Articles by "Padang Panjang"

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok
Showing posts with label Padang Panjang. Show all posts

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Satu-satunya di Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang Panjang berpeluang meraih penghargaan tertinggi Kota Sehat Swasti Saba Wistara untuk keenam kalinya. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota, karena dinilai berhasil melaksanakan beberapa tatanan kawasan sehat. 

Ketua Forum Kota Sehat Padang Panjang, Hariyanto Saputra ketika ditemui LintasMedia.com, Kamis(23/9)  di Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kamis (23/9) menyebutkan, Padang Panjang lolos untuk verifikasi dokumen yang selanjutnya akan ada verifikasi lapangan. "Kemungkinan verifikasi akhir September ini. Kita satu-satunya kota di Provinsi Sumatera Barat yang masuk nominasi," ucapnya. 

Adapun tahapan verifikasi dokumen, jelasnya, telah dilakukan melalui usulan tim pembina provinsi. Setelah dilakukan verifikasi oleh Pusat (Kemenkes RI dan Kemendagri RI-red), kemudian dinyatakan memenuhi kriteria untuk dilakukan penilaian selanjutnya yaitu verifikasi lapangan, guna validasi data sesuai dengan dokumen yang telah dikirimkan. 

"Nantinya tim pusat memverifikasi kelayakan kota mendapatkan penghargaan ini melalui serangkaian kunjungan lapangan, tanya jawab ke masyarakat dan presentasi Forum Kota Sehat," jelasnya. 

Disebutkannya, Forum Kota Sehat merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi untuk turut menentukan arah, prioritas, perencanaan pembangunan di Kota Padang Panjang yang mengintegrasikan berbagai aspek sehingga dapat mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warga. 

"Prinsipnya bagaimana mewujudkan budaya masyarakat sehat sehingga Padang Panjang menjadi kota yang layak anak, aman, nyaman dan sehat," terangnya. 

Kegiatan di tingkat kota, katanya, dimotori Forum Kota Sehat. Sedangkan di tingkat kecamatan, dipandu Forum Kecamatan Sehat dan di kelurahan Forum Kelurahan Sehat. ucapnya. 

Disebutkannya, di antara tatanan menuju kota sehat, kawasan tersebut meliputi permukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang mandiri, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan sosial yang sehat, serta kawasan sarana lalu lintas yang tertib. 

Beberapa indikator khusus yang harus dipenuhi sebagai kota sehat terkait kawasan pemukiman yaitu udara bersih, air sungai bersih, penyediaan air bersih untuk individu dan umum, pembuangan air limbah domestik, pengelolaan sampah, pertamanan dan hutan kota, sekolah, pengelolaan pasar, sarana olahraga, rekreasi, dan taman bermain anak-anak.

Hariyanto yang juga fasilisator STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) ini menyebutkan, salah satu contoh dari upaya kita untuk sanitasi adalah pembangunan  Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Sudah ada 11 IPAL komunal yang sudah dibangun di Padang Panjang dan sedang dibangun lagi di tiga lokasi, yaitu di Kelurahan Sigando, Ganting dan Koto Panjang. 

"IPAL komunal merupakan sarana pengolahan air limbah yang dapat digunakan secara bersama. Satu IPAL komunal ini bisa dipergunakan dan menampung limbah minimal 50 rumah," jelasnya.

Sementara itu, Novriza Yulida, SKM, MPH, Kasi Kesehatan Lingkungan, Keselamatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan ketika dihubungi terpisah menyampaikan, penghargaan Kota Sehat Swasti Saba merupakan bentuk apresiasi dari Kemenkes dan Kemendagri kepada kabupaten dan kota dalam menerapkan tatanan kawasan sehat. 

"Penghargaan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali dengan tiga kategori tingkatan. Dari yang terendah, yaitu Padapa, Wiwerda hingga yang tertinggi, Wistara," sebutnya. 

Ditambahkannya, Padang Panjang telah meraih predikat kota sehat nasional sebanyak 7 kali berturut-turut. Yakni tahun 2007 dan 2009 Predikat Swastisaba Wiwerda. Tahun 2011, 2013, 2015, 2017, 2019 predikat Swastisaba Wistara. 

"Dalam mewujudkan Padang Panjang sebagai kota sehat, kita selalu membuat inovasi, merangkul tim pengerak PKK, pokja kecamatan sehat sampai ke kelurahan, dan juga Forum Kota Sehat. Tanpa mereka tidak mungkin terwujud semua ini," ucapnya. 

Ditambahkannya lagi, pihaknya intens melakukan pembinaan ke kecamatan dan kelurahan. "Seperti belum lama ini, kita  menggandeng Tim Pengerak PKK dan Forum Kota Sehat melaksanakan sosialisasi STBM," sampainya. 

Selain itu, katanya lagi, Dinkes juga mengadakan lomba pokja Kelurahan Sehat. Ini bertujuan membangkitkan semangat tim kelurahan untuk tetap eksis di pokja kelurahan. "Ini salah satu kiat kita untuk memunculkan kelurahan yang bisa mewakili Padang Panjang untuk memverifikasi lapangan yang akan kita hadapi yang diperkirakan akhir bulan ini," ujarnya. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano menerima piagam penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata hadirnya Pemerintah Kota dalam melindungi para pekerja rentan di Kota Padang Panjang. 

Piagam penghargaan yang berasal dari implementasi Program Jaminanan Sosial  Ketenagakerjaan dan Lerlindungan Pekerja Rentan dalam program BPJS Ketenagakerjaan di Kota Padang Panjang itu, diserahkan Deputi Direktur Wilayah Sumbar-Riau-Kepri, Eko Yuyulianda di Ruang Pertemuan Hotel ZHM Padang, Rabu (15/9). 

Eko sangat mengapresiasi kebijakan yang telah diterapkan di Padang Panjang. "Pemko Padang Panjang sangat peduli kepada para pekerja rentan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pekerja rentan yang telah didaftarkan dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Eko. 

Sementara itu, Wako menyebutkan, melindungi para pekerja rentan  merupakan program nasional. Sebagai pimpinan daerah yang taat, dirinya berkomitmen men-support dan mendukung agar program tersebut berjalan dengan baik. 

“Kami sebagai Pemerintah Kota terus berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Apapun program dari pusat, pastinya semaksimal mungkin kami lakukan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar wali kota muda itu. 

Untuk target ke depan, lanjut Fadly, Pemko akan berupaya agar mayoritas pekerja rentan mendapatkan stimulan dari Pemko. 

“Ke depannya kami akan terus menganggarkan agar seluruh pekerja rentan di Kota Padang Panjang mendapatkan stimulan dan jaminan dalam menjalankan aktivitas kerjanya sehari-hari,” kata lagi. 

Senada dengan Fadly, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Ewasoska, SH menuturkan, Pemko telah menganggarkan dana lebih kurang Rp 50 juta untuk para pekerja rentan yang berjumlah sekitar seribu orang. 

“Mulai dari tahun 2019, kami telah menganggarkan stimulan untuk 1.000 orang pekerja rentan. Hingga tahun ini sudah 3.000 orang pekerja rentan menerima stimulan dan jaminan ketenagakerjaan tersebut. Insyaa Allah ke depan di anggaran perubahan kami akan usulkan penambahan lagi untuk 1.000 orang pekerja rentan yang akan menerima stimulan dan jaminan ketenagakerjaan,” ujar Ewa yang didampingi Kepala Bidang Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan DPM-PTSP, Mardi Suntami. 

Dalam kegiatan ini, salah seorang pekerja asal Padang Panjang, Fahrudin yang bekerja sebagai penjaga sekolah di TK Darul Fallah juga menerima secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari Wako Fadly yang disaksikan Eko Yuyulianda. 

“Alhamdulillah, perhatian Pemko terhadap kami para tenaga kerja nonformal di Kota Padang Panjang tiada putus-putus. Mulai dari bantuan berbentuk motivasi kerja, hingga stimulan BPJS Ketenagakerjaan,” sebut Fahrudin. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Ketua DPW Gebu Minang Sumbar terpilih, Fadly Amran menyatakan organisasi Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau, yang dipimpinnya itu, akan menghimpun dan membina potensi masyarakat Minang  yang berada di perantauan dan kampung halaman.

