagaimana Semen Padang bisa mnejadi pembina Kampung Iklim dan Ecobrick Nagari Andaleh ini. Kata dia, itu berawal ketika Wali Nagari Andaleh membutuhkan mesin sampah. Kemudian, dia pun meninjau Nagari Andaleh. 

Ternyata, di Nagari Andaleh ada pohon Andaleh yang begitu besar dan menjadi ikon nagari tersebut, sehingga ditawarkanlah untuk membuat taman iklim yang dilengkapi dengan pustaka. Sedangkan untuk strukturnya, dibangun menggunakan ecobrick. 

"Setelah disetujui, saya pun meminta Semen Padang sebagai pembina Kampung Iklim dan Ecobrick di Nagari Andaleh. Alhamdulillah, Semen Padang langsung mendukungnya dengan memberikan bantuan dana untuk membangun taman iklim dan ecobrick , termasuk UNP yang melibatkan mahasiswa KKN di Nagari Andaleh ini," bebernya.

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis melalui Kepala Unit CSR, Rinold Thamrin menyebut bahwa Semen Padang melakukan pembinaan terhadap Kampung Iklim di Nagari Andaleh ini, karena Semen Padang dalam mengimplementasikan program CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), mengimplementasikan  konsepTriple Bottom Line yang diselaraskan dengan Core Subject ISO 26000 SR. 

"Jadi, kami tidak hanya mengedepankan profit, tapi juga memperhatikan masyarakat dan lingkungan. Nah, salah satunya melakukan pembinaan terhadap Kampung Iklim yang dilengakpi dengan taman baca ecobrick di Nagari Andaleh. Mudah-mudahan, ini dapat menjadi contoh bagi nagari yang lain. Terutama, dalam pengolahan sampah plastik dan sampah lainnya yang menjadi permasalahan di Sumbar," katanya. 

Sebelumnya diberitakan bahwa pada saat memperingari Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2022 (World Environment Day) yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, PT Semen Padang menyerahkan bantuan Program Kampung Iklim (Proklim) kepada 2 nagari atau desa di Sumbar, yaitu Nagari Andaleh Kabupaten Tanahdatar dan Nagari Limau Gadang Lumpo, Pesisir Selatan. 

Bertempat di halaman Kantor Gubernur Sumbar, bantuan untuk masing-masing nagari sebesar Rp20 juta itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Asri Mukhtar, kepada wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi.(*)

PADANG,Lintas Media News.
Memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia 2022, PT Semen Padang menggelar Talkshow dengan tema "Bersatu Cegah Korupsi untuk Terus Tumbuh dan Memenangkan Persaingan" di Wisma Indarung PT Semen Padang, Selasa (13/12/2022). 

Digelar secara hybrid, talkshow tersebut menghadirkan guru besar Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand), Prof. DR  H. Elwi Danil, SH, MH, dan Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Padang, Emria Fitriani, SH, MH, sebagai narasumber.

Dibuka oleh Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, talkshow itu dihadiri Komisaris PT Semen Padang, Werry Darta Taifur, Direktur Operasi PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, dan sejumlah staf di lingkungan PT Semen Padang.

Kemudian, juga hadir Koordinator Adpidsus Kejati Sumbar, A. Irfan, Ketua Pengadilan Negeri Kota Padang, Syafrizal, Kasi Intel Kejari Padang, Afliandi, SH, MH, Perwakilan BPN Sumbar dan Kota Padang, vendor atau rekanan di lingkungan PT Semen Padang, serta ninik mamak KAN Lubuk Kilangan.

Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Semen Padang rutin menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia. Tidak hanya talkhshow, tapi juga seminar dan lain sebagainya.
Kegiatan tersebut digelar, katanya, juga sebagai bentuk komitmen Semen Padang untuk memberantas korupsi agar perusahaan dapat berjalan dengan baik, sesuai kooridor dan betul-betul governance. Apalagi, Semen Padang tahun 2022 ini, berinisiatif melakukan sertifikasi sistem manajemen anti penyuapan ISO 37001:2016.

"Sertifikasi ini tentunya bukan hanya dipajang saja, serta harus diikuti aturannya dan dievaluasi. Tapi lebih dari itu. Salah satunya, dengan digelarnya kegiatan talkshow yang juga mengacu kepada sistem manajemen anti penyuapan ISO 37001:2016," katanya.

Untuk itu, kata Oktoweri melanjutkan, dia berharap agar semua yang hadir mendapatkan suatu nilai tambah atas paparan dari narasumber talkshow tentang pencegahan korupsi. "Mungkin tadinya tidak tahu, tapi dengan mengikuti talkshow ini, peserta mengetahui apa saja itu korupsi dan bagaimana pencegahannya. Itu harapan kami," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Komisaris PT Semen Padang, Werry Darta Taifur. Kata dia, Hari Anti Korupsi itu perlu diperingati, karena korupsi itu disebut musuh bersama, dan disegi hukum disebut sebagai suatu kejahatan atau perbuatan kriminal.
Kemudian di segi agama sudah jelas bahwa korupsi merupakan perbuatan dosa. Bahkan, kekuatan dari korupsi ini makin lama makin besar dan sudah memasuki seluruh sendi-sendi kehidupan. 

