Pdg. Panjang, Lintas Media News

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang menggelontorkan empat  program sosial kemasyarakatan. Empat program tersebut antara lain, Padang Panjang Makmur, Padang Panjang Sehat, Padag Panjang cerdas, Padang Panjang peduli tahun 2021 sebesar Rp. 287. 725.500.

Penyaluran Zakat tahap 3 Tahun 2021, tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota Padang Panjang, diwili Staf Ahli Bidang SDM, di Masjid Tauhid Pasar Baru, Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Kamis(18/3) pagi.

Hadir pada kesempatan tersebut, perwakilan Kepala OPD di lingkup Pemerintahan Kota Padang Panjang, Lurah Pasar Baru, Ketua Baznas Kota Padang Panjang, Syamsuarni, beserta jajaran, para mustahiq yang memenuhi ruangan masjid pada pagi itu. 

Ketua Baznas Kota Padang Panjang, Syamsuarni dalam hantaran singkatnya mengatakan, zakat yang diberikan  untuk peningkatan ekonomi kerakyatan.
"Zakat ini juga untuk memotivasi penerima agar lebih bertaqwa kepada Allah SWT.

Kita, berharap kepada mustahiq bisa mempergunakan dana zakat tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kelanjutan usaha yang digeluti. "Pergunakanlah sesuai dengan kebutuhan usaha masing masing penerima. 

Bagi penerima zakat, pergunakan sebaik mungkin, sehingga bisa keluar dari keterpurukan ekonomi dimasa pandemi sekarang ini.

Penyaluran zakat tahap tiga, sebanyak 136 mustahiq atau penerima zakat yang ada di Kota Padang Panjang. Berguna untuk peningkatan ekonomi kerakyatan dengan total sebesar Rp. 287.725.500. 
Dengan rincian, Padang Panjang makmur sebanyak 88 penerima dengan jumlah uangnya sebesar. Rp, 200.400.000, Padang Panjang Cerdas sebanyak 64 orang penerima dengan jumlah, Rp. 64. 300. 000, Padang 

Panjang Sehat sbanyak 8 orang penerima dengan jumlah. Rp. 18.025.500 Padang Panjang peduli sebanyak 4 orang penerima dengan jumlah Rp. 5000.000.

Lebih jauh, sang Ketua mengatakan, sebelum dilakukan penyaluran zakat, Baznas Padang Panjang terlebih dahulu melakukan sosialisasi terhadap para mustahik.

"Sebelum dana bantuan disalurkan, Baznas terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap para mustahik tersebut," terangnya.

Sementara itu, Desmon sangat mengapresiasi atas program yang telah dibuat oleh Baznas Kota Padang Panjang dan kepada mustahik ia berpesan agar mempergunakan zakat yang telah diberikan dengan sebaik - baiknya dan sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan.

Selaku pemerintah daerah, kita tidak mendengar para mustahiq mempergunakan zakat yang diterima dibelanjakan untuk hal yang tidak sesuai peruntukan. Artinya, bila ada para mustahiq yang membelanjakan uangnya untuk poya poya. Bila ini, sampai terjadi BAZ NAS tidak akan lagi memberikan zakat pada mustahiq yang tidak patuh pada aturan yang diterapkan BAZ NAS, ujar Desmon.

Lebih jauh Desmon mengatakan, pemerintah daerah selalu mensuport segala bentuk kegiatan digelontorkan BAZ Nas Kota Padang Panjang, sejauh untuk kesejahtaraan masyarakat dan banyak orang. Memang tidak gampang, tapi setidaknya selama ini, BAZ NAS telah bekerja dengan baik selaku badan yang diberi wewenang mengelola zakat umat, tukuk Desmon.

Sementara itu, salah seorang penerima zakat, Maryati(50) warga Koto Katiak yang sehari harinya berjualan barang harian mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Baznas tersebut, dengan harapan bisa mengangkat derajat perekonomiannya.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan batuan Wirman Warga Silaing Bawah, mengatakan, semoga ini berkah dan bisa berkembang, sehingga saya tidak lagi jadi penerima zakat nantinya," 

"Penerima zakat bisa termotivasi, berinovasi dalam berusaha untuk kelangsungan hidup, dengan harapan keluar dari keterpurukan ekonomi nantinya," sebutnya.

Ditempat yang sama, Jasriman menambahkan, pihak BAZ akan selektif dalam memberikan bantuan kepada para mustahik. Artinya, selama ini, kita jarang melakukan pengawasan kepada para penerima zakat. Pengawasan ketat, perlu dilakukan untuk mengukur, sejauh mana keseriusan penerima zakat dala mengembangkan usahanya.

Selama ini, fenomena tersebut terjadi dan nyaris sama pada penerima bantuan. Bantuan, diterima tiap tahun. Namun, usaha yang digeluti tidak mengalami kemajuan.  Malahan, ada yang digunakan untuk kebutuhan konsumtif," tukuk Jasriman. (maison pisano)
 
Top