Prioritasnya, bidang ekonomi dan budaya di masa mendatang, bisa berkembang dalam rangka pemulihan ekonomi nasional umumnya dan Sumbar khususnya.

"Upaya kontribusi Gebu Minang Sumbar dalam pemulihan ekonomi, dilandaskan pada koordinasi dengan ketua-ketua DPD se-Sumbar untuk melahirkan program kerja jangka pendek," ujarnya usai terpilih beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, Fadli berpesan, agar orang Minangkabau baik di ranah maupun dirantau, bisa memanfaatkan berbagai kesempatan dalam pembangunan ekonomi kecil, menengah dan besar, di masa pandemi ini.

Ia berharap, orang Minangkabau dimana pun berada, agar tetap bisa bekerjasama dan menjaga marwahnya. "Pertahankan profesi sebagai pedagang. Tetap solid dan sama-sama berusaha agar tetap bertahan meski di musim sulit ini. Kita tetap berusaha mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Selain itu, Fadly yang saat ini menjabat Walikota Padang Panjang, itu mengucapkan terima kasih atas amanah yang percayakan kepadanya. “Insya Allah sekuat tenaga ke depannya kita akan jadikan DPW Gebu Minang menjadi lebih maju lagi,” ucap Fadly.

Ia berkomitmen, menyusun pengurus DPW Gebu Minang Sumbar dan mempersiapkan pelantikan pengurus dalam waktu dekat.

Menurut Firdaus Ilyas dan Dian  Anggraini Oktavia selaku panitia, Gebu Minang Sumatera Barat periode 2021 -2026 ini akan dilantik 17 September mendatang. (maison pisano)



Pdg. Panjang, Lintas Media News

Usai, menjadi irup, pada peringatan Hut Kemerdekaan RI Ke 76 dihalaman Balaikota Silaing Bawah Padang Panjang Barat,  kota Padang Panjang Wali Kota Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano terima Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan berupa beasiswa untuk pelajar Kota Padang Panjang dari Bank Nagari.

Total CSR sebesar Rp 110 juta itu, diserahkan Kepala Cabang Bank Nagari, Zulhendri secara simbolis kepada Fadly Amran, didampingi Wakil Wali Kota, Drs. Asrul di halaman Balaikota, Selasa (17/8) lalu. 

Kepala Bank Nagari Kota Padang Panjang,  Zulhendri saat disambangi LintasMedia.com. diruang kerjanya, Rabu, 18/8/2021 mengatakan, Dana  CSR ini merupakan beasiswa untuk pendidikan yang diserahkan kepada Pemko. Dana tersebut, nantinya dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Untuk, teknik penyaluranya, Disdikbud yang menentukan pelajar yang berhak mendapat beasiswa fari dana CSR, terebut,ujar Zulhendri. 

Sifatnya, pihak kita hanya menyalurkan dan membantu. Yang menentukan siapa yang berhak menerimanya tentu dinas terkait. Yakni, Disdikbud

Lebih jauh Zulhendri Chien mengatakan, danaCSR kali ini, lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Semoga,dengan disalurkanyadana CSR ini, setidaknya dapat meringankan keuagan daerah, terutama bidang pendidikan dikelola Dinas Pendidikan Budaya kota Padang Panjang,” harap Zulhendri.

Selaku perbankan milik daerah, hanya itu yang bisa dilakukan Bank Nagari dalam menyalurkan bantuan untuk program keumatan. Dari segi anggaran, kita yakin Pemko sudah menganggarkan lebih untuk bidang pendidikan. Namun, tidak ada salahnya pihak kita memberi dan meringgankan pendidikan dikelola Disdikbut, ujar Pak Chien. 

Bila dikalkulasikan, nyaris setengah miliar dana CSR disalurkan dikota Padang Panjang dengan berbagai program sosial kemasyarakatan. Intinya, Bank Nagari hadir untuk masyarakat banyak dengan birokrasi mudah bila  masyarakat berurusan dengan pihak kami. 

Untuk memudahkan dan memanjakan masyarakat, pihaknya sudah menyediakan beberapa unit gerai ATM terletak pada tempat tempat strategis gampang diakses masyarakat. Disamping, ketersedian ATM yang banyak. Pihak Bank Nagari juga melayani belanja dengan cara non tunai. Untuk aplikasi non tunai, kita sudah bekerja sama dengan beberapa buah pusat perbelanjaan yang ada dikota Padang Panjang,tukuknya.

Sementara, ditempat terpisah, Walikota Fadly Amran, menyampaikan terima kasih kepada pihak Bank Nagari yang peduli akan pendidikan Padang Panjang, dengan menggelontorkn dana CSR bidang pendidikan untuk beasiswa. Dengan, adanya dana CSR ini, sangat meringankan beban dari orang tua murid yang akan menerima. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Dinilai memiliki komitmen yang tinggi menumbuhkan dan mengembangkan inovasi pelayanan publik, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI menganugerahi  Inovasi Administrasi Negara (Inagara) Award  kepada Pemko Padang Panjang.

Inagara Award ini diterima Wakil Wali Kota, Drs. Asrul dari Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto secara virtual, Jumat, (6/8) pada puncak peringatan  HUT LAN ke-64.

Wawako Asrul menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. "Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh OPD berinovasi, hari ini kita meraih Inagara Award. Terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh OPD atas kerja kerasnya melaksanakan inovasi di masing-masing unit kerjanya dan berharap Inagara Award ini  akan lebih memotivasi OPD dalam melaksanakan inovasi yang telah didisain sekaligus melahirkan ide-ide inovasi lainnya yang lebih berkualitas. Selanjutnya selamat ulang tahun LAN RI ke-64,"  ujarnya.

Lebih lanjut, Asrul berharap sebagian besar inovasi yang dilaksanakan OPD mampu mencapai tingkat kematangan  sehingga memberi manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. "Semoga inovasi ini memberikan manfaat yang luas dan secara nasional akan mampu menaikan indeks inovasi daerah Kota Padang Panjang sebagai salah satu indikator kinerja pemerintah daerah yang diukur oleh Kemendagri melalui penyelenggaraan Innovative Government Award (IGA) setiap tahunnya," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda, Rusdianto, S.IP, MM menyampaikan, inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang berjalan dengan cukup menggembirakan. "Ini tidak terlepas dari kerja sama Pemko dengan LAN melalui nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani  Wali Kota, H. Fadly Amran, BBM Datuak Paduko Malano bersama kepala LAN RI pada 5 Februari 2020 di Jakarta. Di mana salah satu tindak lanjut dari MoU tersebut adalah kerja sama pelaksanaan Laboratorium Inovasi di Kota Padang Panjang," katanya.

Dikatakannya lagi, hal itu guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik sesuai amanat Undang-Undang No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. 

"Laboratorium Inovasi adalah semacam inkubasi untuk menggali ide inovasi, menentukan bentuk ide inovasi terbaik, merumuskan rencana aksi inovasi sampai pada pembimbingan implementasi yang sepenuhnya dibimbing dan didampingi LAN. Sehingga inovasi-inovasi memberi nilai manfaat kepada masyarakat maupun sasaran yang dituju," jelasnya

Pemko melalui Bappeda, lanjutnya, merespon cepat nota kesepahaman tersebut dengan memulai pelaksanaan Laboratorium Inovasi pada 25-27 Februari 2020.  Melalui penyelenggaraan tahapan Drum Up (menabuh genderang) dan Diagnose (fasilitasi ide). "Tahapan ini untuk membangun kesadaran berinovasi bagi segenap elemen Pemerintah Kota serta mengidentifikasi dan menfasilitasi ide inovasi dari seluruh perangkat daerah," ujarnya.

Dari tahapan pendampinan yang dilakukan LAN, jelasnya, terhimpun lebih kurang 200 ide inovasi dari seluruh OPD. Kegiatan Laboratorium Inovasi berlanjut ke tahapan Design (membangun rencana aksi) pada tanggal 13-15 Oktober 2020. Pada tahapan ketiga ini, pihak LAN melakukan verifikasi terhadap 200 ide inovasi beserta rencana aksi yang telah disusun. Maka terdapat 150 ide inovasi beserta rancang bangun dan rencana aksinya yang layak untuk diimplementasikan. 