"Makanya melalui Hari Anti Korupsi se-Dunia ini, mari kita bersama-sama untuk meningkatkan komitmen kita bahwa kita tidak akan terlibat korupsi, kita tidak melaksanakan koruspi, baik itu di level bawah maupun level paling tinggi," ujarnya. 

Talkshow yang dipandu Andahayani sebagai host itu diawali dengan pertanyaan tentang pencegahan tindak pidana korupsi oleh KPK maupun penegak hukum. Menanggapi hal itu, Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Emria Fitriani menyampaikan bahwa dalam melakukan pencegahan korupsi, KPK sudah memetakan 7 tindakan korupsi yang umum terjadi.

Di antaranya, adanya kerugian keuangan negara, penyalahgunaan kewenangan, suap, gratifikasi dan perbuatan curang. Dalam upaya anti korupsi, KPK ada trisulanya, yaitu pencegahan, penindakan dan pendidikan. Untuk penindakan, dimulai dari laporan masyarakat. 

Kemudian, laporan tersebut dilakukan penyidikan dan sampai kepada tuntutan dan putusan pengadilan. Dan tentunya, efek jera yang ditumbulkan dari putusan pengadilan itu juga lah yang diharapkan sebagai pencegahan terjadinya tindak pindana korupsi.

"Sedangkan pada pendidikan, yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat apa itu korupsi, dan korupsi itu seperti apa, serta bagaimana dampak dari tindak pidana korupsi. Nah, sosialisasi dan edukasi seperti ini merupakan bagian dari pendidikan kepada masyarakat," katanya. 

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Unand, Elwi Danil menyampaikan beberapa ciri dari pelaku korupsi. Pertama, korupsi itu selalu melibatkan lebih dari satu orang. Kalau dulu, itu disebut sebagai korupsi berjamaah. Kedua, korupsi itu selalu melibatkan kerahasiaan. 

"Artinya, pelaku korupsi itu dilakukan secara terorganisir. Tetapi, dalam beberapa tahun belakangan ini atau pertengahan zaman reformasi, korupsi tidak lagi dilakukan secara rahasia. Sekarang ini, begitu tidak takutnya orang melakukan korupsi," katanya sembari menyebut orang Indonesia sekarang ini permisif terhadap prilaku korupsi. 

Pada kesempatan itu, Andahayani juga menyampaikan pertanyaan soal budaya AKHLAK di BUMN, serta indeks persepsi korupsi. Terkait budaya AKHLAK, Ewil Danil menyebut ide AKHLAK yang dicetus Menteri BUMN Erick Thohir, bertujuan bagaimana AKHLAK bisa menumbuhkembangkan budaya anti korupsi di lingkungan perusahaan BUMN. 

Meski begitu, mantan Komisaris PT Semen Padang itu berharap agar AKHLAK jangan hanya sebagai jargon atau enak untuk diucapkan tapi sulit untuk diterapkan. Paling tidak, AKHLAK ini adalah gagasan yang baik dari budaya anti korupsi. "Dan, ini harus menjadi komitmen bersama," katanya.

Terkait indeks persepsi korupsi, Elwi Danil menyampaikan persepsi itu bisa datang dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dari pelaku usaha. Karena, pelaku usaha kalau berbisnis disuatu negara, mereka melihat apakah pemerintahannya memiliki komitmen yang tinggi memberantas korupsi atau tidak. 

"Nah, di Indonesia ternyata kondisinya tidak baik. Skor indeks persepsi korupsi di Indonesia itu di bawah 50. Negara yang bersih dari korupsi itu skornya di atas 50. Makanya, ini menandakan bahwa korupsi menjadi persoalan yang mendasar di Indonesia," katanya. 

Pada kesempatan itu, juga dibahas soal korupsi korporasi. Kata Elwi Danil, dalam hukum pidana ada sebuah prinsip yang menyebutkan bahwa korporasi tidak mungkin korupsi, karena dia tidak punya roh dan tidak punya jiwa. Akan tetapi, dalam perkembangan zaman dan pikiran, ternyata korporasi bisa melakukan tindak pidana, termasuk tindak pidana korupsi. 

Tindakan pidana korupsi koporasi itu terjadi ketika pejabat teras di korporasi melakukan perbuatan untuk dan atas nama korporasi untuk mendapat keuntungan. "Contohnya, bayar pajak seringan-ringannya. Kalau ada manipulasi, tentu uangnya tidak keluar, uangnya untuk korporasi," katanya. 

Hal yang sama juga disampaikan Emria Fitriani. Kata dia, kebanyakan korporasi disidangkan terjadi dari tindak pidana pencucian uang dan ini sudah ada kasusnya. Di mana, ada oknum hakim kalau tidak salah membuat perusahaan dari uang gratifikasi atau suap yang dia terima, kemudian disimpan atau diputar disuatu perusahaan. 

Karena ketika itu tidak ada aturan hukum yang jelas tentang proses korupsi korporasi, makanya pada Mahkamah Agung untuk mengisi kekosongan hukum mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 13 tahun 2016. "Sekarang ini, korupsi korporasi bisa disidangkan di pengadilan," katanya.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.