"Sebanyak 150 ide inovasi tersebut  telah diluncurkan pada 1 Desember 2020 bertepatan dengan Peringatan HUT Kota ke-230. Peluncuran inovasi tersebut menandai dimulainya tahapan laboratorium keempat yaitu tahapan Delivery (pelaksanaan). Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen antara kepala daerah dan kepala OPD untuk komit dan konsisten dalam melaksanakan inovasi yang telah direncanakan tersebut," terangnya.

Menurut Rusdianto, tahapan delivery merupakan tahapan yang paling berat dari semua rangkaian penguatan sistem inovasi daerah, lantaran tahapan delivery merupakan tahapan pelaksanaan atau implementasi sekaligus pembuktian bahwa rencana aksi inovasi yang telah didisain dapat berjalan sesuai rencana. "Banyak hal yang mempengaruhi kelancaran pelaksanaan inovasi di OPD, misalnya keterbatasan dukungan pembiayaan, keterbatasan personil maupun keterbatasan lain terkait pandemi Covid-19 yang masih berlangsung," tuturnya.

Walaupun di tengah suasana pandemi, lanjut Rusdianto, Bappeda terus berusaha mendampingi OPD dalam implementasi inovasi tersebut, dengan turun ke OPD melakukan monitoring, mengidentifikasi permasalahan, menawarkan solusi dan dukungan teknis maupun non teknis.  

"Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada seluruh OPD dapat disimpulkan bahwa progres pelaksanaan inovasi cukup berjalan baik. Walaupun sebagiannya terkendala permasalahan yang sudah disebutkan sebelumnya. Atas upaya pendampingan ini sekaligus komitmen yang ditunjukan OPD untuk konsisten melaksanakan Inovasinya, maka LAN menilai Pemko, sangat serius dan berkomitmen kuat dalam mengembangan inovasinya," pungkasnya. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi, Pemerintah Kota Padang Panjang, Selasa (27/7) kembali salurkan bantuan beras bagi masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPA), Drs. Osman Bin Nur mengatakan,  beras bantuan PPKM disalurkan untuk masyarakat yang terdata mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)  di tujuh Kelurahan di Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), kecuali Pasar Usang yang sudah disalurkan hari Minggu (25/7) bersama Kelurahan Ganting. "Besok,  Rabu (28/7) kita salurkan di Kecamatan Padang Panjang Timur," katanya. 

Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, beras bantuan 10 kg yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia Padang Panjang dibantu aparat kelurahan untuk 414 KK di PPB. Dengan rincian 68 KK di Kelurahan Balai-Balai, 36 KK di Bukit Surungan, 108 KK di Kampung Manggis, 27 KK di Pasar Baru, 26 KK di Silaing Atas, 70 KK Silaing Bawah dan 70 KK Tanah Hitam.  

"Mudah-mudahan program bantuan ini berjalan dengan baik, serta sampai kepada mereka yang berhak," harap Osman.

Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Bukittinggi, Muhammad Fakri Firdaus mengatakan, sesuai Instruksi Pemerintah Pusat, Perum Bulog ditunjuk sebagai penyedia bantuan beras untuk masyarakat terdampak akibat PPKM ini.

"Kami mengucapkan  terima kasih atas dukungan dari Pemko Padang Panjang khususnya DSPPKBPPA, aparat di kelurahan dan PT Pos yang telah sigap untuk bersama menyukseskan program bantuan dari Pemerintah Pusat untuk bisa segera tersalurkan kepada masyarakat yang terdata menerima beras bantuan PPKM 2021 ini," katanya.

Sementara, Dody Kurniawan, Ketua Satgas BST dan BB-PPKM PT Pos Padang Panjang mengatakan, agar penyaluran bantuan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran, penerima akan  difoto dan diminta tanda tangan pada daftar nominatif. Kemudian akan dicocokkan data nama penerima dengan NIK penerima. "Semoga besok tuntas semua penyaluran beras bantuan ini di Kota Padang Panjang," ujarnya. (maison pisano) 

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Kota Padang Panjang hingga 25 Juli mendatang, berstatus PPKM Mikro level 4, kita bertekad dan berupaya untuk bisa turun pada level 3.

Penetapan itu, Berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) No. 23 Tahun 2021 yang menetapkan Padang Panjang berstatus PPKM Mikro Level 4, sehingga dengan penetapan ini pembatasan kegiatan masyarakat diperpanjang sampai tanggal 25 Juli.

Perpanjangan PPKM ini, merupakan kesempatan bagi Padang Panjang untuk turun menjadi PPKM Mikro Level 3. “Indikator-indikator yang menjadi penyebab PPKM Mikro Level 4 ini, harus kita perkuat pelaksanaannya, agar kita bisa turun ke level 3,” ujarnya.

Beberapa indikator yang mempengaruhi di antaranya positivity rate di bawah 10%, memperketat posko penyekatan, memperkuat 3T (testing, tracing, treatment).

Untuk positivity rate mingguan, saat ini Padang Panjang berapa pada angka 29%, perlu diperkuat 3T dengan dilakukan tracing sebanyak 15 orang per kasus konfirmasi. Dengan target orang yang dites perhari untuk Padang Panjang sebanyak 119 orang.

“Kami minta kepada Satgas Kelurahan untuk mencari tahu masyarakat yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19, namun mereka belum melakukan swab. Juga diminta kepada masyarakat dengan penuh kesadaran untuk mengikuti tes swab apabila merasa ada kontak erat dengan kasus konfirmasi

Dengan banyaknya tracing yang dilakukan, dengan kasus konfirmasi sedikit, bisa memutus kasus Covid-19 dan tidak banyak penularan kepada masyarakat lain. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Pengawasan terhadap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Padang Panjang, tim gabungan terdiri dari personil TNI, Polri, Satpol PP dan instansi terkait lainnya, terus menggalakkan Operasi Yustisi.

Selasa (13/7), operasi difokuskan pada titik tik keramain dalam kota, seputaran Gedung M. Syafe'i, Pasar Pusat Padang Panjang, merupakan simpul aktivitas masyarakat Bumi Serambi Mekah.

Kasubag Bin Ops, Iptu Khairul Zaman yang memimpin operasi ini menjelaskan, sasaran Operasi Yustisi kali ini adalah pengguna jalan yang melintas dan tidak mematuhi protokol kesehatan dalam hal penggunaan masker. Lalu rumah makan serta pelaku usaha yang tidak mengindahkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 20 Tahun 2021.

Iptu Khairul mengatakan, petugas mendapati beberapa pengguna jalan dan masyarakat yang tidak menggunakan masker, serta beberapa rumah makan yang masih belum mengindahkan Inmendagri.

“Oleh petugas diberikan pemahaman dan imbauan agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Petugas juga memberikan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dan para pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan agar jangan diulangi. Serta diminta kepada masyarakat secara kooperatif untuk mematuhi aturan yang berlaku,” katanya.

Di samping itu, lanjutnya, petugas juga memberikan imbauan dan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha bahwa Covid-19 masih ada dan saat ini Kota Padang Panjang sedang diberlakukan PPKM Darurat oleh Pemerintah Pusat. Untuk itu, diimbau agar tetap patuhi protokol kesehatan, jaga kesehatan diri masing-masing dan hindari kerumunan. Kalau rasanya tidak terlalu penting, jangan keluar rumah dulu.

“Kami berharap PPKM darurat mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga kasus penyebaran Covid-19 di Kota Padang Panjang bisa ditekan,” ujarnya. (maison pisano)


Pdg. Panjang, Lintas Media News

Irjen Pol. Toni Harmanto dan istri, Yesika Toni Harmanto dianugerahi gelar adat atau gala sangsako. Toni Harmanto bergelar Tuanku Rajo Sinaro Basa, sementara sang istri,  Yesika bergelar Rangkayo Siti Aminah.

Acara penganugerahan diadakan di gedung serba guna Nagari Paninjauan X Koto, Senin (28/06/2021). Penganugerahan gelar ini dilaksanakan pada rangkaian acara Batagak Pangulu yang dihelat Kerapana Adat Nagari (KAN) Paninjauan.

Pada hari yang sama,  juga dilaksanakan pengangkatan, Lima orang pemangku gelar adat yakni, Dasrial Syamsuar Lc Dt Saidi Dirajo, Arya Kurniawan Dt Marajo, Zulfahmi Dt Rajo Putiah, Sudarman Dt Malano Basa Nan Sati dan Muhammad Fadli Dt Pangulu Basa.

Hadir dalam acara adat ini, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansyarullah, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Ketua DPRD Tanah Datar Rony Mulyadi Dt. Bungsu, dan unsur Forkompinda Tanah Datar.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), LKAAM Tanah Datar, ninik mamak Urang Nan 80 dan tokoh masyarakat Paninjauan Arnis Saleh.

Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian dalam sambutannya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, menyampaikan selamat kepada Irjen Pol. Toni Harmanto beserta istri atas gelar sangsako yang dianugerahkan masyarakat Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. 

Gelar atau gala sangsako merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang berjasa, berprestasi yang mengharumkan Minangkabau, agama Islam, bangsa dan negara serta bermanfaat bagi masyarakat Minangkabau.

“Semoga momen yang baik ini akan mempererat rasa kekeluargaan dan tali silaturahmi antara masyarakat Paninjauan khususnya dan masyarakat Kabupaten Tanah Datar umumnya dengan Bapak Kapolda dan jajaran,” ujar, Wabup Richi.

Lebih jauh, Sang Wabu mengungkapkan penganugerahan gelar adat ini merupakan bentuk penghargaan kepada Kapolda yang dipandang mampu dan memiliki kinerja yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Sementara, Irjen Pol Toni Harmanto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan gelar yang diberikan. “Ini bentuk kepercayaan kepada kami, semoga amanah ini kami jalankan, bisa menjadi ninik mamak yang bisa bersikap adil sehingga bisa meletakkan hukum pada tempatnya,” sebut Toni Harmanto.

Sang Irjen mengungkapkan, sebelumnya sempat menanyakan kepada ninik mamak Paninjauan yang datang kepada dirinya, alasan apa sehingga dirinya diberi gelar sangsako.

“Jawaban yang disampaikan kepada keluarga, karena keberhasilan menjaga Kamtibmas dan menjaga syiar agama dengan memberikan teladan kepada anggota dan seluruh masyarakat untuk mengerjakan salat berjemaah di masjid bagi kaum laki-laki,” terangnya.

Lebih jauh Toni Harmanto menyebutkan, di satu sisi dirinya sebagai manusia biasa harus bisa menjaga perasaan hati dari penggagas pemberi gelar dan di sisi lain dirinya telah memberikan yang terbaik saat bertugas di Sumbar.

“Ini karena hanya menjalankan kewajiban saja dengan niat tulus dan ikhlas, mengingat kecintaan saya kepada Sumatra Barat. Untuk itu atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan terima kasih.”

“Harapan saya, dengan gelar sangsako Tuanku Rajo Sinaro Basa, yang berarti dengan rahmat Allah SWT dapat menjadi pemimpin yang selalu menyinari, menuntun, siapa pun ke jalan, untuk meraih limpahan rezeki, limpahan kesejahteraan dan kebahagian di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Sementara, gelar Rangkayo Siti Aminah kepada istrinya berarti selalu memiliki sifat-sifat kemuliaan, kesantunan layaknya ibunda Nabi Muhammad SAW yang dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Usai, penganugerahan gelar sangsako untuk orang nomor satu di Kepolidian Sumatera Barat ini, Irjen Polisi Toni Hermanto bersama istri dan tamu undangan dijamu Makan Bajamba di Balairung Adat. Sesuai adat dan tradisi minang kabau sebelum makan didahului dengan Pasambahan dan petatah petih antara sapangka alek dengan tamu. Semua itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan tuan rumah dapam memuliaian para tamu undangan. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Kelurahan Pasar Usang (Paus), Kecamatan Padang Panjang Barat berhasil meraih juara umum dalam Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Kota Padang Panjang Tahun 2021.

Dari lima perlombaan yang diadakan, empat diantaranya berhasil dimenangkan Paus. Baik itu juara pertama, kedua maupun juara tiga. Disusul Kelurahan Silaiang Bawah dari kecamatan yang sama, berhasil meraih tiga predikat juara.

Wakil Wali Kota, Drs. Asrul yang menutup kegiatan ini di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (24/6), memberikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan acara yang berjalan lancar dan sukses. Asrul juga mengucapkan selamat kepada kelurahan yang berhasil keluar sebagai pemenang.

"Lomba ini dapat meningkatkan kreativitas para kader, silaturrahmi terjalin dan rasa kekeluargaan semakin bertambah. Menjadi kader PKK tidaklah mudah, karena sama kita ketahui jadi kader harus banyak pengorbanan. Mereka dengan sukarela membantu program pemerintah," ujar Asrul seraya mengatakan dengan adanya jambore ini, turut membantu jalannya roda pemerintahan Kota Padang Panjang.

Asrul juga berpesan kepada semua kader, agar menjadi kader yang tangguh dalam melaksanakan tugas di masyarakat. Menjadi kader yang dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitar. Serta tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas sebagai ujung tombak perpanjangan tangan pemerintahan di tengah masyarakat.

"Saya berharap agar seluruh kader dapat terus meningkatkan pengetahuan tentang gerakan pemberdayaan kesejahteraan keluarga agar kehadiran PKK dalam masyarakat semakin memberi makna dan dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan keluarga," tuturnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP juga menyampaikan selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum meraih juara, Dokter Dian meminta agar jangan berkecil hati, karena tujuan jambore bukan mendapatkan juara, namun menjalin silaturrahmi.

"Kegiatan jambore ini telah kita laksanakan dan kita saksikan bersama yang dimeriahkan dengan berbagai lomba. Hendaknya ini tidak hanya sekadar ingin merebut juara, namun dapat menjadi wahana pembelajaran serta memperkuat silaturahmi," ujarnya.

Dengan adanya jambore, katanya lagi, kadang timbul pemikiran dari setiap kader untuk membuat sebuah kreativitas. "Saya salut dengan semangat para ibu kader dalam membuat inovasi maupun kreativitas. Misalnya rajutan, membuat menu makanan yang bergizi, dan mengolah sampah jadi bahan berguna," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dian juga memberikan penyuluhan terkait Covid-19. Dirinya meminta seluruh kader wajib mematuhi protokol kesehatan, lantaran Covid-19 sampai saat ini masih ada. 

“Bahkan bervariasi. Ada yang namanya Alfa, Beta dan Delta. Delta inilah yang sangat berbahaya saat ini. Saya harap semua kader tetap memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid-19 ini," katanya.

Keberadaan PKK, tambah Dian, sangat berguna bagi pemerintah. Seperti saat ini, PKK mengutamakan kegiatannya dalam menurunkan kasus Covid-19.

Perwakilan kader PKK yang diwakili Indah Aprianti, memberikan kesan dan pesan dalam kegiatan jamboree ini. Dia mengucapkan terima kasih kepada ketua TP-PKK Kota, Kecamatan dan Kelurahan yang telah melakukan pembinaan dan bimbingan kepada semua kader. "Banyak hal yang bisa kita petik dari kegiatan jambore ini. Mulai dari kekompakan, kebersamaan, keceriaan, dan juga prestasi yang telah didapat masing-masing kelurahan," ucapnya.

Turut hadir dalam acara penutupan ini, kepala OPD terkait, camat, lurah, ketua GOW, ketua DWP dan organisasi wanita lainnya. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano meresmikan penggunaan Rumah Healing Kota Padang Panjang, Kamis (24/6). Rumah Healing ini adalah yang pertama ada dan berdiri di Sumatera.

Diresmikannya Rumah Healing yang berlokasi di Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padang Panjang Barat ini, mendapat apresiasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Sumbar, Heni Yunida, SE mengatakan, Rumah Healing yang didirikan Pemko Padang Panjang ini sangat luar bisa. Selain sebagai yang pertama di Sumatera, fungsinya bisa membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat.

"Diharapkan dengan adanya Rumah Healing di Kota Padang Panjang ini, bisa menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya di Sumbar," harapnya.

Sementara itu, Wako Fadly menyebutkan, peresmian Rumah Healing ini merupakan pencapaian visi-misi dalam memberikan pelayanan ekstra kepada masyarakat di bidang sosial kemasyarakatan dan penyuluhan.

"Mungkin banyak masyarakat yang mengalami masalah sosial, seperti terlibat penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga. Dengan adanya Rumah Healiang, kita akan mencari solusi terbaik untuk permasalahan sosial yang dialami tersebut," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA), Drs. Osman Bin Nur, M.Si menyampaikan, Rumah Healing merupakan rumah pemulihan terhadap 26 permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Seperti anak terlantar, korban kekerasan, korban penyalahgunaan NAPZA, kelompok minoritas, lansia terlantar, dan sebagainya.

"Ke depan, kita akan membangun dan meningkatkan secara bertahap Rumah Healing ini. Mulai dari sarana dan prasarananya, termasuk sumber daya manusianya. Ini agar bisa menampung dan menyelesaikan 26 permasalahan sosial yang ada masyarakat," jelasnya.

Setelah dilakukannya peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemko dengan beberapa pihak. Seperti MoU kerja sama dengan Universitas Al Azhar Indonesia dalam hal sistem pelayanan. Lalu MoU dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan GANN (Gerakan Anti Narkoba Nasional)  dalam hal penanganan penyalahgunaan narkoba. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Drs. H. Syafrizal, Datuak Nan Batuah mengatakan, dari 16 kabupaten/kota di Sumbar yang mengikuti lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi, Kota Padang Panjang dianggap lebih cepat dalam penanggulangan Covid-19.

Hal ini disampaikan Syafrizal dalam sambutannya selaku ketua Tim Penilai pada acara penilaian Kelurahan Berprestasi di Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur, Senin (21/6). Dikatakannya, penilaian lomba kali ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu penilaian lebih ke arah ekonomi, namun  tahun ini penilaian mengarah pada penanggulangan dan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tingkat kelurahan. Temanya, "Desa dan Kelurahan Bangkit, Sehat, Maju dan Sejahtera Dimasa Pandemi Covid-19".

"Sebenarnya yang berlomba itu bukan lurahnya. Yang berlomba itu pemerintah daerah, antarpemerintah daerah. Apabila tidak ada peran dari kepala daerahnya, sentuhan dari sekda-nya, tentu kelurahan menghadapi lomba ini dengan seadanya," tuturnya.

Selain itu, dia juga mengapresiasi sambutan Kelurahan Ganting kepada tim penilai yang didampingi langsung oleh Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, Wakil Wali Kota, Drs. Asrul, Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md, Forkopimda, Sekdako, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si, Ketua TP-PKK, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP, Wakil Ketua TP-PKK, Nova Era Yanthy Asrul, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Gunung, Dr. Ir. H. Yurnalisman Syam, MM, asisten, staf ahli, kepala OPD,  tokoh masyarakat yang secara lengkap hadir di lokasi penilaian.

Sementara itu, Wako Fadly menyampaikan, evaluasi yang dilakukan tim penilai, semata-mata untuk memaksimalkan fungsi birokrasi pemerintah di tengah masyarakat.

"Banyak tanggung jawab yang harus kita lakukan di berbagai bidang. Tim penilai akan melihat ini, bagaimana Kelurahan Ganting betul-betul bisa merepresentasikan kelurahan yang baik, kelurahan yang tata kelola manjemennya baik dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat banyak," ucapnya.

Selain itu, Fadly juga bekesempatan memaparkan secara singkat, apa-apa saja yang menjadi keunggulan di Kelurahan Ganting. Salah satunya, kelurahan ini mempunyai jumlah UMKM terbanyak di Kecamatan Padang Panjang Timur, memikili posyandu terbaik di Padang Panjang, dan pencatatan kepemilikan KTP-Elektronik  tertinggi di Padang Panjang yang mencapai angka 99%.

Dengan semua keunggulan yang ada di Ganting, dan juga inovasi dalam penanggulangan Covid-19, Fadly berharap kelurahan ini mendapat nilai yang baik, dan bisa mewakili Sumbar di tingkat nasional.

Kegiatan diisi dengan ekpose Lurah Ganting, Januardi, SE, wawancara per bidang kegiatan dan dilanjutkan peninjauan lapangan oleh tim penilai pada masing-masing bidang penilaian. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Sekolah Menengah Pertama(SMP) Negeri 4 Padang Panjang me Launching Rangkiang Literasi. Helatan, sederhana itu dilakukan langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, M.Ali Tabrani, dihalaman sekolah,Senin, 21 Juni 2021

Ali Tabrani dalam hantaran singkatnya mengatakan, selaku kepala dinas pendidikan, sangat tertarik dengan inovasi ini yang dilakukan oleh warga SMPN 4. Sebuah inovasi dalam penumbuhan karakter siswa dalam membaca, dengan perluasan areal membaca ini. Semoga ke depan akan tumbuh prestasi akademik bagi siswa," ujar Ali Tabrani. 

Inovasi ini, sekaligus sebagai motor penggerak perubahan karakter anak anak. Hal ini, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berangsur angsur dan mencoba berbagai kiat agar bisa menghela siswa untuk membaca. Dengan membaca berarti mengajak siswa untuk cerdas dan mengisi waktu untuk menjelajah dunia lewat buku, pungkasnya.

Sementara, salah deorang guru penggas lahirnya Rangkiang Literasi. lidya Gusti mengatakan, lahirnya nama Rangkiang Literasi, mengacu pada sebuah keatifan lokal yang di minang kabau. Sebab, rangkiang berarti lumbung padi yang digunakan masyarakat Minang untuk menyimpan padi hasil panen. Bangunan ini dapat ditemukan di halaman rumah gadang. 

Oleh sebab itu, kami menggunakan kata rangkiang yang berarti lumbung dan ditambah dengan kata literasi. 

Jadi, Rangkiang, berarti tempat menyimpan informasi di halaman perpustakaan. Dan, rangkiang literasi tersebut dinamakan Rangkiang Literasi si Bayau bayau. Artinya, tempat menyimpan ilmu yang dapat dikunjungi untuk mencari ilmu setiap saat.

Begitulah, pemahaman roh filosofi rangkiang yang berdiri megah di depan rumah gadang. Inovasi ini timbul karena buruknya minat baca para siswa begitu malas membuka sepatu untuk memasuk perpustakaan. 

Rangkiang padi sebenarnya mengatasi gizi buruk masyarakat Minangkau yang tidak bisa menyimpan hasil panennya di masa paceklik. Berdasarkan itu juga inovasi itu muncul untuk mengatasi buruknya minat baca pelajar yang dikalahkan dengan dunia gadget.

Istilah Rangkiang Literasi yang ditelurkan oleh Betmon yang diarsitekkan oleh,  Rian, Rangga munculnya sebuah inovasi yang belum ada muncul di permukaan bumi literasi.

Inovasi ini, memang patut digunting pitakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,  Bapak M. Ali Tabrani serta disaksikan oleh Kepala SMPN 4 Padang Panjang, Ibu N. Wistuti dan guru guru serta staf TU  sebagai sebuah pencetus ide di dunia perpustakaan dan dunia literasi. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Berbagai program dan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) resmi diluncurkan Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, Kamis (17/7).

Sebanyak lima inovasi terbaru pelayanan adminduk itu, diluncurkan dalam acara yang digelar di Hall Lantai III Balaikota. Inovasi itu di antaranya Mendung Sesaat, Spot Rehat, Pop Corn, dr. Dukcapil, dan Sigadis Dukcapil.

Kepala Disdukcapil, Dra. Maini mengatakan, sebagai etalase pelayanan publik di Kota Padang Panjang, dinas yang dipimpinnya hingga tahun 2021 ini, telah melahirkan 12 inovasi untuk mendukung layanan adminduk. Di tahun 2021 ini, untuk memenuhi berbagai tantangan dan keinginan masyarakat terhadap layanan yang lebih mudah, murah dan cepat, Disdukcapil kembali melahirkan lima inovasi lagi.

“Salah satu inovasi ini kami beri nama ‘Mendung Sesaat’, yang bermakna Dokumen Kependudukan Langsung Selesai Setelah Putusan. Inovasi ini hasil kerja sama Disdukcapil dengan Pengadilan Agama Padang Panjang. ‘Mendung Sesaat’ dapat membantu warga yang bercerai untuk mendapatkan langsung Kartu Keluarga (KK) terpisah dan pembaharuan status kawin pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sehingga ke depannya, jika mendung telah berakhir, tidak ada kendala dokumen yang mereka hadapi untuk melalukan pernikahan kembali karena mendung ini hanya sesaat,” sebut Maini.

Kemudian, lanjut Maini, inovasi Spot Rehat yaitu Spot Perekaman KTP dengan Hasil Terbaik. Ini terinspirasi dengan viralnya tangkap layar hasil foto KTP-el yang beredar di media sosial, apakah itu foto “kinclong”, foto KTP dalam keadaan tertawa, bahkan dengan mata terpejam. 

“Disdukcapil membuat inovasi sederhana namun sangat berarti bagi pemilik KTP elektronik. Berbeda dengan Disdukcapil di kota-kota lain, di Padang Panjang masyarakat bisa melihat hasil foto dengan tambahan layar monitor yang disediakan bagi warga untuk melihat hasil foto. Mengingat KTP-el akan digunakan seumur hidup,” ucapnya.

Dikatakan Maini, juga ada inovasi Pop Corn atau “Photo OPD Corner”. Merupakan spot kreatif yang menampilkan data dan informasi kependudukan yang menarik, informatif dan mudah dipahami masyarakat. Media visual ini difungsikan sebagai sarana atau tempat berswa-foto bagi masyarakat setelah memperoleh pelayanan administrasi dokumen kependudukan. 

Hal ini dapat menjadi indikator kepuasan dan kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kependudukan sebagai implementasi dari komitmen Disdukcapil. 

“Bentuknya, pembuatan space dinding untuk dijadikan media gambar, kartun, karikatur tematik yang memuat informasi publik sesuai dengan tupoksi Disdukcapil untuk kemudian dapat mereka bagikan lewat media sosial. Ini sebagai wujud kepuasan, kenyamanan serta ajang persuasi untuk kerabat mereka agar melakukan hal yang sama, yaitu tertib administrasi kependudukan sekaligus menunjang promosi pelayanan publik pada Disdukcapil,” tuturnya.

Kemudian, tambahnya lagi, ada dr. (dokter-red) Dukcapil.  Inovasi ini lahir akibat keresahan Disdukcapil terhadap data warga yang tidak diperbaharui bahkan hingga belasan tahun. Berbeda dengan akta dan KTP, Kartu Keluarga bisa saja diperbaharui setiap tahun.

“Misalnya tahun lalu, anak belum bersekolah, maka data pendidikan dan pekerjaannya perlu diubah tahun ini. Perubahan tersebut untuk akuratnya data kependudukan ketika dilakukan pengelompokan status pendidikan,” ungkap Maini.

Pada tahap uji coba, program dr. Dukcapil hanya dihadirkan secara offline pada iven-iven kota. Program dr. Dukcapil berfungsi sebagai pemberi diagnosa terhadap data dalam Kartu Keluarga untuk ditemukan penyakit/masalah ketidaksesuaian data dan ketidaklengkapan dokumen kependudukan. 

“Dokter Dukcapil akan memberikan resep pengobatan berupa pemberian informasi alur pelayanan dan persyaratan pelayanan. Namun, dengan kondisi saat ini, iven-iven tidak lagi diadakan. Tapi kami tidak berhenti di situ. Kami mengembangkan dr. Dukcapil ke bentuk digital yaitu melalui aplikasi WhatsApp. Warga dapat mengirimkan pesan WA dengan format: Nomor Kartu Keluarga # Nama Kepala Keluarga  ke nomor 0858-3058-9000. dr. Dukcapil akan menyampaikan permasalahan data dan solusinya,” ungkap Maini. 

Ditambahkan Maini, selanjutnya ada Inovasi Sigadis Dukcapil yaitu Sistem Informasi Geografis Data dan Informasi Dukcapil. Inovasi ini merupakan salah satu bentuk penyajian data agregat kependudukan berbasis peta kebumian (geografis) yang menggambarkan struktur, distribusi/persebaran, kuantitas dan kualitas penduduk Kota Padang Panjang. 

Sistem ini memberikan kemudahan pada masyarakat dalam memperoleh informasi dan data agregat kependudukan untuk pemanfaatan data sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Dalam Pasal 58 Ayat (4) dinyatakan bahwa data kependudukan yang digunakan untuk semua keperluan adalah data kependudukan dari kementerian yang bertanggung jawab dalam urusan pemerintahan dalam negeri, antara lain untuk pemanfaatan pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum, dan pencegahan kriminal.

"Disdukcapil akan selalu bekerja dan bekerja untuk membahagiakan masyarakat serta berupaya untuk berinovasi dalam segala hal yang berkaitan dengan pelayanan publik Adminduk di Kota Padang Panjang. Orang berjalan, kami berlari. Orang berlari, kami akan meloncat untuk mewujudkan Dukcapil hadir di tengah-tengah masyarakat, menciptakan masyarakat sadar dan tertib Adminduk," tekadnya.

Sementara itu, Wako Fadly Amran mengaku cukup bangga dengan kinerja jajarannya di Disdukcapil. Dikatakan Fadly, berbagai inovasi tersebut sangat sejalan dengan pencapaian visi misi untuk menjadikan Kejayaan Padang Panjang yang bermarwah dan bermartabat.

“Adanya kemudahan-kemudahan dalam pelayanan masyarakat, menjadi bukti hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Dinas-dinas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, akan terus kita support untuk mampu menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik yang memudahkan masyarakat,” sebut Fadly.

Di kesempatan itu, Fadly juga mengajak seluruh masyarakat Padang Panjang untuk dapat memanfaatkan segala kemudahan yang telah dihadirkan pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

“Pemerintah adalah pelayan masyarakat. Kami hadir untuk masyarakat. Saat ini kami telah melahirkan berbagai inovasi yang memberi kemudahan untuk masyarakat. Jadi tunggu apalagi, mari manfaatkan kemudahan-kemudahan yang telah dihadirkan pemerintahan ini,” ucap Fadly seraya mengatakan Pemko akan terus berinovasi demi kemudahan dan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir acara peluncuran, Disdukcapil memberikan piagam penghargaan kepada tujuh OPD atas kerja sama terbangun selama ini dalam menjaga Hak Ases Data Kependudukan Perseorangan. OPD itu terdiri dari Bappeda, Dinas Pangan dan Pertanian, RSUD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, serta Dinas Kesehatan. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Perjuangan panjang untuk menghidupkan kembali penambangan kapur di Kota Padang Panjang mulai menampakkan titik terang. Tanpa lelah, Wali Kota, Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano beserta jajarannya terus berupaya agar penambangan kapur dapat dihidupkan kembali secepatnya. Sehingga masyarakat penambang yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha tambang, dapat melakukan penambangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 

Setelah menjalin berbagai komunikasi dan pembelajaran untuk percepatan aktivasi usaha tambang kapur, Wako Fadly bersama tim kembali berkunjung dan melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Herry Martinus dan jajaran di Ruang Rapat Dinas ESDM di Padang, Kamis (3/6).

Mengawali pertemuan tersebut, Fadly menyampaikan harapan agar Dinas ESDM bisa memberi masukan adanya opsi kemungkinan kolaborasi antara pengusaha dan penambang rakyat sehingga masing-masing dapat memperoleh keuntungan dari potensi batu kapur yang ada di Padang Panjang. 

“Kami sangat berharap aktivitas penambangan kapur Bukit Tui dapat kembali beroperasi sesuai standar operasional yang sudah ditentukan dalam Undang-Undang. Kami sangat meyakini banyak dari masyarakat Padang Panjang yang menggantungkan hidupnya di sektor tambang dan industri batu kapur ini. Jika aktivasi penambangan batu kapur ini dapat terwujud segera, tentunya sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” sebut Fadly.

Fadly bersama jajaran Pemko seperti Sekretariat Daerah, Dinas PUPR, Dinas PerkimLH, Dinas Perdakop UKM telah mengerahkan segenap upaya untuk menunju ke arah itu. Pada kesempatan pertemuan tersebut, Fadly dengan segala semangat dan kerendahan hati meminta masukan dari Dinas ESDM, Dinas PUPR Sumbar dan pihak-pihak lain untuk bisa membantu mempercepat terwujudnya cita-cita tersebut.

Kadis ESDM Herry Martinus selaku tuan rumah pertemuan menyambut baik maksud wali kota dan jajaran tersebut. Dia menilai masyarakat Padang Panjang memiliki semangat untuk mewujudkan wilayah pertambangan di kotanya. Buktinya adalah meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala, saat ini masih ada tungku kapur yang aktif di Padang Panjang. 

“Dinas ESDM mengapresiasi semangat masyarakat tersebut dan akan memberikan dukungan pemanfaatan potensi tambang yang ada di Kota Padang Panjang,” tutur Herry.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat juga menghadirkan Prof. Dr. Eng. Reni Desmiarti, ST, MT, Guru Besar Prodi Kimia Fakultas Teknik Industri Universitas Bung Hatta rekan-rekannya yang saat ini sedang melakukan riset pemanfaatan batu kapur di Sumatera Barat. 

Prof. Reni memaparkan secara rinci bahwa dari sampel batu kapur yang diambil dari beberapa titik di Kota Padang Panjang menunjukkan kualitas kapur yang baik. Dilihat dari warna dan kekerasannya, kapur Kota Padang Panjang sangat cocok dimanfaatkan untuk industri penjernihan air (PDAM), industri CPO dan pemanfaatan lain di bidang pertanian. 

“Sedangkan, pemanfaatan untuk industri cat, kertas dan kosmetik masih perlu pengolahan lebih lanjut dengan sentuhan teknologi, sehingga mencapai tingkat keputihan dan kelunakan yang disyaratkan,” ungkap Reni.

Dengan memperhatikan hasil penelitian dari Reni bersama rekan-rekannya dan juga mempertimbangkan luas space yang tersedia, Herry menyarankan sebaiknya pertambangan di Kota Padang Panjang diprioritaskan pada pertambangan rakyat. 

Dengan demikian potensi kerusakan lingkungan akan relative lebih mudah dikendalikan karena notabene tidak menggunakan alat berat. 

Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat juga siap melakukan supervisi kepada pengusaha tungku bagaimana pengolahan yang baik sehingga meminimalisir polusi udara yang ditimbulkan pembakaran batu kapur. Jika memang demikian, maka Pemko Padang Panjang diminta untuk segera mengajukan pengusulan ke Kementerian ESDM melalui Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat agar ditetapkan melalui SK Menteri ESDM sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat.

Namun demikian, dalam pertemuan tersebut juga ditegaskan bahwa semua proses pengurusan izin pertambangan, baik Izin Pertambangan Rakyat (IPR) maupun Izin Usaha Pertambangan (IUP) harus didasarkan pada Peraturan Daerah tentang Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota yang memuat adanya potensi pertambangan di Kota Padang Panjang. 

Pemko sudah sejak tahun 2020 memproses perubahan RTRW Kota Padang Panjang.  Kepala Dinas PUPR, Welda Yusar, ST mengungkapkan, saat ini RTRW sudah sampai dalam tahapan asistensi Pemprov Sumatera Barat untuk penyempurnaan Materi Teknis (Matek). 

“Insyaa Allah dalam waktu dekat perbaikan dokumen Matek tersebut akan diajukan ke Provinsi untuk dibahas dengan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Provinsi Sumatera Barat. Draft revisi RTRW tersebut disertai dengan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang disusun Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup,” sebut Welda Yusar.

Dinas PUPR Sumbar yang juga hadir dalam pertemuan tersebut diwakili Kasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang, Edi Juandri, ST sangat mengapresiasi upaya-upaya cepat yang dilakukan Pemko, khususnya Dinas PUPR Padang Panjang dalam merevisi RTRW. 

Edi Juandri menyampaikan, sesuai dengan peraturan regulasi yang ada, proses revisi RTRW hingga menjadi Peraturan Daerah harus melalui 14 tahapan yang memakan waktu relatif panjang. Persetujuan RTRW kabupaten/kota tidak hanya melalui pembahasan di tingkat provinsi, namun juga harus melalui proses dan pembahasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang sehingga harus menunggu antrean dari seluruh daerah di Indonesia. 

“Rata-rata pemerintah kabupaten/kota menghabiskan waktu minimal 3 tahun untuk merevisi RTRW. Namun dengan upaya percepatan yang dilakukan Pemko Padang Panjang, kami optimis perubahan RTRW dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 3 tahun,” ungkap Edi Juandri.

Di akhir pertemuan, Wako Fadly Amran sekali lagi meminta dukungan dari Pemprov Sumbar agar senantiasa mendampingi Padang Panjang dalam merevisi RTRW sehingga bisa diselesaikan lebih cepat. Masyarakat Padang Panjang juga diminta memberikan dukungan dan bersabar menunggu semua proses yang sedang berjalan. 

“Inilah solusi agar masyarakat dapat segera mengurus izin pertambangan kapur sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan Padang Panjang yang Bermarwah dan Bermartabat,” tutur Fadly.

Dalam kesempatan itu, Fadly turut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Iriansyah Tanjung, Kadis PUPR, Welda Yusar, Kadis, Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Wita Desi Susanti, Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi UKM, Jevie Eka Putra, Kabag Perekonomian dan SDA, Putra Dewangga,  Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Rinayanti, dan Kasi Tata Ruang, Donald Catria.(maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Usai melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Wali Kota, Drs. Asrul menyampaikan  99% Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemko Padang Panjang hadir di hari pertama, setelah libur lebaran 1442 H. 

Dar8 pemantauan, di lapangan, jika dipersentasekan, 99 persen ASN dan THL hadir di hari pertama usai lebaran," ungkap Asrul didampingi Asisten III Setdako, Martoni, S.Sos, M.Si dan Kepala BKPSDM, Rudi Suarman, AP usai melakukan sidak, Senin (17/5).

Beberapa staf yang tidak hadir, lanjutnya, lantaran sakit dan cuti melahirkan. Adapun catatan kehadiran tersebut akan dikirim langsung secara online ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Di samping itu, terkait lonjakan kasus Covid-19, Asrul mengingatkan ASN dan THL di lingkungan Pemko untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi protokol kesehatan (prokes).  "Kepada ASN dan THL di Padang Panjang mari tingkatkan kewaspadaan dan patuhi prokes," pungkasnya. (maison)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

SEBUAH lukisan kaligrafi berukuran 4 x 2 meter karya Ustadz Derry Sulaiman terpanjang indah memenuhi  sebuah dinding pembatas yang bisa ditemui saat akan memasuki pintu utama kediaman rumah dinas (rumdin) Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano.

Goresan kaligrafi berwarna putih dengan latar belakang abstrak, perpaduan warna hangat dan dingin, mengisyaratkan kenyamanan dan ketenangan bagi siapa saja yang datang.

Namun, yang lebih berarti dari itu semua ialah makna dari kaligrafi itu sendiri. Kutipan ayat Al Qur'an yang berbunyi "Hasbunallah Wa Nikmal Wakil". Artinya Cukuplah Allah yang menjadi penolong". Merujuk firman Allah  dalam surat Ali Imran ayat 173.

Lukisan kaligrafi ini, kata Ustadz Derry, merupakan lukisan terbesar yang pernah dibuatnya selama karirnya melukis. "Request ter-ajib dari bapak wali kota. Ayatnya Pak Wali yang request," katanya, Selasa (11/5), ba'da  berbuka puasa di kediaman resmi wali kota di bilangan Tanah Bato, Guguk Malintang itu. 

Dijelaskan Ustadz, asbabun nuzul ayat tersebut ketika Nabi Ibrahim dipanggang, datanglah Malaikat Jibril. Namun Nabi Ibrahim menjawab Hasbunallah, cukup Allah sebagai penolong.

"Mudah-mudahan dengan adanya lukisan ini, orang masuk ke rumah dinas merasakan kebesaran Allah. Dan Pak Wali juga dibantu Allah dalam memimpin," ujarnya. 

Ustadz Derry berharap karyanya itu bisa menjadi sejarah dan bermanfaat untuk Padang Panjang. "Bagaimana pun saya belajar pertama kaligrafi di Padang Panjang di Tsanawiyah Gantiang, belajar Khad," sebutnya.

Kemudian harapannya lagi, lukisan tersebut dapat menginspirasi kepala daerah yang lainnya. "Alangkah baiknya dengan adanya kaligrafi, keindahan dapat, hobi tersalurkan, dan menambah pahala," ujarnya.

Selain lukisan Derry, tak kalah menakjubkan, yakni karya perupa Erizal As yang  terlihat saat masuk ke ruang utama rumdin. Lukisan abstrak itu terpampang di dinding bagian tengah. 

Sebagai putra kelahiran Padang Panjang, sang maestro ingin mendedikasikannya untuk Kota Padang Panjang. "Ada keinginan di sanubari, karya saya bisa dilihat masyarakat  Padang Panjang. Terima kasih juga kepada Pak Wali yang telah mengapresiasi saya," terangnya.

Dengan bahasa abstrak, Erizal menyampaikan sebuah semangat positif untuk Padang Panjang pada lukisannya itu. "Untuk Pak Wali bekerja dengan dinamikanya di Padang Panjang menuju kejayaan," sebutnya.

Lukisan dengan judul "Pitaruah Asa" dikerjakan selama satu setengah bulan.  Lukisan tersebut baru terealisasi  di tengah keinginan mempersembahkan karya itu dua tahun lalu. "Ukuranya 2 X 3 meter," jelasnya.

Wako Fadly Amran menyampaikan, bagi  yang ingin melihat karya lukisan-lukisan tersebut bisa mengunjungi rumdin. "Silahkan kunjungi rumah dinas," ajaknya. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Sebanyak 139 personel gabungan disiagakan di Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran 2021 di Kota Padang Panjang. Para personel tersebut tersebar di empat pos Operasi Ketupat Singgalang 2021 guna menjamin keamanan, kelancaran, dan ketertiban pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kapolres, AKBP. Apri Wibowo, SIK mengatakan, empat pos pengamanan itu terdiri dari Pospam Koto Baru, Pospam Rangkayo Basa, Pospam Lembah Anai dan Pospam Kubu Kerambil.

"Kami melibatkan 139 personel polisi dan TNI serta didukung petugas dari pemerintah daerah seperti Dinas Perhubungan serta Satpol PP," katanya kepada Kominfo, Selasa (11/5).

Dikatakannya, selain menjaga keamanan untuk menjamin kelancaran dan ketertiban perayaan Idul Fitri 1442 H, personel yang ditugaskan di Pospam tersebut juga akan memperkuat kegiatan rutin lainnya.

"Seperti pengawasan kepada warga yang mudik lebaran, termasuk juga pemantauan terhadap warga yang datang," ujarnya.

Pengetatan larangan mudik lebaran, kata Apri, sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang akhir-akhir ini kasusnya melonjak drastis.

"Saya minta masyarakat benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan mematuhi aturan pemerintah agar tidak mudik lebaran," jelasnya.

Ia pun optimis, angka kasus Covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin, jika masyarakat bisa bersatu dengan disiplin menerapkan prokes dan mematuhi aturan pemerintah.

Di samping mendirikan pos pengamanan, pihaknya juga mendirikan tiga pos pelayanan yang berlokasi di Pasar Padang Panjang, Mega Mendung dan Tanjung Mutiara. 

"Pos Pam dan Pos Yan ini beroperasi mulai tanggal 06-17 Mei 2020," tutupnya. (maison)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Hakekat puasa dan lebaran adalah, wujud dari sepenuh amal ibadah yang dilakukan sebulan selama Ramadhan, semoga ketaqwaan menjadi nilai yang didapatkan karena kita sudah berpuasa dengan penuh keimanan dan ilmu. 

Namun, tentunya kita menghimbau untuk merayakan lebaran dengan kesederhanaan dan ketulusan jiwa, apalagi kondisi pandemi semakin meningkat lagi, mari kita ikuti prokes, dan perbanyak doa di hari kemenangan semoga Allah SWT mengangkat pandemi ini. Hal tersebut, dikatakan Nasrulah Nukman, dikediamanya, Sabtu (8/5).

Nasrulah Nukman

Artinya, nyaris dua tahun kita dihadapkan pada penomena yang melelahkan. Maraknya, penyebaran pandemi dalam dua tahun belakangan membuat segala sektor jadi lumpuh. Lumpuhnya, perekonomian kota dan masyarakat. Goyahnya, sendi agama, sosial dan budaya. Hal, yang tidak biasa dilakukan harus dikerjakan.

Interaksi antar sesama jadi terputus. Saling curiga mencurigai, sesama kita menjadi hal pemandangan yang tudak seharunya terjadi. Namun, itulah kondisi yang sesungguhnya terjadi. Masjid dan mushala tempat mengadu dalam keluh kesah dibatasi untuk sebuah rutinitas wajib. Hal, yang prinsip sekali pun jadi taruhan akan sebentuk ketakutan.

Semisal, bersalaman hal yng biasa dilakukan sepanjang hari dam waktu, terputus oleh sebuah aturan dan ketakutan yang tudak beralasan. Tetapi semua itu, harus kita lakukan untuk sebuah aturan dalam memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Seiring berjalanya waktu, dan kita menyadari semua kejadian selama ini, semua kehendak dari yang maha Kuasa. Dalam hal itu, kita harus patuh untuk ikut dalam aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Masih untung, tahun ini kita sudah dapat kembali melakukan kegiatan ibadah dengan sempurna tanpa rasa kekawatiran berlebihan.

Dengan, akan berakhirnya puasa 1442 H Semoga, semua amalan kita perbuat selama satu bulan penuh menjadi penerang dalam menyongsong lebaran kelak. Artinya, semua ibadah kita lakukan hanya karena Allah, yakinlah balasanya dengan balasan pahala yang berlipat dari Allah. Doa doa sepanjang malam dalam bulan Ramadan jaminan akan sebuah pahala, ujar Nasrulah.

Lebih jauh Nasrulah Nukman mengatakan, yang penting diperhatikan oleh setiap hamba yang sudah berpuasa, bahwa ada kewajiban setiap diri sebelum hari raya yaitu membayar Zakat fitrah, sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh Amil, kalau zakat mal untuk pembersih harta maka zakat fitrah adalah untuk pembersih diri.

Sejatinya, membayarkan zakat fitrah adalah untuk membersihkan diri dari segala salah dan khilaf selama ini. Untuk itu, zakat fitrah harus dibayarkan jelang puasa berakhir. Hirarkinya, dihari lebaran kita terlahir secara fitri. 

Hirarkinya, zakat fitrah bukan hanya memberi sebagian harta bagi muslim yang mampu. Tapi juga sebagai upaya untuk membersihkan diri dan menyempurnakan ibadan puasa Ramadan yang sudah kita jalani selama sebulan penuh, pungkas Nasrulah Nukman. (maison pisano)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Sebanyak 7 (Tujuh) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang Panjang telah memperoleh hak akses terhadap Data Perseorangan Penduduk.

Saat ini 7 (tujuh) OPD dilingkungan Pemerintahan Kota Padang Panjang yang telah memperoleh hak akses terhadap Data Perseorangan Penduduk Padang Panjang tersebut yaitu :

  1. Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA).
  2. Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM).
  3. Dinas Kesehatan (Dinkes).
  4. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan).
  5. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
  6. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
  7. Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dra. Maini, MM didampingi Kasi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan, Rimanita Erizon, SE, ME.

Kasi Kerja sama dan Inovasi Pelayanan Rimanita Erizon, SE, ME.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bisa Dra. Maini, MM (IST), 

“Data perseorangan merupakan data dari hasil pelayanan administrasi kependudukan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang tersambung dengan pusat data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” jelasnya.

Data tersebut, tambahnya, dikonsolidasikan dan dibersihkan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan tersimpan di Data Warehouse yang dikelola Kemendagri.

Salah satu mekanisme pemanfaatan data perseorangan ini, katanya lagi, dimanfaatkan OPD melalui mekanisme web portal.

“Pemberian izin hak akses web portal ini, melalui persetujuan Dirjen Dukcapil Kemendagri. Sesuai dengan amanat Permendagri 102 Tahun 2019 tentang Pemberian Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan. Ini bentuk kerja sama dan inovasi pelayanan Disdukcapil Padang Panjang," ungkapnya.

Bagi OPD yang membutuhkan data valid by name by address, sebut Maini, dapat mengajukan permohonan user ID ke Disdukcapil. Saat ini, semua OPD itu telah menjalin kerja sama pemanfaatan NIK, data kependudukan dan KTP-el.

“Namun demikian, pemberian hak akses haruslah melalui mekanisme yang sesuai dengan Permendagri 102 Tahun 2019,” tukasnya.

Selain itu, terangnya, UU Nomor 24 Tahun 2013, Pasal 58 Ayat (4) menjelaskan bahwa data kependudukan yang digunakan untuk semua keperluan adalah data kependudukan dari Kementerian yang bertanggung jawab dalam urusan pemerintahan dalam negeri. Antara lain penggunaannya untuk pemanfaatan pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan tindak kriminalitas. (Heribles Roesli)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.